{"id":2508,"date":"2019-03-12T15:17:09","date_gmt":"2019-03-12T08:17:09","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=2508"},"modified":"2025-10-12T10:52:31","modified_gmt":"2025-10-12T03:52:31","slug":"keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/","title":{"rendered":"Keuntungan Konsinyasi Bagi Pelaku UMKM"},"content":{"rendered":"\n<p>Siapa bilang kalo berbisnis itu membutuhkan uang? Tanpa modal pun kamu masih bisa menjadi seorang pengusaha. Bagaimana caranya? ada beberapa sistem kerjasama yang bisa dilakukan, misalnya&nbsp;<em>reseller, dropshipper,&nbsp;<\/em>ataupun konsinyasi.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Reseller&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>dropshipper&nbsp;<\/em>merupakan dua sistem kerja sama yang mana penjual (<em>seller)<\/em> akan mengajukan diri untuk menjadi mitra kepada pihak <em>supplier<\/em>. Biasanya, keuntungan didapatkan dari perjanjian yang ditentukan, bisa dari komisi tertentu dari pihak&nbsp;<em>supplier&nbsp;<\/em>atau juga ambil untung dari produk yang telah terjual.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dari kedua sistem sebelumnya, konsinyasi adalah kerjasama penjualan antara dua pihak tertentu, yakni\u00a0<em>seller\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>supplier.\u00a0<\/em>Akan tetapi bedanya, pihak pemasok yang menawarkan barangnya kepada penjual. Lantas, apakah syarat konsinyasi lebih mudah dibandingkan dengan sistem kerjasama lainnya?<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=keuntungan_konsinyasi\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Invoice-Penjualan-4.png\" alt=\"Invoice penjualan\" class=\"wp-image-14789\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Invoice-Penjualan-4.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Invoice-Penjualan-4-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Invoice-Penjualan-4-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Konsinyasi\"><\/span>Apa Itu Konsinyasi?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image size-full wp-image-2200\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"571\" height=\"400\" src=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/dress-shirt.jpg\" alt=\"Brand Produk Terkenal\" class=\"wp-image-2200\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Brand Produk Terkenal<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Singkatnya, sistem kerjasama ini terjadi antara kedua pihak yang mana&nbsp;<em>supplier&nbsp;<\/em>akan menitipkan barangnya kepada pihak penjual. Namun, sebelum itu dilakukan, kedua pihak tersebut sudah menyetujui persyaratan-persyaratan tertentu, mulai dari pembagian komisi dan tata cara pemberian produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Strategi penjualan ini sangatlah efektif bagi kamu para pengusaha pemula yang tidak mempunyai banyak modal untuk membuat produk sendiri. Nantinya, kamu bisa menjual produk mereka sembari membuat produk sendiri. Dengan begitu,&nbsp;<em>brand&nbsp;<\/em>kamu akan dikenal oleh <em>customer<\/em>. Kurang lebih mirip dengan promosi gratis namun menghasilkan laba yang cukup besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh bisnis konsinyasi yang sangat terkenal di masyarakat adalah pakaian. Contohnya, kamu bisa lihat banyak sekali&nbsp;<em>department store&nbsp;<\/em>yang menjual produk&nbsp;<em>brand&nbsp;<\/em>lain. Dengan begitu, nama mereka ikut terangkat dan menjadi salah satu tempat fashion yang kerap didatangi para&nbsp;<em>customer<\/em> setiap harinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam syarat-syarat konsinyasi, ada dua pihak yang akan terlibat, yakni toko penjual&nbsp;atau juga disebut sebagai&nbsp;<strong><em>consignee<\/em>.&nbsp;<\/strong>Sedangkan, untuk pemilik produk biasa dipanggil sebagai&nbsp;<strong><em>consignor<\/em>.&nbsp;<\/strong>Lebih lanjut, siapa yang paling diuntungkan dan dirugikan dalam sistem ini?<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/product-content\/beda-metode-fifo-lifo-fefo\/\">Perbedaan Metode FIFO, FEFO, LIFO dan Average di Pengelolaan Bisnis<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keuntungan_dan_Kerugian\"><\/span>Keuntungan dan Kerugian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image size-full wp-image-2404\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/delivries-1024x683-1.jpg\" alt=\"Mengantar Barang\" class=\"wp-image-2404\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Mengantar Barang<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Dalam setiap sistem bisnis yang dijalankan, selalu ada keuntungan dan kerugian. Menggunakan bisnis konsinyasi juga begitu. Pihak&nbsp;<em>consignee&nbsp;<\/em>dan consignor pastinya bisa akan merasakan beberapa hal di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Benefit Untuk Consignor (Pemilik Produk)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Tak perlu cari pelanggan untuk menjual produk.<br>&#8211; Fokus dalam pengembangan kualitas.<br>&#8211; Tidak perlu membuat transaksi pengeluaran.<br>&#8211; Produk bisa terjual tanpa harus mengiklankan di sosial media.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Efek Negatif Untuk Consignor (Pemilik Produk)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Stok menumpuk di toko penjual.<br>&#8211; Uang hasil penjualan tidak bisa diambil secara cepat, tergantung dengan perjanjian.<br>&#8211; Komisi yang diminta pihak penjual besar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Benefit Untuk Consignee (Toko Penjual<\/strong><strong>)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Tidak perlu membuat produk.<br>&#8211; Untung yang didapatkan besar.<br>&#8211; Sedikit resiko karena jika produk tidak laku bisa dikembalikan ke pihak&nbsp;<em>supplier.<br>&#8211;&nbsp;<\/em>Strategi display produk, semakin depan akan semakin mahal komisi yang diminta.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Efek Negatif Untuk Consignee (Toko Penjual)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Denda jika barang rusak atau hilang.<br>&#8211; Menguntungkan&nbsp;<em>brand&nbsp;<\/em>orang lain.<br>&#8211; Diskon produk bisa mempengaruhi margin komisi yang nantinya akan didapatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Keuntungan konsinyasi bagi pelaku UMKM di Indonesia membuat sistem kerjasama ini mulai sering dilakukan. Apakah kamu juga mulai tertarik untuk melakukannya?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Menjadi_Consignor\"><\/span>Tips Menjadi Consignor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image size-full wp-image-2265\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Oasodm.com-how-to-borrow-money-online-in-Nigeria-Loan-without-collateral.jpeg\" alt=\"Fenomena Pinjam Uang\" class=\"wp-image-2265\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Fenomena Pinjam Uang<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Memiliki produk dan menitipkannya kepada para pemilik toko (consignor) memang menjanjikan iming-iming uang besar. Bagaimana tidak, tanpa harus menjual produk, mereka bisa mendapatkan untung yang berlipat. Jika kamu ingin memulai usaha dengan sistem kerjasama ini, ada beberapa tips yang harus diketahui terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211; Sudah memastikan target pasar secara jelas sedari awal berdiri.<br>&#8211; Melakukan inovasi produk karena kompetitor akan semakin banyak.<br>&#8211; Jaga hubungan dengan baik dengan&nbsp;<em>consignee&nbsp;<\/em>karena mereka adalah mitra kamu.<br>&#8211; Buat persetujuan pada awal mencari mitra yang akan dijadikan pihak&nbsp;<em>consignee.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga:<a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/product-content\/aplikasi-stok-barang-untuk-bisnis\/\">&nbsp;6 Tips Mendapatkan Aplikasi Stok Barang Untuk Kemudahan Bisnis Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Beda_Konsinyasi_dan_Beli_Putus\"><\/span>Beda Konsinyasi dan Beli Putus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image size-full wp-image-2098\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"363\" src=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/ecommerce-tax-would-be-bad-for-uk-retailers-says-study_1024344034.jpg\" alt=\"Aturan Pajak Ecommerce\" class=\"wp-image-2098\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Aturan Pajak Ecommerce<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Banyak yang masih salah persepsi mengenai perbedaan antara sistem kerjasama ini dengan beli putus. Biasanya, beli putus dilakukan oleh sebuah pihak yang membeli barang dari pihak supplier secara penuh. Pihak toko akan membayarkan uang secara penuh dan tidak mengikat kontrak kepada supplier. Intinya, dalam strategi beli putus, tidak ada kerjasama.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Konsinyasi= Produk datang, dibayar pada akhir periode.<br>Beli Putus= Bayar di awal tanpa ada kerjasama.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Di dalam sistem konsinyasi, pihak pemilik produk yang secara suka rela menitipkan barangnya kepada pihak penjual. Lebih lanjut, uang hasil jualan dan komisi baru akan dibagikan tergantung dengan kerjasama yang dilakukan, bisa itu seminggu sekali, sebulan sekali atau setiap 100 produk terjual. Agar lebih mempermudah, lihat penjelasan di atas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa bilang kalo berbisnis itu membutuhkan uang? Tanpa modal pun kamu masih bisa menjadi seorang pengusaha. Bagaimana caranya? ada beberapa sistem kerjasama yang bisa dilakukan, misalnya&nbsp;reseller, dropshipper,&nbsp;ataupun konsinyasi. Reseller&nbsp;dan&nbsp;dropshipper&nbsp;merupakan dua sistem kerja sama yang mana penjual (seller) akan mengajukan diri untuk menjadi mitra kepada pihak supplier. Biasanya, keuntungan didapatkan dari perjanjian yang ditentukan, bisa dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2514,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Keuntungan Konsinyasi Bagi Pelaku UMKM di Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Konsinyasi merupakan salah satu cara buat kamu para pengusaha pemula untuk memulai bisnis tanpa modal uang banyak. Bagaimana caranya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Keuntungan Konsinyasi Bagi Pelaku UMKM di Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konsinyasi merupakan salah satu cara buat kamu para pengusaha pemula untuk memulai bisnis tanpa modal uang banyak. Bagaimana caranya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-03-12T08:17:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-12T03:52:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/small-business-must-have-tools.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Keuntungan Konsinyasi Bagi Pelaku UMKM di Indonesia","description":"Konsinyasi merupakan salah satu cara buat kamu para pengusaha pemula untuk memulai bisnis tanpa modal uang banyak. Bagaimana caranya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Keuntungan Konsinyasi Bagi Pelaku UMKM di Indonesia","og_description":"Konsinyasi merupakan salah satu cara buat kamu para pengusaha pemula untuk memulai bisnis tanpa modal uang banyak. Bagaimana caranya?","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-03-12T08:17:09+00:00","article_modified_time":"2025-10-12T03:52:31+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/small-business-must-have-tools.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Daniel Nugraha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Daniel Nugraha","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/"},"author":{"name":"Daniel Nugraha","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb"},"headline":"Keuntungan Konsinyasi Bagi Pelaku UMKM","datePublished":"2019-03-12T08:17:09+00:00","dateModified":"2025-10-12T03:52:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/"},"wordCount":744,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/","name":"Keuntungan Konsinyasi Bagi Pelaku UMKM di Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-03-12T08:17:09+00:00","dateModified":"2025-10-12T03:52:31+00:00","description":"Konsinyasi merupakan salah satu cara buat kamu para pengusaha pemula untuk memulai bisnis tanpa modal uang banyak. Bagaimana caranya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keuntungan-konsinyasi-bagi-pelaku-umkm\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Keuntungan Konsinyasi Bagi Pelaku UMKM"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb","name":"Daniel Nugraha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Daniel Nugraha"},"description":"Seorang Penulis &amp; SEO Specialist dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di industri media, bisnis &amp; ekonomi, dengan hobi yang berbeda dari lainnya yakni riset terkait topik bisnis dan juga ekonomi serta sering kali difitur di berbagai media atas hasil tulisan seputar release dan kabar bisnis","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/daniel\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2508"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2508"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2508\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16252,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2508\/revisions\/16252"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2514"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2508"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2508"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2508"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}