{"id":22464,"date":"2024-10-01T03:23:44","date_gmt":"2024-09-30T20:23:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=22464"},"modified":"2025-09-27T12:21:26","modified_gmt":"2025-09-27T05:21:26","slug":"account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus\/","title":{"rendered":"Account Receivable Turnover: Pengertian, Rumus, &#038; Contoh Kasus"},"content":{"rendered":"\n<p>Perusahaan membutuhkan <em>account receivable turnover<\/em> untuk menilai seberapa efektif mereka dalam menagih <em>buyer<\/em>. Rasio ini penting membantu perusahaan memahami kecepatan perputaran kas, yang berpengaruh langsung pada likuiditas dan kesehatan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mengetahui <em>turnover<\/em>, perusahaan bisa mengidentifikasi apakah mereka perlu memperbaiki kebijakan kredit atau menagih lebih cepat, sehingga <em>cash flow<\/em> tetap lancar dan risiko piutang tak tertagih bisa diminimalkan. Lalu, apa itu <em>account receivable turnover<\/em>? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Account_Receivable_Turnover\"><\/span><strong>Pengertian <\/strong><strong><em>Account Receivable Turnover<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Account receivable turnover <\/em>atau rasio perputaran piutang adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa efektif sebuah perusahaan dalam menagih piutangnya, atau dengan kata lain, seberapa sering piutang usaha dapat dikonversi menjadi kas dalam periode tertentu, misalnya, bulanan, triwulanan, atau tahunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio ini digunakan dalam evaluasi laporan keuangan perusahaan untuk menilai seberapa efisien perusahaan mengelola piutang. Artinya, rasio perputaran piutang menghitung berapa kali perusahaan menagih piutang (rata-rata) sepanjang tahun.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/mle\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/\"><strong>Account Receivable Staff: Pengertian dan Tugasnya di Perusahaan<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rumus_Account_Receivable_Turnover\"><\/span><strong>Rumus <\/strong><strong><em>Account Receivable Turnover<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Account receivable turnover<\/em> dihitung dengan membagi penjualan kredit bersih (yaitu penjualan yang dilakukan secara kredit) dengan rata-rata piutang<strong> <\/strong>(rata-rata jumlah piutang selama periode tertentu). Penjualan bersih adalah total penjualan setelah dikurangi produk yang dikembalikan oleh <em>buyer<\/em>, penjualan kredit, dan potongan penjualan.  <\/p>\n\n\n\n<p>Rata-rata piutang dihitung dengan menjumlahkan piutang awal dan akhir selama periode waktu tertentu, biasanya bulanan, triwulanan, atau tahunan). Jumlah tersebut kemudian dibagi 2 (dua) untuk mendapatkan rasio keuangan yang akurat. Adapun, <em>account receivable turnover <\/em>sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penjualan bersih:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penjualan Kotor \u2013 Pengembalian \u2013 Penjualan Kredit = Penjualan Bersih<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rata-rata piutang:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>(Piutang Awal + Piutang Akhir) \u00f7 2 = Rata-Rata Piutang<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perputaran piutang:&nbsp;&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penjualan Kredit Tahunan Bersih \u00f7 Rata-Rata Piutang = Perputaran Piutang<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perputaran piutang dalam hari:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Rasio Perputaran Piutang \u00f7 365 = Perputaran Piutang (dalam hari)<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pemodelan keuangan, rasio perputaran piutang digunakan untuk membuat proyeksi neraca. Untuk mengetahui rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan pelanggan untuk membayar penjualan kredit, rasio tersebut dibagi dengan 365 hari.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saldo piutang didasarkan pada rata-rata jumlah hari penerimaan pendapatan. Pendapatan setiap periode dikalikan dengan hari perputaran dan dibagi dengan jumlah hari dalam periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/piutang-dagang\/\"><strong>Account Receivable: Definisi, Manfaat, Hingga Resikonya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kasus_Account_Receivable_Turnover\"><\/span><strong>Contoh Kasus <\/strong><strong><em>Account Receivable Turnover<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Contoh kasus perhitungan <em>account receivable turnover<\/em>, misalnya pada PT Adidaya Makmur Sejahtera yang bergerak di bidang penjualan barang secara kredit. Berikut data keuangan perusahaan untuk tahun 2023:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Penjualan kredit bersih: Rp1.200.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Piutang awal tahun: Rp300.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Piutang akhir tahun: Rp400.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Langkah-langkah perhitungan <\/strong><strong><em>account receivable turnover<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1. Hitung rata-rata piutang:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"960\" height=\"165\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-2.png\" alt=\"Rumus account receivable\" class=\"wp-image-22501\" style=\"aspect-ratio:5.818181818181818;width:362px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-2.png 960w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-2-300x52.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-2-768x132.png 768w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/figure><\/div>\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"960\" height=\"367\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4.png\" alt=\"Rumus account receivable\" class=\"wp-image-22503\" style=\"aspect-ratio:2.6158038147138964;width:361px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4.png 960w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4-300x115.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-4-768x294.png 768w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>2. Hitung rasio perputaran piutang<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"960\" height=\"365\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-3.png\" alt=\"Rumus account receivable\" class=\"wp-image-22502\" style=\"aspect-ratio:2.6301369863013697;width:343px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-3.png 960w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-3-300x114.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-3-768x292.png 768w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>3. Hitung perputaran piutang dalam hari<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"960\" height=\"377\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-1.png\" alt=\"Rumus account receivable\" class=\"wp-image-22500\" style=\"aspect-ratio:2.546419098143236;width:352px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-1.png 960w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-1-300x118.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-1-768x302.png 768w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Dari perhitungan ini, PT Adidaya Makmur Sejahtera dapat mengetahui bahwa mereka mengumpulkan piutang lebih dari 3 kali dalam setahun, dan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menagih piutang adalah sekitar 106 hari. Informasi ini membantu perusahaan dalam merencanakan arus kas (<em>cash flow<\/em>) dan mengelola kredit yang diberikan kepada <em>buyer<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Paper.id, kamu bisa mengotomatiskan proses <em>account receivable<\/em> (AR) dengan mudah. Kamu bisa menggunakan <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/buyer-portal.php\">buyer portal<\/a><\/em> dari Paper.id untuk mengotomatiskan proses ini yang memberikan kemudahan sebagai berikut:\u00a0<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><em>Link invoice <\/em>dan pengingat pembayaran: Memungkinkan <em>buyer <\/em>untuk melihat dan membayar <em>invoice <\/em>tanpa registrasi atau <em>login<\/em>.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Pemantauan batas kredit: Memudahkan <em>buyer <\/em>dan <em>supplier <\/em>untuk melihat batas kredit yang ditetapkan <em>buyer <\/em>untuk setiap penjualan dengan ketentuan pembayaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Lacak semua transaksi AR sekaligus : Tim manajemen dan keuangan dapat merekap riwayat pembayaran yang diterima dari <em>buyer<\/em>, bersama dengan pencairan yang dilakukan ke rekening bank.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Selain fitur diatas, Paper.id mempunyai solusi untuk <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/enterprise-solution.php\">enterprise solution<\/a><\/em> dan <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/supplier-portal.php\">supplier portal<\/a><\/em>. Kamu juga bisa membuat <em>invoice digital<\/em> yang telah tersedia <em>template<\/em>-nya dan dilengkapi e-Materai dari PERURI. Paper.id juga terintegrasi dengan metode pembayaran digital yang memudahkan buyer untuk membayar <em>invoice<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Pembayaran bisa melalui QRIS, <em>virtual account<\/em> (VA), Tokopedia, Shopee, Blibli,<em> virtual credit card<\/em>, hingga kartu kredit untuk fleksibilitas tempo pembayaran. Ini semua gratis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/enterprise-solution.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=account_receivable_turnover#request-demo\" style=\"background-color:#4195d5\">Pelajari Buyer Portal Paper.id<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perusahaan membutuhkan account receivable turnover untuk menilai seberapa efektif mereka dalam menagih buyer. Rasio ini penting membantu perusahaan memahami kecepatan perputaran kas, yang berpengaruh langsung pada likuiditas dan kesehatan keuangan. Dengan mengetahui turnover, perusahaan bisa mengidentifikasi apakah mereka perlu memperbaiki kebijakan kredit atau menagih lebih cepat, sehingga cash flow tetap lancar dan risiko piutang tak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":22474,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Account Receivable Turnover: Pengertian, Rumus, &amp; Contoh Kasus<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Account receivable turnover adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa efektif sebuah perusahaan dalam menagih piutangnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Account Receivable Turnover: Pengertian, Rumus, &amp; Contoh Kasus\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Account receivable turnover adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa efektif sebuah perusahaan dalam menagih piutangnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-30T20:23:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-27T05:21:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/AR-Turnover.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Account Receivable Turnover: Pengertian, Rumus, & Contoh Kasus","description":"Account receivable turnover adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa efektif sebuah perusahaan dalam menagih piutangnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Account Receivable Turnover: Pengertian, Rumus, & Contoh Kasus","og_description":"Account receivable turnover adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa efektif sebuah perusahaan dalam menagih piutangnya.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-09-30T20:23:44+00:00","article_modified_time":"2025-09-27T05:21:26+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/AR-Turnover.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Account Receivable Turnover: Pengertian, Rumus, &#038; Contoh Kasus","datePublished":"2024-09-30T20:23:44+00:00","dateModified":"2025-09-27T05:21:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus\/"},"wordCount":607,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus\/","name":"Account Receivable Turnover: Pengertian, Rumus, & Contoh Kasus","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-09-30T20:23:44+00:00","dateModified":"2025-09-27T05:21:26+00:00","description":"Account receivable turnover adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa efektif sebuah perusahaan dalam menagih piutangnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover-pengertian-rumus-contoh-kasus\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Account Receivable Turnover: Pengertian, Rumus, &#038; Contoh Kasus"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22464"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22464"}],"version-history":[{"count":19,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22464\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24712,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22464\/revisions\/24712"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22474"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22464"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22464"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22464"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}