{"id":24674,"date":"2025-02-04T15:59:08","date_gmt":"2025-02-04T08:59:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=24674"},"modified":"2025-09-24T13:32:10","modified_gmt":"2025-09-24T06:32:10","slug":"settlement-risk-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/settlement-risk-adalah\/","title":{"rendered":"Memahami Settlement Risk dalam Bisnis: Risiko yang Sering Terlupakan"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam dunia bisnis, terutama yang melibatkan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/mle\/cross-border-payment-adalah\/\">transaksi lintas negara<\/a>, ada satu risiko penting yang sering kali kurang diperhatikan, yaitu <em>settlement risk<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Bayangkan kamu memiliki perusahaan ekspor di Indonesia yang menjual barang ke <em>buyer<\/em> di Eropa.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun produk telah dikirim, ada kemungkinan mereka gagal memenuhi pembayaran tepat waktu karena perbedaan zona waktu, masalah teknis dalam sistem pembayaran, atau bahkan kegagalan bank.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu, risiko tersebut bisa menyebabkan kerugian finansial yang tidak sedikit dan memengaruhi <em>cash flow <\/em>perusahaan, terutama jika transaksi melibatkan jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, apa itu <em>settlement risk,<\/em> mengapa penting untuk dipahami, dan bagaimana cara mengelolanya? Untuk itu, berikut pembahasan lengkap mengenai <em>settlement risk <\/em>di bawah ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Settlement_Risk\"><\/span><strong>Apa Itu Settlement Risk?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Settlement risk<\/em>, atau risiko penyelesaian, adalah risiko kegagalan salah satu pihak dalam menyelesaikan kewajibannya dalam sebuah transaksi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Risiko ini sering muncul dalam transaksi keuangan lintas negara, di mana ada keterlibatan mata uang yang berbeda, zona waktu, dan sistem pembayaran yang tidak seragam yang menyebabkan kerugian besar, baik secara finansial maupun reputasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, bayangkan lagi kamu menjalankan bisnis ekspor di Indonesia dan menjual produk kepada pembeli di Eropa. Kamu sepakat untuk menerima pembayaran dalam Euro, sedangkan kamu mengirimkan barang dari Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Settlement risk <\/em>muncul ketika <em>buyer<\/em> gagal membayar setelah kamu mengirimkan barang, atau sistem pembayaran gagal menyelesaikan transfer dana tepat waktu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/mle\/kendala-transfer-luar-negeri\/\">Ini 5 Kendala Transfer Luar Negeri yang Sering Dialami Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Settlement_Risk_Penting\"><\/span><strong>Mengapa Settlement Risk Penting?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam transaksi antar negara, <em>settlement risk<\/em> seringkali diperburuk oleh:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Perbedaan Zona Waktu<\/strong>: Bank di negara berbeda bekerja pada jadwal yang tidak selalu selaras. Ini bisa memperlambat atau bahkan menggagalkan penyelesaian transaksi.<\/li>\n\n\n\n<li><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Volatilitas Mata Uang<\/strong>: Nilai tukar mata uang yang tidak stabil dapat memengaruhi nilai pembayaran.<\/li>\n\n\n\n<li><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kegagalan Sistem<\/strong>: Ketergantungan pada teknologi juga membawa risiko jika terjadi gangguan sistem.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><em>Settlement risk <\/em>bukan hanya berdampak pada bisnis besar seperti perusahaan multinasional, tetapi juga pada usaha kecil-menengah yang baru mulai memperluas pasar ke luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, risiko ini dapat memengaruhi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Cash_flow_perusahaan\"><\/span>1. <em>Cash flow <\/em>perusahaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Keterlambatan pembayaran dapat membuat perusahaan kesulitan memenuhi kewajiban operasional, seperti membayar gaji karyawan atau membeli bahan baku.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kepercayaan_mitra_bisnis\"><\/span>2. Kepercayaan mitra bisnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Gagal menyelesaikan transaksi tepat waktu dapat merusak hubungan bisnis yang sudah terjalin.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Keamanan_Finansial\"><\/span>3. Keamanan Finansial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketidakpastian dalam transaksi lintas negara dapat menyebabkan kerugian yang sulit diprediksi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_nyata_Settlement_Risk\"><\/span><strong>Contoh nyata <\/strong><strong><em>Settlement Risk<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk lebih memahami, mari kita lihat contoh berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kasus_pembayaran_valuta_asing_FX\"><\/span>1. Kasus pembayaran valuta asing (FX)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Misalnya, kamu seorang importir di Indonesia membeli mesin dari produsen di Jepang. Transaksi disepakati dalam Yen, tetapi bank importir mengalami gangguan sistem. Akibatnya, produsen Jepang tidak menerima pembayaran tepat waktu, meskipun barang sudah dikirim. Di sini, <em>settlement risk<\/em> merugikan produsen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Skenario_perdagangan\"><\/span>2. Skenario perdagangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, ada seorang pedagang online menjual barang ke pelanggan di Amerika Serikat. Karena perbedaan zona waktu, pembayaran yang diharapkan tertunda hingga keesokan harinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika pedagang telah memproses pengiriman barang tanpa konfirmasi pembayaran, mereka bisa menghadapi risiko kehilangan modal. Hal ini juga bisa menimbulkan kesulitan dalam memenuhi pesanan berikutnya jika keuangan menjadi terhambat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Mengelola_Settlement_Risk\"><\/span><strong>Bagaimana Mengelola Settlement Risk?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Untungnya, ada berbagai cara untuk mengelola <em>settlement risk<\/em>, termasuk:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menggunakan_penyedia_jasa_pembayaran_yang_terpercaya\"><\/span>1. Menggunakan penyedia jasa pembayaran yang terpercaya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sistem seperti CLS (<em>Continuous Linked Settlement<\/em>) dapat membantu mengurangi risiko dengan menyinkronkan pembayaran di berbagai zona waktu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Memanfaatkan_hedging\"><\/span>2. Memanfaatkan <em>hedging<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perusahaan dapat melindungi nilai transaksi dengan instrumen derivatif seperti <em>forward<\/em> atau <em>swap<\/em> untuk mengunci nilai tukar mata uang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Membangun_hubungan_baik_dengan_mitra_bisnis\"><\/span>3. Membangun hubungan baik dengan mitra bisnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kepercayaan adalah aset penting dalam mengurangi risiko gagal bayar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Diversifikasi_sistem_pembayaran\"><\/span>4. Diversifikasi sistem pembayaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jangan bergantung pada satu metode pembayaran. Memiliki beberapa opsi dapat memberikan fleksibilitas jika salah satu sistem gagal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/mle\/alasan-transfer-luar-negeri-gagal\/\">5 Alasan Transfer ke Luar Negeri Gagal, Lebih Teliti!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Settlement risk<\/em> adalah risiko yang nyata, tetapi sering kali dianggap sebagai hal kecil hingga masalah muncul. Dengan memahami apa itu <em>settlement risk<\/em> dan mengambil langkah pencegahan yang tepat, kamu dapat melindungi bisnis dari potensi kerugian besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk transfer baik luar negeri maupun dalam negeri, pastikan kamu menggunakan <em>platform<\/em> yang dapat dipercaya, seperti <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/paperxb.php\">PAPERXB dari Paper.id<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Fitur ini memiliki keistimewaan yang siap membantu pebisnis bersaing secara global, yaitu bayar <em>supplier <\/em><strong>pakai kartu kredit. <\/strong>Sehingga bisa menambah tempo pembayaran dengan kurs kompetitif yang nyaman. <\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, registrasikan bisnismu ke Paper.id untuk menikmati semua fitur bermanfaatnya agar bisnismu makin optimal!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=settlement_risk&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Paper.id Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis, terutama yang melibatkan transaksi lintas negara, ada satu risiko penting yang sering kali kurang diperhatikan, yaitu settlement risk. Bayangkan kamu memiliki perusahaan ekspor di Indonesia yang menjual barang ke buyer di Eropa. Meskipun produk telah dikirim, ada kemungkinan mereka gagal memenuhi pembayaran tepat waktu karena perbedaan zona waktu, masalah teknis dalam sistem [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":24675,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6399],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memahami Settlement Risk dalam Bisnis: Risiko yang Sering Terlupakan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari selengkapnya tentang settlement risk yang penting dalam transaksi bisnis, simak artikelnya berikut ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/settlement-risk-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami Settlement Risk dalam Bisnis: Risiko yang Sering Terlupakan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari selengkapnya tentang settlement risk yang penting dalam transaksi bisnis, simak artikelnya berikut ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/settlement-risk-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-04T08:59:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-24T06:32:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/settlement-risk-adalah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"996\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"664\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami Settlement Risk dalam Bisnis: Risiko yang Sering Terlupakan","description":"Pelajari selengkapnya tentang settlement risk yang penting dalam transaksi bisnis, simak artikelnya berikut ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/settlement-risk-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Memahami Settlement Risk dalam Bisnis: Risiko yang Sering Terlupakan","og_description":"Pelajari selengkapnya tentang settlement risk yang penting dalam transaksi bisnis, simak artikelnya berikut ini.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/settlement-risk-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-02-04T08:59:08+00:00","article_modified_time":"2025-09-24T06:32:10+00:00","og_image":[{"width":996,"height":664,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/settlement-risk-adalah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/settlement-risk-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/settlement-risk-adalah\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Memahami Settlement Risk dalam Bisnis: Risiko yang Sering Terlupakan","datePublished":"2025-02-04T08:59:08+00:00","dateModified":"2025-09-24T06:32:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/settlement-risk-adalah\/"},"wordCount":687,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Keuangan Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/settlement-risk-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/settlement-risk-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/settlement-risk-adalah\/","name":"Memahami Settlement Risk dalam Bisnis: Risiko yang Sering Terlupakan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-02-04T08:59:08+00:00","dateModified":"2025-09-24T06:32:10+00:00","description":"Pelajari selengkapnya tentang settlement risk yang penting dalam transaksi bisnis, simak artikelnya berikut ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/settlement-risk-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/settlement-risk-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/settlement-risk-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memahami Settlement Risk dalam Bisnis: Risiko yang Sering Terlupakan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24674"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24674"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24674\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27496,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24674\/revisions\/27496"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24674"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24674"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24674"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}