{"id":25417,"date":"2025-02-25T10:17:49","date_gmt":"2025-02-25T03:17:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=25417"},"modified":"2025-10-08T16:25:36","modified_gmt":"2025-10-08T09:25:36","slug":"cara-hitung-pph-22","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pph-22\/","title":{"rendered":"Cara Menghitung PPh 22 dan Contoh Kasusnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Untuk perusahaan, cara hitung PPh 22 adalah salah satu rutinitas yang perlu dilakukan. <\/p>\n\n\n\n<p>Pajak Penghasilan atau PPh pasal 22 merupakan sebuah <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/jenis-jenis-pajak-bisnis-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pajak penghasilan<\/a> yang pemungutannya dilaksanakan oleh bendaharawan atau badan usaha tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Bisa itu dimiliki oleh pemerintah maupun pihak swasta yang melakukan kegiatan ekspor dan impor.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemahaman lebih jelas tentang cara hitung PPh 22 hingga contoh kasusnya bisa kamu simak sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penjelasan_PPh_Pasal_22_Umum_dan_BendaharawanBUMN\"><\/span><strong>Penjelasan PPh Pasal 22 Umum dan Bendaharawan\/BUMN<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, PPh 22 merupakan bentuk pemotongan atau pemungutan pajak yang dilakukan satu pihak terhadap wajib pajak. Hal ini berkaitan dengan kegiatan perdagangan barang.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Pasal 22 ayat 1 UU PPh ini, Menteri Keuangan dapat menetapkan:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Bendahara pemerintah untuk memungut pajak sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang.<\/li>\n\n\n\n<li>Badan-badan tertentu untuk memungut pajak dari Wajib Pajak yang melakukan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Wajib Pajak Badan tertentu untuk memungut pajak dari pembeli atas penjualan barang yang tergolong sangat mewah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/cara-hitung-pph-23\/\">Cara Hitung PPh 23 dari Pengertian hingga Contoh Perhitungannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengenal_PPh_22_Bendaharawan\"><\/span>Mengenal PPh 22 Bendaharawan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>PPh 22 Bendaharawan adalah pemungutan yang dilakukan oleh Bendaharawan Pemerintah atas penyerahan barang oleh rekanan. Semuanya dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan\/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).<\/p>\n\n\n\n<p>Bendaharawan Pemerintah ini, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, instansi atau lembaga-lembaga negara lain berkenaan dengan pembayaran atas penyerahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengenal_PPh_22_BUMN\"><\/span>Mengenal PPh 22 BUMN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>PPh 22 BUMN adalah pajak yang dipungut oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atas pembayaran atau penyerahan barang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Besaran_Tarif_PPh_22\"><\/span><strong>Besaran Tarif PPh 22<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Tarif PPh Pasal 22 bervariasi tergantung pada jenis transaksi dan pihak yang melakukan pemungutan. Berikut adalah beberapa tarif utama yang berlaku:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Impor_barang\"><\/span>1. Impor barang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>2,5%<\/strong> dari nilai impor (CIF) untuk importir ber-NPWP.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>7,5%<\/strong> dari nilai impor (CIF) untuk importir yang tidak memiliki NPWP.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>0,5%<\/strong> dari nilai impor untuk impor yang dilakukan oleh WP yang menggunakan Angka Pengenal Impor (API).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>10%<\/strong> dari nilai impor untuk barang tertentu seperti mobil mewah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pembelian_barang_oleh_Bendahara_PemerintahBUMN\"><\/span>2. Pembelian barang oleh Bendahara Pemerintah\/BUMN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>1,5%<\/strong> dari harga pembelian, jika dilakukan oleh bendahara pemerintah dan BUMN yang membeli barang dari rekanan ber-NPWP.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>100% lebih tinggi<\/strong> dari tarif normal jika rekanan tidak memiliki NPWP.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Penjualan_barang_tertentu_oleh_Badan_Usaha\"><\/span>3. Penjualan barang tertentu oleh Badan Usaha<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>0,3%<\/strong> dari harga jual untuk industri semen, baja, otomotif, kertas, dan produk tertentu lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>0,45%<\/strong> dari harga jual bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>0,25%<\/strong> dari harga jual gas LPG.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Penjualan_hasil_produksi_oleh_BUMN\"><\/span>4. Penjualan hasil produksi oleh BUMN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>1,5%<\/strong> dari harga jual barang produksi BUMN kepada distributor.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Penjualan_kendaraan_bermotor\"><\/span>5. Penjualan kendaraan bermotor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>0,45%<\/strong> dari harga jual kendaraan bermotor oleh Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) atau importir kendaraan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Pembelian_Barang_oleh_Wajib_Pajak_badan_tertentu\"><\/span>6. Pembelian Barang oleh Wajib Pajak badan tertentu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>1,5%<\/strong> dari harga pembelian oleh badan usaha yang bergerak di bidang pertambangan, kehutanan, dan perkebunan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: Bagaimana Cara Menghitung Tarif PPh 21 yang Tidak Memiliki NPWP?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghitung_PPh_22\"><\/span><strong>Cara Menghitung PPh 22<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa contoh perhitungan PPh Pasal 22 dalam berbagai situasi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Impor_barang_oleh_importir_ber-NPWP\"><\/span>1. Impor barang oleh importir ber-NPWP<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>PT Maju Jaya mengimpor barang dengan nilai CIF Rp 100.000.000. Tarif PPh 22 untuk importir ber-NPWP adalah 2,5% dari nilai impor.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perhitungan:<br>PPh 22 = 2,5% \u00d7 Rp 100.000.000 = Rp 2.500.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Impor_barang_oleh_importir_tanpa_NPWP\"><\/span>2. Impor barang oleh importir tanpa NPWP<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika PT Maju Jaya tidak memiliki NPWP, tarifnya menjadi 7,5% dari nilai impor.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perhitungan:<br>PPh 22 = 7,5% \u00d7 Rp 100.000.000 = Rp 7.500.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pembelian_barang_oleh_Bendahara_Pemerintah\"><\/span>3. Pembelian barang oleh Bendahara Pemerintah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Instansi pemerintah membeli barang dari PT ABC dengan total nilai Rp 50.000.000. Tarif PPh 22 untuk transaksi ini adalah 1,5% dari harga pembelian.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perhitungan:<br>PPh 22 = 1,5% \u00d7 Rp 50.000.000 = Rp 750.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Penjualan_BBM_oleh_Pertamina\"><\/span>4. Penjualan BBM oleh Pertamina<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pertamina menjual BBM dengan total transaksi Rp 200.000.000. Tarif PPh 22 untuk BBM adalah 0,25% dari harga jual.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perhitungan:<br>PPh 22 = 0,25% \u00d7 Rp 200.000.000 = Rp 500.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Penjualan_Kendaraan_Bermotor_oleh_ATPM\"><\/span>5. Penjualan Kendaraan Bermotor oleh ATPM<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebuah <em>dealer <\/em>mobil menjual kendaraan dengan harga Rp 300.000.000. Tarif PPh 22 untuk kendaraan bermotor adalah 0,45% dari harga jual.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perhitungan:<br>PPh 22 = 0,45% \u00d7 Rp 300.000.000 = Rp 1.350.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, demikianlah penjelasan tentang cara hitung PPh 22 dengan baik dan benar. Semoga bermanfaat untuk bisnismu, ya!<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lupa gunakan Paper.id, <em>platform<\/em> invoicing dan pembayaran bisnis yang mempermudah pencatatan bisnismu juga, sehingga nantinya proses perpajakan jadi lebih mudah karena semua transaksi tercatat dengan rapi.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Paper.id, kamu bisa mengecek neraca dan laporan keuangan lainnya untuk memantau finansial bisnismu juga, <em>lho<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=cara_hitung_pph_22\"><strong>pelajari selengkapnya tentang Paper.id dengan klik di sini!<\/strong><\/a> Lalu, registrasi bisnismu gratis ke Paper.id untuk nikmati fitur-fiturnya sekarang.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=cara_hitung_pph_22&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\">Daftar Paper.id Gratis!<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk perusahaan, cara hitung PPh 22 adalah salah satu rutinitas yang perlu dilakukan. Pajak Penghasilan atau PPh pasal 22 merupakan sebuah pajak penghasilan yang pemungutannya dilaksanakan oleh bendaharawan atau badan usaha tertentu. Bisa itu dimiliki oleh pemerintah maupun pihak swasta yang melakukan kegiatan ekspor dan impor. Pemahaman lebih jelas tentang cara hitung PPh 22 hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":25418,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7850],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Menghitung PPh 22 dan Contoh Kasusnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bingung cara menghitung PPh 22? Tak perlu khawatir, semua penjelasan dan contoh lengkapnya ada di sini. Yuk, simak!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pph-22\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menghitung PPh 22 dan Contoh Kasusnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bingung cara menghitung PPh 22? Tak perlu khawatir, semua penjelasan dan contoh lengkapnya ada di sini. Yuk, simak!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pph-22\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-25T03:17:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T09:25:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/cara-menghitung-pph-22.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1380\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1075\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menghitung PPh 22 dan Contoh Kasusnya","description":"Bingung cara menghitung PPh 22? Tak perlu khawatir, semua penjelasan dan contoh lengkapnya ada di sini. Yuk, simak!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pph-22\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Menghitung PPh 22 dan Contoh Kasusnya","og_description":"Bingung cara menghitung PPh 22? Tak perlu khawatir, semua penjelasan dan contoh lengkapnya ada di sini. Yuk, simak!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pph-22\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-02-25T03:17:49+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T09:25:36+00:00","og_image":[{"width":1380,"height":1075,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/cara-menghitung-pph-22.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pph-22\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pph-22\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Cara Menghitung PPh 22 dan Contoh Kasusnya","datePublished":"2025-02-25T03:17:49+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:25:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pph-22\/"},"wordCount":659,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pajak Usaha"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pph-22\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pph-22\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pph-22\/","name":"Cara Menghitung PPh 22 dan Contoh Kasusnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-02-25T03:17:49+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:25:36+00:00","description":"Bingung cara menghitung PPh 22? Tak perlu khawatir, semua penjelasan dan contoh lengkapnya ada di sini. Yuk, simak!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pph-22\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pph-22\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pph-22\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menghitung PPh 22 dan Contoh Kasusnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25417"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25417"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31490,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25417\/revisions\/31490"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}