{"id":21909,"date":"2024-09-09T07:47:54","date_gmt":"2024-09-09T00:47:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=21909"},"modified":"2025-09-27T12:18:35","modified_gmt":"2025-09-27T05:18:35","slug":"ar-financing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/ar-financing\/","title":{"rendered":"AR Financing: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya untuk Bisnis"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam dunia bisnis yang dinamis, menjaga <em>cash flow <\/em>tetap lancar menjadi tantangan krusial. Ada begitu banyak strategi yang bisa kamu gunakan untuk mewujudkannya, termasuk salah satunya yaitu <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/piutang-dagang\/\">AR (<em>Account Receivable<\/em>)<\/a> Financing.<\/p>\n\n\n\n<p>AR Financing atau pendanaan piutang usaha, bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan menggunakan pendanaan ini, kamu bisa mendapatkan dana segar tanpa harus menunggu <em>buyer <\/em>melunasi tagihan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Melansir dari <a href=\"https:\/\/www.resolvepay.com\/blog\/the-evolution-of-ar-financing-modern-solutions-for-todays-businesses\">Resolvepay<\/a>, AR Financing menarik minat pebisnis yang membutuhkan dana segera untuk keperluan operasional seperti pembayaran gaji, pembelian inventaris, atau ekspansi bisnis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, apa sebenarnya AR Financing, dan bagaimana cara kerjanya? Untuk itu, berikut penjelasan lebih lanjut tentang konsep ini, lengkap dengan contoh nyata dan manfaatnya bagi bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_AR_Financing\"><\/span><strong>Apa Itu AR Financing?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>AR Financing adalah metode pendanaan di mana bisnis menggunakan piutang usaha mereka\u2014atau tagihan yang belum dibayar oleh <em>buyer<\/em>\u2014sebagai jaminan untuk mendapatkan dana dari pemberi pendanaan&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, pemberi pendanaan akan memberikan sekitar 70% hingga 90% dari nilai total piutang tersebut dalam bentuk dana tunai. Setelah <em>buyer<\/em> membayar tagihan, bisnis tersebut harus melunasi pendanan beserta bunga atau biaya yang disepakati.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/distributor-financing-adalah\/\">Distributor Financing: Pengertian dan Pilihannya untuk Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Kerja_AR_Financing\"><\/span><strong>Cara Kerja AR Financing<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Proses AR Financing cukup sederhana. Pertama, kamu harus memiliki invoice penjualan dari<em> buyer<\/em>. Lalu, invoice ini diajukan ke pemberi pendanaan sebagai jaminan. Pemberi pendanaan akan menilai nilai invoice tersebut dan menawarkan sejumlah dana sesuai dengan persentase tertentu dari nominal totalnya. Kamu bisa menggunakan dana ini untuk berbagai keperluan sesuai kebutuhan, seperti untuk pembelian stok, bahan baku, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembayaran pendanaan dilakukan ketika <em>buyer <\/em>kamu melunasi invoice tersebut. Jika ada sisa pembayaran setelah pelunasan pendanaan, maka dana tersebut akan kembali ke kamu. Ini memberikan fleksibilitas bagi bisnis kamu untuk tetap beroperasi tanpa harus menunggu pembayaran yang mungkin memakan waktu berbulan-bulan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_AR_Financing_untuk_Bisnis\"><\/span><strong>Manfaat AR Financing untuk Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menggunakan AR Financing bisa memberikan sejumlah manfaat bagi bisnis. Berikut adalah beberapa manfaat utama:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Meningkatkan_cash_flow\"><\/span>1. Meningkatkan <em>cash flow<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan mendapatkan akses cepat ke dana tunai, bisnis bisa mengatasi kebutuhan operasional mendesak tanpa harus menunggu pembayaran dari <em>buyer<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tidak_memerlukan_jaminan_fisik\"><\/span>2. Tidak memerlukan jaminan fisik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Karena <em>account receivable <\/em>itu sendiri yang dijadikan jaminan, bisnis tidak perlu menyediakan aset berwujud seperti properti atau inventaris sebagai jaminan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Memperkuat_hubungan_dengan_buyer\"><\/span>3. Memperkuat hubungan dengan <em>buyer<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pendanaan piutang usaha memungkinkan kamu tetap memberikan syarat pembayaran yang fleksibel kepada <em>buyer<\/em>, yang bisa meningkatkan kepuasan dan loyalitas mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pendanaan_lebih_fleksibel\"><\/span>4. Pendanaan lebih fleksibel<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bisnis bisa memilih berapa banyak piutang yang akan digunakan untuk pendanaan piutang usaha, sehingga tidak perlu berkomitmen pada pendanaan jangka panjang yang besar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/tantangan-tim-account-receivable\/\">6 Tantangan Terbesar yang Dihadapi Tim Account Receivable (AR) dan Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Penerapan_AR_Financing_dalam_Bisnis\"><\/span><strong>Contoh Penerapan AR Financing dalam Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Misalnya, sebuah perusahaan manufaktur kecil memiliki piutang sebesar Rp 1 miliar dari beberapa <em>buyer <\/em>besar, namun jatuh tempo pembayaran masih 60 hari lagi. Sementara itu, perusahaan tersebut membutuhkan dana tunai untuk membeli bahan baku tambahan dan membayar gaji karyawan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan AR Financing, perusahaan tersebut dapat mengajukan piutang tersebut sebagai jaminan dan mendapatkan dana sekitar Rp 700 juta hingga Rp 900 juta dari pemberi pendanaan. Dana ini bisa segera digunakan, dan setelah <em>buyer <\/em>membayar invoice, perusahaan bisa melunasi pendanaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendanaan piutang usaha ini menawarkan solusi cepat dan efektif bagi bisnis yang menghadapi tantangan <em>cash flow<\/em>. Meskipun memiliki biaya dan risiko tersendiri, manfaatnya dalam menjaga bisnis tetap beroperasi dan berkembang sering kali sebanding dengan pengorbanannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dikelola dengan baik, pendanaan piutang usaha bisa menjadi alat yang sangat berguna dalam strategi keuangan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/finansial-umkm\/pentingnya-account-receivable\/\">Begini Jenis-Jenis Account Receivable dan Ketentuannya!<\/a><\/strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Demikian penjelasan mengenai AR Financing. Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, menjaga arus kas tetap lancar adalah kunci untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha. pendanaan ini muncul sebagai solusi efektif yang memungkinkan kamu mendapatkan dana segar tanpa harus menunggu pembayaran dari <em>buyer<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Manfaat seperti meningkatkan <em>cash flow<\/em>, tidak memerlukan jaminan fisik, memperkuat hubungan dengan <em>buyer<\/em>, dan menawarkan pendanaan yang lebih fleksibel, membuat pendanaan piutang usaha menjadi pilihan yang sangat menguntungkan bagi berbagai jenis bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, penting untuk memilih platform yang tepat untuk memanfaatkan AR Financing secara maksimal. Paper.id menawarkan solusi AR Financing yang bisa diandalkan, memungkinkan bisnis mendapatkan pendanaan dengan cepat dan mudah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan fitur <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/get-paid-faster.php\">Get Paid Faster<\/a> dari Paper.id, kamu dapat menjaga operasional bisnismu tetap berjalan lancar tanpa harus khawatir dengan <em>cash flow<\/em>. Kamu bisa cairkan nilai invoice mulai dari 70% &#8211; 80% dengan tenor pendanaan maksimal 180 hari. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain fitur tersebut Paper.id juga menghadirkan <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/enterprise-solution.php\">enterprise solution<\/a><\/em>, <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/buyer-portal.php\"><em>buyer portal<\/em><\/a>, dan <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/supplier-portal.php\">supplier portal<\/a><\/em>. Fitur <em>supplier portal <\/em>memudahkan proses <em>invoice approval<\/em> kamu dengan <em>supplier<\/em>. Kemudahan yang diberikan <em>supplier portal<\/em> dari Paper.id, yaitu sebagai berikut:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><em>Three way matching<\/em>: Pengecekkan <em>invoice<\/em>, <em>goods receipt<\/em> dan PO terjadi secara digital, jadi lebih cepat dan minim eror.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Self service dashboard<\/em>: Baik kamu dan <em>supplier <\/em>memiliki <em>dashboard <\/em>sendiri untuk tukar <em>invoice <\/em>dari awal hingga akhir proses.<\/li>\n\n\n\n<li>Opsi pendanaan usaha untuk kamu dan <em>supplier<\/em>: Nikmati pendanaan berbasis <em>invoice <\/em>untuk <em>supplier <\/em>dan kamu lewat tambahan tempo sampai dengan 60 hari.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Nikmati proses <em>setup <\/em>hanya dalam 90 hari. Selain itu<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/supplier-portal.php\">, <em>supplier portal <\/em><\/a>bisa dihubungkan ke sistem <em>procurement <\/em>kamu.&nbsp;Daftar gratis dan nikmati berbagai macam kemudahan dalam bisnis dengan Paper<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, kunjungi Paper.id untuk mempelajari lebih lanjut dan mulai manfaatkan fitur ini demi kemajuan bisnismu dengan cara klik tombol di bawah ini untuk mencoba demonya!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/enterprise-solution.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=ap_financing&amp;utm_content=cta_button#request-demo\" style=\"background-color:#4195d5\">Coba Sekarang<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis yang dinamis, menjaga cash flow tetap lancar menjadi tantangan krusial. Ada begitu banyak strategi yang bisa kamu gunakan untuk mewujudkannya, termasuk salah satunya yaitu AR (Account Receivable) Financing. AR Financing atau pendanaan piutang usaha, bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan menggunakan pendanaan ini, kamu bisa mendapatkan dana segar tanpa harus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":21910,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7856],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>AR Financing: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya untuk Bisnis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu AR Financing, bagaimana cara kerja atau konsepnya, apa manfaatnya bagi bisnis, serta bagaimana contohnya? Yuk, temukan jawabannya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/ar-financing\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"AR Financing: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya untuk Bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu AR Financing, bagaimana cara kerja atau konsepnya, apa manfaatnya bagi bisnis, serta bagaimana contohnya? Yuk, temukan jawabannya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/ar-financing\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-09T00:47:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-27T05:18:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/AR-Financing.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"844\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"AR Financing: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya untuk Bisnis","description":"Apa itu AR Financing, bagaimana cara kerja atau konsepnya, apa manfaatnya bagi bisnis, serta bagaimana contohnya? Yuk, temukan jawabannya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/ar-financing\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"AR Financing: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya untuk Bisnis","og_description":"Apa itu AR Financing, bagaimana cara kerja atau konsepnya, apa manfaatnya bagi bisnis, serta bagaimana contohnya? Yuk, temukan jawabannya!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/ar-financing\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-09-09T00:47:54+00:00","article_modified_time":"2025-09-27T05:18:35+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":844,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/AR-Financing.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/ar-financing\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/ar-financing\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"AR Financing: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya untuk Bisnis","datePublished":"2024-09-09T00:47:54+00:00","dateModified":"2025-09-27T05:18:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/ar-financing\/"},"wordCount":853,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pendanaan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/ar-financing\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/ar-financing\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/ar-financing\/","name":"AR Financing: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya untuk Bisnis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-09-09T00:47:54+00:00","dateModified":"2025-09-27T05:18:35+00:00","description":"Apa itu AR Financing, bagaimana cara kerja atau konsepnya, apa manfaatnya bagi bisnis, serta bagaimana contohnya? Yuk, temukan jawabannya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/ar-financing\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/ar-financing\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/ar-financing\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"AR Financing: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya untuk Bisnis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21909"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21909"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21909\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28073,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21909\/revisions\/28073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21910"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21909"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21909"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21909"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}