{"id":25864,"date":"2025-03-10T16:22:43","date_gmt":"2025-03-10T09:22:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=25864"},"modified":"2025-03-10T16:22:44","modified_gmt":"2025-03-10T09:22:44","slug":"laba-ditahan-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-ditahan-adalah\/","title":{"rendered":"Laba Ditahan: Pengertian, Fungsi, Hingga Cara Menghitungnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Di dalam dunia akuntansi, ada sebuah istilah yang mungkin tidak asing, yakni <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/laba-adalah\/\">laba<\/a> ditahan. Istilah satu ini menggambarkan total akumulasi <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/laba-bersih-adalah\/\">laba bersih<\/a> yang tidak dibagikan pada pemegang saham selama periode tertentu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bisa dikatakan, laba ini sangat penting untuk perhitungan keuangan perusahaan. Bahkan, bisa berpengaruh pada neraca ekonomi. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengetahui seperti apa laba ditahan, fungsinya, hingga cara menghitungnya, simak pembahasannya di bawah ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Laba_Ditahan\"><\/span><strong>Pengertian Laba Ditahan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Laba ditahan adalah bagian dari keuntungan bersih perusahaan yang tidak dibagikan kepada pemegang saham. <\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, disimpan oleh perusahaan untuk berbagai keperluan, seperti ekspansi bisnis, pembayaran utang, atau sebagai cadangan dana darurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Laba ini merupakan salah satu komponen penting dalam ekuitas perusahaan karena mencerminkan jumlah keuntungan yang telah diinvestasikan kembali ke dalam bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam jangka panjang, laba ini dapat membantu perusahaan mempertahankan kestabilan keuangan dan pertumbuhan tanpa harus bergantung pada sumber pendanaan eksternal.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, laba ditahan juga mencerminkan keputusan manajemen perusahaan terkait pengelolaan keuntungan bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menyimpan sebagian keuntungan, perusahaan mempunyai fleksibilitas dalam mengelola operasional. Bahkan, bisa memperluas kapasitasnya tanpa harus mengeluarkan modal tambahan dari luar.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, mencatat dan memantau laba ditahan secara manual bisa menjadi tugas yang merepotkan dan rawan kesalahan. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Agar pengelolaan laba ditahan lebih praktis dan efisien, gunakan fitur akuntansi dari Paper.id!<\/strong> Dengan sistem otomatis, setiap transaksi keuangan, termasuk pemasukan, pengeluaran, dan laba bisnis, akan tercatat secara <em>real-time<\/em> tanpa ribet.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, kelola keuangan bisnismu dengan lebih mudah dan terstruktur dengan fitur akuntansi dari Paper.id!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-vivid-cyan-blue-background-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=laba_ditahan&amp;utm_content=cta_button\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Cara Tahu Akuntansi Paper.id<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/cara-membuat-laporan-laba-rugi\/\">Cara membuat Laporan Laba Rugi yang Mudah untuk Pemula<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Laba_Ditahan\"><\/span><strong>Fungsi Laba Ditahan&nbsp;<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Terdapat beberapa fungsi laba ditahan terutama dalam mendukung keberlangsungan operasional dan strategi keuangan perusahaan Berikut penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Dana_operasional_perusahaan\"><\/span>1. Dana operasional perusahaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Laba ditahan sering digunakan sebagai sumber dana untuk operasional sehari-hari. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan laba ini, perusahaan dapat membiayai kebutuhan seperti pembelian bahan baku, biaya produksi, dan gaji karyawan, tanpa harus mengambil pinjaman dari pihak ketiga. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini membantu menjaga likuiditas perusahaan dan mengurangi ketergantungan pada utang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Dana_untuk_pembayaran_utang\"><\/span>2. Dana untuk pembayaran utang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Laba ditahan juga bisa digunakan untuk melunasi kewajiban utang perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, perusahaan dapat mengurangi beban utang dan bunga sehingga memperkuat posisi keuangannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Cara ini juga memberikan fleksibilitas lebih bagi perusahaan dalam mengelola keuangannya di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Dana_ekspansi_bisnis\"><\/span>3. Dana ekspansi bisnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu fungsi utama laba ditahan adalah membiayai ekspansi bisnis. Perusahaan dapat menggunakan dana ini untuk membuka cabang baru, membeli peralatan tambahan, atau memperluas lini produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, laba ini membantu perusahaan tumbuh dan meningkatkan pangsa pasarnya tanpa harus mengeluarkan modal dari sumber eksternal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Cadangan_dana_darurat\"><\/span>4. Cadangan dana darurat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, laba ditahan juga dapat berfungsi sebagai cadangan dana darurat yang akan digunakan saat perusahaan menghadapi situasi tak terduga, seperti penurunan pendapatan atau kenaikan biaya operasional secara mendadak. <\/p>\n\n\n\n<p>Dana ini berperan sebagai bantalan keuangan untuk menjaga stabilitas perusahaan saat kondisi ekonomi tidak menentu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengaruh_Laba_Ditahan_Terhadap_Keuangan_perusahaan\"><\/span><strong>Pengaruh Laba Ditahan Terhadap Keuangan perusahaan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa pengaruh laba ditahan terhadap keuangan perusahaan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pengaruh_terhadap_struktur_modal\"><\/span>1. Pengaruh terhadap struktur modal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Laba ditahan berfungsi untuk meningkatkan ekuitas pemegang saham tanpa perlu mengeluarkan saham baru. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, laba ini dapat mengurangi rasio utang terhadap ekuitas (<em>debt to equity ratio<\/em>), yang pada gilirannya akan memperbaiki profil risiko keuangan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menjaga_stabilitas_keuangan\"><\/span>2. Menjaga stabilitas keuangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan memiliki laba ditahan yang cukup, perusahaan dapat lebih mudah bertahan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi atau pasar. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kondisi yang sulit, seperti resesi atau penurunan penjualan, laba ini menjadi <em>buffer <\/em>atau bantalan yang dapat membantu perusahaan untuk tetap berjalan tanpa perlu menurunkan dividen atau mencari pinjaman tambahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menghindari_dilusi_saham\"><\/span>3. Menghindari dilusi saham<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perusahaan yang mengandalkan laba ditahan untuk mendanai pertumbuhannya dapat menghindari dilusi saham, yang biasanya terjadi jika perusahaan menerbitkan saham baru untuk mendapatkan modal.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, pemegang saham yang ada tidak perlu khawatir kepemilikan mereka akan tergerus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Meningkatkan_reputasi_di_mata_investor\"><\/span>4. Meningkatkan reputasi di mata investor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Investor cenderung lebih tertarik pada perusahaan yang memiliki laba ditahan yang konsisten karena ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki prospek jangka panjang yang sehat dan kemampuan untuk menghasilkan laba yang dapat diinvestasikan kembali ke dalam bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/contoh-laporan-laba-rugi\/\">Contoh Laporan Laba Rugi Lengkap untuk Pemula<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghitung_Laba_Ditahan\"><\/span><strong>Cara Menghitung Laba Ditahan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Rumus laba ditahan adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Laba ditahan = Laba bersih setelah pajak \u2013 Dividen<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sementara langkah perhitungannya antara lain sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Hitung_laba_kotor\"><\/span>1. Hitung laba kotor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Laba Kotor = Angka penjualan &#8211; Harga Pokok<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Hitung_laba_operasional\"><\/span>2. Hitung laba operasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Laba Operasional = Laba kotor &#8211; Biaya Operasional<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Hitung_laba_bersih_sebelum_kena_pajak\"><\/span>3. Hitung laba bersih sebelum kena pajak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Laba Bersih sebelum kena pajak = Laba Operasional &#8211; (Bunga + Amortisasi + Depresiasi)<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Hitung_laba_bersih_setelah_pajak\"><\/span>4. Hitung laba bersih setelah pajak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Laba bersih setelah pajak = Laba bersih sebelum pajak &#8211; Tarif Pajak<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, laba ditahan adalah keuntungan yang belum dialokasikan perusahaan untuk dibagikan kepada&nbsp; pemegang saham.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ini didasarkan pada kesepakatan bersama antara pemegang saham dan perusahaan. Salah satu penyebab laba ditahan adalah kesalahan pelaporan keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini bisa terjadi karena proses pelaporan keuangan masih manual dan belum ada data yang dimasukkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Laporan_Laba_Ditahan\"><\/span><strong>Contoh Laporan Laba Ditahan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Contohnya, jika perusahaan memulai dengan laba ditahan sebesar Rp500 juta, memperoleh laba bersih sebesar Rp200 juta selama tahun berjalan, dan membayar dividen sebesar Rp50 juta kepada pemegang saham, maka laba ditahan pada akhir tahun akan dihitung sebagai:<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Laba Ditahan Akhir = Rp500.000.000 + Rp200.000.000 \u2212 Rp50.000.000<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>= Rp650.000.000<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, laba ditahan akhir periode dari perusahaan tersebut adalah <strong>Rp650 juta<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/laba-kotor-adalah\/\">Laba Kotor, Cara Hitung, dan Perbedaannya dengan Laba Bersih<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Itu dia penjelasan selengkapnya mengenai laba ditahan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menyisihkan sebagian keuntungan, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada utang sekaligus memiliki fleksibilitas untuk berinvestasi dalam ekspansi dan pertumbuhan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, pencatatan laba ditahan dan seluruh transaksi bisnis perlu dilakukan dengan akurat agar keuangan perusahaan tetap terkontrol. <\/p>\n\n\n\n<p>Paper.id hadir sebagai solusi lengkap untuk membantu bisnis dalam mengelola keuangan dengan lebih efisien dan transparan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai platform akuntansi, invoicing, dan pembayaran antar bisnis, Paper.id menyediakan fitur pencatatan transaksi otomatis, pembuatan invoice digital, hingga pemantauan arus kas secara <em>real-time<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan berbagai metode pembayaran yang fleksibel dan fitur <em>expense tracker<\/em>, Paper.id memudahkan bisnis dalam mengelola keuangan dengan lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Daftarkan bisnismu di Paper.id sekarang dan nikmati semua fitur yang tersedia. Gratis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-3 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=laba_ditahan&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Paper.id<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di dalam dunia akuntansi, ada sebuah istilah yang mungkin tidak asing, yakni laba ditahan. Istilah satu ini menggambarkan total akumulasi laba bersih yang tidak dibagikan pada pemegang saham selama periode tertentu.&nbsp; Bisa dikatakan, laba ini sangat penting untuk perhitungan keuangan perusahaan. Bahkan, bisa berpengaruh pada neraca ekonomi. Untuk mengetahui seperti apa laba ditahan, fungsinya, hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":25893,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Laba Ditahan: Pengertian, Fungsi, Hingga Cara Menghitungnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk cari tahu info selengkapnya mengenai apa itu laba ditahan, fungsinya, cara menghitungnya, dan contohnya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-ditahan-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Laba Ditahan: Pengertian, Fungsi, Hingga Cara Menghitungnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk cari tahu info selengkapnya mengenai apa itu laba ditahan, fungsinya, cara menghitungnya, dan contohnya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-ditahan-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-10T09:22:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-10T09:22:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/laba-ditahan-adalah.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"466\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Laba Ditahan: Pengertian, Fungsi, Hingga Cara Menghitungnya","description":"Yuk cari tahu info selengkapnya mengenai apa itu laba ditahan, fungsinya, cara menghitungnya, dan contohnya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-ditahan-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Laba Ditahan: Pengertian, Fungsi, Hingga Cara Menghitungnya","og_description":"Yuk cari tahu info selengkapnya mengenai apa itu laba ditahan, fungsinya, cara menghitungnya, dan contohnya di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-ditahan-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-03-10T09:22:43+00:00","article_modified_time":"2025-03-10T09:22:44+00:00","og_image":[{"width":700,"height":466,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/laba-ditahan-adalah.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-ditahan-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-ditahan-adalah\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Laba Ditahan: Pengertian, Fungsi, Hingga Cara Menghitungnya","datePublished":"2025-03-10T09:22:43+00:00","dateModified":"2025-03-10T09:22:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-ditahan-adalah\/"},"wordCount":981,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-ditahan-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-ditahan-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-ditahan-adalah\/","name":"Laba Ditahan: Pengertian, Fungsi, Hingga Cara Menghitungnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-03-10T09:22:43+00:00","dateModified":"2025-03-10T09:22:44+00:00","description":"Yuk cari tahu info selengkapnya mengenai apa itu laba ditahan, fungsinya, cara menghitungnya, dan contohnya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-ditahan-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-ditahan-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-ditahan-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Laba Ditahan: Pengertian, Fungsi, Hingga Cara Menghitungnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25864"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25864"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25864\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25904,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25864\/revisions\/25904"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}