{"id":22078,"date":"2025-02-28T03:44:55","date_gmt":"2025-02-27T20:44:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=22078"},"modified":"2025-09-27T12:19:33","modified_gmt":"2025-09-27T05:19:33","slug":"procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja\/","title":{"rendered":"Procure to Pay: Pengertian, Indikator, dan Langkah kerja"},"content":{"rendered":"\n<p>Proses <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/enterprise-solution.php\">procure to pay<\/a><\/em> sering kali memakan waktu karena mencakup banyak tahapan, mulai dari pengadaan barang atau jasa hingga persetujuan dan pembayaran faktur (<em>invoice<\/em>). Sementara, proses ini berperan dalam memastikan kelancaran aktivitas operasional bisnis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, dibutuhkan proses <em>procure to pay <\/em>yang efisien untuk meningkatkan produktivitas usaha. Namun, sebelum ke sana, simak penjelasan lengkap dari proses <em>procure to pay<\/em> terlebih dahulu yang perlu diketahui oleh <em>business owner<\/em>. Apa saja?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Procure_to_Pay\"><\/span><strong>Pengertian <\/strong><strong><em>Procure to Pay<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Procure to pay <\/em>adalah proses dari mulai pengadaan barang atau jasa (<em>procure<\/em>) hingga pembayaran kepada pemasok atau <em>supplier <\/em>(<em>pay<\/em>). Proses ini menggabungkan langkah-langkah pembelian, penerimaan barang, dan pembayaran dalam satu alur kerja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, <em>procure to pay<\/em> juga mencakup penanganan berbagai dokumen seperti<em> purchase requisitions<\/em> (permintaan pembelian), <em>purchase order <\/em>(pesanan pembelian), <em>goods receipt<\/em> (penerimaan barang), dan <em>invoice <\/em>(faktur). Semua dokumen ini penting untuk memastikan proses pembelian dan pembayaran berjalan lancar sesuai prosedur.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/apa-itu-procurement\/\">P<\/a><\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/mle\/procure-to-pay-dengan-supplier-portal-untuk-proses-yang-teratur\/\"><strong>rocure-to-Pay dengan Supplier Portal untuk Proses yang Teratur<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Indikator_Proses_Procure_to_Pay\"><\/span><strong>Indikator Proses <\/strong><strong><em>Procure to Pay<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Indikator dalam proses <em>procure to pay<\/em> adalah metrik yang mengukur efektivitas dan efisiensi proses tersebut. Meski kebutuhan bisnis bisa bervariasi, indikator dalam mengukur proses <em>procure-to-pay<\/em> umumnya tetap sama, sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Waktu siklus pesanan: Durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses pesanan dari pembuatan hingga penerimaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya rata-rata untuk memproses pesanan: Biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk memproses satu pesanan.<\/li>\n\n\n\n<li>Waktu pemrosesan <em>invoice<\/em>: Durasi yang diperlukan untuk memproses satu <em>invoice <\/em>dari penerimaan hingga pembayaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya rata-rata untuk memproses <em>invoice<\/em>: Biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk memproses satu <em>invoice<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>Waktu persetujuan <em>invoice<\/em>: Durasi rata-rata yang dibutuhkan untuk menyetujui <em>invoice <\/em>sebelum pembayaran dilakukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Diskon <em>invoice<\/em>: Persentase diskon yang diberikan <em>supplier <\/em>berdasarkan syarat pembayaran yang telah disepakati.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah-Langkah_Proses_Procure_to_Pay\"><\/span><strong>Langkah-Langkah Proses <\/strong><strong><em>Procure to Pay<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memahami indikator dalam proses <em>procure to pay<\/em>, selanjutnya adalah langkah-langkah&nbsp; dalam proses tersebut. Secara umum, langkah-langkah proses <em>procure to pay<\/em> sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Buat_daftar_permintaan_pembelian\"><\/span>1. Buat daftar permintaan pembelian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah awal dalam proses <em>procure to pay<\/em> adalah menyusun daftar permintaan pembelian ketika ada kebutuhan akan pembelian barang atau jasa. Kemudian, daftar tersebut diajukan kepada manajer terkait untuk mendapatkan persetujuan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, perusahaan membutuhkan 100 unit laptop. Permintaan ini diajukan dengan mencantumkan detail spesifikasi, jumlah yang dibutuhkan, dan alasan pembelian. Setelah disetujui manajer terkait, permintaan akan dilanjutkan ke langkah berikutnya, yaitu pembuatan <em>purchase order <\/em>(PO) untuk memesan barang atau jasa dari <em>supplier<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/mle\/rekonsiliasi-otomatis-adalah\/\"><strong>Rekonsiliasi Otomatis: Pengertian, Proses, dan Otomatisasi<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pilih_supplier_dan_buat_form_PO\"><\/span>2. Pilih <em>supplier <\/em>dan buat <em>form <\/em>PO<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah mendapat persetujuan, langkah selanjutnya adalah memilih <em>supplier<\/em> untuk membeli barang atau jasa tersebut. Pemilihan <em>supplier<\/em> bisa dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan seperti industri, lokasi, dan harga.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, buat <em>form purchase order<\/em> (PO) yang mencakup rincian produk atau jasa, jumlah yang dibutuhkan, harga, dan syarat pembayaran. <em>Form <\/em>PO ini lalu dikirim ke <em>supplier <\/em>terpilih untuk ditindaklanjuti.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Penerimaan_barang_atau_jasa\"><\/span>3. Penerimaan barang atau jasa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah <em>form <\/em>PO diterima oleh <em>supplier<\/em>, barang atau jasa akan dikirim sesuai dengan ketentuan dalam PO. Setelah barang tiba atau jasa selesai, lakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa semua item yang dipesan sesuai dengan PO, baik dari segi kuantitas, kualitas, dan spesifikasi. Jika tidak ada kendala, pesanan tersebut akan disetujui.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/mle\/tukar-faktur-adalah\/\"><strong>Tukar Faktur: Pengertian hingga Cara Kerjanya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Terima_invoice_dari_supplier\"><\/span>4. Terima <em>invoice<\/em> dari <em>supplier<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah pesanan disetujui, <em>buyer <\/em>(pembeli) menerima <em>invoice <\/em>dari <em>supplier <\/em>(pemasok). <em>Invoice <\/em>tidak serta merta langsung dibayar karena <em>buyer <\/em>harus memeriksa <em>invoice <\/em>terlebih dahulu untuk memastikan bahwa informasi yang tercantum sesuai dengan pembelian yang dilakukan, termasuk:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Jumlah yang harus dibayar: Jumlah total yang tertera pada <em>invoice <\/em>sesuai dengan kesepakatan dalam pesanan atau kontrak.<\/li>\n\n\n\n<li>Tanggal jatuh tempo: Batas waktu pembayaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Barang atau jasa yang diberikan: Daftar barang atau jasa yang dicantumkan pada <em>invoice <\/em>harus sesuai dengan yang diterima oleh <em>buyer<\/em>. Ini mencakup deskripsi barang, kuantitas, dan harga per unit.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Rekonsiliasi_invoice\"><\/span>5. Rekonsiliasi <em>invoice<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah selanjutnya, lakukan rekonsiliasi atau mencocokkan informasi yang tercantum pada <em>invoice <\/em>dengan <em>purchase order<\/em> dan laporan penerimaan barang untuk memastikan bahwa deskripsi produk, jumlah, dan harga telah sesuai. Ada tiga metode pencocokan yang bisa kamu gunakan:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><em>Two-way matching<\/em>: Mencocokkan <em>invoice <\/em>dengan <em>purchase order<\/em> (PO).<\/li>\n\n\n\n<li><em>Three-way matching<\/em>: Mencocokkan <em>invoice <\/em>dengan <em>purchase order<\/em> (PO) dan laporan penerimaan barang atau <em>goods receipt<\/em> (GR).<\/li>\n\n\n\n<li>Four-way matching: Mencocokkan <em>invoice <\/em>dengan <em>purchase order<\/em> (PO), laporan penerimaan barang atau <em>goods receipt <\/em>(GR), dan pembayaran.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/mle\/ar-automation-adalah\/\">AR Automation: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya Untuk Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Bayar_invoice_ke_supplier\"><\/span>6. Bayar <em>invoice <\/em>ke <em>supplier<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Invoice<\/em> yang telah dicocokkan dan disetujui, maka perlu dibayar. Ada beberapa metode pembayaran yang umum digunakan untuk membayar <em>invoice <\/em>ke <em>supplier<\/em>, sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Transfer bank: Pembayaran dilakukan melalui transfer langsung ke rekening bank <em>supplier<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>Cek: Pembayaran dilakukan dengan mengeluarkan cek yang ditulis atas nama <em>supplier<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>Kartu kredit: Pembayaran dilakukan menggunakan kartu kredit perusahaan.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Virtual account<\/em>: Pembayaran dilakukan melalui nomor rekening virtual.<\/li>\n\n\n\n<li>Pembayaran tunai: Pembayaran dilakukan secara tunai atau langsung.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Payment gateway<\/em>: Menggunakan <em>platform <\/em>pembayaran <em>online <\/em>yang memungkinkan transfer dana secara digital.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Proses <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/enterprise-solution.php\">procure to pay<\/a> <\/em>tersebut bisa memakan waktu lama dan biaya yang mahal jika masih dilakukan secara manual. Oleh karena itu, kamu bisa mengefisiensikan proses <em>procure to pay <\/em>dengan memanfaatkan <em>supplier portal<\/em> dari Paper.id. Kemudahan yang diberikan <em>supplier portal <\/em>Paper.id, yaitu sebagai berikut:\u00a0<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><em>Three way matching<\/em>: Pengecekan <em>invoice<\/em>,<em> goods receipt<\/em> dan PO terjadi secara digital, jadi lebih cepat dan minim <em>error<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Self service dashboard<\/em>: Baik kamu dan <em>supplier <\/em>memiliki <em>dashboard <\/em>sendiri untuk tukar <em>invoice <\/em>dari awal hingga akhir proses.<\/li>\n\n\n\n<li>Opsi pendanaan usaha untuk kamu dan <em>supplier<\/em>: Nikmati pendanaan berbasis <em>invoice <\/em>untuk <em>supplier <\/em>dan kamu lewat tambahan tempo sampai dengan 60 hari.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Nikmati proses <em>setup<\/em> hanya dalam 90 hari. Selain itu, <em>supplier portal<\/em> bisa dihubungkan ke sistem <em>procurement <\/em>kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Tunggu apalagi?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/enterprise-solution.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=procure_to_pay_pengertian&amp;utm_content=cta_button#request-demo\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Pelajari Supplier Portal Paper.id<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proses procure to pay sering kali memakan waktu karena mencakup banyak tahapan, mulai dari pengadaan barang atau jasa hingga persetujuan dan pembayaran faktur (invoice). Sementara, proses ini berperan dalam memastikan kelancaran aktivitas operasional bisnis.\u00a0 Oleh karena itu, dibutuhkan proses procure to pay yang efisien untuk meningkatkan produktivitas usaha. Namun, sebelum ke sana, simak penjelasan lengkap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":22095,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6399],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Procure to Pay: Pengertian, Indikator, dan Langkah kerja<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Procure to pay adalah proses dari mulai pengadaan barang atau jasa (procure) hingga pembayaran kepada pemasok atau supplier (pay).\u00a0\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Procure to Pay: Pengertian, Indikator, dan Langkah kerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Procure to pay adalah proses dari mulai pengadaan barang atau jasa (procure) hingga pembayaran kepada pemasok atau supplier (pay).\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-27T20:44:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-27T05:19:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Procure-to-Pay-Pengertian-Indikator-dan-Langkah-kerja.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Procure to Pay: Pengertian, Indikator, dan Langkah kerja","description":"Procure to pay adalah proses dari mulai pengadaan barang atau jasa (procure) hingga pembayaran kepada pemasok atau supplier (pay).\u00a0","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Procure to Pay: Pengertian, Indikator, dan Langkah kerja","og_description":"Procure to pay adalah proses dari mulai pengadaan barang atau jasa (procure) hingga pembayaran kepada pemasok atau supplier (pay).\u00a0","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-02-27T20:44:55+00:00","article_modified_time":"2025-09-27T05:19:33+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Procure-to-Pay-Pengertian-Indikator-dan-Langkah-kerja.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Procure to Pay: Pengertian, Indikator, dan Langkah kerja","datePublished":"2025-02-27T20:44:55+00:00","dateModified":"2025-09-27T05:19:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja\/"},"wordCount":910,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Keuangan Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja\/","name":"Procure to Pay: Pengertian, Indikator, dan Langkah kerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-02-27T20:44:55+00:00","dateModified":"2025-09-27T05:19:33+00:00","description":"Procure to pay adalah proses dari mulai pengadaan barang atau jasa (procure) hingga pembayaran kepada pemasok atau supplier (pay).\u00a0","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/procure-to-pay-pengertian-indikator-dan-langkah-kerja\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Procure to Pay: Pengertian, Indikator, dan Langkah kerja"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22078"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22078"}],"version-history":[{"count":14,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22078\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26618,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22078\/revisions\/26618"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22095"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22078"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22078"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22078"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}