{"id":23731,"date":"2024-11-14T08:43:47","date_gmt":"2024-11-14T01:43:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=23731"},"modified":"2025-09-22T14:33:02","modified_gmt":"2025-09-22T07:33:02","slug":"nota-kesepahaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/invoice-id\/nota-kesepahaman\/","title":{"rendered":"Nota Kesepahaman (MoU): Definisi, Jenis-Jenis dan Tujuan Pembuatannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Nota kesepahaman adalah komponen yang sangat penting untuk membuat kesepakatan dua belah pihak yang digunakan untuk menjalankan bisnis. Nota ini juga sering dikenal sebagai Memorandum of Understanding (MoU). <\/p>\n\n\n\n<p>Melalui MoU, nantinya pihak yang terlibat pada kesepakatan bisa menjelaskan beberapa poin pokok yang sangat penting untuk membuat negosiasi bisa berjalan dengan lancar.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, MoU tidak bisa dibuat secara sembarangan. Adanya MoU ini menjadi surat yang memiliki posisi dalam hukum dan memuat beberapa hal penting di dalamnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, yuk, pahami lebih lanjut tentang hal ini yang mungkin nantinya akan berguna untuk bisnismu!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Nota_Kesepahaman\"><\/span><strong>Apa Itu Nota Kesepahaman?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Nota kesepahaman merupakan dokumen resmi yang isinya memuat perjanjian antara dua belah pihak dan tertulis secara formal. Tetapi dari BPKP MoU atau nota kesepahaman ini tidak mempunyai kekuatan dalam hukum yang mengikat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun memang tidak mengikat secara hukum tentunya tetap mengikat secara moral. MoU merupakan titik awal dalam sebuah negosiasi yang kamu lakukan supaya lebih jauh dan tetap mengikat secara hukum.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nota kesepahaman ini tidak hanya dihadirkan pada agenda bisnis saja. Terdapat beberapa agenda formal yang lain yang juga membutuhkan MOU untuk tanda perjanjian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/product-content\/apa-perbedaan-nota-dan-kwitansi-simak-selengkapnya\/\">Perbedaan Nota dan Kwitansi, Serupa Tapi Tak Sama!&nbsp;<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_MoU\"><\/span><strong>Jenis-Jenis MoU&nbsp;<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sesuai dengan tempat tinggal dari pihak-pihak yang telah menjalin kerjasama tentunya MOU telah dibedakan dalam dua jenis. Adapun dua jenis MOU yang bisa kamu ketahui seperti berikut ini:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_MoU_nasional\"><\/span>1. MoU nasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>MOU nasional merupakan salah satu jenis MoU yang seluruh pihak bertempat tinggal di Indonesia dan sebagai WNI ataupun Badan Hukum Indonesia. Seperti halnya MOU yang dibuat pemerintah daerah bersama perusahaan tertentu ataupun MoU antara warga Surabaya serta warga Bandung asli.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_MoU_internasional\"><\/span>2. MoU internasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>MoU international dibuat oleh pihak yang tinggal dari negara berbeda dan tidak berada di lingkup Indonesia. Dengan artian, bahwa terdapat satu pihak yang tinggal di Indonesia dan sebagai WNI serta untuk pihak yang lain berasal dari negara luar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya untuk MoU seperti ini akan dibuat saat pemerintah Indonesia ingin melakukan kerjasama dengan pihak luar. Beberapa kerjasama yang dilakukan bisa dengan badan hukum, pemerintah ataupun perusahaan asing.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tujuan_Membuat_Nota_Kesepahaman\"><\/span><strong>Tujuan Membuat Nota Kesepahaman&nbsp;<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pengikat_kerja_sama_dalam_kurun_waktu_tertentu\"><\/span>1. Pengikat kerja sama dalam kurun waktu tertentu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Adanya penandatanganan kontrak dapat dijalankan cukup lama karena terdapat negosiasi yang sangat alot untuk dilakukan antara dua belah pihak. Oleh karena itu, dibandingkan tidak terjadi ikatan apa-apa sebelum adanya kontrak yang berlangsung ditandatangani tentunya bisa dibuatkan MoU yang diberlakukan dalam waktu tertentu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menghindari_kesulitan_pembatalan_persetujuan\"><\/span>2. Menghindari kesulitan pembatalan persetujuan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Nota kesepahaman dapat dijadikan sebagai alat untuk menghindari kesulitan pembatalan atas persetujuan ke depannya. Seperti ketika terdapat prospek bisnis yang belum ada kejelasan ataupun belum bisa dipastikan bahwa kerjasama tersebut bisa ditindaklanjuti atau tidak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Memberi_waktu_untuk_pengambilan_keputusan_pada_pihak_yang_terlibat\"><\/span>3. Memberi waktu untuk pengambilan keputusan pada pihak yang terlibat&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada saat pihak yang terlibat merasa masih membutuhkan waktu untuk berpikir dalam membuat keputusan sebelum menandatangani sebuah kontrak. Tentunya pembuatan MOU dapat dijadikan sebagai perjanjian untuk sementara waktu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/download-contoh-nota-kosong-format-word-excel\/\">Download Contoh Nota Kosong, Format Word &amp; Excel<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_MoU\"><\/span><strong>Ciri-Ciri MoU<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Nota kesepahaman atau MoU mempunyai ciri-ciri yang berbeda dari surat perjanjian biasanya. Adanya perbedaan inilah yang menjadikan MoU sebagai alternatif paling tepat untuk memulai sebuah kerjasama. Inilah beberapa ciri-ciri dari MoU yang bisa kamu ketahui:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>MoU adalah pendahuluan yang nantinya bisa diikuti oleh perjanjian yang lain secara detail&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Berisikan pernyataan atas kesediaannya untuk menjalin kerjasama&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Biasanya dibuat secara ringkas dan hanya dimuat dalam satu halaman saja&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Pada umumnya tidak terdapat kewajiban yang sifatnya memaksa pada pihak yang memiliki keterlibatan&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>MoU hanya berisikan beberapa hal pokok yang sifatnya umum sebagai bentuk ungkapan kesetiaannya dalam menjalin kerjasama&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Sifatnya sementara, dengan artian apabila tidak ditindaklanjuti dalam perjanjian tentunya MoU bisa batal dengan sendirinya. Akan tetapi apabila seluruh pihak menyetujui tentunya MoU akan berlaku dan diperpanjang&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>MoU dibuat dengan bentuk perjanjian di bawah tangan.&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hal_yang_Harus_Ada_pada_MoU\"><\/span><strong>Hal yang Harus Ada pada MoU<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam pembuatan MoU terdapat beberapa hal yang harus dimuat karena sebagai bentuk pernyataan kesepakatan dua pihak ataupun lebih yang sudah menyetujui menjalin kerjasama. Sehingga pihak-pihak yang terlibat akan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun begitu akan ada beberapa bagian yang harus dicantumkan pada MoU sesuai teknik penyusunan yang tepat. Inilah beberapa hal penting yang harus ada pada MoU:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Judul\"><\/span>1. Judul<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pembuatan judul MoU harus tepat supaya memberikan kejelasan pihak yang terlibat dan sifat MoU itu sendiri. Judul yang dibuat harus singkat, padat dan sesuai aturan EYD.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>MoU juga harus memperoleh kesepakatan dari seluruh pihak yang ada. Bahkan, jika diperlukan juga harus menyertakan logo dari instansi pihak yang memiliki keterlibatan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pembukaan\"><\/span>2. Pembukaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Di bagian pembukaan akan ditulis sesudah judul dan sebagai bagian awal MoU yang terdiri dari hari, tanggal, bulan, tahun, tempat penandatanganan, jabatan pihak yang terlibat dan pertimbangan. Pada bagian jabatan nantinya akan diberikan istilah sebagai pihak pertama dan pihak kedua sebagai perorangan, badan hukum publik ataupun badan hukum privat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di bagian pertimbangan memuat uraian singkat terkait pokok pikiran sebagai latar belakang pembuatan MoU. Penulisan setiap pokok pikiran sebagai kalimat satu kesatuan pengertian yang nantinya diawali oleh huruf abjad dan diakhiri titik koma.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Isi\"><\/span>3. Isi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap pihak yang membuat nota kesepahaman bisa menentukan isi yang perlu dimuat. Isi dalam MoU sebagai representasi terkait apa yang ingin dikehendaki dan bisa dituliskan secara singkat ataupun panjang sesuai bentuk kesepakatannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, seringkali substansi ditulis lebih singkat dengan perumusan yang detail pada kontrak MoU. Pastikan kamu menjadi pihak yang ikut serta dalam pembuatan MoU dengan menuliskan beberapa substansi penting dalam menjalin kerjasama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Penutup_dan_tanda_tangan\"><\/span>4. Penutup dan tanda tangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian kalimat penutup bisa dibuat lebih sederhana dan tidak perlu bertele-tele. Sementara itu, tanda tangan di bagian bawah penutup dan seluruh pihak yang terlibat akan membubuhkan tanda tangan dengan keterangan nama jelas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Nota_Kesepahaman\"><\/span><strong>Contoh Nota Kesepahaman<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk jadi referensimu, ini adalah contoh bagaimana kamu bisa membuat nota kesepahaman.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"818\" height=\"542\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-23732\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/image.png 818w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/image-300x199.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/image-768x509.png 768w\" sizes=\"(max-width: 818px) 100vw, 818px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Jobstreet<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Nah, itulah serba-serbi nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU). Omong-omong soal nota, kamu bisa membuat nota digital untuk transaksi bisnis lewat Paper.id. Paper.id merupakan <em>platform<\/em> invoicing dan pembayaran digital, sehingga operasional makin mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, dengan invoice digital yang terintegrasi dengan pembayaran, kamu bisa dengan mudah memantau status pembayarannya, misalnya apakah sudah terkirim, sudah dibayar, atau mungkin telat bayar tanpa harus mengecek sendiri satu per satu, sehingga hemat banyak waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlebih lagi, ada lebih dari 30 opsi pembayaran bisnis yang bisa jadi solusi bagi <em>cash flow<\/em>-mu, misalnya transfer bank, OVO, marketplace (Tokopedia, Shopee, Blibli), dan juga kartu kredit sehingga tempo pembayaran makin panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, gunakan Paper.id sekarang!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=mou_nota_kesepahaman\" style=\"background-color:#4195d5\">Daftar Paper.id Gratis<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nota kesepahaman adalah komponen yang sangat penting untuk membuat kesepakatan dua belah pihak yang digunakan untuk menjalankan bisnis. Nota ini juga sering dikenal sebagai Memorandum of Understanding (MoU). Melalui MoU, nantinya pihak yang terlibat pada kesepakatan bisa menjelaskan beberapa poin pokok yang sangat penting untuk membuat negosiasi bisa berjalan dengan lancar. Pasalnya, MoU tidak bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":23735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6443],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Nota Kesepahaman (MoU): Definisi, Jenis-Jenis dan Tujuan Pembuatannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk, kenali apa itu nota kesepahaman yang juga disebut MoU lewat penjelasan Paper.id ini. Penting untuk bisnis, lho.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/invoice-id\/nota-kesepahaman\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nota Kesepahaman (MoU): Definisi, Jenis-Jenis dan Tujuan Pembuatannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, kenali apa itu nota kesepahaman yang juga disebut MoU lewat penjelasan Paper.id ini. Penting untuk bisnis, lho.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/invoice-id\/nota-kesepahaman\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-14T01:43:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-22T07:33:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/1384.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nota Kesepahaman (MoU): Definisi, Jenis-Jenis dan Tujuan Pembuatannya","description":"Yuk, kenali apa itu nota kesepahaman yang juga disebut MoU lewat penjelasan Paper.id ini. Penting untuk bisnis, lho.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/invoice-id\/nota-kesepahaman\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Nota Kesepahaman (MoU): Definisi, Jenis-Jenis dan Tujuan Pembuatannya","og_description":"Yuk, kenali apa itu nota kesepahaman yang juga disebut MoU lewat penjelasan Paper.id ini. Penting untuk bisnis, lho.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/invoice-id\/nota-kesepahaman\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-11-14T01:43:47+00:00","article_modified_time":"2025-09-22T07:33:02+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":667,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/1384.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/invoice-id\/nota-kesepahaman\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/invoice-id\/nota-kesepahaman\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Nota Kesepahaman (MoU): Definisi, Jenis-Jenis dan Tujuan Pembuatannya","datePublished":"2024-11-14T01:43:47+00:00","dateModified":"2025-09-22T07:33:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/invoice-id\/nota-kesepahaman\/"},"wordCount":1064,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Invoice"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/invoice-id\/nota-kesepahaman\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/invoice-id\/nota-kesepahaman\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/invoice-id\/nota-kesepahaman\/","name":"Nota Kesepahaman (MoU): Definisi, Jenis-Jenis dan Tujuan Pembuatannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-11-14T01:43:47+00:00","dateModified":"2025-09-22T07:33:02+00:00","description":"Yuk, kenali apa itu nota kesepahaman yang juga disebut MoU lewat penjelasan Paper.id ini. Penting untuk bisnis, lho.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/invoice-id\/nota-kesepahaman\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/invoice-id\/nota-kesepahaman\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/invoice-id\/nota-kesepahaman\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nota Kesepahaman (MoU): Definisi, Jenis-Jenis dan Tujuan Pembuatannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23731"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23731"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23731\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23736,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23731\/revisions\/23736"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23731"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23731"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23731"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}