{"id":24998,"date":"2025-02-17T16:29:27","date_gmt":"2025-02-17T09:29:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=24998"},"modified":"2025-02-17T17:58:29","modified_gmt":"2025-02-17T10:58:29","slug":"analisis-laporan-keuangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/analisis-laporan-keuangan\/","title":{"rendered":"Analisis Laporan Keuangan: Definisi, Manfaat, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Untuk kamu yang berniat menjadi atau bahkan sudah jadi seorang pengusaha, maka perlu memahami analisis laporan keuangan. Hal tersebut perlu dilakukan agar pengusaha dapat memantau seperti apa perkembangan bisnisnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Walaupun sangat penting, akan tetapi masih banyak pengusaha yang masih bingung dengan contoh dan makna dari analisis keuangan. Agar lebih paham, simak penjelasannya berikut ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Analisis_Laporan_Keuangan\"><\/span><strong>Pengertian Analisis Laporan Keuangan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Analisis <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/laporan-keuangan-adalah\/\">laporan keuangan<\/a> adalah suatu proses yang di dalamnya meliputi penilaian, identifikasi, dan perbandingan dari hasil laporan sebelumnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Laporan keuangan tersebut kemudian dievaluasi dengan hasil laporan yang sudah disusun di tahun-tahun sebelumnya. Tujuannya agar bisa mengetahui kondisi finansial perusahaan dari tahun ke tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui laporan finansial ini, pemimpin perusahaan bisa mengetahui kemungkinan masalah keuangan yang terjadi di perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu juga sekaligus dapat menentukan kebijakan atau keputusan tepat dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, kesalahan serupa sebisa mungkin tidak terulang kembali di masa mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/analisis-rasio-keungan\/\">Level Up Bisnismu dengan Analisis Rasio Keuangan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Omong-omong soal laporan keuangan, kamu bisa dengan mudah memantau kondisi finansial bisnismu melalui Paper.id, asalkan semua transaksi bisnis tercatat di platform ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Menarik, bukan? Selain bisa membuat invoice digital dalam 5 menit dan mengirimkannya via SMS, WhatsApp, atau email, kamu juga mendapat akses ke lebih dari 30 metode pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih keren lagi, laporan keuangan otomatis akan tersaji dengan format yang simpel dan mudah dipahami, bahkan untuk pemula sekalipun.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang Paper.id!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=analisis_laporan_keuangan&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pelajari Laporan Keuangan Sederhana Paper.id<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Jangan lupa juga untuk registrasikan bisnismu ke Paper.id, gratis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-3 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=analisis_laporan_keuangan&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pelajari Laporan Keuangan Sederhana Paper.id<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tujuan_Analisis_Laporan_Keuangan\"><\/span><strong>Tujuan Analisis Laporan Keuangan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Tujuan utama melakukan analisis laporan finansial ini adalah mencari alasan dasar dari keputusan strategis yang diambil. <\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, bisa untuk mengetahui informasi terkait nilai. Selain itu, masih ada beberapa alasan penting mengapa analisis ini penting dilakukan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Mengetahui prospek atau perkembangan pada perusahaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Dijadikan bahan pertimbangan para investor untuk melakukan investasi pada perusahaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Memberikan informasi terkait kemampuan perusahaan dalam melunasi semua hutang sekaligus dengan bunganya, baik itu jangka panjang maupun pendek.<\/li>\n\n\n\n<li>Dijadikan pedoman bagi pemerintah untuk menentukan seberapa besar nilai pajak yang wajib dibayar perusahaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menjadi pedoman dalam mengambil strategi atau kebijakan pada sebuah perusahaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Bisa dijadikan acuan untuk mengetahui seberapa besar atau masalah yang terjadi di perusahaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Memberi gambaran akan seperti apa bisnis yang berjalan di masa mendatang.<\/li>\n\n\n\n<li>Bisa mengetahui seberapa besar potensi perusahaan dalam memperoleh keuntungan melalui pemanfaatan aset.<\/li>\n\n\n\n<li>Dapat membandingkan nilai perusahaan milik kompetitor dengan milik pribadi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_Analisis_Laporan_Keuangan\"><\/span><strong>Manfaat Analisis Laporan Keuangan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kegiatan analisis laporan terkait keuangan ini sangatlah penting. Hal tersebut tidak hanya untuk sekedar mematuhi peraturan undang-undang bisnis saja, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dari berbagai pihak sekaligus menjadi pemangku kepentingan. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh sebab itu, tidak heran jika pengerjaan analisis ini membutuhkan intuisi, praktik akuntansi dan keterampilan terbaik dalam praktiknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Analisis laporan keuangan juga memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Memberikan sudut pandang yang objektif terkait solvabilitas dan juga kesehatan finansial perusahaan bagi lembaga keuangan yang berwenang dalam menentukan keputusan pinjaman.<\/li>\n\n\n\n<li>Dapat membantu stakeholder internal maupun eksternal dalam mengambil keputusan yang tepat terkait investasi yang berdasar pada pendapatan yang diperoleh perusahaan dan profitabilitas masa depan.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebagai gambaran akurat tentang efisiensi kemajuan dan operasional yang mampu diperoleh perusahaan berdasarkan keputusan masa lalu dari para pemangku kepentingan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/contoh-laporan-keuangan\/\">Contoh &amp; Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metode_Analisis_Laporan_Keuangan\"><\/span><strong>Metode Analisis Laporan Keuangan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam menganalisis laporan keuangan, tentu ada beberapa metode yang dapat digunakan. Secara garis besar, ada dua metode dalam menganalisis. <\/p>\n\n\n\n<p>Metode pertama adalah metode horizontal, sementara metode berikutnya adalah metode vertikal. Penjelasannya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Analisis_horizontal\"><\/span>1. Analisis horizontal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode analisis horizontal merupakan metode dengan melakukan perbandingan tiap pos yang sama dalam laporan keuangan dengan periode berbeda. <\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, perbandingan yang akan dianalisis berdasarkan dua atau tiga periode lebih awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode ini juga kerap diaplikasikan dengan membandingkan persentase kenaikan dan penurunan pos-pos keuangan dari periode yang sedang dibandingkan. Dengan begitu, metode ini kerap disebut metode dinamis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Analisis_vertikal\"><\/span>2.&nbsp;Analisis vertikal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode dalam analisis laporan keuangan berikutnya adalah analisis vertikal. <\/p>\n\n\n\n<p>Bisa dikatakan, analisis ini kerap dipakai ketika melakukan perbandingan terhadap pos keuangan berbeda di satu laporan dan periode yang sama. Metode ini kerap dikatakan sebagai metode statis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Analisis_industri\"><\/span>3. Analisis industri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Di samping metode horizontal dan metode vertikal, ada satu lagi metode dalam analisis laporan keuangan. Nama metode ini adalah analisis industri. Analisis ini akan membandingkan perusahaan dengan perusahaan di bidang serupa.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, apa yang dilihat adalah bagaimana investasi dilakukan secara finansial dibanding industri lain. Analisis ini bisa memudahkan manajer keuangan dalam melihat ada atau tidak penyesuaian finansial yang harus diterapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk analisis ini, umumnya dipakai teknik penghitungan rasio keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam membandingkan, dibutuhkan rasio rata-rata perusahaan lain di bidang sama dengan rasio bisnis suatu perusahaan yang akan melakukan analisis.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum menggunakan teknik ini, perlu juga dipastikan bahwa perusahaan lain tersebut menghitung rasio rata-rata industrinya dihitung dengan rasio sama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/tujuan-laporan-keuangan-perusahaan\/\">Pentingnya Laporan Keuangan Perusahaan: Tujuan dan Cara Menyusunnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Analisis_Laporan_Keuangan\"><\/span><strong>Contoh Analisis Laporan Keuangan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum melakukan analisis pada laporan keuangan, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa contoh dahulu. Di bawah ini akan dijelaskan contoh analisis dengan metode atau teknik analisis horizontal dan teknik analisis vertikal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Analisis_horizontal-2\"><\/span>1. Analisis horizontal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah contoh analisis horizontal sederhana. Misalnya, pada tahun 2020, PT Abadi memiliki pendapatan senilai Rp 800.000.000. Sementara di tahun 2021, pendapatan perusahaan adalah senilai Rp 850.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam analisis horizontal, bagian yang harus dicari pertama adalah persentase perubahan pendapatan di periode sebelumnya (2020) dan periode setelahnya (2021). Berikut ini adalah rincian perhitungannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>(Pendapatan tahun 2021 \u2013 Pendapatan tahun 2020) \/ Pendapatan tahun 2020 x 100%<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>= (Rp850.000.000 \u2013 Rp800.000.000) \/ Rp800.000.000 x 100%<\/p>\n\n\n\n<p>= Rp50.000.000 \/ Rp800.000.000 x 100%<\/p>\n\n\n\n<p>= 6,25%<\/p>\n\n\n\n<p>Maka, pendapatan perusahaan PT Abadi mengalami peningkatan senilai 6,25% dari tahun 2020 ke tahun 2021.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Analisis_vertikal-2\"><\/span>2. Analisis vertikal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk contoh analisis vertikal, akan digunakan rasio likuiditas lancar (current ratio). Misalnya, PT Sinar Abadi mempunyai total aset lancar senilai Rp35.000.000. Perusahaan ini juga mempunyai utang yang mesti lunas dalam setahun, senilai Rp7.000.000 di tahun 2021.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam analisis ini, akan dibandingkan dua pos laporan. Pos itu ialah total aset lancar serta utang jangka pendek di suatu periode. Dengan rumus rasio likuiditas lancar, berikut ini adalah rincian perhitungannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Total aset lancar \/ Utang jangka pendek x 100%<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>= Rp35.000.000 \/ Rp7.000.000 x 100%<\/p>\n\n\n\n<p>= Rp5.000.000 x 100%<\/p>\n\n\n\n<p>= 5 x 100%<\/p>\n\n\n\n<p>Pada rasio likuiditas lancar, ketika nilai perbandingan di atas adalah 1, maka dapat dikatakan perusahaan dalam kondisi aman. Bahkan, bisa serta diperkirakan mampu melunasi utang jangka pendek yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemahaman dalam analisis laporan keuangan sangat penting bagi perusahaan. Hal ini disebabkan karena laporan keuangan penting dalam menggambarkan kondisi finansial perusahaan dengan tepat, relevan, serta dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah penjelasan tentang analisis laporan keuangan. Semoga bermanfaat bagi bisnismu, ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk kamu yang berniat menjadi atau bahkan sudah jadi seorang pengusaha, maka perlu memahami analisis laporan keuangan. Hal tersebut perlu dilakukan agar pengusaha dapat memantau seperti apa perkembangan bisnisnya. Walaupun sangat penting, akan tetapi masih banyak pengusaha yang masih bingung dengan contoh dan makna dari analisis keuangan. Agar lebih paham, simak penjelasannya berikut ini! Pengertian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":25030,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Analisis Laporan Keuangan: Definisi, Manfaat, dan Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari apa itu analisis laporan keuangan dan cek contoh cara hitungnya di sini, mudah dipahami untuk pemula sekalipun.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/analisis-laporan-keuangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Analisis Laporan Keuangan: Definisi, Manfaat, dan Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari apa itu analisis laporan keuangan dan cek contoh cara hitungnya di sini, mudah dipahami untuk pemula sekalipun.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/analisis-laporan-keuangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-17T09:29:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-17T10:58:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/analisis-laporan-keuangan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"996\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"664\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Analisis Laporan Keuangan: Definisi, Manfaat, dan Contohnya","description":"Pelajari apa itu analisis laporan keuangan dan cek contoh cara hitungnya di sini, mudah dipahami untuk pemula sekalipun.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/analisis-laporan-keuangan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Analisis Laporan Keuangan: Definisi, Manfaat, dan Contohnya","og_description":"Pelajari apa itu analisis laporan keuangan dan cek contoh cara hitungnya di sini, mudah dipahami untuk pemula sekalipun.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/analisis-laporan-keuangan\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-02-17T09:29:27+00:00","article_modified_time":"2025-02-17T10:58:29+00:00","og_image":[{"width":996,"height":664,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/analisis-laporan-keuangan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/analisis-laporan-keuangan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/analisis-laporan-keuangan\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Analisis Laporan Keuangan: Definisi, Manfaat, dan Contohnya","datePublished":"2025-02-17T09:29:27+00:00","dateModified":"2025-02-17T10:58:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/analisis-laporan-keuangan\/"},"wordCount":1049,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/analisis-laporan-keuangan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/analisis-laporan-keuangan\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/analisis-laporan-keuangan\/","name":"Analisis Laporan Keuangan: Definisi, Manfaat, dan Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-02-17T09:29:27+00:00","dateModified":"2025-02-17T10:58:29+00:00","description":"Pelajari apa itu analisis laporan keuangan dan cek contoh cara hitungnya di sini, mudah dipahami untuk pemula sekalipun.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/analisis-laporan-keuangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/analisis-laporan-keuangan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/analisis-laporan-keuangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Analisis Laporan Keuangan: Definisi, Manfaat, dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24998"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24998"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24998\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25032,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24998\/revisions\/25032"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24998"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24998"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24998"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}