{"id":24615,"date":"2025-02-02T09:23:17","date_gmt":"2025-02-02T02:23:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=24615"},"modified":"2025-09-22T17:43:15","modified_gmt":"2025-09-22T10:43:15","slug":"mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm\/","title":{"rendered":"Mengenal Pajak Usaha Mikro di Indonesia Bagi Bisnis Kecil UMKM"},"content":{"rendered":"\n<p>Kamu sedang bergerak memulai bisnis kecil-kecilan di rumah semacam UMKM?<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, sebaiknya kamu baca dulu informasi yang diberikan di artikel ini tentang pajak usaha mikro di Indonesia, karena penting sekali bagimu untuk memahami apakah bisnis yang sedang kamu kelola termasuk bisnis yang wajib membayarkan pajak ke negara atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang sudah umum diketahui, pajak pada dasarnya dibutuhkan untuk mendukung pembangunan negara, termasuk pajak dari kalian para pelaku bisnis UMKM.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi jangan dikira walau bisnis yang dimiliki sederhana, kemudian otomatis bebas pajak. Ternyata tidak, <em>lho<\/em>, melainkan pemerintah Indonesia memang tidak pandang bulu dalam rangka memungut pajak dari warga negaranya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/pajak-transfer-uang-dari-luar-negeri\/\">Transfer Uang dari Luar Negeri Kena Pajak, Benar atau Tidak?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kenali_Dulu_Apakah_Usaha_Mikro_Kena_Pajak\"><\/span><strong>Kenali Dulu, Apakah Usaha Mikro Kena Pajak?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Usaha mikro adalah kategori usaha yang memiliki kriteria tertentu, seperti jumlah aset dan omset tahunan yang relatif kecil. Di Indonesia, usaha mikro diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun usaha mikro memiliki skala yang kecil, ternyata faktanya miris dan mengejutkan, bahwa mereka tetap dikenakan pajak, namun dengan ketentuan dan tarif yang lebih ringan dibandingkan dengan usaha besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi mau besar atau kecil usaha yang kamu jalankan, pemerintah dengan sigap selalu tersedia di garda depan memungut pajak untuk setiap penghasilan yang masuk ke dompetmu!<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai warga negara yang baik, tentu penting untuk memahami besaran pajaknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, simak penjelasannya berikut ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Besar_Pajak_yang_Dikenakan_pada_Usaha_Mikro\"><\/span><strong>Besar Pajak yang Dikenakan pada Usaha Mikro<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Usaha mikro yang memiliki omzet di bawah Rp 500 juta per tahun dapat dikenakan pajak penghasilan dengan tarif yang lebih rendah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 86\/PMK.03\/2020, usaha mikro yang memenuhi syarat dapat dikenakan tarif pajak penghasilan (PPh) sebesar 0% untuk penghasilan sampai dengan Rp 500 juta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Eits<\/em>, tapi kamu jangan senang dulu ya, karena jika penghasilan melebihi batas tersebut, tarif pajak yang berlaku adalah 12,5% untuk penghasilan di atas Rp 500 juta hingga Rp 4,8 miliar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya kalau bisnis kamu ternyata mendapatkan omzet senilai 50 juta rupiah setiap bulannya, otomatis bisnismu wajib bayar pajak ke negara,&nbsp; meski keuntungan bisnis kamu dengan omzet tersebut cuma di kisaran 10-20 juta rupiah saja.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Regulasi_Pajak_Usaha_Mikro\"><\/span><strong>Regulasi Pajak Usaha Mikro<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Selanjutnya terkait dengan besar pajak yang dikenakan di atas, rupanya ada juga regulasi yang mengatur hal tersebut secara umum bagi para pelaku bisnis kecil. Adapun regulasi yang mengatur pajak untuk usaha mikro di Indonesia yang dimaksudkan tersebut meliputi sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li><strong>Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh):<\/strong> Mengatur tentang kewajiban perpajakan bagi semua jenis usaha, termasuk usaha mikro.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Peraturan Menteri Keuangan (PMK):<\/strong> Mengatur tarif dan ketentuan khusus bagi usaha mikro dan kecil.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Peraturan Direktorat Jenderal Pajak:<\/strong> Memberikan pedoman dan tata cara pelaporan pajak bagi pelaku usaha mikro.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghitung_Pajak_Usaha_Mikro\"><\/span><strong>Cara Menghitung Pajak Usaha Mikro<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kemudian rasanya tidak lengkap jika sebagai pengusaha kamu tidak tahu bagaimana cara untuk menghitung pajak dan menyerahkan diri untuk diperas negara lewat pajak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan cuma tanya terus apakah usaha mikro kena pajak, karena sudah dijawab tadi bahwa usaha mikro kamu pasti kena pajak.<\/p>\n\n\n\n<p>Bedanya hanya di besar pajak yang wajib disetorkan nanti.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, untuk menghitung pajak yang terutang bagi usaha mikro, sebaiknya ikuti langkah yang diberikan pada informasi berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Dijamin langkahnya sederhana dan mudah, jadi siapa saja para pemilik bisnis pasti bisa menghitung besarnya pajak yang dikenakan untuk usaha mikronya tadi. Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li><strong>Menentukan Penghasilan Kena Pajak (PKP):<\/strong> Penghasilan kena pajak adalah total penghasilan yang diperoleh dikurangi dengan biaya-biaya yang diperbolehkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menghitung Pajak Terutang: <\/strong>Setelah mendapatkan PKP, pajak terutang dapat dihitung dengan mengalikan PKP dengan tarif pajak yang berlaku.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Rumus umum untuk menghitung pajak usaha mikro adalah:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pajak Terutang = PKP x&nbsp; Tarif Pajak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Perhitungan_Pajak_Usaha_Mikro_Katering_Rumahan\"><\/span><strong>Contoh Perhitungan Pajak Usaha Mikro Katering Rumahan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Misalkan seorang pengusaha katering rumahan, Ibu Siti, memiliki data keuangan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Total penghasilan selama tahun 2023: Rp 300.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya operasional yang dikeluarkan: Rp 150.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Langkah pertama adalah menghitung Penghasilan Kena Pajak (PKP)<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>PKP = Total Penghasilan &#8211; Biaya Operasional<\/li>\n\n\n\n<li>PKP = Rp 300.000.000 &#8211; Rp 150.000.000 = Rp 150.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Karena Ibu Siti menjalankan usaha mikro dengan penghasilan di bawah Rp 500 juta, maka tarif pajak yang dikenakan adalah 0%.<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah kedua adalah menghitung pajak terutang<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Pajak Terutang = PKP x Tarif Pajak<\/li>\n\n\n\n<li>Pajak Terutang = Rp 150.000.000 x 0% = Rp 0<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, pajak yang harus dibayar oleh Ibu Siti untuk tahun 2023 adalah sebesar Rp 0, karena penghasilannya masih di bawah batas yang dikenakan pajak.<\/p>\n\n\n\n<p>Usaha mikro, meskipun memiliki skala yang kecil, tetap dikenakan pajak dengan ketentuan yang lebih ringan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemahaman tentang regulasi pajak, cara menghitung pajak, serta penerapan yang tepat sangat penting bagi pelaku usaha mikro untuk memastikan kepatuhan pajak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam contoh di atas, Ibu Siti sebagai pengusaha katering rumahan menunjukkan bahwa dengan penghasilan yang masih dalam batas tertentu, ia tidak perlu membayar pajak, yang memberikan ruang bagi pengembangan usahanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah memberikan insentif bagi usaha mikro untuk tumbuh dan berkembang dalam perekonomian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi kamu tidak perlu berkecil hati ataupun skeptis jika saat ini sedang menjalankan usaha pisang molen kecil-kecilan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/cara-hitung-pajak-umkm\/\">Panduan Cara Hitung Pajak UMKM, Tak Sesulit Yang Dibayangkan!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Yang penting tetap pakai aplikasi <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/\">Paper.id<\/a> tanpa peduli seberapa besar dan kecil bisnis yang kamu miliki. HItung-hitung pakai aplikasi ini kamu jadi lebih pintar mengelola keuangan bisnis kamu yang kecil tadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, dengan Paper.id, kamu bisa mengelola invoice dan pembayaran bisnis secara cepat dan optimal. Kirim invoice dalam 5 menit dan pilih 30+ opsi pembayaran, termasuk kartu kredit untuk memperpanjang tempo pembayaran. Yuk, daftar ke Paper.id, <strong>GRATIS <\/strong>dengan klik tombol di bawah!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=pajak_mikro&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\">Daftar Gratis<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><span id=\"docs-internal-guid-706bc72b-7fff-3260-b733-4c819104b668\"><h1 dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.295;text-align: center;margin-top:24pt;margin-bottom:6pt;\"><\/h1><div><span style=\"font-size: 11pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline;\"><\/span><\/div><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu sedang bergerak memulai bisnis kecil-kecilan di rumah semacam UMKM? Nah, sebaiknya kamu baca dulu informasi yang diberikan di artikel ini tentang pajak usaha mikro di Indonesia, karena penting sekali bagimu untuk memahami apakah bisnis yang sedang kamu kelola termasuk bisnis yang wajib membayarkan pajak ke negara atau tidak. Seperti yang sudah umum diketahui, pajak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24616,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7850],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Pajak Usaha Mikro di Indonesia Bagi Bisnis Kecil UMKM<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Seperti yang sudah umum diketahui, pajak pada dasarnya dibutuhkan untuk mendukung pembangunan negara, termasuk pajak UMKM.\u00a0\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Pajak Usaha Mikro di Indonesia Bagi Bisnis Kecil UMKM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Seperti yang sudah umum diketahui, pajak pada dasarnya dibutuhkan untuk mendukung pembangunan negara, termasuk pajak UMKM.\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-02T02:23:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-22T10:43:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Mengenal-Pajak-Usaha-Mikro-di-Indonesia-Bagi-Bisnis-Kecil-UMKM.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Pajak Usaha Mikro di Indonesia Bagi Bisnis Kecil UMKM","description":"Seperti yang sudah umum diketahui, pajak pada dasarnya dibutuhkan untuk mendukung pembangunan negara, termasuk pajak UMKM.\u00a0","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Pajak Usaha Mikro di Indonesia Bagi Bisnis Kecil UMKM","og_description":"Seperti yang sudah umum diketahui, pajak pada dasarnya dibutuhkan untuk mendukung pembangunan negara, termasuk pajak UMKM.\u00a0","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-02-02T02:23:17+00:00","article_modified_time":"2025-09-22T10:43:15+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Mengenal-Pajak-Usaha-Mikro-di-Indonesia-Bagi-Bisnis-Kecil-UMKM.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Daniel Nugraha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Daniel Nugraha","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm\/"},"author":{"name":"Daniel Nugraha","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb"},"headline":"Mengenal Pajak Usaha Mikro di Indonesia Bagi Bisnis Kecil UMKM","datePublished":"2025-02-02T02:23:17+00:00","dateModified":"2025-09-22T10:43:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm\/"},"wordCount":892,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pajak Usaha"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm\/","name":"Mengenal Pajak Usaha Mikro di Indonesia Bagi Bisnis Kecil UMKM","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-02-02T02:23:17+00:00","dateModified":"2025-09-22T10:43:15+00:00","description":"Seperti yang sudah umum diketahui, pajak pada dasarnya dibutuhkan untuk mendukung pembangunan negara, termasuk pajak UMKM.\u00a0","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/mengenal-pajak-usaha-mikro-umkm\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Pajak Usaha Mikro di Indonesia Bagi Bisnis Kecil UMKM"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb","name":"Daniel Nugraha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Daniel Nugraha"},"description":"Seorang Penulis &amp; SEO Specialist dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di industri media, bisnis &amp; ekonomi, dengan hobi yang berbeda dari lainnya yakni riset terkait topik bisnis dan juga ekonomi serta sering kali difitur di berbagai media atas hasil tulisan seputar release dan kabar bisnis","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/daniel\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24615"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24615"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24615\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24788,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24615\/revisions\/24788"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24616"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}