{"id":25871,"date":"2025-03-10T15:10:34","date_gmt":"2025-03-10T08:10:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=25871"},"modified":"2025-10-08T22:31:33","modified_gmt":"2025-10-08T15:31:33","slug":"persamaan-dasar-akuntansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/persamaan-dasar-akuntansi\/","title":{"rendered":"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, Unsur, Hingga Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Bayangkan sebuah bisnis tidak memiliki pencatatan keuangan yang jelas, uang keluar entah kemana dan untuk apa, pemasukan tercampur dengan pengeluaran, dan tiba-tiba saldo kas habis begitu saja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaannya, bagaimana melakukan pencatatan setiap transaksi keuangan dengan rapi? Bagaimana kamu bisa tahu apakah bisnis untung rugi? Jawabannya ada pada persamaan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/dasar-akuntansi\/\">dasar akuntansi<\/a>, yang memastikan setiap uang masuk dan keluar tercatat dengan teratur.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, sebenarnya apa itu persamaan dasar <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/pengertian-akuntansi-secara-umum\/\">akuntansi<\/a>, bagaimana rumusnya, apa saja unsurnya, hingga bagaimana contoh sederhananya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Persamaan_Dasar_Akuntansi\"><\/span><strong>Apa Itu Persamaan Dasar Akuntansi?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Persamaan dasar akuntansi adalah konsep yang menggambarkan bagaimana setiap aspek keuangan dalam sebuah perusahaan saling berkaitan. Persamaan ini menjadi dasar dalam pencatatan akuntansi untuk memastikan semua transaksi tercatat dengan benar dan transparan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hubungan keuangan dalam persamaan ini mencakup aset atau kekayaan (aktiva) yang dimiliki perusahaan serta sumber pendanaannya, baik yang berasal dari utang (kewajiban) maupun dari modal pemilik (ekuitas).<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, aset yang dimiliki perusahaan tidak muncul begitu saja, melainkan berasal dari sumber tertentu yang perlu dicatat dengan jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Prinsip utama dari persamaan dasar akuntansi adalah bahwa jumlah aset dalam suatu perusahaan harus selalu sebanding dengan total kewajiban dan modal, artinya bahwa setiap perubahan dalam aset akan berdampak langsung pada kewajiban atau ekuitas, sehingga keseimbangan persamaan ini tetap terjaga.<\/p>\n\n\n\n<p>Persamaan ini membantu menggambarkan bagaimana setiap transaksi keuangan yang terjadi dalam bisnis akan selalu memengaruhi setidaknya salah satu dari tiga komponen utama: aktiva, kewajiban, dan ekuitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, ketika perusahaan membeli peralatan dengan kas, maka aset peralatan bertambah, tetapi aset kas berkurang\u2014keseimbangan tetap terjaga.<\/p>\n\n\n\n<p>Fungsi utama dari persamaan dasar akuntansi adalah untuk menjaga keseimbangan finansial perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya keseimbangan ini, setiap perubahan posisi keuangan dapat dipantau dengan jelas, sehingga bisnis bisa lebih mudah dalam melakukan analisis keuangan dan pengambilan keputusan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, persamaan dasar akuntansi menunjukkan bahwa total aset sebuah perusahaan harus selalu sama dengan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep ini menjadi kunci dalam memastikan pencatatan keuangan tetap akurat, transparan, dan dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/standar-akuntansi-keuangan\/\">4 Standar Akuntansi Keuangan yang Diterapkan di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"450\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-31524\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1.jpg 900w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1-300x150.jpg 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1-768x384.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Unsur-Unsur_dalam_Persamaan_Dasar_Akuntansi\"><\/span><strong>Unsur-Unsur dalam Persamaan Dasar Akuntansi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk memahami persamaan dasar akuntansi lebih dalam, berikut adalah tiga unsur utama yang menyusunnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Aset\"><\/span>1. Aset<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Aset atau aktiva adalah semua kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Setiap sumber daya ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi perusahaan masuk dalam kategori aset.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan bentuknya, aset dibagi menjadi tiga jenis:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Aset lancar<\/strong>, seperti uang tunai dan kas yang mudah dicairkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aset tetap<\/strong>, seperti tanah, bangunan, dan peralatan produksi yang digunakan dalam operasional bisnis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aset tak berwujud<\/strong>, seperti hak cipta dan paten yang memiliki nilai ekonomi meskipun tidak berwujud secara fisik.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kewajiban\"><\/span>2. Kewajiban<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kewajiban atau liabilitas adalah utang atau tanggungan yang harus dibayarkan oleh perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Beban ini muncul sebagai akibat dari transaksi yang terjadi di masa lalu dan harus diselesaikan dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kewajiban terbagi menjadi dua jenis utama:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Utang jangka pendek<\/strong>, seperti utang dagang, pinjaman bank, gaji yang belum dibayarkan, dan kewajiban pajak.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Utang jangka panjang,<\/strong> seperti obligasi atau surat utang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Modal\"><\/span>3. Modal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Modal atau ekuitas merupakan hak kepemilikan atas kekayaan bersih perusahaan. Modal ini mencerminkan bagian dari aset perusahaan yang menjadi milik pemegang saham atau pemilik usaha.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa contoh akun ekuitas meliputi modal saham, premium saham, saldo laba, modal pemilik, hingga <em>prive<\/em> atau penarikan modal oleh pemilik.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka demikian, dengan memahami bagaimana aset, kewajiban, dan modal saling berhubungan, kamu bisa memastikan pencatatan keuangan yang rapi dan transparan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, hal ini juga sangat penting untuk mengetahui kondisi bisnis secara akurat, menghindari kesalahan dalam laporan keuangan, serta membuat keputusan yang lebih cerdas kedepannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, dalam realitas bisnis, pencatatan keuangan sering kali menjadi tantangan. Banyak yang masih kewalahan mengelola transaksi, lupa mencatat pemasukan dan pengeluaran, atau bahkan bingung menghitung laba rugi dengan benar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah Paper.id hadir sebagai solusi! Dengan fitur akuntansi sederhananya, kamu bisa mencatat transaksi dengan mudah, memantau <em>cash flow <\/em>secara <em>real-time<\/em>, serta membuat laporan keuangan yang rapi tanpa ribet. Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai fiturnya dengan klik di bawah!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=dasar_akuntansi\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pelajari Akuntansi Paper.id<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rumus_Persamaan_Dasar_Akuntansi\"><\/span><strong>Rumus Persamaan Dasar Akuntansi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Persamaan dasar akuntansi digunakan untuk menggambarkan keseimbangan antara aset dengan total kewajiban dan modal atau ekuitas dalam suatu perusahaan. Konsep ini memastikan bahwa setiap transaksi yang terjadi tetap menjaga keseimbangan dalam laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara matematis, persamaan dasar akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Aset = Kewajiban + Modal<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kewajiban = Aset &#8211; Modal<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Modal = Aset &#8211; Kewajiban<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perlu digarisbawahi bahwa hubungan antara aset, kewajiban, dan modal dalam persamaan dasar akuntansi bersifat dinamis. Artinya, nilai dari setiap komponen bisa berubah seiring dengan transaksi yang terjadi dalam perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perubahan ini ditunjukkan dengan penambahan (+) atau pengurangan (-) di sisi kanan maupun kiri persamaan, sehingga keseimbangan tetap terjaga dalam pencatatan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Sederhana_Persamaan_Dasar_Akuntansi\"><\/span><strong>Contoh Sederhana Persamaan Dasar Akuntansi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Misalnya, sebuah perusahaan memiliki modal awal sebesar Rp50 juta dan mengambil pinjaman bank sebesar Rp30 juta. Dengan dana tersebut, perusahaan membeli peralatan dan persediaan senilai Rp80 juta.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari transaksi ini, posisi keuangan perusahaan adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Aset (peralatan &amp; persediaan) <\/strong>= Rp80 juta<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kewajiban (utang bank) <\/strong>= Rp30 juta<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Modal (dana awal pemilik)<\/strong> = Rp50 juta<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika diterapkan dalam rumus persamaan dasar akuntansi:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Aset<\/strong> = <strong>Kewajiban + Modal<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rp80 juta = Rp30 juta + Rp50 juta<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Terlihat bahwa jumlah aset perusahaan tetap seimbang dengan total kewajiban dan modal yang dimiliki. Jika terjadi transaksi baru, misalnya perusahaan mendapatkan keuntungan Rp10 juta, maka modal akan bertambah sehingga aset pun meningkat menjadi Rp90 juta.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/prinsip-dasar-akuntansi\/\">10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Penting Dipahami Akuntan Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Demikian penjelasan mengenai persamaan dasar akuntansi. Pada akhirnya, persamaan ini sangat berguna untuk memastikan setiap transaksi tercatat dengan jelas, sehingga kamu bisa memahami posisi keuangan bisnis dengan mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu bisa manfaatkan Paper.id untuk mencatat setiap transaksi lebih praktis dan tersusun rapi! Terintegrasi juga dengan sistem <em>invoicing <\/em>dan pembayarannya, kamu bisa kelola operasional bisnis hanya dalam satu platform!<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan Paper.id sekarang dan kelola keuangan bisnis dengan lebih cerdas!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-3 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=dasar_akuntansi&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\">Daftar Paper.id Gratis!<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayangkan sebuah bisnis tidak memiliki pencatatan keuangan yang jelas, uang keluar entah kemana dan untuk apa, pemasukan tercampur dengan pengeluaran, dan tiba-tiba saldo kas habis begitu saja.&nbsp; Pertanyaannya, bagaimana melakukan pencatatan setiap transaksi keuangan dengan rapi? Bagaimana kamu bisa tahu apakah bisnis untung rugi? Jawabannya ada pada persamaan dasar akuntansi, yang memastikan setiap uang masuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":25872,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, Unsur, Hingga Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari apa itu persamaan dasar akuntansi, rumus, unsur, dan contoh lengkapnya dalam artikel ini. Penting untuk bisnis, lho!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/persamaan-dasar-akuntansi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, Unsur, Hingga Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari apa itu persamaan dasar akuntansi, rumus, unsur, dan contoh lengkapnya dalam artikel ini. Penting untuk bisnis, lho!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/persamaan-dasar-akuntansi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-10T08:10:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T15:31:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/persamaan-dasar-akuntansi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1380\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"918\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, Unsur, Hingga Contohnya","description":"Pelajari apa itu persamaan dasar akuntansi, rumus, unsur, dan contoh lengkapnya dalam artikel ini. Penting untuk bisnis, lho!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/persamaan-dasar-akuntansi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, Unsur, Hingga Contohnya","og_description":"Pelajari apa itu persamaan dasar akuntansi, rumus, unsur, dan contoh lengkapnya dalam artikel ini. Penting untuk bisnis, lho!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/persamaan-dasar-akuntansi\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-03-10T08:10:34+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T15:31:33+00:00","og_image":[{"width":1380,"height":918,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/persamaan-dasar-akuntansi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/persamaan-dasar-akuntansi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/persamaan-dasar-akuntansi\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, Unsur, Hingga Contohnya","datePublished":"2025-03-10T08:10:34+00:00","dateModified":"2025-10-08T15:31:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/persamaan-dasar-akuntansi\/"},"wordCount":971,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/persamaan-dasar-akuntansi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/persamaan-dasar-akuntansi\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/persamaan-dasar-akuntansi\/","name":"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, Unsur, Hingga Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-03-10T08:10:34+00:00","dateModified":"2025-10-08T15:31:33+00:00","description":"Pelajari apa itu persamaan dasar akuntansi, rumus, unsur, dan contoh lengkapnya dalam artikel ini. Penting untuk bisnis, lho!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/persamaan-dasar-akuntansi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/persamaan-dasar-akuntansi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/persamaan-dasar-akuntansi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, Unsur, Hingga Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25871"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25871"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25871\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31541,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25871\/revisions\/31541"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}