{"id":25788,"date":"2025-03-03T02:13:58","date_gmt":"2025-03-02T19:13:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=25788"},"modified":"2025-09-29T11:06:41","modified_gmt":"2025-09-29T04:06:41","slug":"penyebab-inflasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/penyebab-inflasi\/","title":{"rendered":"10 Penyebab Inflasi dan Dampaknya Terhadap Bisnis"},"content":{"rendered":"\n<p><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/inflasi-adalah\/\">Inflasi<\/a> adalah fenomena ekonomi yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ekonomi modern. <\/p>\n\n\n\n<p>Ketika harga barang dan jasa meningkat secara umum dalam periode tertentu, maka daya beli masyarakat akan menurun. <\/p>\n\n\n\n<p>Bagi banyak pelaku bisnis, inflasi menjadi tantangan besar yang harus dikelola dengan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam artikel ini, kita akan membahas 10 penyebab inflasi dan dampaknya terhadap dunia bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, kamu bisa lebih memahami dinamika ekonomi yang sedang berlangsung dan bagaimana cara menghadapinya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Permintaan_yang_Tinggi_Demand-Pull_Inflation\"><\/span>1.\u00a0Permintaan yang Tinggi (<em>Demand-Pull Inflation<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Inflasi jenis ini terjadi ketika permintaan barang dan jasa melebihi kapasitas produksi yang tersedia. <\/p>\n\n\n\n<p>Ketika konsumen memiliki daya beli yang tinggi dan ekonomi dalam kondisi baik, permintaan akan barang dan jasa akan melonjak.<\/p>\n\n\n\n<p>Bisnis yang beroperasi di pasar yang sangat tergantung pada permintaan konsumen harus siap menghadapi kenaikan harga bahan baku, tenaga kerja, dan distribusi. <\/p>\n\n\n\n<p>Dampaknya, margin keuntungan bisa tergerus jika harga jual tidak dinaikkan sesuai dengan inflasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/permintaan-dan-penawaran\/\">Permintaan dan Penawaran: Definisi dan Faktor yang Mempengaruhinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kenaikan_Biaya_Produksi_Cost-Push_Inflation\"><\/span>2. Kenaikan Biaya Produksi (<em>Cost-Push Inflation<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kenaikan biaya produksi seperti bahan baku, upah tenaga kerja, dan harga energi bisa menyebabkan inflasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika harga minyak global naik, maka biaya transportasi dan produksi barang juga akan meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi pelaku bisnis, mereka harus memutuskan apakah akan menanggung biaya tersebut atau menaikkan harga jual produk atau jasa mereka. <\/p>\n\n\n\n<p>Kenaikan harga yang tiba-tiba dapat mengurangi daya beli konsumen, mempengaruhi volume penjualan, dan merusak reputasi bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam menghadapi perubahan ini, bisnis harus cepat gerak dan menyesuaikan kebijakan pada mitra bisnisnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika masih mengurus invoice secara konvensional, tentu akan sangat ribet karena menyesuaikan kembali satu per satu secara manual. Bayangkan, akan memakan waktu yang sangat lama, &#8216;kan?<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, kamu bisa menggunakan Paper.id sebagai asisten pembuatan invoice-mu secara digital. Di Paper.id, kamu bisa membuat invoice <em>online<\/em> hanya dalam 5 menit, sudah tersedia <em>template<\/em> profesional juga yang siap pakai! <\/p>\n\n\n\n<p>Kamu tinggal mengatur kebijakan biaya dengan beberapa klik dan input singkat saja, sehingga bisa disesuaikan dengan cepat jika diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Praktis dan gratis, yuk, <strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-online.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=penyebab_inflasi\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pelajari selengkapnya tentang Paper.id<\/a><\/strong> dan registrasikan bisnismu sekarang juga!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=penyebab_inflasi&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Paper.id Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pengaruh_Kebijakan_Moneter_Monetary_Policy\"><\/span>3. Pengaruh Kebijakan Moneter (<em>Monetary Policy<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Bank sentral memainkan peran penting dalam mengendalikan inflasi melalui kebijakan moneter. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika bank sentral menurunkan suku bunga atau meningkatkan jumlah uang yang beredar, hal ini dapat meningkatkan inflasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, di sisi lain, bisnis harus mengantisipasi kenaikan biaya operasional akibat inflasi yang meningkat. <\/p>\n\n\n\n<p>Kenaikan suku bunga yang tinggi bisa menjadi beban bagi bisnis yang bergantung pada pembiayaan utang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Krisis_Global_Global_Supply_Chain_Disruptions\"><\/span>4. Krisis Global (<em>Global Supply Chain Disruptions<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Krisis global, seperti pandemi COVID-19 atau perang internasional, dapat mengganggu rantai pasokan global. <\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi itu menyebabkan kelangkaan barang, dan pada gilirannya memicu inflasi. Keterbatasan pasokan ini menyebabkan harga barang dan bahan baku melonjak.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi bisnis, hal ini berarti mereka mungkin harus menghadapi biaya yang lebih tinggi. Bahkan, itu berlaku untuk barang yang sebelumnya murah. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk bertahan, banyak bisnis yang harus mencari cara untuk beradaptasi dengan perubahan ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/finansial-umkm\/cara-menghitung-inflasi\/\">Bagaimana Cara Menghitung Inflasi Tahunan Secara Akurat?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Kenaikan_Harga_Energi\"><\/span>5. Kenaikan Harga Energi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Harga energi, terutama minyak dan gas, mempengaruhi hampir semua sektor bisnis. Kenaikan harga energi langsung berdampak pada biaya operasional dan produksi. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, perusahaan transportasi atau manufaktur yang sangat bergantung pada bahan bakar akan melihat margin keuntungan mereka tergerus seiring dengan meningkatnya biaya operasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketergantungan terhadap energi fosil membuat banyak bisnis rentan terhadap fluktuasi harga energi yang bisa memperburuk inflasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Kebijakan_Fiskal_Pemerintah\"><\/span>6. Kebijakan Fiskal Pemerintah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pemerintah dapat mempengaruhi inflasi melalui kebijakan fiskalnya, yaitu dengan meningkatkan pengeluaran atau memotong pajak. <\/p>\n\n\n\n<p>Peningkatan pengeluaran pemerintah dapat mendorong permintaan agregat. Efeknya dapat menyebabkan inflasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun kebijakan ini dapat merangsang ekonomi jangka pendek, dalam jangka panjang, bisnis harus waspada terhadap potensi penurunan daya beli konsumen. <\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya dapat berdampak pada sektor-sektor tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Devaluasi_Mata_Uang\"><\/span>7. Devaluasi Mata Uang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika nilai tukar mata uang suatu negara mengalami penurunan, maka harga barang impor akan menjadi lebih mahal. Kondisi Ini dikenal dengan istilah devaluasi mata uang. <\/p>\n\n\n\n<p>Devaluasi ini akan memicu inflasi, terutama pada negara yang bergantung pada impor barang dan bahan baku.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi bisnis yang bergantung pada bahan baku impor, dampaknya adalah kenaikan harga yang harus diteruskan ke konsumen. Kondisi ini bisa mengurangi daya beli dan mengurangi permintaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Penyebaran_Inflasi_dari_Negara_Lain\"><\/span>8. Penyebaran Inflasi dari Negara Lain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Inflasi tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga dapat disebabkan oleh faktor eksternal. <\/p>\n\n\n\n<p>Negara-negara besar dengan ekonomi kuat seperti Amerika Serikat atau China, jika mengalami inflasi tinggi, bisa mempengaruhi ekonomi negara lainnya melalui perdagangan internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Kenaikan harga barang global, terutama barang-barang yang diperdagangkan internasional, dapat menyebabkan inflasi di negara lain. <\/p>\n\n\n\n<p>Bisnis yang terhubung dengan pasar global harus berhati-hati dalam menghadapi fluktuasi harga ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/faktor-yang-mempengaruhi-inflasi\/\">5 Faktor yang Mempengaruhi Inflasi Terjadi dalam Waktu Singkat<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Ekspektasi_Inflasi\"><\/span>9. Ekspektasi Inflasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ekspektasi inflasi memainkan peran besar dalam meningkatkan inflasi itu sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika konsumen dan pelaku bisnis memperkirakan bahwa harga barang akan terus naik, mereka cenderung membeli lebih banyak barang sekarang untuk menghindari harga lebih tinggi di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dapat menyebabkan lonjakan permintaan yang pada gilirannya memicu inflasi lebih lanjut. <\/p>\n\n\n\n<p>Bisnis yang berhasil mengelola ekspektasi harga dengan komunikasi tepat akan memiliki keuntungan lebih dalam mengendalikan dampak inflasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Spekulasi_dan_Manipulasi_Harga\"><\/span>10. Spekulasi dan Manipulasi Harga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam beberapa kasus, spekulasi pasar dapat menyebabkan lonjakan harga barang tertentu, baik itu bahan baku, properti, maupun komoditas lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Pelaku pasar yang berusaha meraih keuntungan dengan memanipulasi harga dapat memperburuk situasi inflasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi bisnis, spekulasi dan manipulasi harga ini bisa menambah ketidakpastian pasar. <\/p>\n\n\n\n<p>Ketika harga barang dan bahan baku tiba-tiba melonjak karena spekulasi, bisnis yang bergantung pada stabilitas harga untuk merencanakan produksi dan strategi penjualan akan menghadapi kesulitan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan harus lebih cermat dalam memonitor pasar dan mempertimbangkan potensi fluktuasi harga yang dapat mempengaruhi biaya operasional mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Inflasi adalah bagian dari siklus ekonomi yang tak terhindarkan, namun dengan memahami penyebab dan dampaknya terhadap bisnis, kamubisa lebih siap dalam menghadapinya. <\/p>\n\n\n\n<p>Menjaga fleksibilitas harga, efisiensi operasional, dan perencanaan keuangan yang matang menjadi kunci bagi bisnis agar tetap bertahan di tengah gejolak inflasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, penting untuk selalu memantau kondisi ekonomi global dan domestik agar bisa mengambil keputusan yang tepat dalam setiap langkah bisnis.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inflasi adalah fenomena ekonomi yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ekonomi modern. Ketika harga barang dan jasa meningkat secara umum dalam periode tertentu, maka daya beli masyarakat akan menurun. Bagi banyak pelaku bisnis, inflasi menjadi tantangan besar yang harus dikelola dengan bijaksana. Dalam artikel ini, kita akan membahas 10 penyebab inflasi dan dampaknya terhadap dunia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":25789,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6399],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Penyebab Inflasi dan Dampaknya Terhadap Bisnis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa saja hal yang menyebabkan inflasi? Yuk, pelajari selengkapnya dalam artikel ini agar kamu tahu dan bisa mengantisipasinya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/penyebab-inflasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Penyebab Inflasi dan Dampaknya Terhadap Bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa saja hal yang menyebabkan inflasi? Yuk, pelajari selengkapnya dalam artikel ini agar kamu tahu dan bisa mengantisipasinya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/penyebab-inflasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-02T19:13:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-29T04:06:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/penyebab-inflasi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1380\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"985\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Penyebab Inflasi dan Dampaknya Terhadap Bisnis","description":"Apa saja hal yang menyebabkan inflasi? Yuk, pelajari selengkapnya dalam artikel ini agar kamu tahu dan bisa mengantisipasinya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/penyebab-inflasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"10 Penyebab Inflasi dan Dampaknya Terhadap Bisnis","og_description":"Apa saja hal yang menyebabkan inflasi? Yuk, pelajari selengkapnya dalam artikel ini agar kamu tahu dan bisa mengantisipasinya!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/penyebab-inflasi\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-03-02T19:13:58+00:00","article_modified_time":"2025-09-29T04:06:41+00:00","og_image":[{"width":1380,"height":985,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/penyebab-inflasi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/penyebab-inflasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/penyebab-inflasi\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"10 Penyebab Inflasi dan Dampaknya Terhadap Bisnis","datePublished":"2025-03-02T19:13:58+00:00","dateModified":"2025-09-29T04:06:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/penyebab-inflasi\/"},"wordCount":979,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Keuangan Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/penyebab-inflasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/penyebab-inflasi\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/penyebab-inflasi\/","name":"10 Penyebab Inflasi dan Dampaknya Terhadap Bisnis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-03-02T19:13:58+00:00","dateModified":"2025-09-29T04:06:41+00:00","description":"Apa saja hal yang menyebabkan inflasi? Yuk, pelajari selengkapnya dalam artikel ini agar kamu tahu dan bisa mengantisipasinya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/penyebab-inflasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/penyebab-inflasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/penyebab-inflasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Penyebab Inflasi dan Dampaknya Terhadap Bisnis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25788"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25788"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25788\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25790,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25788\/revisions\/25790"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25789"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}