{"id":23621,"date":"2024-11-17T05:05:32","date_gmt":"2024-11-16T22:05:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=23621"},"modified":"2025-09-24T10:22:55","modified_gmt":"2025-09-24T03:22:55","slug":"perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal\/","title":{"rendered":"7 Perbedaan antara Skor Kredit Bisnis dan Skor Kredit Personal, Ternyata Begini!"},"content":{"rendered":"\n<p>Skor kredit merupakan alat penting dalam dunia keuangan yang digunakan untuk menilai kelayakan kredit seseorang atau entitas. Namun, tahukah kamu jika ada dua jenis skor kredit yang berbeda, yaitu skor kredit bisnis dan skor kredit personal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menilai risiko kredit, akan tetapi ternyata terdapat perbedaan signifikan antara keduanya. Sehingga para pelaku bisnis seperti kamu semua harus mengetahui dulu perbedaannya sebelum melakukan pengecekan skor kredit tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, dalam artikel ini akan terdapat penjelasan yang lebih mendalam mengenai perbedaan dari kedua hal tersebut. Yuk, simak dengan baik informasi di bawah ini mengenai tujuh perbedaan utama antara skor kredit bisnis dan skor kredit personal.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum masuk ke pembahasan perbedaan skor kredit untuk bisnis dan pribadi, kamu perlu tahu bahwa skor kredit pada dasarnya jadi baik atau buruk tergantung dari komitmen kita melunasi utang-utang, baik pribadi maupun bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, khusus untuk bisnis, memang hal ini cukup lebih menantang karena melibatkan pembelian yang jumlahnya besar. Tak jarang, bisnis kesulitan untuk melunasi utang bisnis tepat waktu karena <em>cash flow <\/em>yang macet.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, hadir Paper.id dengan berbagai solusi financing-nya. Misalnya, kamu bisa menikmati PayLater ataupun memilih untuk membayar transaksi bisnis dengan opsi cicilan kartu kredit. Biayanya terjangkau dan kompetitif, yang bisa kamu simak detailnya dengan klik <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/product-content\/pembayaran-cicilan-bisnis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">di sini<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Paper.id juga menyediakan banyak opsi kartu kredit untuk solusi bisnismu, misalnya Paper Pioneer Card yang pengajuannya lebih mudah dan menghadirkan limit hingga Rp100 juta.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika tertarik, kamu bisa simak penjelasan lengkapnya di sini.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/virtual-credit-card.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=perbedaan_skor_kredit_pribadi_bisnis\" style=\"background-color:#4195d5\">Pelajari Paper Pioneer Card<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/cara-cek-skor-kredit\/\">Cek Skor Kredit untuk Keperluan Bisnis, Ini Cara Mudahnya!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Skor_Kredit_untuk_Bisnis_dan_Pribadi\"><\/span><strong>Perbedaan Skor Kredit untuk Bisnis dan Pribadi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Perbedaan_subjek_penilaian\"><\/span>1. Perbedaan subjek penilaian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan pertama dari skor kredit bisnis vs skor kredit personal terletak pada subjek yang dinilai. Skor kredit personal mengukur kelayakan kredit individu, sedangkan skor kredit bisnis menilai kelayakan kredit suatu entitas bisnis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, skor kredit personal berfokus pada riwayat keuangan individu, sedangkan skor kredit bisnis mempertimbangkan kinerja dan stabilitas keuangan perusahaan. Sehingga tentu saja penilaian yang dilakukan mengacu pada kedua jenis hal yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Sumber_data\"><\/span>2. Sumber data<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sumber data yang digunakan untuk menghitung skor kredit juga berbeda. Skor kredit personal biasanya didasarkan pada informasi dari laporan kredit individu, termasuk riwayat pembayaran, jumlah utang, dan lama riwayat kredit.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, skor kredit bisnis mengandalkan data yang lebih luas, termasuk laporan keuangan perusahaan, rasio utang terhadap ekuitas, dan informasi dari lembaga pemeringkat kredit yang khusus untuk bisnis. Sehingga secara tidak langsung skor kredit bisnis membutuhkan data yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan penilaian terhadap skor kredit personal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Faktor-faktor_yang_memengaruhi\"><\/span>3. Faktor-faktor yang memengaruhi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Faktor-faktor yang memengaruhi skor kredit juga bervariasi. Untuk skor kredit personal, faktor utama termasuk riwayat pembayaran, jumlah utang yang dimiliki, dan lama riwayat kredit.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, skor kredit bisnis dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pendapatan tahunan, stabilitas arus kas, dan kinerja industri. Hal ini menunjukkan bahwa skor kredit bisnis lebih kompleks dan melibatkan lebih banyak variabel.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/dampak-skor-kredit\/\">Bagaimana Dampak Skor Kredit Terhadap Pendanaan atau Pinjaman Bisnis?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Skala_penilaian\"><\/span>4. Skala penilaian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya yang membedakan antara skor kredit bisnis vs skor kredit personal yaitu terkait dengan skala penilaian yang diberikan nantinya. Skor kredit personal biasanya menggunakan skala 300 hingga 850, di mana skor yang lebih tinggi menunjukkan risiko yang lebih rendah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, skor kredit bisnis sering kali menggunakan skala yang berbeda, seperti 0 hingga 100, atau sistem penilaian lainnya yang ditentukan oleh lembaga pemeringkat. Perbedaan skala ini dapat memengaruhi cara peminjam dan pemberi pinjaman memahami dan menafsirkan skor kredit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Tujuan_evaluasi\"><\/span>5. Tujuan evaluasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Rupanya tujuan juga merupakan salah satu hal yang membedakan antara skor kredit bisnis vs skor kredit personal. Skor kredit personal umumnya digunakan oleh bank dan lembaga keuangan untuk menilai kelayakan individu dalam mendapatkan pinjaman pribadi, kartu kredit, atau hipotek.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, skor kredit bisnis digunakan oleh lembaga keuangan untuk mengevaluasi kelayakan kredit perusahaan dalam mendapatkan pinjaman usaha, kredit modal kerja, atau fasilitas kredit lainnya. Dengan demikian, konteks penggunaan skor kredit sangat memengaruhi cara penilaian dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Dampak_terhadap_individu_maupun_bisnis_yang_dievaluasi_skornya\"><\/span>6. Dampak terhadap individu maupun bisnis yang dievaluasi skornya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dampak dari skor kredit juga berbeda antara individu dan bisnis. Skor kredit personal yang buruk dapat mengakibatkan kesulitan dalam mendapatkan pinjaman, suku bunga yang lebih tinggi, atau bahkan penolakan aplikasi kredit.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, skor kredit bisnis yang rendah dapat memengaruhi kemampuan perusahaan untuk mendapatkan modal, memperburuk hubungan dengan pemasok, dan mengurangi peluang pertumbuhan. Oleh karena itu, dampak dari skor kredit bisnis dapat lebih luas dan berpotensi memengaruhi banyak aspek operasional perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/cara-memperbaiki-skor-kredit-bisnis\/\">Jika Skor Kredit Bisnis Sudah Buruk, Bagaimana Cara Memperbaikinya?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Cara_perbaikan_skor_yang_kurang_baik\"><\/span>7. Cara perbaikan skor yang kurang baik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya rupanya proses perbaikan skor kredit juga berbeda antara skor kredit bisnis vs skor kredit personal. Individu dapat memperbaiki skor kredit personal mereka dengan membayar utang tepat waktu, mengurangi penggunaan kredit, dan memperbaiki kesalahan dalam laporan kredit.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, perusahaan perlu melakukan langkah-langkah yang lebih komprehensif, seperti meningkatkan arus kas, mengelola utang dengan lebih baik, dan memperbaiki laporan keuangan untuk meningkatkan skor kredit bisnis mereka. Proses ini sering kali melibatkan strategi jangka panjang yang lebih kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun skor kredit bisnis dan skor kredit personal memiliki tujuan yang sama dalam menilai kelayakan kredit, terdapat banyak perbedaan yang signifikan antara keduanya. Dari subjek penilaian, sumber data, hingga dampak dan proses perbaikan, setiap jenis skor kredit memiliki karakteristik unik yang memengaruhi cara individu dan perusahaan berinteraksi dengan lembaga keuangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, itulah dia penjelasan tentang bedanya skor kredit untuk bisnis dan pribadi. Jangan lupa untuk gunakan Paper.id sebagai salah satu upaya untuk menjaga skor kreditmu tetap baik ya, khususnya terkait bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Klik di sini untuk daftar gratis, dan nikmati mudahnya kelola invoicing secara digital, rekonsiliasi otomatis, dan pembayaran dengan kartu kredit untuk <em>cash flow<\/em> yang lebih sehat.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-3 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=perbedaan_skor_kredit_pribadi_bisnis\" style=\"background-color:#4195d5\">Daftar Paper.id Gratis<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Skor kredit merupakan alat penting dalam dunia keuangan yang digunakan untuk menilai kelayakan kredit seseorang atau entitas. Namun, tahukah kamu jika ada dua jenis skor kredit yang berbeda, yaitu skor kredit bisnis dan skor kredit personal.&nbsp; Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menilai risiko kredit, akan tetapi ternyata terdapat perbedaan signifikan antara keduanya. Sehingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":23625,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7858],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>7 Perbedaan Skor Kredit Bisnis dan Personal<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Skor kredit untuk bisnis dan personal ternyata tak sama. Begini perbedaannya, yuk simak baik-baik khususnya jika kamu pebisnis!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"7 Perbedaan Skor Kredit Bisnis dan Personal\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Skor kredit untuk bisnis dan personal ternyata tak sama. Begini perbedaannya, yuk simak baik-baik khususnya jika kamu pebisnis!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-16T22:05:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-24T03:22:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2150062318.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"665\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"7 Perbedaan Skor Kredit Bisnis dan Personal","description":"Skor kredit untuk bisnis dan personal ternyata tak sama. Begini perbedaannya, yuk simak baik-baik khususnya jika kamu pebisnis!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"7 Perbedaan Skor Kredit Bisnis dan Personal","og_description":"Skor kredit untuk bisnis dan personal ternyata tak sama. Begini perbedaannya, yuk simak baik-baik khususnya jika kamu pebisnis!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-11-16T22:05:32+00:00","article_modified_time":"2025-09-24T03:22:55+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":665,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2150062318.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"7 Perbedaan antara Skor Kredit Bisnis dan Skor Kredit Personal, Ternyata Begini!","datePublished":"2024-11-16T22:05:32+00:00","dateModified":"2025-09-24T03:22:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal\/"},"wordCount":943,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Kartu Kredit Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal\/","name":"7 Perbedaan Skor Kredit Bisnis dan Personal","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-11-16T22:05:32+00:00","dateModified":"2025-09-24T03:22:55+00:00","description":"Skor kredit untuk bisnis dan personal ternyata tak sama. Begini perbedaannya, yuk simak baik-baik khususnya jika kamu pebisnis!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/perbedaan-skor-kredit-bisnis-personal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"7 Perbedaan antara Skor Kredit Bisnis dan Skor Kredit Personal, Ternyata Begini!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23621"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23621"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23627,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23621\/revisions\/23627"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}