{"id":20895,"date":"2024-08-13T05:41:32","date_gmt":"2024-08-12T22:41:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=20895"},"modified":"2025-10-08T16:25:01","modified_gmt":"2025-10-08T09:25:01","slug":"vcc-vs-kartu-kredit-konvensional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/vcc-vs-kartu-kredit-konvensional\/","title":{"rendered":"Virtual Credit Card atau Kartu Kredit Biasa, Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnismu?"},"content":{"rendered":"\n<p>Secara global, kartu kredit telah menjadi bagian besar dari berbagai transaksi, baik personal maupun untuk bisnis. Menurut Global Data, nilai transaksi kartu kredit di Indonesia mencapai 71.8 juta dolar AS di tahun 2023. Dalam 4 tahun ke depan, angka ini bahkan diperkirakan tumbuh hingga 10%, <em>lho.<\/em>\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Pertumbuhan yang cukup pesat ini membuka harapan bagi penggunaan kartu kredit lebih dari untuk kebutuhan pribadi, namun juga untuk bisnis. Meski penetrasi kartu kredit di Indonesia baru 5% saja, namun bisnis kartu kredit terus bergerak dengan kurva menanjak setiap tahunnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, kartu kredit memang memberi banyak manfaat khususnya terkait mempermudah pengelolaan <em>cash flow <\/em>usaha. Dengan menggunakan kartu kredit, pembayaran bisnis bisa dilakukan tepat waktu di muka, namun dari sisi bisnis, kamu bisa mencicil pembayaran dalam kurun waktu tertentu, sehingga kamu mendapatkan tempo tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, pada perkembangannya, selain kartu kredit bisnis biasa yang sudah semakin banyak dikenal orang, telah muncul juga Virtual Credit Card (VCC) seiring makin canggihnya teknologi. Seperti namanya, VCC membuat penggunaan kartu kredit tak lagi membutuhkan kartu fisik sehingga semakin mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai pebisnis, penting bagimu untuk memahami keduanya sehingga bisa memutuskan mana yang lebih baik untuk bisnismu. Pasalnya, meski mirip, keduanya punya plus minus yang berbeda. Yuk, simak selengkapnya dalam artikel ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Virtual_Credit_Card_dan_Kartu_Kredit_Apa_Bedanya\"><\/span><strong>Virtual Credit Card dan Kartu Kredit, Apa Bedanya?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Virtual_credit_card_tanpa_fisik_banyak_manfaat\"><\/span>Virtual credit card: tanpa fisik, banyak manfaat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sesuai namanya yang mengandung kata &#8220;virtual&#8221;, VCC hanya tersedia dalam bentuk digital saja. Tidak jauh beda dengan kartu kredit biasa yang mempunyai wujud fisik, VCC juga bisa digunakan untuk berbagai jenis transaksi. Namun, sebagai pebisnis, tentu kamu ingin berfokus pada transaksi bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi bisnis khususnya di sektor B2B, salah satu keutamaan dari VCC selain kepraktisannya adalah keamanannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ternyata, virtual credit card dinilai lebih aman dibanding kartu kredit bisnis reguler. Pasalnya, penggunaannya bisa dibatasi untuk merchant spesifik saja. Limit-nya pun bisa diatur sesuai kebutuhan. Misalnya, kamu sebagai pebisnis menyediakan <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/virtual-credit-card.php\">credit card virtual<\/a><\/em> untuk keperluan divisi marketing sebesar Rp20 juta sebagai batas maksimalnya. Maka, tim tidak akan bisa &#8220;menggesek&#8221; kartu untuk pengeluaran yang lebih dari nominal tersebut.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Virtual credit card juga bisa dibatasi untuk sekali pakai saja sehingga mengurangi kemungkinan penyalahgunaan. Belum lagi, VCC juga sulit untuk dicuri atau hilang karena formatnya digital.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/cara-membuat-virtual-credit-card-cukup-5-langkah-lebih-mudah\/\">Cara Membuat Virtual Credit Card Cukup 5 Langkah, Lebih Mudah!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kartu_kredit_bisnis_konvensional_tetap_dapat_diandalkan\"><\/span>Kartu kredit bisnis konvensional, tetap dapat diandalkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Meski virtual credit card punya banyak kelebihan, tidak salah juga kartu kredit bisnis konvensional.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, kartu kredit fisik masih jadi andalan kebanyakan orang dan diterima di mana-mana, berbeda dengan virtual credit card yang mungkin belum semua vendor menyediakan penerimaan pembayarannya.&nbsp; Akan sangat berguna bagi perwakilan bisnis untuk berjaga-jaga dan memiliki kartu kredit bisnis fisik apalagi misalnya jika harus bepergian untuk business trip, karena kamu tidak selalu bisa memastikan bahwa tempat tujuan mampu melayani kartu kredit bisnis virtual.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena memiliki wujud fisik, kartu ini bisa digunakan untuk transaksi bisnis secara langsung di tempat maupun secara <em>online<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pertimbangan_saat_Membuat_Pilihan_untuk_Bisnismu\"><\/span><strong>Pertimbangan saat Membuat Pilihan untuk Bisnismu<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa hal yang perlu dipikirkan sebelum memilih untuk menggunakan virtual credit card ataupun kartu kredit konvensional untuk bisnismu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Keamanan\"><\/span>1. Keamanan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Terkait keamanan, <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/virtual-credit-card.php\">kartu kredit virtual<\/a> umumnya lebih aman karena menggunakan nomor kartu yang hanya berlaku untuk transaksi tertentu atau periode waktu terbatas. Ini mengurangi risiko penipuan jika nomor kartu dicuri.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara, kartu kredit konvensional memiliki risiko keamanan yang lebih tinggi, terutama jika digunakan untuk transaksi online atau jika informasi kartu jatuh ke tangan yang salah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: Pilihan Legit, Ini 5 Alasan Kenapa Pebisnis Perlu Pakai Virtual Credit Card<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Fleksibilitas_penggunaan\"><\/span>2. Fleksibilitas penggunaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kartu kredit virtual biasanya terbatas pada penggunaan online atau transaksi non-fisik, karena tidak memiliki wujud kartu yang dapat dipegang. Kalau merchant pilihanmu mengharuskan transaksi dengan EDC fisik, hal ini bisa jadi kendala.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, hal ini tidak akan jadi masalah jika menggunakan kartu kredit konvensional. Secara umum, masih lebih banyak <em>merchant<\/em> yang familier dengan kartu kredit fisik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pengelolaan_pengeluaran\"><\/span>3. Pengelolaan pengeluaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika menginginkan pengelolaan keuangan yang lebih praktis dan aman, virtual credit card memberikan kemudahan lebih dalam menetapkan limit pengeluaran tim atau proyek tertentu dibanding kartu kredit konvensional.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun, sebenarnya kartu kredit konvensional juga memiliki fitur pengelolaan pengeluaran. Hanya saja, kontrolnya tidak semudah dan seketat kartu kredit virtual, khususnya terkait penetapan batas transaksi per pemegang kartu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Biaya\"><\/span>4. Biaya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>VCC biasanya menawarkan biaya yang lebih rendah, karena tidak ada biaya pemeliharaan fisik kartu. Sementara, kartu kredit konvensional umumnya mengenakan biaya tahunan, biaya penarikan tunai, dan biaya-biaya lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Kemudahan_dan_kecepatan_penerbitan\"><\/span>5. Kemudahan dan kecepatan penerbitan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Karena tidak punya wujud fisik, <em>virtual credit card<\/em> lebih cepat untuk diterbitkan. Kamu tidak perlu lama menunggu kartunya dicetak dan dikirim ke rumah. Jika sudah di-approve, maka kartu kredit virtual-mu bisa langsung segera dipakai, sehingga cocok untukmu yang ingin punya kartu kredit untuk bisnis dalam jangka waktu dekat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemilihan antara kartu kredit virtual dan kartu kredit konvensional sangat bergantung pada kebutuhan spesifik bisnismu. Jika keamanan, fleksibilitas pengelolaan pengeluaran, dan kecepatan penerbitan adalah prioritas, kartu kredit virtual mungkin lebih sesuai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, kalau kamu butuh fleksibilitas penggunaan yang lebih luas dan memiliki hubungan dengan banyak pemasok yang mungkin lebih nyaman dengan metode pembayaran konvensional, kartu kredit konvensional bisa menjadi pilihan yang lebih baik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yang penting, evaluasi kebutuhan bisnismu terlebih dahulu secara menyeluruh sebelum membuat keputusan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/virtual-credit-card.php\">Paper Pioneer Card<\/a> adalah salah satu opsi yang jadi pertimbangan untuk bisnismu. <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/virtual-credit-card.php\">Virtual credit car<\/a><\/em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/virtual-credit-card.php\"><em>d<\/em><\/a> dari Paper.id ini memungkinkan kamu untuk punya tambahan tempo hingga 50 hari dengan <em>cashback<\/em> 0,1 di setiap transaksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengajuannya gampang, dan <em>limit<\/em>-nya bisa hingga Rp100 juta!<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Paper Pioneer Card, kamu bisa membuat <em>cash<\/em> <em>flow<\/em> bisnis makin optimal lagi. Yuk, simak selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/virtual-credit-card.php\">di sini<\/a> dan daftarkan bisnismu ke Paper.id untuk bisa jadi eligible sebagai pemilik kartu kredit virtual ini!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/paper.id\/webappv1\/#\/register\" style=\"background-color:#4195d5\">Daftar Gratis!<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara global, kartu kredit telah menjadi bagian besar dari berbagai transaksi, baik personal maupun untuk bisnis. Menurut Global Data, nilai transaksi kartu kredit di Indonesia mencapai 71.8 juta dolar AS di tahun 2023. Dalam 4 tahun ke depan, angka ini bahkan diperkirakan tumbuh hingga 10%, lho.\u00a0 Pertumbuhan yang cukup pesat ini membuka harapan bagi penggunaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":20953,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7858],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Virtual Credit Card atau Kartu Kredit Biasa, Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnismu?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Virtual credit card adalah alternatif baru yang menghadirkan banyak benefit yang tidak ada di kartu kredit konvensional. Mana yang lebih baik?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/vcc-vs-kartu-kredit-konvensional\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Virtual Credit Card atau Kartu Kredit Biasa, Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnismu?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Virtual credit card adalah alternatif baru yang menghadirkan banyak benefit yang tidak ada di kartu kredit konvensional. Mana yang lebih baik?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/vcc-vs-kartu-kredit-konvensional\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-12T22:41:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T09:25:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/2148767011.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Virtual Credit Card atau Kartu Kredit Biasa, Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnismu?","description":"Virtual credit card adalah alternatif baru yang menghadirkan banyak benefit yang tidak ada di kartu kredit konvensional. Mana yang lebih baik?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/vcc-vs-kartu-kredit-konvensional\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Virtual Credit Card atau Kartu Kredit Biasa, Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnismu?","og_description":"Virtual credit card adalah alternatif baru yang menghadirkan banyak benefit yang tidak ada di kartu kredit konvensional. Mana yang lebih baik?","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/vcc-vs-kartu-kredit-konvensional\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-08-12T22:41:32+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T09:25:01+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":667,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/2148767011.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/vcc-vs-kartu-kredit-konvensional\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/vcc-vs-kartu-kredit-konvensional\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Virtual Credit Card atau Kartu Kredit Biasa, Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnismu?","datePublished":"2024-08-12T22:41:32+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:25:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/vcc-vs-kartu-kredit-konvensional\/"},"wordCount":932,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Kartu Kredit Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/vcc-vs-kartu-kredit-konvensional\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/vcc-vs-kartu-kredit-konvensional\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/vcc-vs-kartu-kredit-konvensional\/","name":"Virtual Credit Card atau Kartu Kredit Biasa, Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnismu?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-08-12T22:41:32+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:25:01+00:00","description":"Virtual credit card adalah alternatif baru yang menghadirkan banyak benefit yang tidak ada di kartu kredit konvensional. Mana yang lebih baik?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/vcc-vs-kartu-kredit-konvensional\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/vcc-vs-kartu-kredit-konvensional\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kartu-kredit-bisnis\/vcc-vs-kartu-kredit-konvensional\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Virtual Credit Card atau Kartu Kredit Biasa, Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnismu?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20895"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20895"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20895\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31467,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20895\/revisions\/31467"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20953"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}