{"id":25277,"date":"2025-02-27T15:44:10","date_gmt":"2025-02-27T08:44:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=25277"},"modified":"2025-02-27T15:44:11","modified_gmt":"2025-02-27T08:44:11","slug":"contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/","title":{"rendered":"11 Contoh Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang"},"content":{"rendered":"\n<p>Pernahkah kamu berpikir bagaimana sebuah bisnis dagang bisa mencatat setiap transaksi dengan rapi, menghitung laba dengan tepat, dan memastikan keuangannya tetap sehat?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Semua itu tidak terjadi begitu saja\u2014ada proses yang disebut siklus akuntansi. Siklus ini mencakup tahapan-tahapan penting yang harus dilakukan secara berurutan agar laporan keuangan yang dihasilkan akurat dan bisa menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas 11 contoh tahapan siklus akuntansi yang biasa diterapkan dalam perusahaan dagang. Yuk, simak penjelasannya agar kamu lebih memahami bagaimana akuntansi membantu bisnis berjalan lebih tertata dan efisien!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Siklus_Akuntansi_Perusahaan_Dagang\"><\/span><strong>Apa Itu Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Siklus<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/akuntansi-perusahaan-dagang-adalah\/\"> akuntansi perusahaan dagang adalah<\/a> rangkaian proses pencatatan, pengelolaan, dan pelaporan transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu periode akuntansi. Siklus ini bertujuan untuk menyusun laporan keuangan yang akurat dan mencerminkan kondisi bisnis secara nyata. Prosesnya mencakup pencatatan transaksi, penyesuaian, hingga penyusunan laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/akuntansi-perusahaan-dagang-adalah\/\">Akuntansi Perusahaan Dagang: Definisi dan Siklus Lengkapnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tahapan_Siklus_Akuntansi_Perusahaan_Dagang\"><\/span><strong>Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut tahapan-tahapan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/\">siklus akuntansi perusahaan dagang<\/a>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mencatat_transaksi_di_jurnal_umum\"><\/span>1. Mencatat transaksi di jurnal umum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah pertama dalam siklus akuntansi adalah mencatat semua transaksi bisnis di jurnal umum. Setiap peristiwa keuangan yang terjadi akan dicatat sesuai dengan prinsip akuntansi. Misalnya, jika perusahaan membeli kendaraan dengan kas, akun kas berkurang (dikreditkan) dan akun kendaraan bertambah (didebitkan).<\/p>\n\n\n\n<p>Jika transaksi dalam bisnis masih sedikit, jurnal umum mungkin cukup. Namun, untuk bisnis dengan transaksi tinggi, jurnal khusus seperti jurnal penerimaan kas, pengeluaran kas, pembelian, dan penjualan dapat membantu menyederhanakan pencatatan dan meningkatkan efisiensi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mencatat_di_buku_besar_pembantu\"><\/span>2. Mencatat di buku besar pembantu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah transaksi dicatat di jurnal umum, langkah berikutnya adalah memindahkannya ke buku besar pembantu. Buku besar ini mengelompokkan akun tertentu, seperti piutang dan utang, sehingga memudahkan pemantauan keuangan dan perencanaan anggaran. Data dari buku besar ini kemudian digunakan untuk menyusun neraca saldo.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menyusun_neraca_saldo_belum_disesuaikan\"><\/span>3. Menyusun neraca saldo belum disesuaikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Neraca saldo belum disesuaikan adalah daftar semua akun bisnis sebelum dilakukan jurnal penyesuaian. Penyusunannya cukup sederhana: saldo akun dari buku besar dipindahkan ke neraca saldo, dengan saldo debit di sebelah kiri dan saldo kredit di sebelah kanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sistem akuntansi modern, proses ini sering dilakukan secara otomatis oleh perangkat lunak. Namun, dalam sistem manual, pembaruan biasanya dilakukan secara berkala, seperti mingguan atau bulanan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Membuat_jurnal_penyesuaian\"><\/span>4. Membuat jurnal penyesuaian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jurnal penyesuaian dibuat pada akhir periode untuk memastikan bahwa pendapatan dan pengeluaran tercatat pada periode yang tepat. Penyesuaian ini meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Pembayaran di muka<\/strong> (misalnya, sewa dibayar di awal tahun tetapi digunakan setiap bulan)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Akrual<\/strong> (pengakuan pendapatan atau beban yang belum dicatat)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pengeluaran non-tunai <\/strong>(misalnya, penyusutan aset tetap)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Menyusun_neraca_saldo_telah_disesuaikan\"><\/span>5. Menyusun neraca saldo telah disesuaikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah jurnal penyesuaian dibuat, neraca saldo yang disesuaikan disusun. Ini mencerminkan kondisi keuangan yang lebih akurat sebelum laporan keuangan disusun. Ada dua metode penyusunannya: memindahkan saldo dari buku besar atau menyesuaikan saldo dari neraca saldo sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/\">Memahami Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang, Pebisnis Wajib Paham!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Menyusun_laporan_keuangan\"><\/span>6. Menyusun laporan keuangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Laporan keuangan adalah tujuan utama akuntansi. Laporan ini mencakup: neraca, laba rugi, laba ditahan, dan arus kas yang memberikan gambaran lengkap tentang kondisi keuangan perusahaan dan digunakan untuk pengambilan keputusan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Menyusun_lembar_kerja_akuntansi\"><\/span>7. Menyusun lembar kerja akuntansi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Lembar kerja akuntansi membantu akuntan merangkum seluruh langkah dalam siklus akuntansi, mulai dari neraca saldo hingga laporan keuangan. Lembar ini biasanya memiliki lima kolom yang menunjukkan alur pencatatan transaksi dari awal hingga akhir periode akuntansi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Membuat_jurnal_penutup\"><\/span>8. Membuat jurnal penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jurnal penutup digunakan untuk menutup akun sementara, seperti akun pendapatan dan beban, dengan mentransfer saldonya ke akun laba ditahan. Ini memastikan bahwa setiap periode akuntansi dimulai dengan saldo nol untuk akun pendapatan dan beban.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, jika perusahaan memiliki pendapatan Rp100 juta dan beban Rp60 juta, maka laba Rp40 juta akan dipindahkan ke akun laba ditahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Membuat_ringkasan_penghasilan\"><\/span>9. Membuat ringkasan penghasilan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Akun ringkasan penghasilan bersifat sementara dan digunakan untuk menampung saldo akun pendapatan dan beban sebelum dilakukan penutupan. Ini membantu memastikan bahwa seluruh pendapatan dan beban telah dipindahkan dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Menyusun_neraca_saldo_setelah_tutup_buku\"><\/span>10. Menyusun neraca saldo setelah tutup buku<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah jurnal penutup dibuat, neraca saldo akhir disusun untuk memastikan semua akun sementara telah ditutup dan saldo akun tetap sesuai. Neraca ini mencerminkan posisi keuangan yang sebenarnya setelah semua penyesuaian dan penutupan dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"11_Membuat_jurnal_pembalik\"><\/span>11. Membuat jurnal pembalik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah terakhir adalah membuat jurnal pembalik untuk membatalkan jurnal penyesuaian tertentu dari periode sebelumnya. Ini berguna untuk menyederhanakan pencatatan di periode baru, terutama untuk akun akrual dan pembayaran di muka. Namun, jurnal pembalik bersifat opsional, tergantung pada kebijakan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/rekomendasi-aplikasi-akuntansi-mudah\/\">5 Rekomendasi Aplikasi Akuntansi yang Mudah Digunakan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelola_Keuangan_Bisnis_Lebih_Mudah_dan_Efisien_dengan_Paperid\"><\/span><strong>Kelola Keuangan Bisnis Lebih Mudah dan Efisien dengan Paper.id!<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Mengelola siklus akuntansi itu penting, tapi jika masih pakai cara manual, bisa jadi boros waktu dan tenaga. Jangan khawatir! Paper.id hadir untuk membantumu mencatat dan mengontrol keuangan bisnis dengan lebih cepat, praktis, dan otomatis.<\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa harus pakai fitur akuntansi Paper.id?<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Gratis dan Otomatis<\/strong>: Pencatatan transaksi langsung terintegrasi dengan invoice pembelian dan penjualan, tanpa biaya tambahan!<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keamanan Setara Bank<\/strong>: Data keuangan bisnis aman dengan sertifikasi ISO 27001.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Akses Fleksibel Kapan Saja<\/strong>: Berbasis <em>cloud<\/em>, sehingga kamu bisa mengelola keuangan dari mana pun dan kapan pun.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Terintegrasi dengan Invoice Digital<\/strong>: Buat invoice, bubuhkan e-meterai, dan kirim langsung via WhatsApp, Email, atau SMS.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tersedia Berbagai Metode Pembayaran<\/strong>: Bayar dan terima pembayaran lebih mudah lewat transfer bank, kartu kredit, <em>e-wallet<\/em>, hingga <em>marketplace<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Saatnya kelola keuangan bisnis dengan lebih praktis dan profesional! Yuk, eksplor fitur akuntansi sederhana dari Paper.id dan nikmati pencatatan keuangan yang lebih rapi, efisien, dan tanpa ribet dengan klik tombol di bawah!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-vivid-cyan-blue-background-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=contoh_tahapan_siklus_akuntansi_perusahaan_dagang&amp;utm_content=cta_button\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Eksplor Fitur Akuntansi<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah kamu berpikir bagaimana sebuah bisnis dagang bisa mencatat setiap transaksi dengan rapi, menghitung laba dengan tepat, dan memastikan keuangannya tetap sehat?&nbsp; Semua itu tidak terjadi begitu saja\u2014ada proses yang disebut siklus akuntansi. Siklus ini mencakup tahapan-tahapan penting yang harus dilakukan secara berurutan agar laporan keuangan yang dihasilkan akurat dan bisa menjadi dasar dalam pengambilan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":25278,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>11 Contoh Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mau tahu bagaimana contoh tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang? Yuk, simak tahapan-tahapan selengkapnya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"11 Contoh Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mau tahu bagaimana contoh tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang? Yuk, simak tahapan-tahapan selengkapnya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-27T08:44:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-27T08:44:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-mikhail-nilov-6964105.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1279\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"917\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"11 Contoh Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang","description":"Mau tahu bagaimana contoh tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang? Yuk, simak tahapan-tahapan selengkapnya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"11 Contoh Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang","og_description":"Mau tahu bagaimana contoh tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang? Yuk, simak tahapan-tahapan selengkapnya di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-02-27T08:44:10+00:00","article_modified_time":"2025-02-27T08:44:11+00:00","og_image":[{"width":1279,"height":917,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-mikhail-nilov-6964105.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"11 Contoh Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang","datePublished":"2025-02-27T08:44:10+00:00","dateModified":"2025-02-27T08:44:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/"},"wordCount":881,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/","name":"11 Contoh Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-02-27T08:44:10+00:00","dateModified":"2025-02-27T08:44:11+00:00","description":"Mau tahu bagaimana contoh tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang? Yuk, simak tahapan-tahapan selengkapnya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-tahapan-siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"11 Contoh Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25277"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25277"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25283,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25277\/revisions\/25283"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25278"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}