{"id":20754,"date":"2024-08-15T04:45:22","date_gmt":"2024-08-14T21:45:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=20754"},"modified":"2025-10-12T10:37:21","modified_gmt":"2025-10-12T03:37:21","slug":"kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis\/","title":{"rendered":"Kelemahan Buat Purchase Order (PO) di Spreadsheet, Pakai Cara Otomatis!"},"content":{"rendered":"\n<p>Di era digital saat ini, banyak bisnis masih bergantung pada Spreadsheet untuk membuat dan mengelola <em>purchase order<\/em> (PO), bukan dengan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/purchase-order.php\">software purchase order<\/a> yang sudah banyak beredar. Meskipun spreadsheet menawarkan kemudahan dan fleksibilitas, ada sejumlah kelemahan yang bisa menghambat efisiensi proses bisnismu.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.cflowapps.com\/purchase-order-automation\/\"><em>Forrester Research <\/em><\/a>menunjukkan bahwa penerapan otomatisasi <em>purchase order <\/em>(PO) bisa menghemat waktu hingga 60%. Selain itu, otomatisasi ini juga membantu mengontrol pengeluaran dengan lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, kamu perlu beralih ke metode pembuatan <em>purchase order<\/em> secara otomatis untuk mempermudah proses bisnis. Sebelum beralih ke otomatis, simak penjelasan kelemahan pembuatan <em>purchase order <\/em>menggunakan Spreadsheet di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kelemahan_Buat_PO_Form_di_Spreadsheet\"><\/span><strong>4 Kelemahan Buat PO <em>Form<\/em> di Spreadsheet<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menggunakan Spreadsheet untuk membuat PO <em>form <\/em>memang sering dianggap praktis, namun ada beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan. Berikut ini 4 (empat) kelamahannya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Spreadsheet_tidak_Efisien\"><\/span>1. Spreadsheet tidak Efisien<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Mengelola <em>purchase order <\/em>(PO) dengan spreadsheet sangat tidak efisien. Ada beberapa alasan mengapa menggunakan Spreadsheet tidak efisien untuk membuat PO <em>form<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Kesalahan input data: Saat memasukkan data secara manual, ada kemungkinan kesalahan pengetikan, seperti salah ketik angka, huruf, atau tanggal. Kesalahan ini bisa menyebabkan informasi pesanan menjadi tidak akurat atau ada detail yang terlewat.<\/li>\n\n\n\n<li>Keamanan terbatas: Jika <em>file <\/em>Spreadsheet tidak disimpan dengan baik atau rusak, data bisa hilang. Terlebih, Spreadsheet biasanya tidak terenkripsi secara otomatis. Enkripsi harus diaktifkan secara manual untuk melindungi data dari akses tidak sah.<\/li>\n\n\n\n<li>Terbatasnya baris dan kolom: Spreadsheet memiliki batasan pada jumlah baris dan kolom. Seiring dengan meningkatnya ukuran <em>file<\/em>, Spreadsheet juga bisa mengalami respons yang lambat saat mengedit atau menghitung data.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/product-content\/contoh-purchase-order\/\"><strong>Contoh Dokumen Purchase Order: Yuk, Praktikkan di Bisnismu!<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Spreadsheet_memakan_waktu\"><\/span>2. Spreadsheet memakan waktu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Membuat <em>purchase order <\/em>(PO) di Spreadsheet bisa sangat memakan waktu. Kamu harus mengetik data secara manual ke dalam sel-sel yang ada. Selain itu, kamu perlu memastikan bahwa <em>template <\/em>PO yang asli disalin dengan benar ke Spreadsheet baru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Belum lagi, setiap rumus di Spreadsheet harus diperiksa ulang untuk memastikan data yang dimasukkan tidak salah. Jika ada kesalahan, kamu harus memperbaikinya lagi. Semua langkah ini memakan banyak waktu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tidak_bisa_memperbarui_data_otomatis\"><\/span>3. Tidak bisa memperbarui data otomatis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Spreadsheet tidak bisa memperbarui data secara otomatis atau <em>real-time<\/em>. Artinya, jika ada perubahan di sistem lain (seperti sistem manajemen pesanan), Spreadsheet tidak akan langsung memperbarui informasi tersebut. Akibatnya, data di Spreadsheet bisa jadi tidak sesuai dengan data terbaru.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, kamu membuat <em>purchase order<\/em> (PO) menggunakan Spreadsheet untuk mencatat semua pesanan yang masuk. Sistem manajemen inventaris yang kamu pakai&nbsp; secara otomatis memperbarui status pesanan. Misalnya, saat barang dikirim, status pesanan berubah dari &#8220;dalam proses&#8221; menjadi &#8220;selesai&#8221; di sistem manajemen.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, Spreadsheet yang kamu gunakan tidak terhubung langsung dengan sistem manajemen inventaris. Artinya, Spreadsheet tidak memperbarui data secara otomatis. Akibatnya, data di spreadsheet tidak sesuai dengan data terbaru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/invoice-penjualan-paper\/\"><strong>Purchase Order Vs Invoice, Apa Saja Sih Perbedaannya? Cari Tahu Selengkapnya Disini<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Tidak_ada_penyimpanan_terpusat\"><\/span>4. Tidak ada penyimpanan terpusat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Spreadsheet memang sangat berguna untuk membuat<em> purchase order <\/em>(PO). Namun, Spreadsheet tidak memiliki sistem penyimpanan dokumen yang terpusat.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, semua dokumen penting, seperti <em>purchase order<\/em>,<em> invoice<\/em>, dan slip pengiriman, disimpan di tempat yang berbeda-beda. Misalnya, satu di email, satu di folder komputer, dan satu lagi di sistem yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Singkatnya, kamu akan kesulitan mengakses dan mencocokkan informasi secara cepat dan akurat karena kamu harus menggabungkan data dari berbagai sumber. Sehingga, menjadi tidak efisien.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Solusinya_untuk_Mengatasi_Masalah_Ini\"><\/span><strong>Apa Solusinya untuk Mengatasi Masalah Ini?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Agar pembuatan <em>purchase order <\/em>(PO) semakin efisien dan cepat, kamu perlu beralih ke pembuatan <em>purchase order<\/em> digital secara otomatis. Caranya adalah dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/\">Paper.id<\/a>, yang memungkinkan kamu membuat<em> purchase order <\/em>digital untuk memesan produk dari <em>supplier<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Paper.id, setiap <em>purchase order<\/em> yang kamu buat akan secara otomatis terkonversi menjadi<em> invoice<\/em> digital, sehingga kamu tidak perlu membuat<em> invoice<\/em> secara manual lagi. Selain itu, kamu dapat memilih dari berbagai <em>template <\/em>yang tersedia untuk membuat <em>invoice <\/em>digital tanpa batasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembayaran juga lebih fleksibel dengan berbagai metode, seperti m-banking, <em>virtual account<\/em>, Tokopedia, Shopee, Blibli, hingga kartu kredit, yang memungkinkan tambahan tempo pembayaran. Ini semua gratis! <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register%20?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=kelemahan_buat_purchase_order_di_spreadsheet\" style=\"background-color:#4195d5\">Daftar Sekarang<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di era digital saat ini, banyak bisnis masih bergantung pada Spreadsheet untuk membuat dan mengelola purchase order (PO), bukan dengan software purchase order yang sudah banyak beredar. Meskipun spreadsheet menawarkan kemudahan dan fleksibilitas, ada sejumlah kelemahan yang bisa menghambat efisiensi proses bisnismu. Forrester Research menunjukkan bahwa penerapan otomatisasi purchase order (PO) bisa menghemat waktu hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":20761,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7848],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kelemahan Buat Purchase Order (PO) di Spreadsheet, Pakai Cara Otomatis!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ada 4 kelemahan utama pakai spreadsheet untuk membuat purchase order (PO). Sebaliknya, pakai platform invoicing untuk PO form lebih efisien.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kelemahan Buat Purchase Order (PO) di Spreadsheet, Pakai Cara Otomatis!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ada 4 kelemahan utama pakai spreadsheet untuk membuat purchase order (PO). Sebaliknya, pakai platform invoicing untuk PO form lebih efisien.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-14T21:45:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-12T03:37:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kelemahan-Buat-Purchase-Order-PO-di-Spreadsheet-Pakai-Cara-Otomatis.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kelemahan Buat Purchase Order (PO) di Spreadsheet, Pakai Cara Otomatis!","description":"Ada 4 kelemahan utama pakai spreadsheet untuk membuat purchase order (PO). Sebaliknya, pakai platform invoicing untuk PO form lebih efisien.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kelemahan Buat Purchase Order (PO) di Spreadsheet, Pakai Cara Otomatis!","og_description":"Ada 4 kelemahan utama pakai spreadsheet untuk membuat purchase order (PO). Sebaliknya, pakai platform invoicing untuk PO form lebih efisien.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-08-14T21:45:22+00:00","article_modified_time":"2025-10-12T03:37:21+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kelemahan-Buat-Purchase-Order-PO-di-Spreadsheet-Pakai-Cara-Otomatis.png","type":"image\/png"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Kelemahan Buat Purchase Order (PO) di Spreadsheet, Pakai Cara Otomatis!","datePublished":"2024-08-14T21:45:22+00:00","dateModified":"2025-10-12T03:37:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis\/"},"wordCount":651,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Purchase Order"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis\/","name":"Kelemahan Buat Purchase Order (PO) di Spreadsheet, Pakai Cara Otomatis!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-08-14T21:45:22+00:00","dateModified":"2025-10-12T03:37:21+00:00","description":"Ada 4 kelemahan utama pakai spreadsheet untuk membuat purchase order (PO). Sebaliknya, pakai platform invoicing untuk PO form lebih efisien.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/kelemahan-buat-purchase-order-po-di-spreadsheet-pakai-cara-otomatis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kelemahan Buat Purchase Order (PO) di Spreadsheet, Pakai Cara Otomatis!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20754"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20754"}],"version-history":[{"count":17,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25372,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20754\/revisions\/25372"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}