{"id":22412,"date":"2024-09-26T17:31:02","date_gmt":"2024-09-26T10:31:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=22412"},"modified":"2025-10-08T16:18:46","modified_gmt":"2025-10-08T09:18:46","slug":"account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/","title":{"rendered":"Account Receivable Staff: Pengertian dan Tugasnya di Perusahaan"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Account receivable<\/em> atau piutang usaha mencerminkan jumlah uang yang masih harus diterima dari <em>buyer <\/em>atas penjualan produk atau jasa yang telah diberikan. Jika jumlah piutang terlalu besar, hal ini bisa menghambat <em>cash flow<\/em> bisnismu dan mempengaruhi kelancaran operasional usaha.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, dibutuhkan pengelolaan<em> account receivable<\/em> yang efektif, terutama peran dari <em>staff <\/em>yang bertanggung jawab untuk mengelolanya. Mereka adalah <em>account receivable staff<\/em>. Agar lebih mudah dipahami, simak penjelasan tentang <em>account receivable staff<\/em> di bawah ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Account_Receivable_secara_Umum\"><\/span><strong>Pengertian <\/strong><strong><em>Account Receivable<\/em><\/strong><strong> secara Umum&nbsp;<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Account receivable <\/em>adalah uang yang belum dibayar oleh <em>buyer <\/em>kepada <em>supplier <\/em>setelah menerima barang atau jasa yang diberikan secara kredit. Artinya, <em>buyer <\/em>masih punya utang yang harus dibayar kepada <em>supplier <\/em>setelah menerima produk atau layanan, tetapi belum melakukan pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun <em>account receivable staff <\/em>bertugas mengumpulkan pembayaran yang belum dibayar kepada perusahaan atau piutang. Piutang ini berhak diterima perusahaan dan dicatat sebagai aset di neraca keuangan. Sementara, <em>buyer <\/em>secara hukum wajib membayar utang mereka kepada <em>supplier<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/mle\/perbedaan-account-payable-dan-notes-payable\/\"><strong>Perbedaan Account Payable dan Notes Payable dalam Bisnis<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tugas_Account_Receivable_Staff\"><\/span><strong>Tugas <\/strong><strong><em>Account Receivable Staff<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Mengelola piutang menjadi tugas dari <em>account receivable staff<\/em>. Namun, AR <em>staff <\/em>juga memiliki tugas lain yang tak kalah krusial bagi keberlangsungan aktivitas bisnis, seperti yang dijabarkan berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mengelola_faktur_atau_invoice\"><\/span>1. Mengelola faktur atau <em>invoice<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Account receivable staff<\/em> bertanggung jawab untuk membuat faktur atau <em>invoice <\/em>yang mencakup rincian transaksi, seperti produk atau layanan yang diberikan, jumlah yang harus dibayar, dan tanggal jatuh tempo.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika perusahaan menyediakan layanan konsultasi, <em>invoice <\/em>akan mencantumkan nama klien, deskripsi layanan yang diberikan, jumlah jam kerja, tarif per jam, total biaya, dan tanggal jatuh tempo untuk pembayaran. Ini memastikan klien untuk memproses pembayaran tepat waktu dan baru setelahnya <em>invoice <\/em>dikirim.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Memantau_status_pembayaran\"><\/span>2. Memantau status pembayaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, <em>account receivable staff<\/em> harus secara rutin memantau tanggal jatuh tempo <em>invoice <\/em>dan mencatat pembayaran yang telah diterima. Selain itu, AR staff juga harus mengidentifikasi <em>invoice <\/em>yang belum dibayar atau terlambat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Baru setelahnya, menyusun daftar <em>buyer <\/em>yang memiliki pembayaran tertunda dan menjadwalkan untuk mengingatkan pembayaran kepada mereka. AR <em>staff <\/em>juga harus memastikan semua data piutang terperbarui.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/mle\/ocr-invoice\/\"><strong>Memahami OCR Invoice, Bagaimana Manfaatnya untuk Account Payable?<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menghubungi_buyer_untuk_membayar_tagihannya\"><\/span>3. Menghubungi <em>buyer <\/em>untuk membayar tagihannya&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah memiliki data <em>buyer <\/em>yang belum membayar tagihannya, langkah selanjutnya adalah menghubungi mereka untuk mengingatkan pembayaran tersebut. Umumnya, pengingat pembayaran <em>invoice <\/em>dapat dilakukan dalam beberapa tahap, sebagai contoh:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Pengingat pertama: Waktu 7 hari sebelum jatuh tempo untuk mengingatkan <em>buyer <\/em>bahwa pembayaran akan jatuh tempo dan memberi waktu untuk mereka mempersiapkan pembayarannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengingat kedua: Waktu pada hari jatuh tempo untuk mengingatkan <em>buyer <\/em>bahwa hari ini adalah batas waktu pembayarannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengingat ketiga: Waktu 1-3 hari setelah jatuh tempo untuk menyampaikan bahwa pembayaran belum diterima dan meminta konfirmasi atau informasi lebih lanjut.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengingat keempat (opsional): Waktu 7-14 hari setelah jatuh tempo untuk menindaklanjuti jika pembayaran masih belum diterima.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Merekonsiliasi_pembayaran_dari_buyer\"><\/span>4. Merekonsiliasi pembayaran dari <em>buyer<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Memastikan semua pembayaran yang diterima sesuai dengan <em>invoice <\/em>yang telah dikirim, termasuk memeriksa jumlah dan tanggal pembayarannya. Selain itu, membandingkan data pembayaran dari sistem akuntansi dengan catatan transaksi untuk memastikan tidak ada kesalahan data.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ditemukan ketidaksesuaian antara pembayaran dan <em>invoice<\/em>, <em>staff <\/em>perlu mengidentifikasi penyebabnya, apakah itu kesalahan pembayaran, <em>invoice <\/em>yang terabaikan, atau masalah lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/finansial-umkm\/account-payable-apa-itu-dan-kenapa-itu-penting-bagi-perusahaan\/\" class=\"broken_link\" rel=\"nofollow\"><strong>Account Payable: Pengertian, Tugas, dan Tanggung Jawab<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Menyusun_laporan_piutang_usaha\"><\/span>5. Menyusun laporan piutang usaha<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, <em>account receivable staff <\/em>harus menyusun laporan piutang usaha secara berkala, biasanya bulanan. Laporan ini mencakup total piutang, rincian <em>buyer<\/em>, dan status pembayaran.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Prosesnya dimulai dengan mengumpulkan semua transaksi piutang, termasuk <em>invoice <\/em>yang telah diterbitkan, pembayaran yang diterima, dan saldo terhutang. AR <em>staff <\/em>juga mengelompokkan piutang berdasarkan kategori tertentu, seperti umur piutang, misalnya, 0-30 hari, 31-60 hari, dan seterusnya untuk memudahkan penyusunan laporan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Studi_Kasus_Account_Receivable\"><\/span><strong>Studi Kasus <\/strong><strong><em>Account Receivable<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Bagaimana perusahaan mengelola<em> account receivable <\/em>untuk keberlangsungan bisnisnya bisa melihat dari J&amp;T Cargo yang harus mengurus 5000-an <em>invoice<\/em> dari berbagai mitra bisnis perbulannya. Pengelolaannya pun secara manual hingga memakan waktu lama, mulai dari pembuatan, pembayaran, sampai pengecekan transaksi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika sebelumnya dalam pembuatan <em>invoice<\/em>, J&amp;T Cargo masih memanfaatkan Ms. Excel, kini mereka telah mendigitalisasikan proses <em>invoicing <\/em>dengan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/enterprise-solution.php\">enterprise solution<\/a> dari Paper.id. Pembuatan ribuan <em>invoice <\/em>secara cepat dilakukan dengan memasukan <em>Invoice<\/em> penjualan dalam jumlah banyak ke satu akun secara bersamaan dan <em>invoice<\/em> bisa langsung dikirim melalui email, WhatsApp ataupun SMS.<\/p>\n\n\n\n<p><em>B<\/em>uyer pun bisa dikirimkan pengingat otomatis untuk membayar <em>invoice<\/em>-nya. Terakhir, proses rekonsiliasi yang biasanya memakan waktu 15 menit untuk 1 <em>invoice<\/em>, bisa terselesaikan hanya dalam 1-2 menit saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Paper.id, kamu bisa mengotomatiskan proses <em>account receivable<\/em> (AR) dengan mudah. Kamu bisa menggunakan <em>buyer portal<\/em> dari Paper.id untuk mengotomatiskan proses ini yang memberikan kemudahan sebagai berikut:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><em>Link invoice <\/em>dan pengingat pembayaran: Memungkinkan <em>buyer <\/em>untuk melihat dan membayar <em>invoice <\/em>tanpa registrasi atau <em>login<\/em>.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Pemantauan batas kredit: Memudahkan <em>buyer <\/em>dan <em>supplier <\/em>untuk melihat batas kredit yang ditetapkan <em>buyer <\/em>untuk setiap penjualan dengan ketentuan pembayaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Lacak semua transaksi AR sekaligus : Tim manajemen dan keuangan dapat merekap riwayat pembayaran yang diterima dari <em>buyer<\/em>, bersama dengan pencairan yang dilakukan ke rekening bank.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kamu bisa membuat <em>invoice digital<\/em> yang telah tersedia <em>template<\/em>-nya dan dilengkapi e-Materai dari PERURI. Paper.id juga terintegrasi dengan metode pembayaran digital yang memudahkan buyer untuk membayar <em>invoice<\/em>. Selain itu paper.id ada solusi untuk <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/supplier-portal.php\">supplier portal<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/buyer-portal.php\">buyer portal<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembayaran bisa melalui QRIS, <em>virtual account<\/em> (VA), Tokopedia, Shopee, Blibli,<em> virtual credit card<\/em>, hingga kartu kredit untuk fleksibilitas tempo pembayaran. Ini semua gratis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/enterprise-solution.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=account_receivable_staff&amp;utm_content=cta_button#request-demo\" style=\"background-color:#4195d5\">Pelajari Buyer Portal Paper.id<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Account receivable atau piutang usaha mencerminkan jumlah uang yang masih harus diterima dari buyer atas penjualan produk atau jasa yang telah diberikan. Jika jumlah piutang terlalu besar, hal ini bisa menghambat cash flow bisnismu dan mempengaruhi kelancaran operasional usaha. Oleh karena itu, dibutuhkan pengelolaan account receivable yang efektif, terutama peran dari staff yang bertanggung jawab [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":22422,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Account Receivable Staff: Pengertian dan Tugasnya di Perusahaan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Account receivable staff bertanggung jawab membuat invoice yang mencakup rincian transaksi, jumlah yang dibayar, dan tanggal jatuh tempo.\u00a0\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Account Receivable Staff: Pengertian dan Tugasnya di Perusahaan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Account receivable staff bertanggung jawab membuat invoice yang mencakup rincian transaksi, jumlah yang dibayar, dan tanggal jatuh tempo.\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-26T10:31:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T09:18:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Account-Receivable-Staff-Pengertian-dan-Tugasnya-di-Perusahaan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Account Receivable Staff: Pengertian dan Tugasnya di Perusahaan","description":"Account receivable staff bertanggung jawab membuat invoice yang mencakup rincian transaksi, jumlah yang dibayar, dan tanggal jatuh tempo.\u00a0","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Account Receivable Staff: Pengertian dan Tugasnya di Perusahaan","og_description":"Account receivable staff bertanggung jawab membuat invoice yang mencakup rincian transaksi, jumlah yang dibayar, dan tanggal jatuh tempo.\u00a0","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-09-26T10:31:02+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T09:18:46+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Account-Receivable-Staff-Pengertian-dan-Tugasnya-di-Perusahaan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Account Receivable Staff: Pengertian dan Tugasnya di Perusahaan","datePublished":"2024-09-26T10:31:02+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:18:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/"},"wordCount":885,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/","name":"Account Receivable Staff: Pengertian dan Tugasnya di Perusahaan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-09-26T10:31:02+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:18:46+00:00","description":"Account receivable staff bertanggung jawab membuat invoice yang mencakup rincian transaksi, jumlah yang dibayar, dan tanggal jatuh tempo.\u00a0","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-staff-pengertian-dan-tugasnya-di-perusahaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Account Receivable Staff: Pengertian dan Tugasnya di Perusahaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22412"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22412"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22412\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31217,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22412\/revisions\/31217"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22422"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}