{"id":25346,"date":"2025-02-27T13:18:04","date_gmt":"2025-02-27T06:18:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=25346"},"modified":"2025-06-15T22:21:27","modified_gmt":"2025-06-15T15:21:27","slug":"konservatisme-akuntansi-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/konservatisme-akuntansi-adalah\/","title":{"rendered":"Konservatisme Akuntansi: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkapnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Bisa dikatakan, konservatisme akuntansi masih banyak menjadi perdebatan, khususnya dalam penyusunan standar <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/pengertian-akuntansi-secara-umum\/\">akuntansi<\/a> keuangan dengan para praktisi. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu dikarenakan para penyusun standar beranggapan bahwa konservatisme akuntansi bisa membuat laporan keuangan jadi lebih bias.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, praktisi masih beranggapan bahwa konservatisme masih penting dalam mencerminkan risiko dan ketidakpastian dalam laporan keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Apa itu konservatisme dalam akuntansi? Simak ulasannya di bawah ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Konservatisme_Akuntansi\"><\/span><strong>Pengertian Konservatisme Akuntansi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya konservatisme akuntansi merupakan sebuah prinsip kehati-hatian dalam menyusun laporan keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Konservatisme akuntansi adalah suatu pendekatan untuk mengantisipasi semua kerugian tetapi tidak mengakui keuntungan sampai direalisasikan. <\/p>\n\n\n\n<p>Prinsip ini mengarahkan perusahaan untuk mempertahankan pendekatan konservatif dalam pengukuran dan pencatatan transaksi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/debit-kredit-akuntansi\/\">Mengenal Debit Kredit dalam Akuntansi hingga Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk melacak laporan akuntansi bisnismu dengan simpel, kamu bisa menggunakan Paper.id. Paper.id adalah <em>platform<\/em> invoicing dan pembayaran bisnis yang juga menyediakan fitur akuntansi sederhana, sehingga kamu tidak perlu repot-repot menyusun neraca dan lain-lainnya karena akan secara otomatis dirangkum untukmu.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak perlu khawatir karena awam dalam akuntansi, karena tampilannya sangat mudah dimengerti pemula sekalipun.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, pelajari <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=konservatisme_akuntansi&amp;utm_content=cta_button\">fitur akuntansi Paper.id sekarang<\/a>! Jangan lupa juga untuk registrasikan bisnismu ke Paper.id untuk menikmati semua fitunya, gratis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=konservatisme_akuntansi\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Paper.id Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metode_Pengukuran_Konservatisme_Akuntansi\"><\/span><strong>Metode Pengukuran Konservatisme Akuntansi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk metode pengukuran mengacu kepada pendekatan dalam mengukur tingkat konservatisme pada suatu laporan keuangan perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat tiga metode pengukuran yang sering digunakan, yaitu<em> net asset measures<\/em>, <em>earning\/accrual measures,<\/em> dan<em> earning\/stock return relation measures. <\/em>Penjelasannya adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Net_Asset_Measures\"><\/span>1.&nbsp;Net Asset Measures<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Model yang mengukur tingkat konservatisme dalam laporan keuangan melalui nilai aktiva yang direndahkan dan kewajiban yang berlebihan. <\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan pengukuran net asset dapat terlihat dalam model Feltham-Ohlson yang mengukur besarnya <em>undervaluation <\/em>dari <em>net asset.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Caranya dengan mencari nilai parameter yang mencerminkan tingkat understatement dari <em>operating assets<\/em>. Asumsi bahwa depresiasi secara akuntansi umumnya melebihi depresiasi secara ekonomis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_EarningAccruals_Measures\"><\/span>2. Earning\/Accruals Measures<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode pengukuran ini terbagi menjadi tiga model yang umum digunakan oleh praktisi konservatisme.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Model Givoly dan Hayn<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Givoly dan Hayn berpendapat bahwa konservatisme membentuk akrual negatif secara terus menerus.<\/p>\n\n\n\n<p>Akrual ini adalah perbandingan antara laba bersih sebelum depresiasi\/amortisasi dan arus kas kegiatan operasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin besar akrual negatif maka penerapan konservatif akuntansi semakin besar dalam laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>CONACC = (NIO + DEP \u2212 CFO) \u00d7 (-1) \u00f7 1<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Keterangan:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>CONACC: <\/strong>Memperoleh konservatisme berdasarkan accrued items<\/p>\n\n\n\n<p><strong>NIO:<\/strong> Laba usaha pada periode tahun yang sama<\/p>\n\n\n\n<p><strong>DEP: <\/strong>Penyusutan aktiva tetap pada periode tahun yang sama<\/p>\n\n\n\n<p><strong>CFO: <\/strong>Jumlah bersih arus kas dari operasional kegiatan tahun yang sama<\/p>\n\n\n\n<p><strong>TA: <\/strong>nilai penutupan pembukuan dari total aset.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Model Zhang<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Penerapan model Zhang akan dijelaskan melalui pengukuran yang pernah ia lakukan. Dalam penelitiannya, Zhang mengalikan conv_accrual dengan -1 untuk mempermudah analisanya. <\/p>\n\n\n\n<p>Nilai Conv_accrual bisa Zhang dapatkan dengan membagi akrual non-operasi dengan total aset. Semakin tinggi nilai conv_accrual maka penerapan konservatisme juga semakin tinggi.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Discretionary Accrual<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Metode discretionary accrual dapat terlihat melalui model pengukuran Kasznik dari hasil modifikasi model Dechow. <\/p>\n\n\n\n<p>Modefikasi tersebut terjadi karena Kasznik berpendapat bahwa perubahan arus kas hasil perusahaan akan berhubungan secara negatif dengan total akrual. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memasukkan unsur selisih arus kas operasional untuk mendapatkan nilai akrual non-diskresioner dan akrual diskresioner.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_EarningStock_Return_Relation_Measures\"><\/span>3.&nbsp;Earning\/Stock Return Relation Measures<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Harga pasar saham dapat merefleksikan nilai aset pada saat terjadi sebuah perubahan. <\/p>\n\n\n\n<p>Konservatisme dapat menyebabkan kondisi ketika suatu kabar dapat tergambarkan dalam laba yang tidak sama (asimetri waktu pengakuan). <\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan dan harus segera diakui. Peristiwa ini akan menyebabkan kabar buruk mempengaruhi laba lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/standar-akuntansi-keuangan\/\">Standar Akuntansi Keuangan yang Diterapkan di Indonesia, Seperti Apa?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Konservatisme_Akuntansi\"><\/span><strong>Jenis-Jenis Konservatisme Akuntansi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Beberapa jenis konservatisme akuntansi lainnya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Konservatisme pengakuan pendapatan: <\/strong>Mengakui pendapatan jika sudah pasti terjadi. Pendapatan yang masih meragukan atau belum dapat dipastikan akan tidak diakui hingga kondisi tertentu terpenuhi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konservatisme pengakuan beban: <\/strong>Mengakui beban perusahaan lebih awal, bahkan jika jumlah pasti atau sumbernya mungkin belum diketahui dengan pasti.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konservatisme penilaian aset: <\/strong>Mengutamakan dan mengakui nilai yang lebih rendah antara nilai perolehan dan nilai realisasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konservatisme pengakuana kewajiban: <\/strong>Konservatisme mendorong perusahaan untuk mengakui kewajiban lebih awal jika ada indikasi bahwa kewajiban itu mungkin terjadi, bahkan jika realisasinya belum pasti.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konservatisme dalam utang: <\/strong>Perusahaan cenderung menilai utang dengan nilai yang lebih tinggi atau menggunakan suku bunga yang lebih tinggi, sehingga memastikan tetap dapat dilakukan bahkan dalam situasi yang terburuk<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konservatisme penilaian persediaan: <\/strong>Perusahaan menilai persediaan dengan nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih dalam laporan keuangan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Penerapan_Konservatisme_Akuntansi\"><\/span><strong>Contoh Penerapan Konservatisme Akuntansi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Agar Anda dapat lebih memahami dalam penerapan konservatisme akuntansi, berikut contohnya melalui beberapa situasi bisnis:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penerapan_konservatisme_dalam_penilaian_persediaan\"><\/span>Penerapan konservatisme dalam penilaian persediaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebuah perusahaan manufaktur alat kesehatan ingin menilai persediaan barang yang dimilikinya. <\/p>\n\n\n\n<p>Melalui penerapan konservatisme akuntansi, perusahaan akan memilih metode penilaian persediaan yang mengutamakan nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, jika perusahaan menggunakan metode FIFO (First-In-First-Out), maka persediaan yang dibeli atau diproduksi lebih baru akan dianggap terjual terlebih dahulu. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, nilai persediaan akan didasarkan pada harga yang lebih rendah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konservatisme_dalam_pengakuan_pendapatan_dan_beban\"><\/span>Konservatisme dalam pengakuan pendapatan dan beban<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Suatu perusahaan konstruksi menyelesaikan proyek besar yang berlangsung selama beberapa tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam penerapan konservatisme akuntansi, perusahaan akan lebih berhati-hati dalam mengakui pendapatan dan beban terkait proyek ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendapatan mungkin hanya diakui jika sudah pasti bahwa proyek telah mencapai tahap tertentu yang memenuhi kriteria pengakuan pendapatan. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, perusahaan akan cenderung mengakui beban lebih awal jika ada potensi risiko atau ketidakpastian dalam proyek ini. Bahkan ketika jumlah pasti atau sumber beban belum diketahui dengan pasti.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/prinsip-dasar-akuntansi\/\">10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Penting Dipahami Akuntan Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penerapan konservatisme akuntansi dalam membantu untuk mengukur penilaian yang lebih objektif dalam pelaporan keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dibalik perdebatan yang belum tuntas dan kekurangan dari pendekatan ini, konservatisme akuntansi membantu mengurangi potensi bias dan memberikan informasi kondisi keuangan yang lebih realistis.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, pendekatan konservatisme akuntansi masih penting dan memiliki peran yang cukup vital dalam laporan keuangan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisa dikatakan, konservatisme akuntansi masih banyak menjadi perdebatan, khususnya dalam penyusunan standar akuntansi keuangan dengan para praktisi. Hal itu dikarenakan para penyusun standar beranggapan bahwa konservatisme akuntansi bisa membuat laporan keuangan jadi lebih bias. Namun, praktisi masih beranggapan bahwa konservatisme masih penting dalam mencerminkan risiko dan ketidakpastian dalam laporan keuangan. Apa itu konservatisme dalam akuntansi? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":25347,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Konservatisme Akuntansi: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkapnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu konservatisme akuntansi? Simak penjelasan lengkapnya di sini, penting untuk bisnis agar makin maju!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/konservatisme-akuntansi-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Konservatisme Akuntansi: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkapnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu konservatisme akuntansi? Simak penjelasan lengkapnya di sini, penting untuk bisnis agar makin maju!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/konservatisme-akuntansi-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-27T06:18:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-15T15:21:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/konservatisme-akuntansi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1012\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Konservatisme Akuntansi: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkapnya","description":"Apa itu konservatisme akuntansi? Simak penjelasan lengkapnya di sini, penting untuk bisnis agar makin maju!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/konservatisme-akuntansi-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Konservatisme Akuntansi: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkapnya","og_description":"Apa itu konservatisme akuntansi? Simak penjelasan lengkapnya di sini, penting untuk bisnis agar makin maju!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/konservatisme-akuntansi-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-02-27T06:18:04+00:00","article_modified_time":"2025-06-15T15:21:27+00:00","og_image":[{"width":1800,"height":1012,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/konservatisme-akuntansi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/konservatisme-akuntansi-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/konservatisme-akuntansi-adalah\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Konservatisme Akuntansi: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkapnya","datePublished":"2025-02-27T06:18:04+00:00","dateModified":"2025-06-15T15:21:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/konservatisme-akuntansi-adalah\/"},"wordCount":957,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/konservatisme-akuntansi-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/konservatisme-akuntansi-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/konservatisme-akuntansi-adalah\/","name":"Konservatisme Akuntansi: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkapnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-02-27T06:18:04+00:00","dateModified":"2025-06-15T15:21:27+00:00","description":"Apa itu konservatisme akuntansi? Simak penjelasan lengkapnya di sini, penting untuk bisnis agar makin maju!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/konservatisme-akuntansi-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/konservatisme-akuntansi-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/konservatisme-akuntansi-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Konservatisme Akuntansi: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkapnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25346"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25346"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25346\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28087,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25346\/revisions\/28087"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25347"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}