{"id":25311,"date":"2025-02-25T12:31:18","date_gmt":"2025-02-25T05:31:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=25311"},"modified":"2025-09-24T11:38:15","modified_gmt":"2025-09-24T04:38:15","slug":"surat-perjanjian-konsinyasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/surat-perjanjian-konsinyasi\/","title":{"rendered":"Surat Perjanjian Konsinyasi: Definisi dan Komponen Utama yang Harus Dicantumkan"},"content":{"rendered":"\n<p>Surat perjanjian <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/sistem-penjualan-konsinyasi\/\">konsinyasi<\/a> merupakan dokumen penting dalam dunia bisnis yang berisi kesepakatan antara pemilik barang dan pihak yang menjualnya secara konsinyasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Praktik ini umum dilakukan oleh pelaku usaha untuk mengoptimalkan keuntungan bisnis mereka. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, memahami cara pembuatan surat perjanjian konsinyasi menjadi hal yang krusial bagi para pemilik bisnis di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam surat perjanjian konsinyasi, terdapat beberapa komponen yang harus dijabarkan secara rinci agar perjanjian memiliki kejelasan dan tujuan yang selaras bagi kedua belah pihak. <\/p>\n\n\n\n<p>Nah, artikel ini akan membahas pengertian perjanjian konsinyasi serta komponen yang harus ada dalam surat perjanjian tersebut. Yuk, simak selengkpnya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Surat_Perjanjian_Konsinyasi\"><\/span><strong>Apa Itu Surat Perjanjian Konsinyasi?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Perjanjian konsinyasi adalah suatu kesepakatan antara dua pihak, yaitu pemilik barang (konsinyor\/<em>consigner<\/em>) dan pihak yang menjual barang (konsinyi\/<em>consignee<\/em>) di mana pemilik barang memberikan hak kepada pihak penjual untuk menjual barang miliknya tanpa harus membeli barang tersebut terlebih dahulu. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam perjanjian ini, konsinyi bertindak sebagai perantara yang menjual barang atas nama konsinyor dan akan mendapatkan komisi atau imbalan dari hasil penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perjanjian konsinyasi sering digunakan dalam berbagai sektor bisnis, seperti retail, distribusi, dan industri kreatif, untuk memudahkan penjualan barang tanpa risiko finansial yang besar bagi pihak penjual. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh sebab itu saat menjalankan bisnis maka secara tidak langsung biasanya akan berhubungan dengan hal semacam ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, untuk mengukuhkan perjanjian, diterbitkan surat perjanjian konsinyasi sebagai bukti fisik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/tren-bisnis\/contoh-konsinyasi\/\">3 Contoh Konsinyasi di Berbagai Industri Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komponen_yang_Harus_Ada_dalam_Surat_Perjanjian_Konsinyasi\"><\/span><strong>Komponen yang Harus Ada dalam Surat Perjanjian Konsinyasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Agar perjanjian konsinyasi berjalan dengan baik dan menghindari sengketa di kemudian hari, ada beberapa komponen penting yang harus ada dalam surat perjanjian konsinyasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai komponen-komponen yang dimaksudkan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Judul_perjanjian\"><\/span>1. Judul perjanjian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Judul perjanjian dalam surat perjanjian konsinyasi harus jelas dan harus dapat mencerminkan isi dari dokumen tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, &#8220;Surat Perjanjian Konsinyasi&#8221; atau &#8220;Perjanjian Konsinyasi Barang&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Menggunakan judul yang jelas akan memudahkan pihak-pihak yang terlibat untuk memahami tujuan dari dokumen ini. Karena itu mulailah dengan memberikan judul surat yang jelas secara cermat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Identitas_semua_pihak_yang_terlibat\"><\/span>2. Identitas semua pihak yang terlibat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Berikutnya juga perlu untuk menambahkan komponen berupa indentitas dari para pihak yang melakukan kesepakatan di dalam perjanjian tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Bagian ini mencakup informasi lengkap mengenai masing-masing pihak yang terlibat dalam perjanjian, yaitu konsinyor dan konsinyi.<\/p>\n\n\n\n<p>Informasi yang perlu dicantumkan dalam surat perjanjian konsinyasi ini meliputi sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Nama lengkap<\/li>\n\n\n\n<li>Alamat<\/li>\n\n\n\n<li>Nomor identitas (KTP, NPWP, atau dokumen identitas lainnya)<\/li>\n\n\n\n<li>Status hukum (apakah individu atau badan hukum)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/\">Konsinyasi vs Dropship: Sudah Tahu Bedanya dari Perspektif Pebisnis?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Deskripsi_barang_secara_spesifik\"><\/span>3. Deskripsi barang secara spesifik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam surat perjanjian konsinyasi, sangat penting untuk mencantumkan deskripsi barang yang akan dikonsinyasikan. Deskripsi yang dimaksudkan ini setidaknya harus mencakup informasi berikut.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Jenis barang<\/li>\n\n\n\n<li>Jumlah barang<\/li>\n\n\n\n<li>Spesifikasi atau karakteristik barang<\/li>\n\n\n\n<li>Kondisi barang (baru, bekas, dsb.)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan adanya deskripsi yang jelas, tentunya hal tersebut akan menghindari kebingungan dan sengketa di kemudian hari. <\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu pastikan deskripsi sudah mewakili barang yang dimaksud selengkap mungkin.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Harga_dan_pembagian_keuntungan\"><\/span>4. Harga dan pembagian keuntungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian ini menjelaskan harga jual barang dan bagaimana pembagian keuntungan antara konsinyor dan konsinyi. Hal-hal yang perlu dicantumkan meliputi berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Harga jual barang<\/li>\n\n\n\n<li>Persentase keuntungan yang diterima oleh masing-masing pihak<\/li>\n\n\n\n<li>Cara pembayaran (apakah langsung, setelah barang terjual, dsb.)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Jangka_waktu_perjanjian\"><\/span>5. Jangka waktu perjanjian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jangka waktu perjanjian konsinyasi juga harus ditentukan dengan jelas. Dalam surat perjanjian konsinyasi, hal terkait dengan ini mencakup sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Tanggal mulai dan berakhirnya perjanjian<\/li>\n\n\n\n<li>Ketentuan mengenai perpanjangan perjanjian jika diperlukan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/contoh-bisnis-konsinyasi\/\">3 Contoh Bisnis Konsinyasi yang Paling Menguntungkan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Komponen_tanggung_jawab_dan_kewajiban\"><\/span>6. Komponen tanggung jawab dan kewajiban<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam surat perjanjian konsinyasi, perlu juga diatur mengenai tanggung jawab dan kewajiban masing-masing pihak. Misalnya yaitu seperti yang tertera di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Kewajiban konsinyor untuk menyediakan barang dalam kondisi baik<\/li>\n\n\n\n<li>Kewajiban konsinyi untuk menjaga dan menjual barang dengan baik<\/li>\n\n\n\n<li>Tanggung jawab atas kerusakan atau kehilangan barang<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Ketentuan_pengembalian_barang\"><\/span>7. Ketentuan pengembalian barang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Surat perjanjian konsinyasi juga harus mencakup ketentuan mengenai pengembalian barang yang tidak terjual. Hal ini mencakup sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Jangka waktu pengembalian barang<\/li>\n\n\n\n<li>Prosedur pengembalian barang<\/li>\n\n\n\n<li>Kondisi barang saat dikembalikan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Penyelesaian_sengketa\"><\/span>8. Penyelesaian sengketa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian ini penting untuk mengatur bagaimana jika terjadi sengketa antara kedua belah pihak. Ketentuan yang bisa dicantumkan meliputi antara lain di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Metode penyedia mediasi, arbitrase, atau melalui pengadilan<\/li>\n\n\n\n<li>Lokasi penyelesaian sengketa<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Force_majeure\"><\/span>9. <em>Force majeure<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketentuan mengenai keadaan memaksa (<em>force majeure<\/em>) juga perlu dicantumkan. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini harus mencakup situasi di luar kendali para pihak yang dapat mempengaruhi pelaksanaan perjanjian, seperti bencana alam, perang, atau keadaan darurat lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagian penutup biasanya berisi pernyataan bahwa surat perjanjian konsinyasi ini dibuat dengan itikad baik dan tanpa paksaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Juga, perlu dicantumkan tempat dan tanggal penandatanganan perjanjian, serta tanda tangan kedua belah pihak.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/\">Keuntungan Konsinyasi Bagi Pelaku UMKM<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Surat perjanjian konsinyasi adalah dokumen penting yang mengatur hubungan antara konsinyor dan konsinyi. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mencantumkan semua komponen yang diperlukan, perjanjian ini dapat memberikan perlindungan hukum bagi kedua belah pihak dan meminimalisir risiko sengketa di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, itulah dia penjelasan tentang surat perjanjian konsinyasi. Agar bisnismu makin lancar, gunakan Paper.id, ya. Paper.id adalah <em>platform<\/em> invoicing dan pembayaran bisnis yang bisa membantumu membuat invoice digital dalam 5 menit saja. Kamu bisa pilih dari 30+ opsi pembayaran sesuai preferensimu, juga menikmati rekonsiliasi otomatis sehingga tidak perlu mencocokkan transaksi dengan mutasi rekening.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, pelajari selengkapnya tentang <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-online.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=surat_perjanjian_konsinyasi&amp;utm_content=cta_button\">Paper.id!<\/a> Lalu, registrasikan bisnismu agar bisa nikmati seluruh fiturnya, gratis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=surat_perjanjian_konsinyasi\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Paper.id Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surat perjanjian konsinyasi merupakan dokumen penting dalam dunia bisnis yang berisi kesepakatan antara pemilik barang dan pihak yang menjualnya secara konsinyasi. Praktik ini umum dilakukan oleh pelaku usaha untuk mengoptimalkan keuntungan bisnis mereka. Oleh karena itu, memahami cara pembuatan surat perjanjian konsinyasi menjadi hal yang krusial bagi para pemilik bisnis di Indonesia. Dalam surat perjanjian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":25337,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7848],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Surat Perjanjian Konsinyasi: Definisi dan Komponen Utama yang Harus Dicantumkan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sudahkah kamu memahami tentang surat penjanjian konsinyasi? Penjelasan lengkap terkait definisi dan komponen pentingnya ada di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/surat-perjanjian-konsinyasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Surat Perjanjian Konsinyasi: Definisi dan Komponen Utama yang Harus Dicantumkan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sudahkah kamu memahami tentang surat penjanjian konsinyasi? Penjelasan lengkap terkait definisi dan komponen pentingnya ada di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/surat-perjanjian-konsinyasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-25T05:31:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-24T04:38:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/surat-perjanjian-konsinyasi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1380\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"916\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Surat Perjanjian Konsinyasi: Definisi dan Komponen Utama yang Harus Dicantumkan","description":"Sudahkah kamu memahami tentang surat penjanjian konsinyasi? Penjelasan lengkap terkait definisi dan komponen pentingnya ada di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/surat-perjanjian-konsinyasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Surat Perjanjian Konsinyasi: Definisi dan Komponen Utama yang Harus Dicantumkan","og_description":"Sudahkah kamu memahami tentang surat penjanjian konsinyasi? Penjelasan lengkap terkait definisi dan komponen pentingnya ada di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/surat-perjanjian-konsinyasi\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-02-25T05:31:18+00:00","article_modified_time":"2025-09-24T04:38:15+00:00","og_image":[{"width":1380,"height":916,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/surat-perjanjian-konsinyasi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/surat-perjanjian-konsinyasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/surat-perjanjian-konsinyasi\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Surat Perjanjian Konsinyasi: Definisi dan Komponen Utama yang Harus Dicantumkan","datePublished":"2025-02-25T05:31:18+00:00","dateModified":"2025-09-24T04:38:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/surat-perjanjian-konsinyasi\/"},"wordCount":856,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Purchase Order"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/surat-perjanjian-konsinyasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/surat-perjanjian-konsinyasi\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/surat-perjanjian-konsinyasi\/","name":"Surat Perjanjian Konsinyasi: Definisi dan Komponen Utama yang Harus Dicantumkan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-02-25T05:31:18+00:00","dateModified":"2025-09-24T04:38:15+00:00","description":"Sudahkah kamu memahami tentang surat penjanjian konsinyasi? Penjelasan lengkap terkait definisi dan komponen pentingnya ada di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/surat-perjanjian-konsinyasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/surat-perjanjian-konsinyasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/surat-perjanjian-konsinyasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Surat Perjanjian Konsinyasi: Definisi dan Komponen Utama yang Harus Dicantumkan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25311"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25311"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25311\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25338,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25311\/revisions\/25338"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25337"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25311"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25311"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25311"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}