{"id":20462,"date":"2024-07-31T06:22:59","date_gmt":"2024-07-30T23:22:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=20462"},"modified":"2025-09-29T16:52:19","modified_gmt":"2025-09-29T09:52:19","slug":"kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu\/","title":{"rendered":"KUR vs Pendanaan Invoice: Mana yang Terbaik untuk Usahamu?"},"content":{"rendered":"\n<p>Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seringkali mengajukan pendanaan untuk mengembangkan usaha mereka. Hal ini disebabkan oleh berbagai tantangan keuangan yang sering mereka hadapi dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Entah untuk kebutuhan modal kerja, mengelola <em>cash flow<\/em>, atau meningkatkan daya saing. Maka dari itu, mendapatkan akses ke sumber pendanaan yang tepat sangat penting bagi keberhasilan usaha mereka. Dua opsi pendanaan yang sering dipertimbangkan UMKM adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pendanaan berbasis <em>invoice<\/em> (<em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/invoice-financing-indonesia\/\">invoice financing<\/a><\/em>).\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Keduanya tentu menawarkan solusi keuangan yang berbeda. Untuk membantu kamu menentukan mana yang lebih baik bagi kebutuhan usahamu, berikut pembahasan lebih dalam mengenai kedua jenis pendanaan ini. Yuk, simak!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_KUR_dan_Pendanaan_Berbasis_Invoice\"><\/span><strong>Perbedaan KUR dan Pendanaan Berbasis <em>Invoice<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Asal_muasal_dana\"><\/span>1. Asal muasal dana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan utama antara pinjaman KUR dengan pendanaan berbasis <em>invoice<\/em> (<em>invoice financing<\/em>) adalah terletak pada dari mana dana tersebut berasal. Pada pinjaman usaha dari bank, seperti KUR, kamu akan mendapatkan dana dari lembaga keuangan atau bank.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Melansir <a href=\"https:\/\/kur.ekon.go.id\/maksud-dan-tujuan\"><em>Kemenko Perekonomian<\/em><\/a>, KUR adalah salah satu program pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM yang disalurkan melalui lembaga keuangan atau bank. Kamu dapat meminjam dengan jaminan usaha, properti, atau aset lainnya, tetapi uang yang dipinjam harus dibayar kembali dengan bunga.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan, pendanaan usaha berbasis <em>invoice<\/em> memungkinkan kamu mendapatkan akses cepat ke dana dengan menjual <em>invoice <\/em>yang belum terbayar kepada pihak ketiga, yang disebut pemberi dana. Kemudian, kamu akan menerima uang muka tunai tanpa harus menunggu <em>buyer <\/em>membayar <em>invoice <\/em>mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/cara-mengatasi-keterbatasan-modal-usaha\/\"><strong>4 Cara Mengatasi Modal Usaha yang Kurang dengan Mudah dan Cepat<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tujuan_pendanaan_serupa_tapi_tak_sama\"><\/span>2. Tujuan pendanaan serupa tapi tak sama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Invoice financing<\/em> dan KUR memiliki tujuan pendanaan serupa, sama-sama untuk UMKM atau SMB (<em>small and medium-sized businesses<\/em>) atau bisnis skala kecil dan menengah. Namun, ada perbedaan di antara keduanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pendanaan<em> invoice financing<\/em> cocok untuk membantu UMKM mengatasi tantangan<em> cash flow<\/em>, terutama ketika mereka membutuhkan dana tambahan dari invoice yang belum dibayar. Kamu juga bisa segera mengakses dana yang sudah diperoleh tanpa harus menunggu pembayaran dari <em>buyer<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah program pemerintah berupa pemberian dana untuk keperluan modal kerja serta investasi. KUR dirancang untuk memberikan dukungan keuangan yang lebih luas bagi UMKM, tetapi proses pengajuannya bisa lebih kompleks dan memakan waktu daripada<em> invoice financing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Jangka_waktu_pendanaan\"><\/span>3. Jangka waktu pendanaan&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Invoice financing<\/em> memiliki jangka waktu, yang biasanya terkait dengan periode pembayaran <em>invoice <\/em>yang didanai. Nah, jangka waktu<em> invoice financing <\/em>biasanya berkisar antara 30 hingga 90 hari, tergantung pada ketentuan pembayaran yang telah disepakati dengan <em>buyer<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk KUR, jangka waktunya bervariasi tergantung pada jenisnya. Berikut penjelasan jenis KUR beserta jangka waktunya:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Jenis KUR<\/td><td>Limit Kredit<\/td><td>Jangka Waktu<\/td><td>Suku Bunga<\/td><\/tr><tr><td>KUR Super Mikro<\/td><td>Sampai dengan Rp.10 Juta<\/td><td>1. Kredit modal kerja (KMK)&nbsp; maksimal 3 tahun.<br>2. Kredit investasi (KI)&nbsp; maksimal 5 tahun.<\/td><td>3% efektif per tahun<\/td><\/tr><tr><td>KUR Mikro<\/td><td>&gt; Rp.10 Juta s.d Rp.100 Juta<\/td><td>1. Kredit modal kerja (KMK)&nbsp; maksimal 3 tahun.<br>2. Kredit investasi (KI)&nbsp; maksimal 5 tahun.<\/td><td>1. Baru menerima KUR pertama kali sebesar 6% efektif per tahun.<br>2. Penerima KUR ke-2 kali sebesar 7% efektif per tahun.<br>3. Penerima KUR ke-3 kali sebesar 8% efektif per tahun.<br>4. Penerima KUR ke-4 kali sebesar 9% efektif per tahun.<\/td><\/tr><tr><td>KUR Kecil<\/td><td>&gt; Rp.100 Juta s.d Rp.500 juta<\/td><td>1. Kredit modal kerja (KMK)&nbsp;maksimal 3 tahun.<br>2. Kredit investasi (KI) maksimal 5 tahun.<\/td><td>1. Baru menerima KUR pertama kali sebesar 6% efektif per tahun.<br>2. Penerima KUR ke-2 kali sebesar 7% efektif per tahun.<br>3. Penerima KUR ke-3 kali sebesar 8% efektif per tahun.<br>4. Penerima KUR ke-4 kali sebesar 9% efektif per tahun.<\/td><\/tr><tr><td>KUR PMI\/ KUR TKI<\/td><td>Maksimal Rp.100 Juta*<\/td><td>1. Kredit modal kerja (KMK)&nbsp;maksimal 3 tahun.<br>2. Kredit investasi (KI)&nbsp; maksimal 5 tahun.<\/td><td>6% efektif per tahun<\/td><\/tr><tr><td>KUR Khusus<\/td><td>Sampai dengan Rp.500 juta<\/td><td>&#8211;<\/td><td>6% efektif per tahun<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tabel jangka waktu pendanaan KUR<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/sumber-pinjaman-modal-usaha\/\"><strong>5 Sumber Pendanaan untuk Modal Usaha Awal<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Proses_pengajuan_berbeda\"><\/span>4. Proses pengajuan berbeda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk mempertimbangkan apakah usaha kamu lebih cocok mengajukan KUR atau pendanaan berbasis <em>invoice<\/em> seperti <em>invoice financing<\/em>, kamu perlu mengetahui dahulu proses pengajuan dari kedua jenis pendanaan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada KUR, kamu perlu mengajukan aplikasi KUR dengan mengajukan surat permohonan KUR kepada pihak bank penyalur. Permohonan tersebut disertai dengan lampiran persyaratan dokumen lainnya seperti legalitas usaha, perizinan usaha, catatan keuangan, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan<em> invoice financing<\/em>, kamu cukup menjual<em> invoice<\/em> yang belum dibayar tersebut ke pihak ketiga, yang disebut pemberi dana, dan sebagai gantinya, kamu akan menerima uang muka tunai. Pendanaan jenis ini sangat berguna untuk industri B2B, di mana pembayaran dalam 30 hari umum diterapkan dan tanpa agunan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lebih_Baik_yang_Mana_untuk_Usahamu\"><\/span><strong>Lebih Baik yang Mana untuk Usahamu?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Memilih mana yang lebih baik untuk usaha kamu adalah keputusan yang berbeda-beda dari satu usaha ke usaha lainnya. Jika kamu mencari pinjaman dengan bunga rendah dan siap memenuhi persyaratan dokumen yang lebih banyak, KUR bisa menjadi pilihan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika kamu membutuhkan dana cepat tanpa proses yang rumit dan tidak ingin memberikan agunan tambahan,<em> invoice financing <\/em>mungkin lebih cocok. Kini, mengajukan pendanaan berbasis <em>invoice <\/em>bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/financing.php\">Paper.id<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Paper.id menghadirkan solusi modal kerja untuk UMKM berbasis<em> invoice<\/em>, tanpa jaminan dengan bunga maksimal 2%*. Kamu juga bisa membuat <em>invoice<\/em> digital yang bisa langsung dibubuhi e-Meterai resmi PERURI. <em>Buyer <\/em>bisa membayar dengan berbagai opsi, seperti melalui VA, QRIS, Tokopedia, Shopee, Blibli, <em>e-wallet<\/em>, hingga kartu kredit yang bisa memperpanjang tempo pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button is-style-fill\"><a class=\"wp-block-button__link has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=perbedaan_kur_vs_pendanaan_invoice\" style=\"background-color:#4195d5\">Daftar Sekarang<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seringkali mengajukan pendanaan untuk mengembangkan usaha mereka. Hal ini disebabkan oleh berbagai tantangan keuangan yang sering mereka hadapi dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.&nbsp; Entah untuk kebutuhan modal kerja, mengelola cash flow, atau meningkatkan daya saing. Maka dari itu, mendapatkan akses ke sumber pendanaan yang tepat sangat penting bagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":20479,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7856],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>KUR vs Pendanaan Invoice: Mana yang Terbaik untuk Usahamu?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelaku UMKM seringkali membutuhkan pendanaan untuk mengembangkan usaha. KUR dan invoice financing adalah dua solusi alternatif pilihan UMKM.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KUR vs Pendanaan Invoice: Mana yang Terbaik untuk Usahamu?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelaku UMKM seringkali membutuhkan pendanaan untuk mengembangkan usaha. KUR dan invoice financing adalah dua solusi alternatif pilihan UMKM.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-30T23:22:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-29T09:52:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/KUR-vs-Pendanaan-Basis-Invoice-Mana-yang-Terbaik-untuk-Bisnismu.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KUR vs Pendanaan Invoice: Mana yang Terbaik untuk Usahamu?","description":"Pelaku UMKM seringkali membutuhkan pendanaan untuk mengembangkan usaha. KUR dan invoice financing adalah dua solusi alternatif pilihan UMKM.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"KUR vs Pendanaan Invoice: Mana yang Terbaik untuk Usahamu?","og_description":"Pelaku UMKM seringkali membutuhkan pendanaan untuk mengembangkan usaha. KUR dan invoice financing adalah dua solusi alternatif pilihan UMKM.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-07-30T23:22:59+00:00","article_modified_time":"2025-09-29T09:52:19+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/KUR-vs-Pendanaan-Basis-Invoice-Mana-yang-Terbaik-untuk-Bisnismu.png","type":"image\/png"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"KUR vs Pendanaan Invoice: Mana yang Terbaik untuk Usahamu?","datePublished":"2024-07-30T23:22:59+00:00","dateModified":"2025-09-29T09:52:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu\/"},"wordCount":844,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pendanaan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu\/","name":"KUR vs Pendanaan Invoice: Mana yang Terbaik untuk Usahamu?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-07-30T23:22:59+00:00","dateModified":"2025-09-29T09:52:19+00:00","description":"Pelaku UMKM seringkali membutuhkan pendanaan untuk mengembangkan usaha. KUR dan invoice financing adalah dua solusi alternatif pilihan UMKM.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pendanaan\/kur-vs-pendanaan-invoice-mana-yang-terbaik-untuk-usahamu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KUR vs Pendanaan Invoice: Mana yang Terbaik untuk Usahamu?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20462"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20462"}],"version-history":[{"count":47,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20462\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28351,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20462\/revisions\/28351"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20462"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}