{"id":25318,"date":"2024-02-28T10:01:00","date_gmt":"2024-02-28T03:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=25318"},"modified":"2025-03-05T16:15:51","modified_gmt":"2025-03-05T09:15:51","slug":"dasar-akuntansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/dasar-akuntansi\/","title":{"rendered":"Dasar Akuntansi: Pilar, Peran, &amp; Tujuan Akuntansi"},"content":{"rendered":"\n<p>Menguasai dasar-dasar akuntansi sangat penting bagi siapa saja yang ingin mendalami bidang ini. Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, mengikuti peluang dan inovasi di dunia akuntansi tidaklah mudah, terutama di lingkungan profesional. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, setiap <em>business owner<\/em> dan akuntan perlu menyesuaikan diri dengan konsep akuntansi dasar yang terus berkembang seiring dengan adopsi aplikasi digital untuk menunjang kinerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang akuntan harus memahami dasar-dasar akuntansi yang meliputi pencatatan transaksi-transaksi penting, seperti pendapatan, pengeluaran, aset, kewajiban, dan ekuitas. <\/p>\n\n\n\n<p>Pendapatan mencerminkan hasil penjualan dan menilai seberapa diterimanya produk atau jasa oleh pelanggan. Sedangkan pengeluaran merupakan biaya operasional, baik yang rutin maupun yang mendadak, yang diperlukan untuk menghasilkan pendapatan dan menjalankan bisnis. Yuk pahami lebih jauh dasar-dasar akuntansi dibawah ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/pengertian-akuntansi-secara-umum\/\">Akuntansi: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Manfaatnya untuk Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Dasar_Akuntansi\"><\/span>Pengertian Dasar Akuntansi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dasar akuntansi adalah hal mendasar terkait penerapan ilmu tersebut yang biasanya terdiri atas persamaan, penjurnalan, pembuatan neraca, hingga penyajian laporan keuangan. Tujuan akhirnya adalah membuat pelaporan terkait kondisi finansial sebagai dasar pengambilan keputusan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Empat_Pilar_Utama_dalam_Akuntansi_Dasar\"><\/span><strong>Empat Pilar Utama dalam Akuntansi Dasar<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Memahami akuntansi dasar mencakup empat langkah penting untuk menyusun laporan keuangan yang akurat:<\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li><strong>Pencatatan Transaksi<\/strong><strong><br><\/strong>Mencatat setiap transaksi sangat penting untuk melacak arus kas perusahaan. Dengan pencatatan yang rutin dan teliti, akuntan dapat menyampaikan laporan keuangan yang lengkap kepada business owner, sehingga potensi masalah dapat segera diidentifikasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pengolahan Data Statistik<\/strong><strong><br><\/strong>Akuntan perlu menyusun catatan statistik setiap bulan untuk membandingkan data dengan periode sebelumnya. Hal ini memudahkan pelacakan keuntungan bisnis secara konsisten dan memberikan gambaran situasi keuangan yang jelas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Interpretasi Angka<\/strong><strong><br><\/strong>Setelah mencatat pemasukan dan pengeluaran, akuntan harus mampu menilai apakah angka yang tercatat menunjukkan keuntungan atau kerugian. Perbedaan skala pendapatan antara perusahaan kecil dan besar juga akan mempengaruhi persentase keuntungan yang diperoleh.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Analisis Mendalam<\/strong><strong><br><\/strong>Tahap terakhir adalah melakukan analisis menyeluruh terhadap arus kas perusahaan. Hasil analisis ini menjadi panduan bagi manajemen untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam meningkatkan profit atau mengurangi kerugian.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peran_dan_Tujuan_Prinsip_Akuntansi\"><\/span><strong>Peran dan Tujuan Prinsip Akuntansi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Prinsip akuntansi adalah aturan penting yang menjadi landasan penyusunan laporan keuangan. Penerapan prinsip ini menjamin bahwa informasi keuangan yang disajikan akurat dan konsisten, sehingga laporan tersebut dapat diandalkan. Selain itu, prinsip akuntansi telah berkembang selama berabad-abad sebagai mekanisme check and balances yang memastikan kredibilitas data keuangan dan berdampak signifikan terhadap profitabilitas bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Prinsip-prinsip ini bertujuan untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Menjamin laporan keuangan tersaji lengkap dan konsisten agar dapat dibandingkan antar periode.<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu business owner menarik investor dengan menyediakan informasi yang dapat mengidentifikasi risiko.<\/li>\n\n\n\n<li>Menampilkan nilai aset secara wajar, serta merinci kewajiban dan ekuitas untuk menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/prinsip-dasar-akuntansi\/\">10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Penting Dipahami Akuntan Bisnis<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ragam_Prinsip_Akuntansi_yang_Umum_Diterapkan\"><\/span><strong>Ragam Prinsip Akuntansi yang Umum Diterapkan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Beberapa <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/prinsip-dasar-akuntansi\/\">prinsip akuntansi<\/a> yang banyak digunakan meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Prinsip Akuntansi Dasar:<\/strong> Pedoman utama untuk pelaporan keuangan yang harus dipahami oleh setiap akuntan dan profesional di bidang keuangan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prinsip Akrual:<\/strong> Mengharuskan pencatatan transaksi segera pada saat terjadinya kesepakatan, tanpa menunggu arus kas masuk.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prinsip Konservatisme:<\/strong> Menekankan pencatatan transaksi yang berpotensi menurunkan laba untuk menghindari laporan keuangan yang terlalu optimis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prinsip Konsistensi:<\/strong> Mengutamakan penggunaan metode pencatatan yang sama secara berkelanjutan agar laporan keuangan konsisten dari waktu ke waktu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prinsip Harga:<\/strong> Mencatat transaksi berdasarkan harga asli, sehingga nilai aset tetap objektif dan tidak terpengaruh oleh inflasi atau depresiasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prinsip Entitas Ekonomi:<\/strong> Memisahkan pencatatan transaksi bisnis dari kegiatan pemilik atau mitra untuk menjaga kejelasan laporan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prinsip Pencatatan Laporan Seutuhnya:<\/strong> Menyertakan semua metode akuntansi dalam catatan kaki laporan keuangan guna memberikan penjelasan detail.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prinsip Kecocokan:<\/strong> Mengharuskan pendapatan dan biaya terkait dicatat dalam periode yang sama untuk mencerminkan hubungan sebab-akibat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prinsip Handal:<\/strong> Menyediakan bukti pendukung seperti nota atau faktur untuk memastikan keakuratan data keuangan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prinsip Periode Waktu:<\/strong> Mengatur laporan keuangan dibuat dalam periode tertentu, misalnya bulanan, triwulanan, atau tahunan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_Penggunaan_Software_Akuntansi\"><\/span><strong>Manfaat Penggunaan Software Akuntansi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menguasai dasar-dasar akuntansi sangat bermanfaat, terutama saat menggunakan software akuntansi. Walaupun otomatisasi dapat menyelesaikan sekitar 75% tugas akuntansi, pemahaman manual tetap diperlukan untuk mengantisipasi kesalahan manusia dan memastikan laporan keuangan tetap akurat. Oleh karena itu, memiliki sistem akuntansi yang handal adalah kunci untuk pertumbuhan bisnis yang stabil dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah Paper.id, platform yang menyediakan fitur <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php\">software akuntansi gratis<\/a> yang terintegrasi dengan sistem invoice digital dan berbagai metode pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah kelebihan Paper.id:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Gratis dan Praktis<\/strong>: Bebas biaya, pencatatan otomatis terintegrasi dengan setiap invoice pembelian dan penjualan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Data Dijamin Aman<\/strong>: Paper.id memiliki keamanan data selevel bank, tersertifikasi ISO 27001.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penggunaan Fleksibel<\/strong>: Semua data tersimpan dalam <em>cloud<\/em>, sehingga bisa diakses kapanpun dan dimanapun.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Terintegrasi dengan Invoice Digital<\/strong>: Kamu bisa buat, bubuhkan <em>e-meterai<\/em>, hingga kirim invoice digital via WhatsApp, Email, dan SMS.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tersedia berbagai Metode Pembayaran<\/strong>: Kamu juga bisa bayar dan terima pembayaran via transfer bank, kartu kredit, <em>e-wallet<\/em>, hingga <em>marketplace<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Menarik sekali, bukan? Yuk, eksplor lebih lanjut dengan cara klik tombol di bawah!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-vivid-cyan-blue-background-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Pelajari Lebih Lanjut<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menguasai dasar-dasar akuntansi sangat penting bagi siapa saja yang ingin mendalami bidang ini. Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, mengikuti peluang dan inovasi di dunia akuntansi tidaklah mudah, terutama di lingkungan profesional. Oleh karena itu, setiap business owner dan akuntan perlu menyesuaikan diri dengan konsep akuntansi dasar yang terus berkembang seiring dengan adopsi aplikasi digital [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":6530,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dasar Akuntansi: Pilar, Peran, &amp; Tujuan Akuntansi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Seorang akuntan harus memahami dasar akuntansi yang meliputi pencatatan transaksi bisnis. Yuk pahami dasar akuntansi disini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/dasar-akuntansi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dasar Akuntansi: Pilar, Peran, &amp; Tujuan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Seorang akuntan harus memahami dasar akuntansi yang meliputi pencatatan transaksi bisnis. Yuk pahami dasar akuntansi disini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/dasar-akuntansi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-28T03:01:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-05T09:15:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Cari-Tahu-Efisiensi-Rasio-Piutang-Usaha-Anda-Dengan-Account-Receivable-Turnover.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Alfian Dimas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Alfian Dimas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dasar Akuntansi: Pilar, Peran, & Tujuan Akuntansi","description":"Seorang akuntan harus memahami dasar akuntansi yang meliputi pencatatan transaksi bisnis. Yuk pahami dasar akuntansi disini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/dasar-akuntansi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dasar Akuntansi: Pilar, Peran, & Tujuan Akuntansi","og_description":"Seorang akuntan harus memahami dasar akuntansi yang meliputi pencatatan transaksi bisnis. Yuk pahami dasar akuntansi disini","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/dasar-akuntansi\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-02-28T03:01:00+00:00","article_modified_time":"2025-03-05T09:15:51+00:00","og_image":[{"width":533,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Cari-Tahu-Efisiensi-Rasio-Piutang-Usaha-Anda-Dengan-Account-Receivable-Turnover.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Alfian Dimas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Alfian Dimas","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/dasar-akuntansi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/dasar-akuntansi\/"},"author":{"name":"Alfian Dimas","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/89b404f7f6df31ed0311dbd27bf10fd8"},"headline":"Dasar Akuntansi: Pilar, Peran, &amp; Tujuan Akuntansi","datePublished":"2024-02-28T03:01:00+00:00","dateModified":"2025-03-05T09:15:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/dasar-akuntansi\/"},"wordCount":783,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/dasar-akuntansi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/dasar-akuntansi\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/dasar-akuntansi\/","name":"Dasar Akuntansi: Pilar, Peran, & Tujuan Akuntansi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-02-28T03:01:00+00:00","dateModified":"2025-03-05T09:15:51+00:00","description":"Seorang akuntan harus memahami dasar akuntansi yang meliputi pencatatan transaksi bisnis. Yuk pahami dasar akuntansi disini","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/dasar-akuntansi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/dasar-akuntansi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/dasar-akuntansi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dasar Akuntansi: Pilar, Peran, &amp; Tujuan Akuntansi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/89b404f7f6df31ed0311dbd27bf10fd8","name":"Alfian Dimas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42afe76eff4ffbb49ba8f9b9712c5c2c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42afe76eff4ffbb49ba8f9b9712c5c2c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Alfian Dimas"},"description":"Seorang SEO Specialist &amp; Content Writer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun di beragam industri seperti OTT (Over The Top), Hukum, Kesehatan, &amp; e-Commerce. Saat ini bereda di industri B2B untuk memperluas wawasan terkait bisnis.","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/alfian\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25318"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25318"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25596,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25318\/revisions\/25596"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}