{"id":26271,"date":"2025-03-24T07:57:39","date_gmt":"2025-03-24T00:57:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=26271"},"modified":"2025-03-24T07:57:40","modified_gmt":"2025-03-24T00:57:40","slug":"contoh-laporan-laba-rugi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-laporan-laba-rugi\/","title":{"rendered":"Contoh Laporan Laba Rugi: Lengkap dengan Cara Membuatnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Apakah bisnis yang terlihat untung selalu benar-benar menguntungkan? Banyak pemilik usaha merasa bisnisnya berjalan lancar karena penjualan tinggi, tetapi saat dihitung ulang, keuntungannya ternyata lebih kecil dari yang dibayangkan. Inilah mengapa <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/laporan-laba-rugi\/\">laporan laba rugi<\/a> sangat penting.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan laporan ini, kamu bisa melihat dengan jelas berapa pendapatan, biaya, hingga keuntungan atau kerugian bisnis dalam periode tertentu. Lantas, bagaimana cara membuatnya dengan benar?<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, simak contoh laporan laba rugi berikut ini, lengkap dengan panduan cara membuatnya yang baik dan benar!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Laporan_Laba_Rugi\"><\/span><strong>Contoh Laporan Laba Rugi&nbsp;<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Laporan laba rugi dibedakan menjadi dua berdasarkan bentuknya, yaitu langsung dan bertahap. Berikut kedua contohnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Contoh_laporan_laba_rugi_bentuk_langsung\"><\/span>1. Contoh laporan laba rugi bentuk langsung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"450\" height=\"506\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-laporan-laba-rugi-langsung.png\" alt=\"contoh laporan laba rugi langsung\" class=\"wp-image-26272\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-laporan-laba-rugi-langsung.png 450w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-laporan-laba-rugi-langsung-267x300.png 267w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/laporan-laba-rugi\/\">Laporan Laba Rugi: Pengertian, Komponen, Fungsi, dan Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Contoh_laporan_laba_rugi_bentuk_bertahap\"><\/span>2. Contoh laporan laba rugi bentuk bertahap<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"427\" height=\"466\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-laporan-laba-rugi-bentuk-bertahap.png\" alt=\"contoh laporan laba rugi bentuk bertahap\" class=\"wp-image-26273\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-laporan-laba-rugi-bentuk-bertahap.png 427w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-laporan-laba-rugi-bentuk-bertahap-275x300.png 275w\" sizes=\"(max-width: 427px) 100vw, 427px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Mengelola keuangan bisnis bisa menjadi tantangan, terutama jika harus mencatat setiap transaksi secara manual. Selain memakan waktu, risiko kesalahan pencatatan pun tinggi, yang dapat berujung pada laporan keuangan yang kurang akurat dan kesulitan dalam menghitung profit.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, agar lebih praktis, kamu bisa memanfaatkan fitur <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php\">akuntansi gratis<\/a> dari Paper.id. Fitur ini memungkinkan pencatatan otomatis untuk setiap transaksi bisnis, mulai dari pemasukan, pengeluaran, perubahan stok, hingga retur pembelian, semuanya tercatat secara <em>real-time <\/em>tanpa repot.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, daftarkan bisnismu di Paper.id sekarang dengan klik tombol di bawah ini!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=contoh_laporan_laba_rugi&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\"><strong>Daftar Paper.id Sekarang<\/strong><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/cara-membuat-laporan-laba-rugi\/\">Cara Membuat Laporan Laba Rugi yang Mudah untuk Pemula<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mudah_Membuat_Laporan_Laba_Rugi\"><\/span><strong>Cara Mudah Membuat Laporan Laba Rugi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Membuat laporan laba rugi sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan, asalkan kamu tahu tahapan yang tepat. Laporan ini berfungsi untuk mengetahui kondisi keuangan bisnis, apakah sedang untung atau malah merugi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, berikut adalah langkah-langkah yang perlu kamu lakukan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tentukan_periode_laporan\"><\/span>1. Tentukan periode laporan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah pertama adalah menentukan periode laporan laba rugi yang ingin kamu buat. Apakah akan dibuat bulanan, kuartalan, atau tahunan? Periode ini penting karena akan mempengaruhi data yang dimasukkan dan analisis yang dihasilkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Buat_neraca_saldo\"><\/span>2. Buat neraca saldo<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah periode ditentukan, langkah berikutnya adalah menyusun neraca saldo. Neraca saldo ini berisi ringkasan dari seluruh transaksi yang telah dicatat dalam buku besar, mulai dari pendapatan, biaya, hingga kewajiban bisnis. Data ini nantinya akan menjadi dasar dalam perhitungan laba rugi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Hitung_total_pendapatan\"><\/span>3. Hitung total pendapatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, kamu perlu menghitung berapa total pendapatan bisnis dalam periode yang sudah ditentukan. Pendapatan ini mencakup semua pemasukan dari penjualan produk atau jasa, termasuk pendapatan tambahan seperti bunga atau komisi, jika ada.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Hitung_Harga_Pokok_Penjualan_HPP\"><\/span>4. Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan, kamu juga perlu menghitung harga pokok penjualan (HPP). HPP mencakup semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang atau jasa yang dijual, seperti bahan baku, biaya produksi, dan tenaga kerja langsung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Hitung_margin_kotor\"><\/span>5. Hitung margin kotor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah mendapatkan angka pendapatan dan HPP, langkah selanjutnya adalah menghitung margin kotor. Caranya cukup sederhana, yaitu dengan mengurangi total pendapatan dengan HPP. Dari sini, kamu bisa melihat berapa keuntungan kotor yang didapat dari operasional bisnis sebelum dikurangi biaya lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Hitung_biaya_operasional\"><\/span>6. Hitung biaya operasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bisnis tidak hanya mengeluarkan biaya produksi, tetapi juga memiliki pengeluaran operasional lain, seperti biaya administrasi, pemasaran, gaji karyawan, dan sewa tempat. Semua biaya ini perlu dihitung secara detail agar laporan laba rugi mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Hitung_laba_sebelum_pajak\"><\/span>7. Hitung laba sebelum pajak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah semua biaya operasional dihitung, kamu bisa mengetahui laba sebelum pajak. Caranya dengan mengurangi margin kotor dengan total biaya operasional. Angka ini menunjukkan seberapa besar keuntungan bisnis sebelum dikurangi pajak yang harus dibayarkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Hitung_laba_bersih\"><\/span>8. Hitung laba bersih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah terakhir adalah menghitung laba bersih, yaitu keuntungan akhir setelah dikurangi pajak. Laba bersih inilah yang benar-benar mencerminkan hasil keuangan bisnis dalam periode tertentu dan bisa digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan bisnis selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/cara-menghitung-laba-rugi\/\">Cara Menghitung Laba Rugi untuk Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, demikian contoh laporan laba rugi, lengkap dengan cara membuatnya. Namun, dalam praktiknya, masih banyak pebisnis yang kesulitan mencatat dan menganalisis laba dengan akurat. Padahal, pencatatan yang tidak tepat bisa berdampak pada kestabilan keuangan dan kelancaran operasional bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar lebih mudah, kamu bisa mengelola keuangan secara efisien dengan Paper.id. Dengan integrasi <em>invoicing<\/em> dan pembayaran dalam satu platform, kamu dapat memantau laba secara <em>real-time<\/em> melalui satu <em>dashboard<\/em> tanpa ribet.<\/p>\n\n\n\n<p>Ayo gunakan Paper.id sekarang dan rasakan manfaatnya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah bisnis yang terlihat untung selalu benar-benar menguntungkan? Banyak pemilik usaha merasa bisnisnya berjalan lancar karena penjualan tinggi, tetapi saat dihitung ulang, keuntungannya ternyata lebih kecil dari yang dibayangkan. Inilah mengapa laporan laba rugi sangat penting. Dengan laporan ini, kamu bisa melihat dengan jelas berapa pendapatan, biaya, hingga keuntungan atau kerugian bisnis dalam periode tertentu. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":26274,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Contoh Laporan Laba Rugi: Lengkap dengan Cara Membuatnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk, simak contoh laporan laba rugi berikut ini, lengkap dengan panduan cara membuatnya yang baik dan benar!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-laporan-laba-rugi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Laporan Laba Rugi: Lengkap dengan Cara Membuatnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, simak contoh laporan laba rugi berikut ini, lengkap dengan panduan cara membuatnya yang baik dan benar!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-laporan-laba-rugi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-24T00:57:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-24T00:57:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-laporan-laba-rugi-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Laporan Laba Rugi: Lengkap dengan Cara Membuatnya","description":"Yuk, simak contoh laporan laba rugi berikut ini, lengkap dengan panduan cara membuatnya yang baik dan benar!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-laporan-laba-rugi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Contoh Laporan Laba Rugi: Lengkap dengan Cara Membuatnya","og_description":"Yuk, simak contoh laporan laba rugi berikut ini, lengkap dengan panduan cara membuatnya yang baik dan benar!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-laporan-laba-rugi\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-03-24T00:57:39+00:00","article_modified_time":"2025-03-24T00:57:40+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":667,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/contoh-laporan-laba-rugi-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-laporan-laba-rugi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-laporan-laba-rugi\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Contoh Laporan Laba Rugi: Lengkap dengan Cara Membuatnya","datePublished":"2025-03-24T00:57:39+00:00","dateModified":"2025-03-24T00:57:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-laporan-laba-rugi\/"},"wordCount":669,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-laporan-laba-rugi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-laporan-laba-rugi\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-laporan-laba-rugi\/","name":"Contoh Laporan Laba Rugi: Lengkap dengan Cara Membuatnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-03-24T00:57:39+00:00","dateModified":"2025-03-24T00:57:40+00:00","description":"Yuk, simak contoh laporan laba rugi berikut ini, lengkap dengan panduan cara membuatnya yang baik dan benar!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-laporan-laba-rugi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-laporan-laba-rugi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-laporan-laba-rugi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Contoh Laporan Laba Rugi: Lengkap dengan Cara Membuatnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26271"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26271"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26275,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26271\/revisions\/26275"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}