{"id":24156,"date":"2024-12-20T09:45:44","date_gmt":"2024-12-20T02:45:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=24156"},"modified":"2025-09-22T17:39:22","modified_gmt":"2025-09-22T10:39:22","slug":"cara-hitung-pajak-umkm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pajak-umkm\/","title":{"rendered":"Panduan Cara Hitung Pajak UMKM, Tak Sesulit yang Dibayangkan!"},"content":{"rendered":"\n<p>Pajak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia diatur melalui skema Pajak Penghasilan Final berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018. <\/p>\n\n\n\n<p>UMKM dikenakan tarif pajak khusus yang lebih rendah untuk mendukung pertumbuhan bisnis kecil. Berikut adalah panduan sederhana untuk memahami cara menghitung pajak UMKM. <\/p>\n\n\n\n<p>Karena merupakan pungutan yang wajib dari pemerintah, kamu sebagai pebisnis wajib mengetahui hitung yang benar untuk menghindari permasalahan di waktu mendatang. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, dengan perhitungan yang tepat, kamu juga bisa menghindari kerugian bisnis, lho! Makanya, yuk, simak panduannya berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memahami_Ketentuan_Pajak_untuk_UMKM\"><\/span><strong>Memahami Ketentuan Pajak untuk UMKM<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pajak UMKM adalah Pajak Penghasilan Final dengan tarif 0,5% dari omzet bruto (total penghasilan kotor). Berbeda dari pajak biasa yang dihitung berdasarkan laba bersih, pajak UMKM hanya didasarkan pada omzet tanpa mempertimbangkan biaya operasional. Tarif ini ditujukan untuk pelaku usaha dengan omzet tahunan tidak lebih dari Rp4,8 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p>Per Desember 2024, pemerintah mengumumkan kebijakan baru yakni perpanjangan periode pemanfaatan Pajak Penghasilan (PPh) Final 0,5% bagi UMKM. Sehingga, kebijakan yang harapannya meringankan beban pajak bagi UMKM ini akan berlaku hingga akhir 2024 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018.<\/p>\n\n\n\n<p>Tarif pajak UMKM sebesar 0,5% berlaku selama periode tertentu, setelah itu pelaku usaha harus beralih ke skema pajak reguler berdasarkan laba bersih. Ketentuan masa berlaku ini adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>4 Tahun<\/strong> untuk Wajib Pajak Orang Pribadi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>3 Tahun<\/strong> untuk Badan Usaha seperti CV atau Firma.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>1 Tahun<\/strong> untuk Perseroan Terbatas (PT).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Skema ini memberikan kemudahan administrasi sekaligus mengurangi beban pajak bagi pelaku UMKM.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, mungkin kamu sebagai pelaku bisnis kecil bertanya-tanya, apakah bisnismu terkena pajak?<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah aturan mengenai siapa saja yang terkena pajak bisnis:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Orang Pribadi:<\/strong> Pengusaha kecil dan mikro seperti toko kelontong, usaha kuliner, atau bengkel.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Badan Usaha<\/strong>: Usaha berbadan hukum seperti CV, firma, koperasi, atau Perseroan Terbatas (PT).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pengusaha dengan Omzet \u2264 Rp4,8 Miliar<\/strong>: Hanya pelaku usaha dengan omzet bruto tahunan di bawah Rp4,8 miliar yang memenuhi syarat untuk tarif pajak ini.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/kategori-usaha-yang-kena-pajak\/\">Usaha Seperti Apa yang Kena Pajak? Berikut Kategorinya!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Hitung_Pajak_UMKM\"><\/span><strong>Cara Hitung Pajak UMKM<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menghitung pajak UMKM sangat sederhana, karena hanya perlu mengalikan omzet bruto dengan tarif 0,5%. Rumusnya adalah:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pajak UMKM = 0,5% \u00d7 Omzet Bruto<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Perhitungan\"><\/span><strong>Contoh Perhitungan:<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Usaha Mikro<\/strong>: Sebuah toko kelontong memiliki omzet Rp30 juta per bulan.<br>Pajak yang harus dibayar adalah:<br><strong>0,5% \u00d7 Rp30.000.000 = Rp150.000<\/strong><strong><br><\/strong>Toko ini perlu membayar pajak sebesar Rp150.000 setiap bulan.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Usaha Menengah<\/strong>: Sebuah bengkel kendaraan memiliki omzet tahunan Rp1,2 miliar (atau Rp100 juta per bulan).<br>Pajak bulanan yang harus dibayar adalah:<br><strong>0,5% \u00d7 Rp100.000.000 = Rp500.000<\/strong><strong><br><\/strong>Dalam satu tahun, pajak yang dibayarkan adalah Rp6 juta.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-paper-id-informasi-terbaru-seputar-bisnis-dan-akuntansi wp-block-embed-paper-id-informasi-terbaru-seputar-bisnis-dan-akuntansi\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"AIJO1oCcE2\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/pajak-paper-id\/\">Pakai Aplikasi Paper.id, Apakah Pihak Perpajakan Bisa Cek Data Perusahaan?<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;Pakai Aplikasi Paper.id, Apakah Pihak Perpajakan Bisa Cek Data Perusahaan?&#8221; &#8212; Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/pajak-paper-id\/embed\/#?secret=2ESxGi97Mi#?secret=AIJO1oCcE2\" data-secret=\"AIJO1oCcE2\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Bayar_Pajak_UMKM\"><\/span><strong>Cara Bayar Pajak UMKM<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Cara bayar pajak UMKM tak jauh berebeda dengan pelaporan pajak pribadi, yakni secara resmi lewat situs DJP.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum memulai proses pembayaran pajak, pastikan kamu memiliki:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)<\/strong>: Pastikan kamu terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak sebagai Wajib Pajak.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>EFIN (Electronic Filing Identification Number)<\/strong>: EFIN digunakan untuk mengakses sistem DJP Online. Jika belum memiliki, kamu bisa mengajukannya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pencatatan Omzet<\/strong>: Catat seluruh omzet bruto bulanan untuk menghitung jumlah pajak yang harus dibayar, seperti contoh di atas sebagai referensi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Lewat DJP Online, kamu harus masuk menggunakan NPWP, password, dan EFIN, lalu pilih menu e-Billing. Pilihlah jenis pajak 411128 (PPh Final) dan kode jenis setoran 420 (PPh Final PP23\/2018). Kemudian, ikutilah langkah-langkah yang ditampilkan untuk mendapatkan kode billing.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika sudah, kamu bisa membayar lewat ATM, mobile banking atau internet banking, langsung lewat teller bank, atau aplikasi pihak ketiga yang menyediakan layanan pembayaran pajak.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, laporkan pajak lewat DJP Online kembali lewat menu &#8220;e-Filing&#8221; dengan mengisi data dengan akurat dan meng-upload bukti pembayaran yang resmi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/pajak-bisnis-online\/\">Pajak untuk Bisnis Online, Seperti Apa?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, dengan begitu, kamu sudah menyelesaikan perhitungan pajak untuk UMKM dan juga melaporkannya. Cukup simpel, namun perlu memastikan bahwa pencatatan bisnismu baik agar prosesnya tidak ribet di penghujung tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satunya, kamu bisa menggunakan Paper.id untuk invoicing dan pencatatan bisnismu. Paper.id adalah platform invoicing digital yang sudah terkoneksi dengan 30+ opsi pembayaran. Lewat Paper.id, kamu bisa membuat invoice digital dan mengirimnya langsung lewat email, WA, ataupun SMS, dan bayar atau terima pembayaran bisnis dengan pilihan yang paling kamu sukai, termasuk kartu kredit tanpa perlu mesin EDC.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nantinya, setiap transaksi yang invoice-nya dibuat di Paper.id, akan otomatis tercatat dengan rapi, begitu pula dengan laporan keuangan sederhananya. Sehingga, akan jauh lebih mudah untukmu saat rekap untuk pelaporan pajak.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, segera daftarkan bisnismu ke Paper.id! Kenali juga Paper.id lebih dekat <strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-penjualan.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=cara_hitung_pajak_umkm\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">di sini.<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=cara_hitung_pajak_umkm\" style=\"background-color:#4195dd\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Paper.id Gratis<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pajak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia diatur melalui skema Pajak Penghasilan Final berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018. UMKM dikenakan tarif pajak khusus yang lebih rendah untuk mendukung pertumbuhan bisnis kecil. Berikut adalah panduan sederhana untuk memahami cara menghitung pajak UMKM. Karena merupakan pungutan yang wajib dari pemerintah, kamu sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":24157,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7850],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan Cara Hitung Pajak UMKM, Tak Sesulit yang Dibayangkan!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Butuh panduan cara hitung pajak UMKM? Yuk, simak pembahasan lengkapnya di sini untukmu yang masih bingung. Gampang, lho!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pajak-umkm\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Cara Hitung Pajak UMKM, Tak Sesulit yang Dibayangkan!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Butuh panduan cara hitung pajak UMKM? Yuk, simak pembahasan lengkapnya di sini untukmu yang masih bingung. Gampang, lho!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pajak-umkm\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-20T02:45:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-22T10:39:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/cara-hitung-pajak-umkm.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Cara Hitung Pajak UMKM, Tak Sesulit yang Dibayangkan!","description":"Butuh panduan cara hitung pajak UMKM? Yuk, simak pembahasan lengkapnya di sini untukmu yang masih bingung. Gampang, lho!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pajak-umkm\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Panduan Cara Hitung Pajak UMKM, Tak Sesulit yang Dibayangkan!","og_description":"Butuh panduan cara hitung pajak UMKM? Yuk, simak pembahasan lengkapnya di sini untukmu yang masih bingung. Gampang, lho!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pajak-umkm\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-12-20T02:45:44+00:00","article_modified_time":"2025-09-22T10:39:22+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":667,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/cara-hitung-pajak-umkm.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pajak-umkm\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pajak-umkm\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Panduan Cara Hitung Pajak UMKM, Tak Sesulit yang Dibayangkan!","datePublished":"2024-12-20T02:45:44+00:00","dateModified":"2025-09-22T10:39:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pajak-umkm\/"},"wordCount":728,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pajak Usaha"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pajak-umkm\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pajak-umkm\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pajak-umkm\/","name":"Panduan Cara Hitung Pajak UMKM, Tak Sesulit yang Dibayangkan!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-12-20T02:45:44+00:00","dateModified":"2025-09-22T10:39:22+00:00","description":"Butuh panduan cara hitung pajak UMKM? Yuk, simak pembahasan lengkapnya di sini untukmu yang masih bingung. Gampang, lho!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pajak-umkm\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pajak-umkm\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-hitung-pajak-umkm\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan Cara Hitung Pajak UMKM, Tak Sesulit yang Dibayangkan!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24156"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24156"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24156\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24158,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24156\/revisions\/24158"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24157"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}