{"id":22826,"date":"2024-10-17T10:44:04","date_gmt":"2024-10-17T03:44:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=22826"},"modified":"2025-10-12T10:41:34","modified_gmt":"2025-10-12T03:41:34","slug":"pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu\/","title":{"rendered":"Pro &#038; Kontra Surcharge: Apa yang Harus Diketahui Bisnis Kamu?"},"content":{"rendered":"\n<p>Istilah \u201c<em>surcharge<\/em>\u201d dalam bisnis adalah biaya tambahan yang dikenakan kepada <em>buyer <\/em>di luar harga dasar produk atau layanan. Biaya ini biasanya diberlakukan untuk menutupi biaya tertentu, seperti biaya transaksi kartu kredit, biaya pengiriman, atau kenaikan harga bahan baku.<\/p>\n\n\n\n<p>Di satu sisi, <em>surcharge <\/em>memungkinkan <em>merchant <\/em>untuk menjaga margin keuntungan mereka. Di sisi lain, hal ini juga bisa mempengaruhi kepuasan <em>buyer<\/em>. Lalu, apa saja pro dan kontra dari penerapan <em>surcharge <\/em>dalam bisnis? Simak penjelasannya di bawah ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Biaya_Surcharge_dalam_Bisnis\"><\/span><strong>Contoh Biaya <\/strong><strong><em>Surcharge <\/em><\/strong><strong>dalam Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Contoh <em>surcharge <\/em>bisa dilihat pada <em>e-commerce<\/em>. Biaya <em>surcharge <\/em>biasanya muncul ketika <em>buyer <\/em>bertransaksi menggunakan metode pembayaran tertentu, seperti kartu kredit atau dompet digital. Penyedia layanan pembayaran seperti bank atau <em>payment gateway<\/em> sering mengenakan biaya pemrosesan sebesar 2-3% dari nilai transaksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, melansir <a href=\"https:\/\/akki.or.id\/biaya-tambahan-transaksi-kartu-kredit-surcharge\/\"><em>AKKI<\/em><\/a>, sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor 18\/40\/PBI\/2016, <em>merchant <\/em>dilarang mengenakan biaya tambahan atau <em>surcharge <\/em>kepada konsumen yang membayar dengan kartu kredit, sehingga mereka harus menanggung biaya pemrosesan transaksi dari bank atau <em>payment gateway <\/em>itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/biaya-operasional-bisnis\/\">Biaya Operasional Bisnis: Jenis-Jenis dan Cara Menghematnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pro_Penerapan_Surcharge_dalam_Bisnis\"><\/span><strong>Pro Penerapan Surcharge dalam Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Surcharge <\/em>dalam bisnis mencakup beberapa keuntungan atau pro dalam bisnis. Simak penjelasannya berikut ini:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mendorong_pembayaran_tepat_waktu\"><\/span>1. Mendorong pembayaran tepat waktu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Surcharge <\/em>bisa digunakan sebagai strategi untuk mendorong <em>buyer <\/em>agar membayar tagihan mereka tepat waktu. Misalnya, jika ada <em>surcharge <\/em>untuk pembayaran yang dilakukan setelah tanggal jatuh tempo, <em>buyer <\/em>mau tidak mau harus membayar tepat waktu agar tidak dikenakan biaya ekstra.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya <em>surcharge<\/em>, bisnis bisa mengurangi risiko keterlambatan pembayaran. Hal ini tidak hanya membantu <em>cash flow<\/em> tetap stabil, tetapi juga mengurangi biaya yang terkait dengan penagihan dan pengelolaan piutang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Membantu_cash_flow_tetap_sehat\"><\/span>2. Membantu <em>cash flow <\/em>tetap sehat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Surcharge <\/em>atau biaya tambahan bisa membantu menjaga kesehatan<em> cash flow<\/em> bisnis. Dengan menerapkan <em>surcharge<\/em>, bisnis bisa mengimbangi biaya operasional yang meningkat, seperti biaya bahan baku, transportasi, atau layanan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga, memungkinkan bisnis untuk tetap mendapatkan pendapatan yang stabil meskipun terjadi perubahan naik turunnya biaya. Akan tetapi, penting untuk menerapkan <em>surcharge <\/em>secara transparan dan adil, agar tidak merugikan hubungan dengan <em>buyer<\/em>.&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/mle\/atur-pengeluaran-bisnis-dengan-corporate-card\/\"><strong>Manfaat Atur Pengeluaran Bisnis Lebih Efektif dengan Corporate Card<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mendorong_penggunaan_metode_pembayaran_lain\"><\/span>3. Mendorong penggunaan metode pembayaran lain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Adanya peraturan BI yang melarang mengenakan biaya tambahan atau <em>surcharge <\/em>kepada konsumen yang membayar dengan kartu kredit, tentunya mendorong penggunaan metode pembayaran lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga, <em>merchant <\/em>bisa melihat alternatif metode pembayaran yang lebih menguntungkan, seperti transfer bank, dompet digital, atau pembayaran dengan QR <em>code<\/em>. Dengan mengadopsi berbagai metode ini, <em>merchant <\/em>bisa meningkatkan kepuasan <em>buyer <\/em>dan memperluas pasar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kontra_Penerapan_Surcharge_dalam_Bisnis\"><\/span><strong>Kontra Penerapan <\/strong><strong><em>Surcharge <\/em><\/strong><strong>dalam Bisnis&nbsp;<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Tak hanya keuntungan, <em>surcharge <\/em>juga mencakup beberapa kerugian atau kontra dalam bisnis. Simak penjelasannya berikut ini:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Merchant_dilarang_membebankan_surcharge\"><\/span>1. <em>Merchant <\/em>dilarang membebankan <em>surcharge<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Di Indonesia, penerapan <em>surcharge <\/em>atau biaya tambahan untuk pembayaran dengan kartu kredit diatur oleh Bank Indonesia (BI). Seperti yang sudah dijelaskan, BI mengeluarkan peraturan nomor 18\/40\/PBI\/2016 yang melarang <em>merchant <\/em>mengenakan biaya tambahan atau <em>surcharge <\/em>kepada konsumen yang melakukan pembayaran dengan kartu kredit.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Merchant <\/em>wajib menerima kartu kredit sebagai alat pembayaran tanpa mengenakan biaya tambahan di luar harga barang atau jasa yang dibeli. Jika <em>merchant <\/em>ketahuan mengenakan <em>surcharge<\/em>, BI menegaskan bahwa mereka bisa dikenakan sanksi, yang mencakup teguran, denda, atau pembatasan aktivitas terkait pembayaran menggunakan kartu kredit.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/velocity-of-money\/\"><strong>Apa Itu Velocity of Money: Rumus, Manfaat, Hingga Hubungannya dengan Bisnis<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Persaingan_harga_akibat_surcharge\"><\/span>2. Persaingan harga akibat <em>surcharge<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika Bank Indonesia melarang membebankan <em>surcharge <\/em>(biaya tambahan) kepada konsumen dalam transaksi kartu kredit, mereka harus menanggung <em>surcharge <\/em>tersebut yang harus dibayar kepada bank atau penyedia layanan pembayaran setiap kali ada transaksi menggunakan kartu kredit.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya, <em>merchant <\/em>harus mempertimbangkan dampaknya terhadap harga jual produk atau layanan mereka karena <em>surcharge <\/em>bisa dimasukkan dalam komponen harga. <em>Buyer <\/em>pun mungkin lebih memilih untuk bertransaksi dengan bisnis yang tidak mengenakan <em>surcharge<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Beban_biaya_terhadap_bisnis\"><\/span>3. Beban biaya terhadap bisnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Beban <em>surcharge <\/em>juga tidak serta merta mudah dibebankan kepada <em>buyer<\/em>. Jika pesaing tidak mengenakan <em>surcharge<\/em>, bisnis bisa merasa tertekan untuk menanggung sebagian atau bahkan seluruh biaya <em>surcharge <\/em>agar tetap bersaing di pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika <em>surcharge <\/em>terlalu tinggi, bisa jadi <em>buyer <\/em>mengurangi pembelian atau bahkan beralih ke <em>merchant <\/em>lain, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan pendapatan. Akibatnya, bisnis harus menyeimbangkan antara menambahkan biaya tambahan dan menjaga daya saing di pasar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/keuangan-id\/hubungan-antara-perputaran-kas-arus-kas-dan-profit-bisnis\/\"><strong>Hubungan Antara Perputaran Kas, Arus Kas, dan Profit Bisnis<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Penurunan_margin_keuntungan\"><\/span>4. Penurunan margin keuntungan&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Merchant Discount Rate <\/em>(MDR) adalah biaya yang harus dibayar <em>merchant <\/em>setiap kali mereka menerima pembayaran melalui kartu. Semakin tinggi MDR, semakin besar biaya yang ditanggung oleh <em>merchant<\/em>, sehingga margin keuntungan menjadi lebih kecil.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika kamu menjual barang seharga Rp100.000 dan harus membayar Rp2.000 sebagai MDR, margin keuntungan akan lebih kecil dibandingkan jika biaya transaksi hanya Rp1.000. Untuk mengatasi dampak negatif dari biaya transaksi yang tinggi, banyak merchant yang mengenakan <em>surcharge <\/em>kepada buyer.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Hubungan_dengan_buyer\"><\/span>5. Hubungan dengan <em>buyer<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Hubungan yang kuat antara <em>merchant <\/em>dan buyer sering kali dibangun atas dasar kepercayaan. Jika <em>buyer <\/em>merasa dikenakan biaya tambahan tanpa kejelasan, mereka bisa kehilangan kepercayaan. Begitu kepercayaan hilang, <em>buyer <\/em>bisa saja akan mencari merchant lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Terlebih, dalam era digital saat ini, <em>buyer <\/em>memiliki banyak pilihan dan mudah beralih ke merek lain. Oleh karena itu, kamu bisa mempercayakan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-online.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=pro_kontra_surcharge_bisnis\">Paper.id<\/a> sebagai solusi pembayaran dalam transaksi bisnis dan menyediakan fitur pembayaran bisnis yang mudah dan terpercaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Beragam metode pembayaran tersedia baik melalui metode transfer bank, QRIS, VA, Tokopedia, Shopee, Blibli, hingga kartu kredit untuk tambahan tempo pembayaran dan biayanya lebih rendah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu juga bisa membuat <em>invoice digital<\/em> yang telah tersedia <em>template<\/em>-nya dan dibubuhi e-Materai dari PERURI. <em>Buyer<\/em> pun akan dikirimkan pengingat otomatis untuk membayar <em>invoice-<\/em>nya, sehingga kamu tak perlu mengingatkan <em>buyer <\/em>satu per satu.<em>&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Tunggu apalagi?<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=pro_kontra_surcharge_bisnis&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Kamu juga tak perlu khawatir karena daftar Paper.id gratis dan mudah. Pastikan kamu bisa menikmati fitur lengkap Paper.id dengan menyelesaikan verifikasi bisnisnya seperti panduan berikut!<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"1600\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4.jpeg\" alt=\"Paper.id\" class=\"wp-image-22838\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4.jpeg 900w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4-169x300.jpeg 169w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4-576x1024.jpeg 576w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4-768x1365.jpeg 768w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4-864x1536.jpeg 864w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istilah \u201csurcharge\u201d dalam bisnis adalah biaya tambahan yang dikenakan kepada buyer di luar harga dasar produk atau layanan. Biaya ini biasanya diberlakukan untuk menutupi biaya tertentu, seperti biaya transaksi kartu kredit, biaya pengiriman, atau kenaikan harga bahan baku. Di satu sisi, surcharge memungkinkan merchant untuk menjaga margin keuntungan mereka. Di sisi lain, hal ini juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":22831,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6445],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pro &amp; Kontra Surcharge: Apa yang Harus Diketahui Bisnis Kamu?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Istilah &quot;surcharge&quot; dalam bisnis adalah biaya tambahan yang dikenakan kepada buyer di luar harga dasar produk atau layanan yang diberikan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pro &amp; Kontra Surcharge: Apa yang Harus Diketahui Bisnis Kamu?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Istilah &quot;surcharge&quot; dalam bisnis adalah biaya tambahan yang dikenakan kepada buyer di luar harga dasar produk atau layanan yang diberikan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-17T03:44:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-12T03:41:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Pro-Kontra-Surcharge-Apa-yang-Harus-Diketahui-Bisnis-Kamu.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pro & Kontra Surcharge: Apa yang Harus Diketahui Bisnis Kamu?","description":"Istilah \"surcharge\" dalam bisnis adalah biaya tambahan yang dikenakan kepada buyer di luar harga dasar produk atau layanan yang diberikan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pro & Kontra Surcharge: Apa yang Harus Diketahui Bisnis Kamu?","og_description":"Istilah \"surcharge\" dalam bisnis adalah biaya tambahan yang dikenakan kepada buyer di luar harga dasar produk atau layanan yang diberikan.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-10-17T03:44:04+00:00","article_modified_time":"2025-10-12T03:41:34+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Pro-Kontra-Surcharge-Apa-yang-Harus-Diketahui-Bisnis-Kamu.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Pro &#038; Kontra Surcharge: Apa yang Harus Diketahui Bisnis Kamu?","datePublished":"2024-10-17T03:44:04+00:00","dateModified":"2025-10-12T03:41:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu\/"},"wordCount":936,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pembayaran Digital"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu\/","name":"Pro & Kontra Surcharge: Apa yang Harus Diketahui Bisnis Kamu?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-10-17T03:44:04+00:00","dateModified":"2025-10-12T03:41:34+00:00","description":"Istilah \"surcharge\" dalam bisnis adalah biaya tambahan yang dikenakan kepada buyer di luar harga dasar produk atau layanan yang diberikan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pro-kontra-surcharge-apa-yang-harus-diketahui-bisnis-kamu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pro &#038; Kontra Surcharge: Apa yang Harus Diketahui Bisnis Kamu?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22826"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22826"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22826\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22839,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22826\/revisions\/22839"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22831"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}