{"id":26006,"date":"2025-03-12T08:08:06","date_gmt":"2025-03-12T01:08:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=26006"},"modified":"2025-03-14T16:53:10","modified_gmt":"2025-03-14T09:53:10","slug":"gross-profit-margin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/gross-profit-margin\/","title":{"rendered":"Gross Profit Margin: Definisi dan Contoh Lengkapnya!"},"content":{"rendered":"\n<p>Untuk menjalankan sebuah perusahaan, tentunya perlu melakukan laporan keuangan yang salah satunya adalah<em> gross <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/profit-adalah\/\">profit<\/a> margin. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memperhitungkan<em> gross <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/profit-margin-adalah\/\">profit margin<\/a>, <\/em>perusahaan bisa memahami sejauh mana perkembangan bisnis dan efisiensi operasional perusahaan itu berjalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memahami seperti<em> apa gross profit margin<\/em> dalam bisnis hingga cara kerjanya, simak ulasannya di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Gross_Profit_Margin\"><\/span><strong>Apa Itu Gross Profit Margin?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Gross profit margin <\/em>adalah rasio keuangan yang menghitung laba kotor perusahaan setelah mengurangi biaya langsung produksi barang. <\/p>\n\n\n\n<p>Pengurangan tersebut tidak termasuk biaya lain kecuali harga pokok penjualan (HPP) itu sendiri dan sering dinyatakan sebagai persentase penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks operasional, <em>gross profit margin <\/em>memiliki target rasio masing-masing tergantung industrinya, strategi penjualan, atau kondisi pasar. <\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya, margin dengan persentase 5% dianggap rendah, 10% dianggap baik, dan diatas 10% dianggap retensi penerimaan laba yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Gross profit margin<\/em> dapat membantu mengukur efisiensi perusahaan dalam memproduksi produk dan menghasilkan profit. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika sering mengalami fluktuasi, ada kemungkinan bahwa praktik manajemen yang buruk atau produk penjualannya rendah. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, bisa jadi terjadinya fluktuasi karena ada perubahan aktivitas perusahaan sehingga terjadi volatilitas yang bersifat sementara.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menghindari manajemen operasional yang buruk, kamu bisa mengoptimalkan salah satu lininya dengan menggunakan Paper.id. Paper.id bisa jadi asistenmu dalam mengatur invoicing dan pembayaran secara digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan Paper.id, kamu dapat membuat invoice dalam waktu 5 menit saja dengan <em>template<\/em> profesional yang sudah tersedia. Invoice-nya pun langsung terhubung dengan 30+ opsi pembayaran digital, termasuk kartu kredit dan cicilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nantinya, rekonsiliasi pembayaran juga dapat kamu nikmati secara otomatis, jadi status transaksi langsung terlihat tanpa harus repot-repot mencocokkan bukti transfer dengan mutasi rekening.<\/p>\n\n\n\n<p>Pratkis, &#8216;kan? Yuk, <strong>pelajari selengkapnya tentang <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-generator.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=gross_profit_margin\">invoice Paper.id<\/a><\/strong> dan registrasi bisnismu gratis agar bisa segera transaksi bisnis dengan praktis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=gross_profit_margin&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Daftar Paper.id Gratis!<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/net-profit-margin\/\">Mengenal Net Profit Margin dari Pengertian hingga Cara Hitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Gross_Profit_Margin\"><\/span><strong>Fungsi Gross Profit Margin<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti yang disebutkan bahwa adanya<em> gross profit margin<\/em> memberikan gambaran aktivitas perusahaan sudah berjalan secara efektif atau belum. <\/p>\n\n\n\n<p>Faktor yang paling dominan dalam pengukuran ini adalah pendapatan\/laba perusahaan. Artinya, semakin tinggi <em>gross profit margin<\/em> maka semakin cepat mencapai <em>break even point<\/em> (BEP) dan menguntungkan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, <em>gross profit margin <\/em>lebih baik untuk mengukur kinerja perusahaan tiap periode, untuk membandingkannya dengan bisnis industri yang sama. Adapun fungsi dan manfaat lain yang bisa perusahaan rasakan adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Pengukuran <em>gross profit margin<\/em> dapat membantu menentukan tentang harga produk, pengendalian biaya produksi, dan efisiensi operasional.<\/li>\n\n\n\n<li>Pendekatan investor melalui <em>gross profit margin<\/em> yang tinggi untuk menilai kinerja keuangan perusahaan sebelum mereka mau berinvestasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Membandingkan kinerja perusahaan dengan pesaing sejenis dalam industri yang sama untuk menilai sejauh mana perkembangan laba dengan kompetitor.<\/li>\n\n\n\n<li>Tren <em>gross profit margin<\/em> dapat membantu untuk mengidentifikasi potensi masalah dalam operasi bisnis.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengidentifikasi efisiensi perusahaan dalam mengelola biaya produksi atau penyediaan barang dan jasa. Semakin tinggi <em>gross profit margin, <\/em>maka semakin efisien memproduksi barang.<\/li>\n\n\n\n<li>Memberikan gambaran kesehatan bisnis kepada <em>stakeholder <\/em>terkait seperti <em>supplier<\/em>, <em>distributor<\/em>, serta pemilik saham.<\/li>\n\n\n\n<li>Tren <em>gross profit margin<\/em> dan penjualan dapat membantu meningkatkan arus kas perusahaan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/waktu-yang-tepat-untuk-investasi\/\">Kapan Profit Bisnis Harus Dialokasikan untuk Investasi?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Perhitungan_Gross_Profit_Margin\"><\/span><strong>Contoh Perhitungan Gross Profit Margin<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Cara paling umum dan sederhana dalam menghitung gross profit margin adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Gross Profit Margin = (Penjualan Bersih \u2013 HPP) : Penjualan Bersih<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Keterangan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Penjualan Bersih: <\/strong>Total laba penjualan dalam sebuah produk atau satu periode.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>HPP atau Harga Pokok Penjualan: <\/strong>Total biaya produksi dari sebuah produk atau satu periode.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Berikut contoh untuk menghitung <em>gross profit margin<\/em> menggunakan rumus tersebut:<\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah toko bangunan bernama PT. Maju Jaya Group menjual beraneka ragam kebuhan bangunan seperti semen, batubata, alat perkakas, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhir periode, PT. Maju Jaya Group akan membuat laporan laba rugi dengan catatan total laba penjualan bersih sebesar <strong>Rp1.500.000.000.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan HPP pada periode yang sama tercatat sebesar Rp450.000.000. <\/p>\n\n\n\n<p>Agar lebih memudahkan penjelasan, perhitungan akan terbagi menjadi dua tahap.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tahap 1<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p>Gross Profit = Penjualan Bersih \u2013 Harga Pokok Penjualan<\/p>\n\n\n\n<p>Gross Profit = Rp1.500.000.000 \u2013 Rp450.000.000<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Gross Profit = Rp1.050.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tahap 2<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p>Gross Profit Margin = Laba Kotor : Penjualan Bersih<\/p>\n\n\n\n<p>Gross Profit Margin = Rp 1.050.000.000 : Rp 1.500.000.000<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Gross Profit Margin = 0,7 atau 70% (dalam bentuk persen).<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dari perhitungan tersebut, dapat terlihat bahwa PT. Maju Jaya Group telah menjalankan operasional bisnisnya dengan efektif karena persentasi <em>gross profit margin-<\/em>nya yang cukup tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, itulah cara menghitung <em>gross profit margin.<\/em> Jika kamu ingin meningkatkannya, perusahaanmu dapat mengoptimalkan biaya produksi, menaikkan harga jual secara strategis, atau memperbaiki efisiensi operasional. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"i\"><\/span>&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk menjalankan sebuah perusahaan, tentunya perlu melakukan laporan keuangan yang salah satunya adalah gross profit margin. Dengan memperhitungkan gross profit margin, perusahaan bisa memahami sejauh mana perkembangan bisnis dan efisiensi operasional perusahaan itu berjalan. Untuk memahami seperti apa gross profit margin dalam bisnis hingga cara kerjanya, simak ulasannya di bawah ini. Apa Itu Gross Profit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":26007,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gross Profit Margin: Definisi dan Contoh Lengkapnya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu gross profit margin (GPM)? Yuk, kenali untuk konteks bisnis mulai dari definisi hingga contoh hitungnya yang sederhana!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/gross-profit-margin\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gross Profit Margin: Definisi dan Contoh Lengkapnya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu gross profit margin (GPM)? Yuk, kenali untuk konteks bisnis mulai dari definisi hingga contoh hitungnya yang sederhana!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/gross-profit-margin\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-12T01:08:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-14T09:53:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/gross-profit-margin.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1380\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gross Profit Margin: Definisi dan Contoh Lengkapnya!","description":"Apa itu gross profit margin (GPM)? Yuk, kenali untuk konteks bisnis mulai dari definisi hingga contoh hitungnya yang sederhana!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/gross-profit-margin\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Gross Profit Margin: Definisi dan Contoh Lengkapnya!","og_description":"Apa itu gross profit margin (GPM)? Yuk, kenali untuk konteks bisnis mulai dari definisi hingga contoh hitungnya yang sederhana!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/gross-profit-margin\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-03-12T01:08:06+00:00","article_modified_time":"2025-03-14T09:53:10+00:00","og_image":[{"width":1380,"height":920,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/gross-profit-margin.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/gross-profit-margin\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/gross-profit-margin\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Gross Profit Margin: Definisi dan Contoh Lengkapnya!","datePublished":"2025-03-12T01:08:06+00:00","dateModified":"2025-03-14T09:53:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/gross-profit-margin\/"},"wordCount":701,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/gross-profit-margin\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/gross-profit-margin\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/gross-profit-margin\/","name":"Gross Profit Margin: Definisi dan Contoh Lengkapnya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-03-12T01:08:06+00:00","dateModified":"2025-03-14T09:53:10+00:00","description":"Apa itu gross profit margin (GPM)? Yuk, kenali untuk konteks bisnis mulai dari definisi hingga contoh hitungnya yang sederhana!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/gross-profit-margin\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/gross-profit-margin\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/gross-profit-margin\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gross Profit Margin: Definisi dan Contoh Lengkapnya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26006"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26006"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26006\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26036,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26006\/revisions\/26036"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26007"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26006"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26006"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26006"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}