{"id":22226,"date":"2024-09-19T20:23:38","date_gmt":"2024-09-19T20:23:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=22226"},"modified":"2024-09-19T20:23:40","modified_gmt":"2024-09-19T20:23:40","slug":"5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung\/","title":{"rendered":"5 Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung"},"content":{"rendered":"\n<p>Menilai kesehatan keuangan perusahaan termasuk apakah perusahaan memiliki cukup kas untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, seperti pembayaran gaji, utang jangka pendek, pembelian bahan baku, hingga pembayaran tagihan, perusahaan membutuhkan laporan arus kas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Laporan ini juga berfungsi untuk membantu manajemen dalam merencanakan dan mengelola arus kas, merencanakan kebutuhan kas di masa depan, dan investasi. Dalam pembuatan laporan arus kas pun memiliki dua metode, yaitu langsung dan tidak langsung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam cara penyajian dan perhitungan arus kas, yang dapat mempengaruhi analisis keuangan perusahaan. Apa saja perbedaannya? Simak penjelasannya di bawah ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Laporan_Arus_Kas_Metode_Langsung_dan_Tidak_Langsung\"><\/span><strong>Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Laporan arus kas metode langsung menyajikan kas masuk dan keluar secara rinci berdasarkan aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan. Sebaliknya, metode tidak langsung menggunakan data dari laporan laba rugi dan neraca. Berikut perbedaan keduanya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Metode_penyusunan_laporan_arus_kas\"><\/span>1. Metode penyusunan laporan arus kas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode penyusunan laporan arus kas secara langsung menggunakan data transaksi kas nyata, yaitu berdasarkan uang yang benar-benar diterima atau dikeluarkan selama periode tertentu. Jadi, hanya transaksi yang melibatkan perpindahan uang tunai, seperti pembayaran dari <em>buyer <\/em>atau pembayaran ke <em>supplier<\/em>, yang dihitung, bukan pendapatan atau beban yang belum dibayar.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan, metode penyusunan laporan arus kas secara tidak langsung menggunakan data dari laporan laba rugi dan neraca. Metode ini dimulai dengan laba bersih, kemudian menyesuaikannya dengan perubahan aset dan liabilitas non-kas atau utang yang masih harus dibayarkan di masa depan tanpa langsung mempengaruhi arus kas saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/laporan-arus-kas\/\"><strong>Laporan Arus Kas: Pengertian, Manfaat, Komponen &amp; Cara Membuatnya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Komponen_laporan_arus_kas\"><\/span>2. Komponen laporan arus kas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan selanjutnya dari komponen penyusunnya. Metode langsung memfokuskan pada komponen spesifik dari transaksi kas yang sebenarnya. Berikut komponen laporan arus kas metode langsung:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Penerimaan kas dari <em>buyer<\/em>: Jumlah uang yang diterima dari penjualan barang atau jasa.<\/li>\n\n\n\n<li>Pembayaran kas kepada <em>supplier<\/em>: Uang yang dibayar untuk pembelian barang atau jasa.<\/li>\n\n\n\n<li>Pembayaran kas untuk gaji dan upah: Uang yang dibayar kepada karyawan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pembayaran kas untuk pajak dan beban operasional: Uang yang dibayar untuk kewajiban pajak dan biaya operasional lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sedangkan, laporan arus kas metode tidak langsung memiliki komponen penyusun sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Laba bersih: Keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi semua biaya, termasuk biaya operasional, pajak, bunga, dan biaya lainnya.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Penyesuaian untuk item non-kas: Seperti penyusutan dan amortisasi. Misalnya, penyusutan aset tetap adalah pengalokasian biaya aset selama masa kegunaannya, bukan pengeluaran kas langsung.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Perubahan dalam aset dan liabilitas: Penyesuaian untuk perubahan dalam piutang, persediaan, utang dagang, dan kewajiban lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Skala_bisnis_yang_menggunakan\"><\/span>3. Skala bisnis yang menggunakan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Laporan arus kas metode langsung paling sesuai untuk bisnis kecil tanpa transaksi tunai yang signifikan. Karena bisnis kecil sering kali memiliki volume transaksi yang lebih rendah dan tidak terlalu banyak transaksi non-tunai, metode ini lebih mudah diimplementasikan dibandingkan metode tidak langsung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan, laporan arus kas metode tidak langsung biasanya lebih sesuai untuk bisnis dengan skala menengah hingga besar. Bisnis yang lebih besar sering memiliki lebih banyak transaksi, termasuk non-tunai, seperti penyusutan aset, perubahan dalam utang dan piutang, serta penyesuaian untuk biaya dan pendapatan yang belum diterima.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/laporan-arus-kas-metode-langsung\/\"><strong>Contoh dan Cara Menyusun Laporan Arus Kas dengan Metode Langsung<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Rincian_data_yang_disajikan\"><\/span>4. Rincian data yang disajikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Laporan arus kas metode langsung memberikan rincian lebih detail tentang setiap sumber penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasional. Misalnya, dalam laporan akan terlihat secara jelas berapa jumlah kas yang diterima dari penjualan barang, berapa yang dibayarkan kepada <em>supplier<\/em>, gaji karyawan, pembayaran bunga, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan, pada laporan arus kas metode tidak langsung tidak memberikan rincian spesifik mengenai setiap penerimaan atau pengeluaran kas, melainkan laporan ini hanya menunjukkan arus kas dari kegiatan operasional melalui penyesuaian dari laba bersih, tanpa merinci transaksi kas individual seperti perubahan piutang, persediaan, atau utang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Perhitungan_arus_kas\"><\/span>5. Perhitungan arus kas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam metode langsung, laporan arus kas disusun dengan mencatat langsung aliran kas masuk dan keluar dari kegiatan operasional bisnis. Misalnya, jika perusahaan menerima pembayaran dari <em>buyer<\/em>, jumlah tersebut dicatat langsung sebagai penerimaan kas. Sebaliknya, jika perusahaan membayar untuk pembelian bahan baku, jumlah tersebut dicatat langsung sebagai pembayaran kas.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan, dalam metode tidak langsung, laporan arus kas tidak memisahkan transaksi non-kas dari transaksi kas langsung. Sebaliknya, laporan ini menyesuaikan laba bersih dengan mengalokasikan perubahan dalam pos-pos non-kas seperti penyusutan, amortisasi, dan perubahan dalam aset serta kewajiban lancar yang tidak mempengaruhi arus kas secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/finansial-umkm\/laporan-arus-kas-2\/\"><strong>Memahami Pentingnya Laporan Arus Kas dan Pentingnya Bagi Kesehatan Keuangan Bisnis!<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Laporan_Arus_Kas_Metode_Langsung\"><\/span><strong>Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1536\" height=\"926\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-15.png\" alt=\"Contoh laporan arus kas metode langsung\" class=\"wp-image-22250\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-15.png 1536w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-15-300x181.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-15-1024x617.png 1024w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-15-768x463.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1536px) 100vw, 1536px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Laporan arus kas metode langsung PT ABC Jaya pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 menunjukkan arus kas masuk dari penjualan barang atau layanan yang disediakan perusahaan. Dalam laporan ini, arus kas bersih dari aktivitas operasional tercatat sebesar Rp11.000.000. Angka ini mencerminkan seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan kas dari kegiatan operasionalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Total arus kas bersih PT ABC Jaya adalah Rp78.000.000, mencakup semua aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan. Meskipun arus kas bersih dari aktivitas operasional adalah Rp11.000.000, total arus kas bersih sebesar Rp78.000.000 menunjukkan bahwa PT ABC Jaya memiliki likuiditas yang memadai untuk mendukung aktivitas bisnis dan rencana masa depannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/5-cara-mengelola-arus-kas-untuk-bisnis-online-anti-macet\/\"><strong>5 Cara Mengelola Arus Kas untuk Bisnis Online, Anti Macet!<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Laporan_Arus_Kas_Metode_Tidak_Langsung\"><\/span><strong>Contoh Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"627\" height=\"724\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-14.png\" alt=\"Contoh laporan arus kas metode tidak langsung\" class=\"wp-image-22248\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-14.png 627w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-14-260x300.png 260w\" sizes=\"(max-width: 627px) 100vw, 627px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Laporan arus kas metode langsung CV Bina Insani pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2019 menunjukkan bahwa kas yang diterima dari aktivitas operasional bisnis sebesar Rp2.396.000. Dalam laporan ini, kas yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp302.000, sementara untuk pendanaan sebesar Rp1.975.000.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Total arus kas bersih CV Bina Insani adalah Rp165.000, dihitung dari kas awal pada 1 Januari 2019 sebesar Rp200.000, ditambah dengan kas bersih dari seluruh aktivitas bisnis dikurangi kas yang digunakan sebesar Rp35.000 di luar yang tadi disebutkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tak perlu repot, kamu bisa mencatat arus kas masuk dan keluar dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/expense-tracker.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=laporan_arus_kas\"><em>expense tracker<\/em><\/a> dari Paper.id. Dengan fitur ini kamu bisa mencatat setiap pengeluaran lebih terperinci dengan keunggulan lain yang ditawarkan ialah:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Riwayat pengeluaran lebih lengkap: Kamu bisa mencatat dan merekap beban pengeluaran dengan lebih rinci.<\/li>\n\n\n\n<li>Pantau <em>cash flow <\/em>masuk dan keluar: Cek <em>cash flow <\/em>masuk dan keluar langsung dari <em>smartphone <\/em>yang terhubung dengan fitur akunting di mana pembukuan bisnis akan ter-<em>update <\/em>otomatis.&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Tunggu apalagi?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=laporan_arus_kas&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Sekarang!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Kamu juga tak perlu khawatir karena daftar Paper.id gratis dan mudah dengan 4 langkah berikut ini. Pastikan kamu bisa menikmati fitur lengkap Paper.id dengan menyelesaikan verifikasi bisnisnya seperti panduan berikut!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"1600\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-4.jpeg\" alt=\"Paper.id\" class=\"wp-image-22249\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-4.jpeg 900w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-4-169x300.jpeg 169w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-4-576x1024.jpeg 576w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-4-768x1365.jpeg 768w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-4-864x1536.jpeg 864w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menilai kesehatan keuangan perusahaan termasuk apakah perusahaan memiliki cukup kas untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, seperti pembayaran gaji, utang jangka pendek, pembelian bahan baku, hingga pembayaran tagihan, perusahaan membutuhkan laporan arus kas.&nbsp; Laporan ini juga berfungsi untuk membantu manajemen dalam merencanakan dan mengelola arus kas, merencanakan kebutuhan kas di masa depan, dan investasi. Dalam pembuatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":22231,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perbedaan laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung dapat dilihat dari metode penyusunan, komponen, skala bisnis, rincian data, dan perhitungannya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perbedaan laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung dapat dilihat dari metode penyusunan, komponen, skala bisnis, rincian data, dan perhitungannya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-19T20:23:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-19T20:23:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/5-Perbedaan-Laporan-Arus-Kas-Metode-Langsung-dan-Tidak-Langsung.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung","description":"Perbedaan laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung dapat dilihat dari metode penyusunan, komponen, skala bisnis, rincian data, dan perhitungannya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"5 Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung","og_description":"Perbedaan laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung dapat dilihat dari metode penyusunan, komponen, skala bisnis, rincian data, dan perhitungannya","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-09-19T20:23:38+00:00","article_modified_time":"2024-09-19T20:23:40+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/5-Perbedaan-Laporan-Arus-Kas-Metode-Langsung-dan-Tidak-Langsung.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"5 Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung","datePublished":"2024-09-19T20:23:38+00:00","dateModified":"2024-09-19T20:23:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung\/"},"wordCount":1029,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung\/","name":"5 Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-09-19T20:23:38+00:00","dateModified":"2024-09-19T20:23:40+00:00","description":"Perbedaan laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung dapat dilihat dari metode penyusunan, komponen, skala bisnis, rincian data, dan perhitungannya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/5-perbedaan-laporan-arus-kas-metode-langsung-dan-tidak-langsung\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22226"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22226"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22226\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22251,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22226\/revisions\/22251"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}