{"id":20177,"date":"2024-07-22T02:37:28","date_gmt":"2024-07-21T19:37:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=20177"},"modified":"2025-12-17T09:19:16","modified_gmt":"2025-12-17T02:19:16","slug":"risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah\/","title":{"rendered":"5 Risiko Finansial Bisnis Kecil hingga Menengah, Ini Solusinya!"},"content":{"rendered":"\n<p>Finansial yang sehat tentu menjadi dambaan <em>business owner<\/em> manapun tak terkecuali pemilik bisnis kecil hingga menengah. Namun, risiko finansial masih menghantui mereka lantaran pendapatan yang belum konsisten dan pengeluaran yang tak terduga.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalah ini semakin rumit apabila pembayaran ke <em>supplier<\/em> tidak diatur dengan baik. Menurut studi<em> <\/em><em>Atradius<\/em>, rata-rata bisnis membayar <em>supplier<\/em> mereka terlambat selama 73 hari, yang berarti 50% lebih lama dari waktu yang biasanya dibutuhkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Keterlambatan ini bisa menyebabkan <em>cash flow<\/em> menjadi terhambat dan pengelolaan keuangan semakin sulit. Agar kondisi tersebut bisa diantisipasi, kamu perlu memahami risiko finansial bisnis kecil hingga menengah beserta solusinya. Yuk, simak di&nbsp;bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Cash_Flow_yang_Lambat\"><\/span><strong>1. <em>Cash Flow<\/em> yang Lambat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu risiko keuangan yang paling signifikan bagi bisnis kecil adalah manajemen <em>cash flow<\/em> atau arus kas. Jika <em>cash flow<\/em> lambat, maka menyulitkan bisnis untuk membayar tagihan tepat waktu maupun menjaga keuangan tetap stabil.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi ini sempat menimpa <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inspirasi-sukses-umkm\/pt-erdeha-multi-niaga\/\">PT. ERDEHA MULTI NIAGA<\/a><strong>,<\/strong> yang menyuplai ayam broiler ke berbagai perusahaan ternama. Menurut sang <em>business owner<\/em>, di industri distribusi dan produksi ayam, <em>buyer<\/em> sering meminta tempo pembayaran 30, 40, bahkan 60 hari yang membuat <em>cash flow<\/em> melambat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, perusahaan membutuhkan <em>cash flow<\/em> yang cepat agar operasional tetap berjalan lancar. Mengatasi masalah ini, PT ERDEHA MULTI NIAGA menggunakan solusi pendaan dari Paper.id berbasis <em>invoice <\/em>yang bisa mempercepat pencairan dana dari <em>buyer <\/em>tanpa perlu menunggu 30 hari. Pengajuannya pun mudah tanpa jaminan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/5-cara-memaksimalkan-pembayaran-ke-supplier-anti-macet\/\">5 Cara Memaksimalkan Pembayaran ke Supplier, Anti Macet!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Keterbatasan_Modal_untuk_Pertumbuhan_Bisnis\"><\/span><strong>2. Keterbatasan Modal untuk Pertumbuhan Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Tanpa modal yang cukup, tentunya menyulitkan kamu untuk menumbuhkan bisnis, membeli bahan baku, membayar gaji karyawan, atau bahkan menyimpan stok yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Sayangnya, jaminan untuk mendapatkan kredit modal merupakan salah satu hambatan bagi perkembangan UMKM di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi ini menimpa CV. Arya Kencana Gemilang yang mengalami keterbatasan modal dalam menumbuhkan usahanya di bidang <em>merchandise <\/em>yang melayani perusahaan besar, seperti IBM, Microsoft, ANTV, dan lainnya. Sebelumnya, ia harus memutar otak agar usahanya tetap berjalan di tengah terbatasnya modal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, mereka telah mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan solusi <em>financing <\/em>atau pendanaan dari Paper.id berbasis <em>invoice.<\/em> Jadi, CV. Arya Kencana Gemilang memperoleh dana dari Paper.id tanpa perlu menawarkan jaminan dengan memanfaatkan <em>invoice<\/em> mereka, sehingga pencairan <em>invoice<\/em> jauh lebih cepat. Mereka hanya perlu membayar kembali dana tersebut dengan tenor maks. 180 hari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tempo_Pembayaran_Tidak_Cukup\"><\/span><strong>3. Tempo Pembayaran Tidak Cukup<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Tak bisa dipungkiri, <em>business owner<\/em> membutuhkan tempo pembayaran atau jangka waktu untuk membayar tagihannya. Sayangnya, masalah tidak mendapatkan tempo pembayaran masih dialami pemilik bisnis kecil hingga menengah, apalagi cukup rentan menimpa bisnis di industri fnb.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebut saja, usaha <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inspirasi-sukses-umkm\/paper-story-nasi-kulit-mak-judes\/\">Nasi Kulit Mak Judes<\/a> yang dalam satu hari membutuhkan hampir 100 kg kulit ayam untuk mencukupi stok di berbagai cabangnya. Sayangnya, mereka harus membayar tagihan tersebut secara langsung dan tidak mendapatkan tempo pembayaran.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu, ini memberatkan belum lagi harus membayar bahan baku lain. Mengatasinya, Nasi Kulit Mak Judes menggunakan solusi kartu kredit dari Paper.id untuk membayar <em>supplier.<\/em> Alhasil, mereka bisa mendapatkan tambahan tempo pembayaran bahkan hingga 15-20 hari tanpa perlu nego.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan Bisnis Agar Tidak Lebih Besar Pasak Daripada Tiang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pencatatan_Keuangan_Tercecer\"><\/span><strong>4. Pencatatan Keuangan Tercecer<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Risiko finansial selanjutnya adalah terkait dengan pencatatan keuangan yang tercecer, sehingga sulit terdokumentasikan. Sehingga, kamu mengalami kesulitan dalam memahami secara jelas keuangan bisnis secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi ini sempat menimpa Deli Catering yang harus melayani berbagai macam <em>buyer<\/em>-nya mulai dari rumahan, sekolahan, dan kantor. Pencatatan keuangannya pun masih manual kala itu hingga tercecer tidak bisa terdeteksi secara <em>real time<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mengatasinya, Deli Catering menggunakan solusi pembuatan <em>invoice <\/em>digital dari Paper.id yang secara otomatis membuat dan mengirim <em>invoice<\/em> ke banyak <em>buyer <\/em>sekaligus. Selain itu, mereka bisa mengecek status keuangannya secara langsung apakah<em> invoice<\/em> tersebut sudah dibayarkan atau belum, sehingga data transaksi pun tidak tercecer.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Invoice_yang_Telat_Dibayarkan\"><\/span><strong>5.<em> Invoice<\/em> yang Telat Dibayarkan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Terakhir, risiko<em> invoce <\/em>yang telah dibayar oleh <em>buyer<\/em>. Jika<em> buye<\/em>r telat membayar tagihan atau <em>invoice<\/em>-nya, tentu menghambat dana yang masuk ke kas bisnismu dan berpotensi mengalami masalah keuangan terutama dalam hal mengelola operasional sehari-hari.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu bisa berkaca dari kasus <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inspirasi-sukses-umkm\/uotm-smile-consulting-indonesia\/\">Smile Consulting Indonesia<\/a> sebagai Pusat Pelayanan Psikologi (Biro Psikologi) yang sempat mengalami<em> invoice <\/em>telat dibayarkan oleh kliennya. Mereka memiliki lebih dari 2000 klien dan kerap kali mendapati masalah di mana klien lupa membayar tagihan sesuai jatuh tempo dan mereka pun juga lupa untuk menagih.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mengatasinya, Smile Consulting Indonesia memberikan opsi pembayaran yang fleksibel kepada kliennya&nbsp;dengan memanfaatkan Paper.id, seperti <em>m-Banking<\/em>, <em>virtual account<\/em>, QRIS, <em>marketplace<\/em>, hingga kartu kredit. Selain itu, mereka menggunakan fitur pengingat otomatis yang mengingatkan <em>buyer<\/em> untuk membayar tagihannya yang telah jatuh tempo.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Agar proses <em>invoicing<\/em> berjalan efektif, kamu tak perlu repot membuat <em>invoice<\/em> manual. Di Paper.id, kamu bisa membuat <em>invoice<\/em> digital dengan ribuan <em>template<\/em> yang tersedia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, <em>download <\/em>Paper.id dan optimalkan pembayaran bisnismu!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=risiko_finansial_bisnis_kecil_hingga_menengah\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Finansial yang sehat tentu menjadi dambaan business owner manapun tak terkecuali pemilik bisnis kecil hingga menengah. Namun, risiko finansial masih menghantui mereka lantaran pendapatan yang belum konsisten dan pengeluaran yang tak terduga. Masalah ini semakin rumit apabila pembayaran ke supplier tidak diatur dengan baik. Menurut studi Atradius, rata-rata bisnis membayar supplier mereka terlambat selama 73 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":20179,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6399],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Risiko Finansial Bisnis Kecil hingga Menengah, Ini Solusinya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Temukan 5 risiko finansial umum bisnis kecil hingga menengah dan solusi efektifnya. Dari cash flow yang lambat hingga invoice telat dibayar.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Risiko Finansial Bisnis Kecil hingga Menengah, Ini Solusinya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Temukan 5 risiko finansial umum bisnis kecil hingga menengah dan solusi efektifnya. Dari cash flow yang lambat hingga invoice telat dibayar.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-21T19:37:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-17T02:19:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/5-Risiko-Finansial-Bisnis-Kecil-hingga-Menengah-dan-Solusinya-bagi-Business-Owner.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Risiko Finansial Bisnis Kecil hingga Menengah, Ini Solusinya!","description":"Temukan 5 risiko finansial umum bisnis kecil hingga menengah dan solusi efektifnya. Dari cash flow yang lambat hingga invoice telat dibayar.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"5 Risiko Finansial Bisnis Kecil hingga Menengah, Ini Solusinya!","og_description":"Temukan 5 risiko finansial umum bisnis kecil hingga menengah dan solusi efektifnya. Dari cash flow yang lambat hingga invoice telat dibayar.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-07-21T19:37:28+00:00","article_modified_time":"2025-12-17T02:19:16+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/5-Risiko-Finansial-Bisnis-Kecil-hingga-Menengah-dan-Solusinya-bagi-Business-Owner.png","type":"image\/png"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"5 Risiko Finansial Bisnis Kecil hingga Menengah, Ini Solusinya!","datePublished":"2024-07-21T19:37:28+00:00","dateModified":"2025-12-17T02:19:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah\/"},"wordCount":781,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Keuangan Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah\/","name":"5 Risiko Finansial Bisnis Kecil hingga Menengah, Ini Solusinya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-07-21T19:37:28+00:00","dateModified":"2025-12-17T02:19:16+00:00","description":"Temukan 5 risiko finansial umum bisnis kecil hingga menengah dan solusi efektifnya. Dari cash flow yang lambat hingga invoice telat dibayar.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/risiko-finansial-bisnis-kecil-menengah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Risiko Finansial Bisnis Kecil hingga Menengah, Ini Solusinya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20177"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20177"}],"version-history":[{"count":25,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20177\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32324,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20177\/revisions\/32324"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}