{"id":25924,"date":"2025-03-06T11:28:20","date_gmt":"2025-03-06T04:28:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=25924"},"modified":"2025-09-24T13:46:00","modified_gmt":"2025-09-24T06:46:00","slug":"jenis-jenis-inflasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/jenis-jenis-inflasi\/","title":{"rendered":"Jenis-jenis Inflasi Ekonomi Menurut Tingkatan, Sifat, dan Asalnya"},"content":{"rendered":"\n<p><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/inflasi-adalah\/\">Inflasi adalah<\/a> fenomena ekonomi yang terjadi ketika harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Meskipun inflasi sering dianggap sebagai hal yang negatif, dalam beberapa kasus, tingkat inflasi yang rendah dan stabil dapat menjadi tanda pertumbuhan ekonomi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, inflasi yang tinggi atau tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai masalah ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis-jenis inflasi berdasarkan tingkatan, sifat, dan asalnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas masing-masing jenis inflasi secara detail.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Inflasi_Berdasarkan_Tingkatan_Keparahan\"><\/span><strong>Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkatan Keparahan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Inflasi_ringan\"><\/span>1. Inflasi ringan \u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Inflasi ringan terjadi ketika tingkat inflasi relatif rendah, biasanya berkisar antara 2-3 persen setahun. Jenis inflasi ini dianggap sebagai bagian alami dari pertumbuhan ekonomi dan umumnya tidak menimbulkan masalah besar. Pada tingkat inflasi ringan, kenaikan harga barang dan jasa masih dalam batas yang dapat diterima oleh masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan. Misalnya, kenaikan harga kebutuhan pokok sebanyak 2% dalam satu tahun dapat dianggap sebagai inflasi ringan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Inflasi_moderat\"><\/span>2. Inflasi moderat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Inflasi moderat terjadi ketika tingkat inflasi sedang, berkisar antara 4-6 persen setahun. Meskipun masih dalam batas yang dapat diterima, inflasi moderat dapat menyebabkan kekhawatiran tentang stabilitas ekonomi. Kenaikan harga pada tingkat ini dapat mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama mereka yang memiliki penghasilan tetap. Selain itu, inflasi moderat juga dapat mempengaruhi keuntungan perusahaan karena biaya produksi yang meningkat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Inflasi_tinggi\"><\/span>3. Inflasi tinggi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Inflasi tinggi terjadi ketika tingkat inflasi meningkat secara signifikan, yakni melebihi 6 persen setahun. Pada tingkat ini, inflasi dapat menyebabkan tekanan yang kuat pada perekonomian, termasuk penurunan daya beli, ketidakpastian ekonomi, dan potensi dampak negatif lainnya seperti ketidakstabilan sosial. Misalnya, jika inflasi mencapai 10% dalam satu tahun, maka harga barang dan jasa akan meningkat secara signifikan. Dengan begitu, masyarakat kesulitan membeli barang-barang penting.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Inflasi_hiper\"><\/span>4. Inflasi hiper<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Inflasi hiper adalah tingkat inflasi yang sangat tinggi, sering lebih dari 50-100 persen setahun, bahkan bisa mencapai ribuan persen dalam kasus ekstrem. Inflasi hiper dapat menyebabkan kekacauan ekonomi dan sosial. Sebab, nilai uang hancur dengan cepat dan kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap sistem moneter. Contohnya adalah kasus Zimbabwe pada akhir tahun 2000-an saat inflasi mencapai ribuan persen dalam satu tahun.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/dampak-inflasi-umkm\/\">Dampak Inflasi Terhadap Bisnis Khususnya Kecil dan Menengah, Seperti Apa?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Inflasi_Berdasarkan_Sifatnya\"><\/span>Jenis Inflasi Berdasarkan Sifatnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Inflasi_rendah_creeping_inflation\"><\/span>1. Inflasi rendah (<em>creeping inflation<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Inflasi rendah adalah jenis inflasi yang besarnya kurang dari 10% per tahun. Jenis inflasi ini terkadang dibutuhkan dalam perekonomian masyarakat supaya produsen tergerak untuk memproduksi barang dan jasa. Pada tingkat inflasi rendah, kenaikan harga masih dalam batas yang dapat diterima dan tidak menimbulkan masalah besar bagi perekonomian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Inflasi_menengah_galloping_inflation\"><\/span>2. Inflasi menengah (<em>galloping inflation<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Inflasi menengah adalah kondisi inflasi yang besarnya ada di kisaran 10% \u2013 30% per tahun. Jenis inflasi ini bisa terjadi pada saat harga barang dan jasa naik dengan cepat dan kuantitas besar. Pada tingkat ini, kenaikan harga mulai terasa oleh masyarakat dan daya beli mulai menurun, namun belum menyebabkan krisis ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Inflasi_berat_high_inflation\"><\/span>3. <strong>Inflasi berat (<em>high inflation<\/em>)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Inflasi berat adalah inflasi yang besarnya berada di kisaran 30% \u2013 100% per tahun. Pada tingkat ini, kenaikan harga sangat signifikan dan dapat menyebabkan masalah besar bagi perekonomian. Masyarakat kesulitan membeli barang-barang penting, dan nilai uang turun dengan cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>4. <strong>Inflasi sangat tinggi (<em>hyperinflation<\/em>)<\/strong><br>Inflasi sangat tinggi atau hyperinflation adalah kondisi inflasi ketika terjadi kenaikan harga hingga 4 digit atau di atas 100%. <\/p>\n\n\n\n<p>Jenis inflasi ini sangat sulit untuk dikendalikan dan dapat mengacaukan perekonomian suatu negara. Contohnya adalah kasus Jerman pada tahun 1923. Ketika itu, inflasi mencapai lebih dari 100% dalam satu tahun.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Inflasi_Berdasarkan_Asalnya\"><\/span>Jenis Inflasi Berdasarkan Asalnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Inflasi_domestik_domestic_inflation\"><\/span>1. Inflasi domestik (<em>domestic inflation<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Inflasi domestik adalah inflasi yang bersumber dari dalam negeri. Jenis inflasi ini terjadi karena jumlah uang di masyarakat sangat lebih banyak daripada yang dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu penyebab utamanya adalah ketika pemerintah mencetak uang baru untuk menutupi defisit anggaran atau kekurangan dana. Saat lebih banyak uang beredar, tetapi jumlah barang dan jasa yang tersedia tetap sama, harga-harga akan naik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Inflasi_impor_imported_inflation\"><\/span>2. Inflasi impor (<em>imported inflation<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Inflasi impor adalah inflasi yang bersumber dari luar negeri. Jenis inflasi ini terjadi pada negara yang melakukan perdagangan bebas dimana ada kenaikan suatu harga di luar negeri. Misalnya, jika harga minyak dunia naik, maka biaya produksi barang yang menggunakan minyak sebagai bahan bakar atau bahan baku juga akan naik, menyebabkan harga barang di dalam negeri meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/penyebab-inflasi\/\">10 Penyebab Inflasi dan Dampaknya Terhadap Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_jenis_inflasi_berdasarkan_faktor_pendorong\"><\/span>Jenis jenis inflasi berdasarkan faktor pendorong<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Inflasi_demand-pull\"><\/span>1. Inflasi <em>demand-pull<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis inflasi ini terjadi ketika permintaan agregat (total permintaan dalam perekonomian) melebihi penawaran agregat (total produksi dalam perekonomian). Ini terjadi karena konsumen, bisnis, atau pemerintah terlalu banyak menghabiskan uang. Ini sering terjadi dalam kondisi ekonomi yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Inflasi_cost-push\"><\/span>2. Inflasi <em>cost-push<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Inflasi jenis ini terjadi ketika biaya produksi meningkat, mendorong produsen untuk menaikkan harga jual mereka. Penyebab umumnya termasuk kenaikan harga bahan baku, upah tenaga kerja, atau biaya produksi lainnya. Ini sering terjadi dalam kondisi ekonomi yang lemah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Inflasi_built-in\"><\/span>3. Inflasi <em>built-in<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah jenis inflasi di mana harapan inflasi di masa depan menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat inflasi saat ini. Misalnya, pekerja mungkin menuntut kenaikan gaji yang besar untuk mengimbangi kenaikan harga yang mereka perkirakan terjadi di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Inflasi_struktural\"><\/span>4. Inflasi struktural<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Inflasi struktural terjadi karena ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan dalam perekonomian, yang seringkali berakar pada masalah struktural yang mendasar seperti monopoli, birokrasi yang berlebihan, atau kekurangan pasokan dalam sektor kunci.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Inflasi_moneter\"><\/span>5. Inflasi moneter<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Inflasi moneter terjadi ketika jumlah uang beredar dalam perekonomian meningkat secara signifikan. Hal ini dapat disebabkan oleh pencetakan uang berlebihan oleh bank sentral atau peningkatan kredit yang berlebihan dalam sistem perbankan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami jenis-jenis inflasi, kita dapat lebih baik dalam mengantisipasi dan mengelola dampak inflasi terhadap perekonomian. Setiap jenis inflasi memerlukan pendekatan berbeda dalam penanganannya. Sebagai masyarakat, kita juga perlu peka terhadap gejala inflasi dan mempersiapkan diri dengan bijak dalam menghadapi perubahan harga yang mungkin terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah penjelasan tentang jenis-jenis inflasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menjaga bisnis yang stabil meski terjadi inflasi, yuk, pastikan kamu punya sistem invoicing, pembayaran, dan pencatatan digital yang mudah dan bisa diandalkan, seperti Paper.id.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Paper.id, kamu bisa membuat invoice dalam 5 menit saja dengan <em>template <\/em>yang sudah tersedia, dan terdapat juga 30+ opsi pembayran termasuk kartu kredit dan cicilan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-online.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=jenis_inflasi\">Simak selengkapnya tentang Paper.id dengan klik di sini<\/a><\/strong> dan registrasikan bisnismu sekarang, gratis!<br><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=organic&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Daftar Paper.id Sekarang!<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inflasi adalah fenomena ekonomi yang terjadi ketika harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Meskipun inflasi sering dianggap sebagai hal yang negatif, dalam beberapa kasus, tingkat inflasi yang rendah dan stabil dapat menjadi tanda pertumbuhan ekonomi yang sehat. Namun, inflasi yang tinggi atau tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":25925,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6399],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jenis-jenis Inflasi Ekonomi Menurut Tingkatan, Sifat, dan Asalnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ada apa saja jenis-jenis inflasi? Berdasarkan klasifikasi yang berbeda, ada cukup banyak variasi yang penting kamu ketahui.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/jenis-jenis-inflasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jenis-jenis Inflasi Ekonomi Menurut Tingkatan, Sifat, dan Asalnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ada apa saja jenis-jenis inflasi? Berdasarkan klasifikasi yang berbeda, ada cukup banyak variasi yang penting kamu ketahui.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/jenis-jenis-inflasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-06T04:28:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-24T06:46:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/2148746562.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jenis-jenis Inflasi Ekonomi Menurut Tingkatan, Sifat, dan Asalnya","description":"Ada apa saja jenis-jenis inflasi? Berdasarkan klasifikasi yang berbeda, ada cukup banyak variasi yang penting kamu ketahui.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/jenis-jenis-inflasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jenis-jenis Inflasi Ekonomi Menurut Tingkatan, Sifat, dan Asalnya","og_description":"Ada apa saja jenis-jenis inflasi? Berdasarkan klasifikasi yang berbeda, ada cukup banyak variasi yang penting kamu ketahui.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/jenis-jenis-inflasi\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-03-06T04:28:20+00:00","article_modified_time":"2025-09-24T06:46:00+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":714,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/2148746562.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/jenis-jenis-inflasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/jenis-jenis-inflasi\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Jenis-jenis Inflasi Ekonomi Menurut Tingkatan, Sifat, dan Asalnya","datePublished":"2025-03-06T04:28:20+00:00","dateModified":"2025-09-24T06:46:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/jenis-jenis-inflasi\/"},"wordCount":996,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Keuangan Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/jenis-jenis-inflasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/jenis-jenis-inflasi\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/jenis-jenis-inflasi\/","name":"Jenis-jenis Inflasi Ekonomi Menurut Tingkatan, Sifat, dan Asalnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-03-06T04:28:20+00:00","dateModified":"2025-09-24T06:46:00+00:00","description":"Ada apa saja jenis-jenis inflasi? Berdasarkan klasifikasi yang berbeda, ada cukup banyak variasi yang penting kamu ketahui.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/jenis-jenis-inflasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/jenis-jenis-inflasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/jenis-jenis-inflasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jenis-jenis Inflasi Ekonomi Menurut Tingkatan, Sifat, dan Asalnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25924"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25924"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25924\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25926,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25924\/revisions\/25926"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}