{"id":24982,"date":"2025-02-17T14:44:43","date_gmt":"2025-02-17T07:44:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=24982"},"modified":"2025-09-24T17:00:59","modified_gmt":"2025-09-24T10:00:59","slug":"stock-keeping-unit-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/stock-keeping-unit-adalah\/","title":{"rendered":"Apa Itu Stock Keeping Unit (SKU) dan Cara Membuat untuk Pengelolaan Stok Efisien"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam menjalankan bisnis retail, pengelolaan inventaris yang efektif adalah kunci kesuksesan, terutama di era persaingan yang ketat ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu komponen utama dalam manajemen stok yang efisien adalah penggunaan <em>Stock Keeping Unit<\/em> (SKU).<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya SKU, setiap produk di dalam inventaris dapat diidentifikasi dan dilacak dengan lebih mudah dan akurat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan membahas apa itu SKU, bagaimana fungsinya dalam pengelolaan stok, serta mengapa penting bagi setiap bisnis retail untuk menggunakan SKU yang terstruktur dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Stock_Keeping_Unit_SKU\"><\/span><strong>Apa Itu Stock Keeping Unit (SKU)?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Stock Keeping Unit<\/em> atau SKU adalah kode unik yang digunakan untuk mengidentifikasi dan melacak produk di dalam inventaris perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya, SKU biasanya terdiri dari kombinasi huruf dan angka yang mewakili informasi terkait produk, seperti ukuran, warna, kategori, atau jenis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>SKU memudahkan pengelolaan inventaris karena setiap produk memiliki kode unik yang berbeda, sehingga memudahkan proses pemesanan, pengiriman, dan pelacakan produk.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/warehouse-management-system\/\">Warehouse Management System: Pengertian, Proses, dan Rekomendasi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pentingnya_SKU_untuk_Bisnis_Retail\"><\/span><strong>Pentingnya SKU untuk Bisnis Retail<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Keberadaan <em>Stock Keeping Unit <\/em>(SKU) sangatlah penting, karena berperan sebagai kode unik yang membantu mengidentifikasi, melacak, dan mengelola inventaris dengan efisien.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan SKU, kamu dapat dengan mudah mengetahui detail spesifik tentang suatu produk, seperti kategori, ukuran, warna, dan varian lainnya, tanpa perlu membuka informasi produk secara manual.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu&nbsp; mempermudah proses penyimpanan dan pencarian barang di gudang, mempercepat waktu penjualan, serta meminimalkan kesalahan stok.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, SKU juga memungkinkan pemantauan stok secara akurat, membantu dalam menganalisis penjualan, dan membuat keputusan restock lebih cepat. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam operasional yang lebih besar, SKU dapat diintegrasikan dengan sistem POS (<em>Point of Sale<\/em>) atau sistem manajemen inventaris, yang akan otomatis memperbarui stok saat terjadi penjualan, sehingga retailer dapat menjaga ketersediaan barang dan mengoptimalkan efisiensi bisnis mereka.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_SKU_dalam_Manajemen_Inventory\"><\/span><strong>Fungsi SKU dalam Manajemen Inventory<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Penggunaan SKU sangat penting dalam pengelolaan inventaris, terutama untuk bisnis yang memiliki berbagai macam produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara keseluruhan, SKU adalah bagian krusial dalam pengelolaan inventori yang mendukung efisiensi, ketelitian, dan pengelolaan stok yang lebih baik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa SKU yang terstruktur dengan baik, bisnis berisiko mengalami kesulitan dalam menjaga akurasi stok, yang bisa berdampak pada pelayanan dan profitabilitas perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Fungsi <em>Stock Keeping Unit<\/em>, di antaranya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mempermudah_pelacakan_produk\"><\/span>1. Mempermudah pelacakan produk&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>SKU memberikan identitas khusus pada setiap produk, sehingga memudahkan pelacakan barang dalam jumlah besar. Dengan sistem SKU, setiap barang bisa diidentifikasi dengan cepat, baik itu dari segi jenis, warna, ukuran, atau atribut lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mengurangi_kesalahan_stok\"><\/span>2. Mengurangi kesalahan stok&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kesalahan dalam pengelolaan stok bisa berdampak pada operasional bisnis, seperti salah kirim barang atau ketidaksesuaian stok di gudang. Dengan SKU, setiap produk tercatat secara detail, sehingga risiko kesalahan dapat berkurang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mempermudah_proses_reorder\"><\/span>3. Mempermudah proses reorder&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Saat stok barang mulai menipis, SKU membantu dalam proses reorder dengan mempermudah pengidentifikasian produk mana yang perlu ditambah stoknya. Hal ini memastikan ketersediaan barang selalu terjaga dan proses pengadaan barang menjadi lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Optimalisasi_manajemen_gudang\"><\/span>4. Optimalisasi manajemen gudang&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan SKU, pengelolaan gudang menjadi lebih terorganisir. Produk dapat diatur berdasarkan SKU di rak-rak gudang, memudahkan proses penyimpanan, pengambilan, dan pengiriman barang ke <em>buyer<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Mendukung_analisis_penjualan\"><\/span>5. Mendukung analisis penjualan&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>SKU memudahkan pelaporan dan analisis penjualan. Dengan SKU, bisnis bisa mengetahui produk mana yang paling laris, mana yang kurang diminati, serta membantu dalam perencanaan pengadaan dan strategi penjualan ke depannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Peningkatan_efisiensi_operasional\"><\/span>6. Peningkatan efisiensi operasional&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Penggunaan SKU mempercepat proses pencatatan dan pengelolaan stok, baik secara manual maupun otomatis. Ini membantu tim operasional bekerja lebih efisien dan mengurangi kesalahan yang bisa terjadi akibat pengelolaan inventori yang buruk.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/cara-membuat-website-gratis\/\">Cara Membuat Website Gratis untuk Toko Online, Pakai Ini!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Membuat_Stock_Keeping_Unit_SKU\"><\/span><strong>Cara Membuat Stock Keeping Unit (SKU)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika kamu membuat SKU, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Mudah dikenali<\/strong>: Gunakan kombinasi huruf dan angka yang mencerminkan informasi dasar tentang produk, seperti kategori, ukuran, atau warna.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konsisten<\/strong>: Gunakan pola yang konsisten di seluruh produk untuk memudahkan identifikasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Singkat tapi informatif<\/strong>: SKU harus singkat, namun tetap dapat memberikan informasi yang cukup untuk memudahkan identifikasi produk.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kalau sudah, kita lanjut bagaimana cara membuat SKU. Untuk membuat SKU yang efektif memerlukan struktur yang terorganisir untuk memastikan produk bisa dengan mudah diidentifikasi dan dikelola.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat SKU yang baik dan efisien:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tentukan_elemen_penting_produk\"><\/span>1. Tentukan elemen penting produk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Identifikasi elemen penting dari produk yang akan menjadi bagian dari SKU. Biasanya elemen ini terdiri dari:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Kategori Produk<\/strong>: Misalnya, pakaian, elektronik, atau sepatu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Brand atau Merk<\/strong>: Nama brand bisa dijadikan bagian dari SKU untuk memudahkan identifikasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Varian Produk<\/strong>: Ini bisa mencakup ukuran, warna, atau tipe produk.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Lokasi atau Gudang<\/strong>: Jika memiliki gudang yang berbeda, lokasi penyimpanan barang juga bisa ditambahkan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Contoh<\/strong>: Jika kamu menjual sepatu, SKU bisa berisi kategori produk (sepatu), ukuran (42), dan warna (hitam).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Gunakan_kode_singkat\"><\/span>2. Gunakan kode singkat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Buat kode singkat atau inisial untuk setiap elemen produk. Sebisa mungkin hindari penggunaan kata yang panjang agar SKU mudah dibaca dan diingat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Kategori Produk<\/strong>: Sepatu \u2192 <strong>SHP<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Brand<\/strong>: Nike \u2192 <strong>NK<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Warna<\/strong>: Hitam \u2192 <strong>BLK<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ukuran<\/strong>: 42 \u2192 <strong>42<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tentukan_struktur_SKU\"><\/span>3. Tentukan struktur SKU<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tentukan urutan elemen dalam SKU yang paling masuk akal bagi bisnis kamu. Elemen-elemen ini bisa diurutkan dari yang paling umum hingga yang paling spesifik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Struktur<\/strong>: Kategori Produk + Brand + Warna + Ukuran<br>Maka, SKU untuk sepatu Nike hitam ukuran 42 akan menjadi: <strong>SHP-NK-BLK-42<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Gunakan_pemisah_atau_tanda_baca\"><\/span>4. Gunakan pemisah atau tanda baca<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Menggunakan pemisah seperti tanda hubung (-) atau garis miring (\/) dapat membuat SKU lebih mudah dibaca. Ini juga memudahkan dalam pemrosesan dan pemindaian SKU di sistem inventori.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh<\/strong>: <strong>SHP-NK-BLK-42<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Pastikan_konsistensi\"><\/span>5. Pastikan konsistensi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan kamu menggunakan format SKU yang konsisten di seluruh produk. Ini sangat penting agar sistem inventori tetap terstruktur dan mudah dikelola.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Apabila kamu&nbsp; menggunakan tiga huruf untuk kategori produk, gunakan tiga huruf untuk semua produk.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika memilih tanda hubung sebagai pemisah, gunakan tanda hubung di setiap SKU.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Hindari_penggunaan_karakter_yang_rumit\"><\/span>6. Hindari penggunaan karakter yang rumit<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Hindari penggunaan karakter yang bisa membingungkan, seperti huruf &#8220;O&#8221; yang bisa disalahartikan sebagai angka &#8220;0&#8221;. Sebaiknya gunakan kombinasi angka dan huruf yang mudah dikenali.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Perhatikan_kapasitas_SKU\"><\/span>7. Perhatikan kapasitas SKU<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan SKU yang dibuat tidak terlalu panjang atau terlalu rumit, tetapi tetap mencakup semua elemen penting.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>SKU yang sederhana namun lengkap lebih mudah diidentifikasi dan diinput.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/aplikasi-omnichannel-terbaik\/\">Solusi Integrasi Penjualan Pakai Aplikasi Omnichannel Terbaik Ini!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Solusi_Otomatis_Buat_SKU_Terhubung_ke_Marketplace\"><\/span><strong>Solusi Otomatis Buat SKU, Terhubung ke Marketplace<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/content-collaboration-jubelio-1024x683.jpg\" alt=\"jubelio\" class=\"wp-image-24984\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/content-collaboration-jubelio-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/content-collaboration-jubelio-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/content-collaboration-jubelio-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/content-collaboration-jubelio-1536x1025.jpg 1536w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/content-collaboration-jubelio-2048x1366.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Mengelola stok produk dengan efektif adalah kunci sukses dalam bisnis retail.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan SKU (Stock Keeping Unit), yang membantu kamu melacak setiap produk dengan akurat dan terorganisir.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi, proses membuat dan mengelola SKU secara manual bisa sangat memakan waktu, apalagi jika kamu memiliki banyak varian produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah <a href=\"https:\/\/jubelio.com\/?utm_source=organic&amp;utm_medium=backlink_paper&amp;utm_campaign=omnichannel_SKU\"><strong>Jubelio<\/strong><\/a> hadir untuk mempermudah. Dengan Jubelio, kamu dapat membuat SKU secara otomatis dan langsung terintegrasi dengan berbagai <em>marketplace<\/em> seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya itu, platform Jubelio juga menyediakan solusi lengkap untuk mengelola inventori, mulai dari pengadaan barang hingga pencatatan akunting dan manajemen gudang, semua dalam satu sistem.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Jubelio, kelola stok produk jadi lebih praktis, efisien, dan tentunya mengurangi risiko kesalahan dalam manajemen inventori.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Coba <strong>Jubelio<\/strong> sekarang dan rasakan kemudahan mengelola bisnis hanya dengan satu platform!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-vivid-cyan-blue-background-color has-text-color has-background has-text-align-center wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/jubelio.com\/?utm_source=organic&amp;utm_medium=backlink_paper&amp;utm_campaign=omnichannel_SKU\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Jubelio Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam menjalankan bisnis retail, pengelolaan inventaris yang efektif adalah kunci kesuksesan, terutama di era persaingan yang ketat ini.&nbsp; Salah satu komponen utama dalam manajemen stok yang efisien adalah penggunaan Stock Keeping Unit (SKU). Dengan adanya SKU, setiap produk di dalam inventaris dapat diidentifikasi dan dilacak dengan lebih mudah dan akurat.&nbsp; Artikel ini akan membahas apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":24987,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6451],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Stock Keeping Unit (SKU) dan Cara Membuat untuk Pengelolaan Stok Efisien<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pahami apa itu Stock Keeping Unit atau SKU, bagaimana fungsinya dalam pengelolaan stok, serta mengapa penting bagi setiap bisnis retail!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/stock-keeping-unit-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Stock Keeping Unit (SKU) dan Cara Membuat untuk Pengelolaan Stok Efisien\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pahami apa itu Stock Keeping Unit atau SKU, bagaimana fungsinya dalam pengelolaan stok, serta mengapa penting bagi setiap bisnis retail!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/stock-keeping-unit-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-17T07:44:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-24T10:00:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/apa-itu-sku.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"668\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Stock Keeping Unit (SKU) dan Cara Membuat untuk Pengelolaan Stok Efisien","description":"Pahami apa itu Stock Keeping Unit atau SKU, bagaimana fungsinya dalam pengelolaan stok, serta mengapa penting bagi setiap bisnis retail!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/stock-keeping-unit-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Stock Keeping Unit (SKU) dan Cara Membuat untuk Pengelolaan Stok Efisien","og_description":"Pahami apa itu Stock Keeping Unit atau SKU, bagaimana fungsinya dalam pengelolaan stok, serta mengapa penting bagi setiap bisnis retail!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/stock-keeping-unit-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-02-17T07:44:43+00:00","article_modified_time":"2025-09-24T10:00:59+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":668,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/apa-itu-sku.png","type":"image\/png"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/stock-keeping-unit-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/stock-keeping-unit-adalah\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Apa Itu Stock Keeping Unit (SKU) dan Cara Membuat untuk Pengelolaan Stok Efisien","datePublished":"2025-02-17T07:44:43+00:00","dateModified":"2025-09-24T10:00:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/stock-keeping-unit-adalah\/"},"wordCount":1138,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Inventory"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/stock-keeping-unit-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/stock-keeping-unit-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/stock-keeping-unit-adalah\/","name":"Apa Itu Stock Keeping Unit (SKU) dan Cara Membuat untuk Pengelolaan Stok Efisien","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-02-17T07:44:43+00:00","dateModified":"2025-09-24T10:00:59+00:00","description":"Pahami apa itu Stock Keeping Unit atau SKU, bagaimana fungsinya dalam pengelolaan stok, serta mengapa penting bagi setiap bisnis retail!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/stock-keeping-unit-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/stock-keeping-unit-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/stock-keeping-unit-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Stock Keeping Unit (SKU) dan Cara Membuat untuk Pengelolaan Stok Efisien"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24982"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24982"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24982\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24989,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24982\/revisions\/24989"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24982"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24982"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24982"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}