{"id":25087,"date":"2025-02-18T18:19:09","date_gmt":"2025-02-18T11:19:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=25087"},"modified":"2025-10-08T22:24:22","modified_gmt":"2025-10-08T15:24:22","slug":"prinsip-dasar-akuntansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/prinsip-dasar-akuntansi\/","title":{"rendered":"10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Penting Dipahami Akuntan Bisnis"},"content":{"rendered":"\n<p>Saat membuat laporan keuangan yang akurat dan valid, maka perlu menerapkan prinsip dasar akuntansi. <\/p>\n\n\n\n<p>Apalagi, para akuntan memang harus bisa menjalankan prinsip akuntansi dengan baik, terstruktur, dan juga sudah memenuhi standar.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, prinsip dasar akuntansi adalah dasar dalam cara melakukan proses akuntansi. Prinsip ini juga dibutuhkan untuk membuat laporan keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, yuk, pahami penjelasan lengkap tentang prinsip-prinsipnya di sini! <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/pengertian-akuntansi-secara-umum\/\">Akuntansi: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Manfaatnya untuk Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Prinsip_Dasar_Akuntansi\"><\/span><strong>Prinsip Dasar Akuntansi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setidaknya, ada 10 prinsip dasar akuntansi yang sering digunakan hingga sekarang. Penjelasannya adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Prinsip_Entitas_Ekonomi_Economic_Entity_Principle\"><\/span>1.&nbsp;Prinsip Entitas Ekonomi (<em>Economic Entity Principle<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Prinsip yang pertama adalah entitas ekonomi. Seperti apa entitas ekonomi? Entitas sendiri merupakan badan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan usaha. Lalu, apa manfaat prinsip entitas ekonomi bagi akuntansi dan perusahaan?<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, entitas ekonomi adalah informasi ekonomi yang berasal dari perusahaan. Lalu, perusahaan tersebut harus independen atau berdiri sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p>Laporan keuangannya tidak boleh digabung dengan keuangan pribadi agar mudah dikelola baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, Pak Budi punya sebuah perusahaan dan ingin mengetahui cash flow atau laju keuangannya. Oleh sebab itu, diperlukan adanya laporan keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Adanya laporan yang dibuat tidak boleh bercampur dengan keuangan pribadinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, manfaat prinsip entitas ekonomi bagi akuntansi adalah berguna untuk mendapatkan data penghasilan di perusahaan tadi sehingga dapat diketahui dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Prinsip_Biaya_Historis_Historical_Cost_Principle\"><\/span>2. Prinsip Biaya Historis (<em>Historical Cost Principle<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya adalah biaya historis yang dilakukan dengan menulis semua biaya keluar agar bisa mendapatkan barang. Artinya, prinsip ini menulis setiap pengeluaran untuk mendapatkan barang yang diinginkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya berlaku pada barang, tetapi juga pada jasa yang diperoleh dari biaya tersebut. Contohnya adalah ketika membeli modem\/router internet. <\/p>\n\n\n\n<p>Biaya yang dicatat tidak hanya dari harga modem tersebut,&nbsp; tetapi juga jasa pemasangan WiFi, biaya teknis, sampai biaya transportasi juga perlu dihitung.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/kode-akun-akuntansi-adalah\/\">Inilah Kode Akun Akuntansi dari Pengertian hingga Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Prinsip_Kesinambungan_Usaha_Going_Concern\"><\/span>3. Prinsip Kesinambungan Usaha (<em>Going Concern<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Prinsip akuntansi ini menjelaskan bagaimana cara yang perlu dilakukan untuk membuat usaha selalu berjalan dan berkesinambungan. <\/p>\n\n\n\n<p>Prinsip ini mengedepankan perusahaan agar bisa terus berjalan. Dengan begitu, perlu melakukan berbagai cara yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, usaha tersebut bisa dihentikan jika ada hal khusus yang membuatnya berhenti.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/one.paper.id\/YcQX\/haydl6wp\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"450\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-31524\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1.jpg 900w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1-300x150.jpg 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1-768x384.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Prinsip_Pengungkapan_Penuh_Full_Disclosure\"><\/span>4. Prinsip Pengungkapan Penuh (<em>Full Disclosure<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Telah diketahui bahwa setiap perusahaan atau organisasi harus membuat laporan keuangan. Hal tersebut menjadi penting karena pencatatan itu akan membantu orang menganalisis perkembangan keuangan sampai dengan transparansi yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Nantinya, penyajian informasi tersebut akan lebih dinilai dengan objektif sepenuhnya. Jika mengacu pada prinsip ini, informasi keuangan yang diberikan harus detail dan terperinci sehingga akuntan bisa mengambil kebijakan dari laporang yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, laporan yang tidak lengkap sangat riskan untuk membuat salah paham. Nantinya, langkah yang akan diambil kedepannya bisa salah. <\/p>\n\n\n\n<p>Laporan keuangan yang ambigu akan mengundang banyak pertanyaan yang harus dicarikan jawabannya sehingga ini akan memakan waktu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Prinsip_Pengakuan_Pendapatan_Revenue_Recognition_Principle\"><\/span>5.&nbsp;Prinsip Pengakuan Pendapatan (<em>Revenue Recognition Principle<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam prinsip akuntansi pengakuan pendapatan, diketahui bahwa pendapatan adalah hasil penjualan barang atau jasa. <\/p>\n\n\n\n<p>Pendapatan ini akan mendapatkan harta dan Aliran hartanya harus selalu dihitung setiap jangka waktu tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Prinsip pengakuan pendapatan membuat kita harus \u201cmengakui\u201d uang yang masuk tersebut sebagai penghasilan\/pendapatan. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, selama satu bulan kamu berhasil menjual baju sampai memperoleh Rp 4 juta. Nah, uang tersebut harus diakui sebagai hasil dari pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/etika-profesi-akuntansi-adalah\/\">Etika Profesi Akuntansi: Definisi hingga Tantangannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Prinsip_Mempertemukan_Matching_Principle\"><\/span>6.&nbsp;Prinsip Mempertemukan (<em>Matching Principle<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Prinsip dasar akuntansi lainnya adalah matching principle. Dalam prinsip ini, harus ada perbandingan dari pendapatan tersebut dengan biaya pengeluarannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Prinsip mempertemukan wajib diterapkan pada perusahaan karena bisa mengetahui untung ruginya.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah dibandingkan, kamu bisa mendapatkan hasil pendapatan yang diperoleh dari perusahaan tadi. Jika pendapatan tersebut lebih besar dibandingkan pengeluaran, maka disebut dengan untung. Sebaliknya, jika malah kecil dibandingkan pengeluaran maka disebut rugi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Prinsip_Periode_Akuntansi_Period_Principle\"><\/span>7. Prinsip Periode Akuntansi (<em>Period Principle<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk prinsip akuntansi ini berkaitan dengan waktu. Setiap laporan keuangan yang dibuat harus ditulis dengan terstruktur dalam jangka waktu tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, membuat laporan keuangan satu bulan sekali, 3 bulan sekali, sampai dengan satu tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya jangka waktu tersebut memudahkan pelaporan keuangan diketahui secara jelas sesuai dengan waktunya. Akan lebih baik jika jangka waktunya tidak terlalu lama agar bisa menganalisis secara berkala.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembuat laporan ini nantinya harus menjelaskan keuangan dari kurun waktu yang ditentukan. Bisa juga dengan menampilkan grafik keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, setiap jangka waktu tersebut akan didapatkan hasil tren keuangan apakah semakin naik atau semakin menurun.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika perusahaan mengambil jangka waktu sebulan sekali, artinya pembuatan laporan dilakukan selama sekitar 30 hari. Misalnya, 1 januari ke 1 februari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Prinsip_Konsistensi_Consistency_Principle\"><\/span>8.&nbsp;Prinsip Konsistensi (<em>Consistency Principle<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Prinsip akuntansi selanjutnya adalah konsistensi. Konsistensi adalah ketetapan yang dilakukan secara berkelanjutan. Inilah yang juga diterapkan dalam membuat laporan keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk Laporan keuangan harus dibuat dengan format yang sama dan tidak boleh berubah-ubah. Hal ini agar mudah dibaca dan tidak membuat orang kebingungan untuk menginterpretasikannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode yang digunakan untuk menjalankan prinsip akuntansi harus sama dan dijadikan sebagai standar kebijakan perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Sistem dari rumus keuangan juga tidak boleh berganti semaunya. Sebab, bisa menyulitkan pembaca untuk menilai dan membandingkannya dengan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Prinsip_Satuan_Moneter_Monetary_Unit_Principle\"><\/span>9. Prinsip Satuan Moneter (<em>Monetary Unit Principle<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Prinsip satuan moneter mewajibkan semua keuangan harus memakai satuan moneter atau mata uang tertentu. Hal ini penting agar formatnya menjadi sama semua sehingga perhitungannya menjadi mudah. Contoh, laporan keuangan dengan memakai dollar, rupiah, atau yen semua.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/\">Memahami Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang, Pebisnis Wajib Paham!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Prinsip_Materialitas_Materiality_Principle\"><\/span>10.&nbsp;Prinsip Materialitas (<em>Materiality Principle<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Laporan keuangan yang dibuat adalah pencatatan yang bernilai dan ini harus diakui. Setiap pencatatan keuangan tersebut tidak terlepas dari nominal dan material. <\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, setiap informasi yang diberikan dapat mempengaruhi keputusan tentang bagaimana cara menjaga nilai tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, itulah 10 prinsip dasar akuntansi yang wajib dipahami pebisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Paper.id, laporan keuangan dapat kamu pantau dengan mudah lewat fitur akuntansi sederhananya. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, tentunya kamu juga dapat buat dan kirim invoice dalam 5 menit dengan akses ke 30+ opsi pembayaran, mulai dari transfer bank, QRIS, Virtual Account, hingga kartu kredit tanpa perlu mesin EDC. Nah menariknya, di Paper.id juga tersedia <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php\">aplikasi akuntansi online<\/a>, yang bisa membantu memenuhi kebutuhan akuntansi dasar bisnis kamu, menarik bukan? fitur <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php\">software akuntansi online<\/a> bisa kamu pakai secara gratis!<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, pelajari selengkapnya tentang Paper.id!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=prinsip_dasar_akuntansi\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pelajari Paper.id Selengkapnya<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Jangan lupa registrasikan bisnismu ke Paper.id juga, ya. Gratis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-3 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=prinsip_dasar_akuntansi\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Daftar Paper.id Gratis!<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat membuat laporan keuangan yang akurat dan valid, maka perlu menerapkan prinsip dasar akuntansi. Apalagi, para akuntan memang harus bisa menjalankan prinsip akuntansi dengan baik, terstruktur, dan juga sudah memenuhi standar. Pada dasarnya, prinsip dasar akuntansi adalah dasar dalam cara melakukan proses akuntansi. Prinsip ini juga dibutuhkan untuk membuat laporan keuangan. Oleh karena itu, yuk, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":25088,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Penting Dipahami Akuntan Bisnis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sudahkah paham tentang prinsip dasar akuntansi? Yuk, simak 10 prinsip dasar akuntansi dan penjelasannya dalam artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/prinsip-dasar-akuntansi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Penting Dipahami Akuntan Bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sudahkah paham tentang prinsip dasar akuntansi? Yuk, simak 10 prinsip dasar akuntansi dan penjelasannya dalam artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/prinsip-dasar-akuntansi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-18T11:19:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T15:24:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/prinsip-dasar-akuntansi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"996\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"664\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Penting Dipahami Akuntan Bisnis","description":"Sudahkah paham tentang prinsip dasar akuntansi? Yuk, simak 10 prinsip dasar akuntansi dan penjelasannya dalam artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/prinsip-dasar-akuntansi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Penting Dipahami Akuntan Bisnis","og_description":"Sudahkah paham tentang prinsip dasar akuntansi? Yuk, simak 10 prinsip dasar akuntansi dan penjelasannya dalam artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/prinsip-dasar-akuntansi\/","og_site_name":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-02-18T11:19:09+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T15:24:22+00:00","og_image":[{"width":996,"height":664,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/prinsip-dasar-akuntansi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/prinsip-dasar-akuntansi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/prinsip-dasar-akuntansi\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Penting Dipahami Akuntan Bisnis","datePublished":"2025-02-18T11:19:09+00:00","dateModified":"2025-10-08T15:24:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/prinsip-dasar-akuntansi\/"},"wordCount":1003,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/prinsip-dasar-akuntansi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/prinsip-dasar-akuntansi\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/prinsip-dasar-akuntansi\/","name":"10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Penting Dipahami Akuntan Bisnis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-02-18T11:19:09+00:00","dateModified":"2025-10-08T15:24:22+00:00","description":"Sudahkah paham tentang prinsip dasar akuntansi? Yuk, simak 10 prinsip dasar akuntansi dan penjelasannya dalam artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/prinsip-dasar-akuntansi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/prinsip-dasar-akuntansi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/prinsip-dasar-akuntansi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Penting Dipahami Akuntan Bisnis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25087"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25087"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25087\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31531,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25087\/revisions\/31531"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25088"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25087"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25087"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25087"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}