{"id":2571,"date":"2019-10-28T10:30:17","date_gmt":"2019-10-28T03:30:17","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=2571"},"modified":"2025-09-30T10:58:05","modified_gmt":"2025-09-30T03:58:05","slug":"kwitansi-kosong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/kwitansi-kosong\/","title":{"rendered":"Kwitansi Kosong, Korupsi Kecil yang Termasuk Sebagai Tindak Pidana?"},"content":{"rendered":"\n<p>Kwitansi kosong adalah&nbsp;sebuah dokumen kertas&nbsp;yang lumrah digunakan di . Biasanya, penggunaan surat dokumen ini ditujukan untuk beberapa hal, salah satunya sebagai syarat penggantian atau proses balik nama dalam kendaaraan. Misal, jika kamu membeli kendaraan bekas (<em>second),&nbsp;<\/em>kamu membutuhkan kwitansi kosong sebagai syarat dari penggantian nama dalam BPKB.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, ada sebagian pihak yang menyalahgunakan dokumen ini melakukan tindak korupsi &#8216;kecil-kecilan&#8217;. Maksudnya, mereka meminta kertas kwitansi kepada pihak penjual yang kosong atau belum terisi sehingga bisa melakukan&nbsp;<em>mark up<\/em> harga. Dengan kata lain, mereka ingin mendapatkan uang lebih dari pembelian produk yang sedang dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, Andi merupakan seorang pegawai dari PT. Mitra Sejahtera. Ia disuruh untuk membeli 10 unit laptop. Pihak penjual memberikan harga sekitar Rp. 10 juta. Namun, Andi meminta kwitansi atau cek kosong agar dirinya bisa menaikkan harganya menjadi Rp. 15 juta. Dengan begitu, Andi mendapatkan untung sekitar 5 juta rupiah.<\/p>\n\n\n\n<p>Sadar atau tidak, tindakan tersebut ilegal dan tidak diperbolehkan lantaran menimbulkan tindakan korupsi. Walaupun nominalnya tidak terlalu besar, tindakan ini tetap saja tidak begitu dibenarkan. Sebelum mencari tahu lebih jauh, yuk kenali <a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/product-content\/perbedaan-kwitansi-dan-invoice\/\">kwitansi<\/a> kosong terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga : <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/product-content\/contoh-kwitansi-pembayaran\/\">5 Contoh Kwitansi Pembayaran yang Sering Digunakan<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Kwitansi_Kosong\"><\/span>Apa Itu Kwitansi Kosong?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image size-full wp-image-2577\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"557\" height=\"527\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Capture-3.png\" alt=\"Kwitansi Pembayaran\" class=\"wp-image-2577\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Kwitansi Pembayaran<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Kwitansi merupakan sebuah dokumen tertulis yang mana melibatkan pihak penjual dan pembeli. Di dalamnya, tertera detail produk dan besaran biaya yang harus dibayarkan oleh pembeli barang. Dan, kwitansi ini baru bisa diberikan setelah pembeli melunasi tagihannya. Dengan kata lain, kwitansi menjadi tanda sah pelunasan pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Kwitansi kosong tentunya sangat berbeda dengan kwitansi biasa. Sebab, di dalamnya tidak tertera produk dan juga harga barang yang harus dibayarkan. Namun, hal tersebut bisa membuat citra penjual menjadi buruk apabila cek kosong tersebut diberikan kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebab, pihak yang meminta cek kosong tersebut akan mengisi nominal sesuai keinginan mereka sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya, kwitansi tersebut tidak membahayakan pihak penjual apabila tidak ada logo dan tandatangan resmi yang tertera di dalamnya. Namun, pihak yang meminta nota kosong tersebut biasanya akan meminta kepada penjual untuk menandatanganinya. Lantas, apa yang harus dilakukan?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Penyalahgunaan_Kwitansi_Kosong\"><\/span>Contoh Penyalahgunaan Kwitansi Kosong<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image size-full wp-image-2438\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"380\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/copywriting-melbourne.jpg\" alt=\"Copywriter\" class=\"wp-image-2438\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Kwitansi Fiktif<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Niat jahat dalam menaikkan (<em>mark up)<\/em>&nbsp;harga dengan modus menggunakan kwitansi kosong memang sudah menjadi hal lazim. Ada dua faktor yang menyebabkan hal ini terus berulang, seperti lemahnya sistem pengawasan dan juga adanya peluang atau kesempatan untuk mendapatkan uang dengan cara &#8216;haram&#8217;.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sebuah artikel berjudul <em>Modus-modus Korupsi Receh,<\/em>&nbsp;Tirto.id sempat melampirkan kasus&nbsp;<em>markup&nbsp;<\/em>anggaran yang terjadi dalam sebuah perusahaan. Misalnya, ada sebuah karyawan yang membeli puluhan rim kertas padahal yang digunakan hanyalah sebagian kecilnya saja. Lantas, bagaimana dengan sisanya? dijual lagi dan hasilnya dibuat sebagai keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya menjual lagi produk tersisa, modus lain yang bisa digunakan untuk &#8216;mengakali&#8217; anggaran adalah kerjasama dengan pihak penjual. Jadi, pihak penjual tersebut siap untuk menyediakan kwitansi kosong sehingga mendapatkan keuntungan. Sebenarnya, masih banyak cara lainnya dan modus-modus seperti itu memang agak sulit untuk dibongkar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pencegahan_Korupsi_%E2%80%98Kecil\"><\/span>Pencegahan Korupsi &#8216;Kecil&#8217;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image size-full wp-image-2529\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"300\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/2014-09-03-incarcerated_fathers_and_the_children_left_behind-2.jpg\" alt=\"Masalah Narapidana\" class=\"wp-image-2529\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Masalah Narapidana<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Penggunaan nota kosong untuk mendapatkan keuntungan lebih memang bisa dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi. Namun, karena jumlahnya yang kecil, membuat praktik ini terjadi terus menerus karena tidak ada tindakan yang nyata. Lagi pula, masih banyak korupsi dengan uang yang lebih besar dan lebih menjadi prioritas utama.<\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam kasus-kasus semacam ini, pemilik usaha atau pengusaha yang biasanya akan menjadi korban. Kenapa? karena citra mereka menjadi buruk lantaran menjual produk dengan harga mahal padahal kenyataanya tidak.&nbsp;Oleh karena itu bagaimana cara pencegahannya agar tidak terjadi secara berulang?<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kamu merupakan pemilik usaha, kamu sebenarnya bisa mencegah praktik tersebut&nbsp;dengan cara mudah, yakni mengirimkan kwitansi ataupun tagihan secara online. Kamu bisa membuatnya melalui microsoft word dan mengirimnya menggunakan email. Dengan begitu, urusan jual beli menjadi lebih aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu terlalu sibuk dengan urusan bisnis sehingga kesulitan untuk membuat kwitansi atau tagihan? Tenang, kamu bisa melakukannya dalam waktu kurang dari 5 menit. Bagaimana caranya? silahkan daftar di Paper.id sebab Software Akunting #1 di Indonesia tersebut memudahkan kamu dalam mengelola bisnis. Bukan hanya dari pengiriman kwitansi tapi juga pencatatan akunting dan pengelolaan stok barang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga : <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/kwitansi-jual-beli\/\">Contoh dan Cara Membuat Kwitansi Jual Beli<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Buat_Kwitansi_di_Paperid\"><\/span>Buat Kwitansi di Paper.id<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Bagaimana cara membuat kwitansi di Paper.id? caranya cukup mudah karena kamu bisa mengikuti caranya seperti di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li>Masuk ke Invoice Penjualan yang telah dikirimkan kepada klien, baik melalui website ataupun aplikasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik invoice tersebut dan kemudian tekan kalimat &#8216;Buat Pembayaran Masuk&#8217; pada invoice yang masih berstatus&nbsp;<em>unpaid&nbsp;<\/em>ataupun&nbsp;<em>overdue<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>Isi semua data yang dibutuhkan, mulai dari tanggal pembayaran, metode pembayaran hingga jumlah pembayaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah selesai, kamu bisa masuk ke dalam fitur Terima Pembayaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Disana, kamu bisa langsung bisa mencetak ataupun mengirim kwitansi kepada klien.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Daftar&nbsp;<strong>GRATIS<\/strong> tanpa biaya dengan cara menekan tombol yang tertera di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer&amp;hl=en\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Blog_Banner_Testimonial.gif\" alt=\"google_play_customer_io\" class=\"wp-image-3264\"\/><\/a><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kwitansi kosong adalah&nbsp;sebuah dokumen kertas&nbsp;yang lumrah digunakan di . Biasanya, penggunaan surat dokumen ini ditujukan untuk beberapa hal, salah satunya sebagai syarat penggantian atau proses balik nama dalam kendaaraan. Misal, jika kamu membeli kendaraan bekas (second),&nbsp;kamu membutuhkan kwitansi kosong sebagai syarat dari penggantian nama dalam BPKB. Sayangnya, ada sebagian pihak yang menyalahgunakan dokumen ini melakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2580,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7852],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kwitansi Kosong, Korupsi Kecil yang Termasuk Sebagai Tindak Pidana?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kwitansi adalah salah satu dokumen yang mengesahkan pembayaran. Namun, bagaimana dengan kwitansi kosong yang tidak memiliki detail sama sekali?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/kwitansi-kosong\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kwitansi Kosong, Korupsi Kecil yang Termasuk Sebagai Tindak Pidana?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kwitansi adalah salah satu dokumen yang mengesahkan pembayaran. Namun, bagaimana dengan kwitansi kosong yang tidak memiliki detail sama sekali?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/kwitansi-kosong\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-10-28T03:30:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-30T03:58:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/receipt.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"338\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kwitansi Kosong, Korupsi Kecil yang Termasuk Sebagai Tindak Pidana?","description":"Kwitansi adalah salah satu dokumen yang mengesahkan pembayaran. Namun, bagaimana dengan kwitansi kosong yang tidak memiliki detail sama sekali?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/kwitansi-kosong\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kwitansi Kosong, Korupsi Kecil yang Termasuk Sebagai Tindak Pidana?","og_description":"Kwitansi adalah salah satu dokumen yang mengesahkan pembayaran. Namun, bagaimana dengan kwitansi kosong yang tidak memiliki detail sama sekali?","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/kwitansi-kosong\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-10-28T03:30:17+00:00","article_modified_time":"2025-09-30T03:58:05+00:00","og_image":[{"width":600,"height":338,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/receipt.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/kwitansi-kosong\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/kwitansi-kosong\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"Kwitansi Kosong, Korupsi Kecil yang Termasuk Sebagai Tindak Pidana?","datePublished":"2019-10-28T03:30:17+00:00","dateModified":"2025-09-30T03:58:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/kwitansi-kosong\/"},"wordCount":786,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Kwitansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/kwitansi-kosong\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/kwitansi-kosong\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/kwitansi-kosong\/","name":"Kwitansi Kosong, Korupsi Kecil yang Termasuk Sebagai Tindak Pidana?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-10-28T03:30:17+00:00","dateModified":"2025-09-30T03:58:05+00:00","description":"Kwitansi adalah salah satu dokumen yang mengesahkan pembayaran. Namun, bagaimana dengan kwitansi kosong yang tidak memiliki detail sama sekali?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/kwitansi-kosong\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/kwitansi-kosong\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/kwitansi-kosong\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kwitansi Kosong, Korupsi Kecil yang Termasuk Sebagai Tindak Pidana?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2571"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2571"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2571\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29443,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2571\/revisions\/29443"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2580"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2571"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2571"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2571"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}