{"id":26456,"date":"2025-04-02T12:14:09","date_gmt":"2025-04-02T05:14:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=26456"},"modified":"2025-09-22T15:34:56","modified_gmt":"2025-09-22T08:34:56","slug":"contoh-format-laporan-posisi-keuangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan\/","title":{"rendered":"3 Contoh Format Laporan Posisi Keuangan, Yuk Cari Perbedaannya!"},"content":{"rendered":"\n<p>Secara garis besar, format laporan posisi keuangan pada perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur memang mirip. Namun, ada beberapa pos transaksi yang hanya muncul di jenis perusahaan tertentu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, dalam perusahaan manufaktur, terdapat akun seperti barang dalam proses dan harga pokok produksi yang tidak akan ditemukan di laporan posisi keuangan perusahaan jasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, pembahasan 3 contoh format laporan posisi keuangan serta perbedaannya masing-masing. Simak selengkapnya di bawah!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Format_Laporan_Posisi_Keuangan_Perusahaan_Dagang\"><\/span><strong>Contoh Format Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Dagang<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Perusahaan dagang adalah entitas bisnis yang bergerak di bidang jual beli barang, seperti perusahaan air minum dalam kemasan yang menjual produknya langsung ke konsumen. Dalam laporan posisi keuangan perusahaan dagang, terdapat tiga komponen utama yang perlu diperhatikan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Aset\"><\/span>1. Aset<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Aset dalam perusahaan dagang terbagi menjadi dua kategori:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Aset Lancar<\/strong>, meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan barang dagangan, pajak pertambahan nilai (PPN), dan lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aset Tidak Lancar<\/strong>, seperti investasi pada entitas lain, aset tetap (<em>fixed assets<\/em>), serta beban yang ditangguhkan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Liabilitas\"><\/span>2. Liabilitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kewajiban atau liabilitas juga terbagi menjadi dua jenis:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Liabilitas Jangka Pendek<\/strong>, mencakup utang bank jangka pendek, utang pajak, beban akrual, utang pembiayaan konsumen, hingga utang obligasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Liabilitas Jangka Panjang<\/strong>, terdiri dari utang jangka panjang, liabilitas imbalan kerja, pendapatan yang ditangguhkan, serta utang sewa pembiayaan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Ekuitas\"><\/span>3. Ekuitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada bagian ekuitas, laporan posisi keuangan perusahaan dagang mencakup modal saham, tambahan modal disetor, dan laba ditahan (<em>retained earnings<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk lebih memahami bagaimana laporan ini disusun, simak contoh laporan posisi keuangan perusahaan dagang berikut!<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"428\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan-perusahaan-dagang.webp\" alt=\"contoh format laporan posisi keuangan perusahaan dagang\" class=\"wp-image-26457\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan-perusahaan-dagang.webp 600w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan-perusahaan-dagang-300x214.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Jika kamu merasa kesulitan atau tidak punya cukup waktu untuk menyusun laporan posisi keuangan, gunakan Paper.id sebagai solusi praktis!<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Paper.id, Anda bisa mengelola laporan keuangan secara otomatis, mengakses berbagai laporan penting kapan saja, serta memastikan pencatatan keuangan lebih rapi dan akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Paper.id juga dilengkapi dengan fitur <em>invoicing<\/em>, pembayaran, hingga <em>financing<\/em> bisnis yang membantu operasional bisnismu jadi lebih efisien. Yuk, daftarkan bisnismu di Paper.id sekarang!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=contoh_format_laporan_posisi_keuangan&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Paper.id Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/analisis-laporan-keuangan\/\">Analisis Laporan Keuangan: Definisi, Manfaat, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Format_Laporan_Posisi_Keuangan_Perusahaan_Jasa\"><\/span><strong>Contoh Format Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Jasa<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Laporan posisi keuangan perusahaan jasa memberikan gambaran kondisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu, mencakup aset, liabilitas, dan ekuitas pemilik.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh perusahaan jasa adalah bisnis yang bergerak di bidang asuransi kerugian dan reasuransi. Untuk memahami laporan posisi keuangan perusahaan jasa dengan lebih jelas, berikut adalah komponen utamanya:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Aset<\/strong>, meliputi kas dan bank, piutang premi, investasi (seperti deposito berjangka, sukuk, efek, properti, logam mulia), serta pajak dibayar di muka.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Liabilitas<\/strong>, terdiri dari utang klaim, utang komisi, utang pajak, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka panjang, dan berbagai utang lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ekuitas<\/strong>, mencakup modal dasar, modal yang ditempatkan dan disetor, serta laba ditahan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Secara format, laporan posisi keuangan perusahaan jasa serupa dengan perusahaan dagang. Perbedaannya terletak pada jenis transaksi yang terjadi di masing-masing bisnis. Untuk memahami lebih lanjut, simak contoh format laporan posisi keuangan perusahaan jasa berikut ini.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"428\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan-perusahaan-jasa.png\" alt=\"contoh format laporan posisi keuangan perusahaan jasa\" class=\"wp-image-26458\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan-perusahaan-jasa.png 600w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan-perusahaan-jasa-300x214.png 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/siklus-akuntansi-perusahaan-jasa\/\">Mengenal 10 Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Format_Laporan_Posisi_Keuangan_Perusahaan_Manufaktur\"><\/span><strong>Contoh Format Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Manufaktur<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Secara umum, format laporan posisi keuangan perusahaan manufaktur mirip dengan perusahaan dagang dan jasa. Perbedaannya terletak pada jenis transaksi yang terjadi, terutama yang berkaitan dengan proses produksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa transaksi hanya terjadi di perusahaan manufaktur, seperti pencatatan biaya produksi. Namun, ada juga transaksi yang umum di semua jenis perusahaan, seperti penerimaan dan pengeluaran kas bank.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah elemen utama dalam laporan posisi keuangan perusahaan manufaktur:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Aktiva\"><\/span>1. Aktiva<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Aktiva lancar<\/strong>, meliputi kas dan setara kas, investasi jangka pendek, kas dengan pembatasan penggunaan, piutang usaha, piutang lain-lain, persediaan, uang muka, dan biaya dibayar di muka.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aktiva tidak lancar<\/strong>, mencakup aset tetap, estimasi tagihan pajak, aset pajak tangguhan, penyertaan saham, aset tak berwujud, dan aset operasional lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kewajiban\"><\/span>2. Kewajiban<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Kewajiban lancar<\/strong>, meliputi pinjaman jangka pendek, utang usaha, utang pajak, beban akrual, uang muka penjualan, serta bagian pinjaman jangka panjang dan liabilitas keuangan jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kewajiban tidak lancar<\/strong>, terdiri dari liabilitas pajak tangguhan, pinjaman jangka panjang, liabilitas jangka panjang, dan liabilitas imbalan kerja jangka panjang.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Ekuitas_pemilik_saham\"><\/span>3. Ekuitas pemilik saham<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li>Terdiri dari modal saham, saldo laba, tambahan modal disetor, serta penghasilan komprehensif lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk memahami lebih lanjut, berikut ini contoh laporan posisi keuangan perusahaan manufaktur.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"428\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan-perusahaan-manufaktur.png\" alt=\"contoh format laporan posisi keuangan perusahaan manufaktur\" class=\"wp-image-26459\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan-perusahaan-manufaktur.png 600w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan-perusahaan-manufaktur-300x214.png 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><strong><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/akuntansi-perusahaan-dagang-adalah\/\">Akuntansi Perusahaan Dagang: Definisi dan Siklus Lengkapnya<\/a><\/strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Demikian penjelasan mengenai contoh format laporan posisi keuangan serta perbedaan masing-masing. Pada kesimpulannya, laporan ini menggambarkan kondisi aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan dikenal sebagai laporan posisi keuangan, neraca, atau <em>statements of financial position<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Laporan ini mencakup tiga elemen utama, yaitu aset (harta), liabilitas (utang), dan ekuitas (modal), yang mencerminkan keseimbangan keuangan bisnis. Itulah sekilas informasi mengenai .contoh format laporan posisi keuangan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara garis besar, format laporan posisi keuangan pada perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur memang mirip. Namun, ada beberapa pos transaksi yang hanya muncul di jenis perusahaan tertentu.&nbsp; Misalnya, dalam perusahaan manufaktur, terdapat akun seperti barang dalam proses dan harga pokok produksi yang tidak akan ditemukan di laporan posisi keuangan perusahaan jasa. Untuk itu, pembahasan 3 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":26460,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>3 Contoh Format Laporan Posisi Keuangan, Ini Perbedaannya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut adalah pembahasan 3 contoh format laporan posisi keuangan serta perbedaannya masing-masing. Simak selengkapnya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"3 Contoh Format Laporan Posisi Keuangan, Ini Perbedaannya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut adalah pembahasan 3 contoh format laporan posisi keuangan serta perbedaannya masing-masing. Simak selengkapnya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-02T05:14:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-22T08:34:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Contoh-Format-Laporan-Posisi-Keuangan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"3 Contoh Format Laporan Posisi Keuangan, Ini Perbedaannya!","description":"Berikut adalah pembahasan 3 contoh format laporan posisi keuangan serta perbedaannya masing-masing. Simak selengkapnya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"3 Contoh Format Laporan Posisi Keuangan, Ini Perbedaannya!","og_description":"Berikut adalah pembahasan 3 contoh format laporan posisi keuangan serta perbedaannya masing-masing. Simak selengkapnya di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-04-02T05:14:09+00:00","article_modified_time":"2025-09-22T08:34:56+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Contoh-Format-Laporan-Posisi-Keuangan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"3 Contoh Format Laporan Posisi Keuangan, Yuk Cari Perbedaannya!","datePublished":"2025-04-02T05:14:09+00:00","dateModified":"2025-09-22T08:34:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan\/"},"wordCount":745,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan\/","name":"3 Contoh Format Laporan Posisi Keuangan, Ini Perbedaannya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-04-02T05:14:09+00:00","dateModified":"2025-09-22T08:34:56+00:00","description":"Berikut adalah pembahasan 3 contoh format laporan posisi keuangan serta perbedaannya masing-masing. Simak selengkapnya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-format-laporan-posisi-keuangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"3 Contoh Format Laporan Posisi Keuangan, Yuk Cari Perbedaannya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26456"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26456"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26456\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26485,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26456\/revisions\/26485"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26460"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26456"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26456"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26456"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}