{"id":25740,"date":"2025-03-07T15:00:30","date_gmt":"2025-03-07T08:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=25740"},"modified":"2025-03-07T15:00:31","modified_gmt":"2025-03-07T08:00:31","slug":"laba-bersih-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-bersih-adalah\/","title":{"rendered":"Laba Bersih: Definisi, Rumus, dan Cara Menghitungnya"},"content":{"rendered":"\n<p><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/laba-adalah\/\">Laba <\/a>bersih sangat sering kita dengar di dalam dunia bisnis dan juga perdagangan. Sebab, istilah satu ini memamg tidak bisa sembarangan karena memiliki mekanismenya tersendiri. <\/p>\n\n\n\n<p>Apalagi, semua perusahaan tentunya menginginkan laba bersih untuk usahanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ingin mengetahui lebih dalam tentang laba bersih, simak ulasannya di bawah ini, ya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Laba_Bersih\"><\/span><strong>Apa Itu Laba Bersih?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Laba bersih atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai <em>net profit<\/em> adalah laba yang didapatkan setelah dikurangi pajak. Lebih detailnya. pengertian laba adalah keuntungan yang didapat dari jumlah selisih pendapatan dan biaya-biaya yang sudah dikurangi pajak.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, laba bersih memiliki banyak nama lain, seperti laba sebelum bunga, pajak, dan depresiasi. Pada intinya penggunaan istilah tersebut untuk memperjelas darimana laba tersebut diperoleh. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, pada istilah laba sebelum bunga dan pajak, laba ini diperoleh dari hasil keuntungan sebelum dikurangi biaya bunga dan pajak.<\/p>\n\n\n\n<p>Istilah-istilah yang berbeda ini sangat membantu para manajer dan investor untuk menentukan keputusan bisnis kedepannya melalui berbagai perhitungan rasio keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Laba ini dihitung berdasarkan transaksi yang benar terjadi pada periode tertentu. Laba diperoleh dari aktivitas usaha seperti jual beli barang. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sektor perdagangan, keuntungan disebut laba. Sedangkan, sektor investasi keuntungan lebih dikenal dengan nama profit.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/contoh-laporan-laba-rugi\/\">Contoh Laporan Laba Rugi Lengkap untuk Pemula, Gampang Dipahami!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memastikan bisnismu mendapatkan laba bersih yang terus meningkat, kamu perlu memaksimalkan operasionalnya dengan bantuan <em>tools<\/em> agar lebih produktif mendatangkan keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satunya, kamu bisa menggunakan Paper.id. Paper.id adalah <em>platform<\/em> invoicing dan pembayaran digital yang sudah saling terintegrasi. Tidak hanya kamu bisa membuat invoice digital dalam 5 menit dengan <em>template<\/em> yang sudah tersedia, kamu juga bisa memilih 30+ opsi pembayaran yang fleksibel, termasuk kartu kredit dan cicilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nantinya, setiap transaksi bisnismu akan terekonsiliasi otomatis, sehingga tidak perlu cek status pembayaran dengan mencocokkan bukti transfer dengan mutasi rekening. <\/p>\n\n\n\n<p>Yuk,<strong> <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-online.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=laba_bersih&amp;utm_content=cta_button\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pelajari selengkapnya tentang Paper.id dengan klik di sini!<\/a> <\/strong>Lalu, registrasikan bisnismu untuk nikmati fitur-fiturnya, gratis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=laba_bersih&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Paper.id Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komponen_Laba_Bersih\"><\/span><strong>Komponen Laba Bersih<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk memahami bagaimana laba bersih dihitung, penting untuk mengetahui komponen-komponen yang terlibat dalam perhitungannya:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Pendapatan (Revenue)<\/strong>: Total uang yang dihasilkan dari penjualan barang atau jasa sebelum dikurangi biaya apa pun.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Harga Pokok Penjualan (HPP)<\/strong>: Biaya langsung yang terkait dengan produksi barang atau jasa yang dijual, seperti bahan baku dan tenaga kerja langsung.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Laba Kotor (Gross Profit)<\/strong>: Diperoleh dari pendapatan dikurangi HPP.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Beban Operasional<\/strong>: Biaya yang diperlukan untuk menjalankan operasional sehari-hari, termasuk biaya administrasi, pemasaran, dan penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendapatan dan Beban Lainnya<\/strong>: Termasuk pendapatan dari investasi, bunga, atau penjualan aset, serta beban seperti bunga pinjaman atau kerugian dari penjualan aset.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pajak Penghasilan<\/strong>: Jumlah pajak yang harus dibayarkan berdasarkan laba sebelum pajak.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Seberapa_Penting_Laba_Bersih_dalam_Bisnis\"><\/span><strong>Seberapa Penting Laba Bersih dalam Bisnis?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Laba bersih adalah indikator utama stabilitas keuangan perusahaan. Investor menggunakannya untuk menilai risiko investasi, sementara kreditur menjadikannya acuan dalam pemberian pinjaman. <\/p>\n\n\n\n<p>Bagi pemilik bisnis, laba bersih membantu membandingkan posisi keuangan dengan pesaing di industri yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih dari sekadar jumlah uang yang dihasilkan, laba bersih mencerminkan efektivitas model dan strategi bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika bisnis tidak cukup menguntungkan, evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi kelemahan atau menyusun rencana pertumbuhan yang lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Keuntungan yang diperoleh juga membuka peluang untuk pengembangan bisnis lebih lanjut, seperti meningkatkan anggaran pemasaran, berinvestasi dalam inovasi, atau menambah tenaga kerja.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/5-alasan-perencanaan-laba-penting-bagi-usaha-kecil\/\">5 Alasan Perencanaan Laba Penting bagi Usaha Kecil!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rumus_dan_Cara_Menghitung_Laba_Bersih\"><\/span><strong>Rumus dan Cara Menghitung Laba Bersih<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Cara menghitung laba bersih cukup sederhana, hanya mengumpulkan semua data yang kamu butuhkan yang bisa jadi rumit. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut karena sama dengan total pendapatan setelah pengeluaran, untuk menghitung pendapatan bersih.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu cukup mengambil total pendapatan untuk jangka waktu tertentu dan mengurangi total pengeluaran dalam periode waktu yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah berbagai rumus yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan laba bersih:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Laba Bersih = Total Pendapatan \u2013 Total Pengeluaran<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Atau, kamu juga dapat menggunakan rumus berikut:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Laba Bersih = Laba Kotor \u2013 Beban<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika ingin menghitung margin pendapatan bersih, bagilah laba bersih dengan total pendapatan dan kalikan dengan 100, rumusnya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Margin Laba Bersih = (Laba Bersih \/ Total Pendapatan) X 100<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk contohnya, simak penjelasan berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan A dan perusahaan B masing-masing mempunyai margin pendapatan bersih, yaitu 15% dan 18%. Kedua perusahaan memperoleh pendapatan Rp. 150.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Berapa laba bersih yang adalah diperoleh masing-masing perusahaan?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Langkah_1_Tulis_rumus\"><\/span>1. Langkah 1: Tulis rumus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Margin Laba Bersih = Laba\/Pendapatan Bersih<\/p>\n\n\n\n<p>Laba Bersih = Margin Bersih * Pendapatan<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Langkah_2_Hitung_pendapatan_bersih_untuk_setiap_perusahaan\"><\/span>2. Langkah 2: Hitung pendapatan bersih untuk setiap perusahaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Perusahaan A:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Laba Bersih = Margin Bersih * Pendapatan = 15% * Rp150.000.000 = Rp22.500.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perusahaan B:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Laba Bersih = Margin Bersih * Pendapatan = 18% * Rp150.000.000 = Rp27.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lupakan bahwa pendapatan bersih bukanlah ukuran berapa banyak yang diperoleh selama periode waktu tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Itu karena laporan laba rugi dapat mencakup banyak pengeluaran non-tunai, seperti depresiasi dan amortisasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/laba-bruto-adalah\/\">Laba Bruto: Definisi dan Cara Mudah Menghitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Laba_Bersih_dengan_Laba_Kotor\"><\/span><strong>Perbedaan Laba Bersih dengan Laba Kotor<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Di dalam laporan keuangan juga terdapat istilah laba kotor (gross income). Lantas, apa sih yang membedakan antara laba bersih dengan laba kotor?<\/p>\n\n\n\n<p>Laba bersih sendiri adalah kelebihan keuntungan dalam penjualan bersih perusahaan terhadap harga pokok penjualan yang dikurangi beban operasional dan pajak penghasilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, laba kotor adalah pengukuran pendapatan langsung perusahaan dari penjualan produk di dalam satu periode akuntansi. <\/p>\n\n\n\n<p>Mudahnya, laba kotor adalah pendapatan yang tersisa setelah pendapatan dikurangi biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Laba bersih adalah indikator kunci yang mencerminkan kesehatan keuangan dan kinerja operasional perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Memahami komponen dan faktor yang mempengaruhi laba bersih sangat penting bagi manajemen dan pemangku kepentingan lainnya untuk membuat keputusan strategis yang tepat. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan pengelolaan yang baik, perusahaan dapat meningkatkan laba bersihnya, yang pada gilirannya akan meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan memastikan keberlanjutan bisnis.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laba bersih sangat sering kita dengar di dalam dunia bisnis dan juga perdagangan. Sebab, istilah satu ini memamg tidak bisa sembarangan karena memiliki mekanismenya tersendiri. Apalagi, semua perusahaan tentunya menginginkan laba bersih untuk usahanya. Jika ingin mengetahui lebih dalam tentang laba bersih, simak ulasannya di bawah ini, ya! Apa Itu Laba Bersih? Laba bersih atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":25754,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Laba Bersih: Definisi, Rumus, dan Cara Menghitungnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu laba bersih? Simak penjelasannya dalam artikel ini, agar kamu tahu bagaimana definisi dan cara hitungnya dalam bisnis.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-bersih-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Laba Bersih: Definisi, Rumus, dan Cara Menghitungnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu laba bersih? Simak penjelasannya dalam artikel ini, agar kamu tahu bagaimana definisi dan cara hitungnya dalam bisnis.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-bersih-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-07T08:00:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-07T08:00:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/laba-bersih.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1380\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Laba Bersih: Definisi, Rumus, dan Cara Menghitungnya","description":"Apa itu laba bersih? Simak penjelasannya dalam artikel ini, agar kamu tahu bagaimana definisi dan cara hitungnya dalam bisnis.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-bersih-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Laba Bersih: Definisi, Rumus, dan Cara Menghitungnya","og_description":"Apa itu laba bersih? Simak penjelasannya dalam artikel ini, agar kamu tahu bagaimana definisi dan cara hitungnya dalam bisnis.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-bersih-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-03-07T08:00:30+00:00","article_modified_time":"2025-03-07T08:00:31+00:00","og_image":[{"width":1380,"height":920,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/laba-bersih.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-bersih-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-bersih-adalah\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Laba Bersih: Definisi, Rumus, dan Cara Menghitungnya","datePublished":"2025-03-07T08:00:30+00:00","dateModified":"2025-03-07T08:00:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-bersih-adalah\/"},"wordCount":885,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-bersih-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-bersih-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-bersih-adalah\/","name":"Laba Bersih: Definisi, Rumus, dan Cara Menghitungnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-03-07T08:00:30+00:00","dateModified":"2025-03-07T08:00:31+00:00","description":"Apa itu laba bersih? Simak penjelasannya dalam artikel ini, agar kamu tahu bagaimana definisi dan cara hitungnya dalam bisnis.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-bersih-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-bersih-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/laba-bersih-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Laba Bersih: Definisi, Rumus, dan Cara Menghitungnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25740"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25740"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25740\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25755,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25740\/revisions\/25755"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25754"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}