{"id":19701,"date":"2024-07-08T01:20:06","date_gmt":"2024-07-07T18:20:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=19701"},"modified":"2025-10-08T16:24:45","modified_gmt":"2025-10-08T09:24:45","slug":"ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable\/","title":{"rendered":"Ini 7 Cara Mencegah Masalah Fraud dalam Account Payable!"},"content":{"rendered":"\n<p>Mencegah <em>fraud<\/em> dalam <em>account payable<\/em> (AP) krusial untuk menjaga keamanan keuangan perusahaan. Ini karena <em>fraud<\/em> atau penipuan AP bisa saja menghampiri, sehingga menjadi ancaman serius bagi keuangan dan reputasi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum mencegahnya, <em>business owner <\/em>perlu mengetahui dahulu bahwa <em>fraud<\/em> dalam <em>account payable<\/em> adalah kegiatan manipulatif yang melibatkan penggunaan proses pembayaran perusahaan untuk tujuan penipuan. Mengatasi masala ini, kamu perlu mengimplementasikan strategi pencegahan yang efektif.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, kamu tak perlu khawatir karena ada cara untuk mencegah <em>fraud<\/em> dalam <em>account payable<\/em>. Berikut tujuh cara yang bisa <em>business owner<\/em> terapkan untuk mencegah perusahaan dari potensi <em>fraud<\/em> <em>account payable<\/em>. Simak di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Analisis_Proses_Pembayaran_saat_Ini\"><\/span><strong>1. Analisis Proses Pembayaran saat Ini<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Mengutip <a href=\"https:\/\/www.nomentia.com\/blog\/a-guide-to-accounts-payable-fraud-detection-and-prevention\"><em>Nomentia<\/em><\/a>, langkah pertama untuk mencegah <em>fraud<\/em> dalam <em>account payable<\/em> adalah menganalisis proses pembayaran yang berjalan saat ini, termasuk sistem atau bank yang digunakan, siapa yang memiliki akses dan otoritas untuk melakukan pembayaran, serta jumlah pembayaran yang dikeluarkan setiap harinya. Analisis ini berguna untuk menemukan risiko dan kelemahan dalam proses pembayaran yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan penipuan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized is-style-default\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh7-us.googleusercontent.com\/docsz\/AD_4nXdpoOdYdJuibjV1UWKTKhnHMKNfLAfEJ9L8qL0t_Ct3lJ25nyPsu9x2G5GOBYBCG_YuLt1FVSAe65gp3qCAlUn22h9en38XfWnMejRjmqFyM_Xqd0HyQesSmssGqJp6WR_6kaEjAIsDTiqXGDR7mOzNlIlF?key=BVNpC7kdCt3xBbjfzx207w\" alt=\"Area fraud dalam account payable\" style=\"aspect-ratio:1.8569051580698834;width:790px;height:auto\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Source<\/em>: Nomentia<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu juga perlu mengenali masalah <em>fraud<\/em> dalam <em>account payable<\/em> yang terbagi menjadi dua area utama pada pembayaran B2B, yaitu internal dan eksternal. Untuk area internal, berikut kategorinya:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><em>Billing schemes<\/em> terjadi ketika pelaku memalsukan transaksi dengan membuat perusahaan cangkang atau memalsukan <em>invoice<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Reimbursements <\/em>terjadi ketika karyawan meminta penggantian biaya atas pengeluaran yang sebenarnya tidak terjadi atau tidak sah.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Kickback <\/em>terjadi ketika karyawan menerima uang atau hadiah dari pihak ketiga sebagai imbalan karena telah memberikan bisnis kepada pihak ketiga tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sementara, area eksternal memiliki empat kategori. Berikut penjelasan dari masing-masing kategorinya:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><em>Wire transfer<\/em> terjadi ketika pelaku memalsukan identitasnya sebagai <em>supplier<\/em> atau perusahaan mitra dan kemudian meminta transfer sejumlah uang.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Phishing<\/em> biasanya terjadi di email, tetapi bisa juga melalui panggilan telepon, pesan, atau situs berbahaya.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Identity theft <\/em>terjadi ketika pelaku <em>fraud<\/em> mencuri informasi bisnismu untuk memanipulasi agar melakukan pembayaran yang salah.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Account takeover <\/em>terjadi ketika pelaku memiliki akses ke semua informasi yang terkait dengan akun.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> 5 Masalah Fraud Yang Sering Terjadi Dalam Account Payable<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Memeriksa_Ulang_Informasi_Supplier\"><\/span><strong>2. Memeriksa Ulang Informasi <\/strong><strong><em>Supplier<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, selalu memeriksa ulang atau verifikasi setiap ada perubahan informasi seputar detail rekening bank atau kontak <em>supplier.<\/em> Hal ini untuk mencegah terjadinya <em>fraud<\/em> dalam AP, seperti yang menimpa sebuah perusahaan di Afrika Selatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melansir <a href=\"https:\/\/www.fraud-magazine.com\/article.aspx?id=4295004197\"><em>Fraud Magazine<\/em><\/a>, seorang karyawan bagian kredit di sebuah perusahaan di Afrika Selatan yang meminta pembayaran sebesar US$140,803 atau Rp2.312.999.041 untuk dikirim ke rekening baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa melakukan verifikasi tambahan, pegawai tersebut memproses pembayaran ke rekening baru yang ternyata milik penipu. Kasus ini terungkap ketika <em>supplier<\/em> yang asli menghubungi perusahaan untuk menanyakan pembayaran yang belum mereka terima.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tetapkan_Aturan_dalam_Proses_Pembayaran\"><\/span><strong>3. Tetapkan Aturan dalam Proses Pembayaran<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berkaitan poin nomor dua, langkah selanjutnya adalah memperkuat aturan proses pembayaran <em>invoice <\/em>ke <em>supplier<\/em>. Misalnya, kamu bisa menerapkan aturan bahwa <em>invoice<\/em> hanya dibayarkan jika memiliki pesanan pembelian, atau jika <em>invoice<\/em> berasal dari <em>supplier<\/em> yang terdaftar dalam jaringan bisnismu.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ada permintaan pembayaran yang tidak biasa atau tiba-tiba, lakukan verifikasi sebelum menyetujuinya. Proses ini mengurangi risiko penipuan atau kesalahan dalam manajemen <em>account payable <\/em>dan memastikan semua pembayaran sesuai prosedur.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Melakukan_Audit_secara_Berkala\"><\/span><strong>4. Melakukan Audit secara Berkala<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Mengutip <a href=\"https:\/\/www.bill.com\/blog\/accounts-payable-fraud\"><em>Bill<\/em><\/a>, cara selanjutnya adalah dengan melakukan audit secara rutin. Cara ini membantumu dalam menemukan masalah atau ketidaksesuaian pada data keuangan, seperti transaksi dan <em>invoice<\/em> yang mencurigakan, hingga pola pembayaran yang tidak teratur.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh kasusnya menimpa <a href=\"https:\/\/hbsp.harvard.edu\/product\/HK1097-PDF-ENG\">Toshiba<\/a> tahun 2015, di mana audit rutin berhasil mengungkap penipuan oleh mantan karyawannya yang membuat <em>invoice<\/em> palsu dan mengarahkan pembayaran ke rekening pribadinya. Setelah terungkap, Toshiba melaporkan insiden ini ke pihak berwenang, dan mantan karyawannya itu didakwa atas penipuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kasus tersebut menunjukkan bahwa audit rutin memungkinkan perusahaan mengambil tindakan hukum, mengurangi kerugian, dan memperkuat kontrol internal untuk mencegah penipuan dalam <em>account payable<\/em>. Nah, cara ini bisa menjadi pilihan efektif untuk keberlangsungan perusahaanmu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/account-payable-adalah\/\">4 KPI yang sering digunakan dalam Account Payable<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Rekonsiliasi_Bank_yang_Rutin\"><\/span><strong>5. Rekonsiliasi Bank yang Rutin<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Proses ini mengacu pada pencocokan catatan transaksi perusahaan dengan bank untuk memastikan keakuratan data dan mencegah kesalahan. Langkah ini krusial untuk mencegah <em>fraud<\/em> dalam <em>account payable<\/em>, dimulai dengan pengumpulan data dari sistem akuntansi perusahaan dan laporan bank, kemudian memeriksa serta mencatat setiap perbedaan transaksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, PT XYZ menemukan perbedaan transaksi sebesar Rp20 juta pada laporan bank di bulan Juli saat melakukan rekonsiliasi. Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa perbedaan tersebut disebabkan oleh pembayaran kepada <em>supplier<\/em> untuk pengiriman barang yang belum tercatat <em>invoice-<\/em>nya oleh bagian akuntansi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya proses rekonsiliasi bank dalam menjaga keakuratan dan kejelasan keuangan perusahaan, sambil secara efektif meningkatkan komunikasi internal untuk menghindari kesalahan serupa di masa mendatang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Pelatihan_Anti_Fraud_untuk_Karyawan\"><\/span><strong>6. Pelatihan Anti <\/strong><strong><em>Fraud<\/em><\/strong><strong> untuk Karyawan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Melansir <a href=\"https:\/\/www.bill.com\/blog\/accounts-payable-fraud\"><em>Bill<\/em><\/a>, <em>business owner <\/em>dapat memberikan pelatihan kepada karyawannya mengenai berbagai macam <em>fraud<\/em> yang sering terjadi dalam proses AP<em> <\/em>dan cara mengidentifikasi gejalanya. Misalnya, dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan sejak awal penerimaan karyawan baru secara berkala selama karyawan bekerja di perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Seminar dan diskusi juga bisa kamu lakukan untuk menegaskan pentingnya integritas dan kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan. Ini karena banyak skandal akuntansi termasuk yang terkait dengan <em>account payabl<\/em>e menimpa perusahaan besar di dunia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh nyata, <a href=\"https:\/\/www.investopedia.com\/updates\/enron-scandal-summary\/\" class=\"broken_link\" rel=\"nofollow\">Enron<\/a> yang mengalami skandal akuntansi besar-besaran pada awal tahun 2000-an, merupakan kasus yang menyoroti pentingnya pencegahan <em>fraud<\/em> dalam proses keuangan. Enron adalah contoh manipulasi praktik akuntansi yang menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan dan pemegang sahamnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Otomatisasi_Proses_Account_Payable\"><\/span><strong>7. Otomatisasi Proses <\/strong><strong><em>Account Payable<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menerapkan otomatisasi dalam proses AP dengan teknologi <em>machine learning<\/em> dan AI adalah langkah yang efektif untuk mencegah <em>fraud<\/em>. Sistem otomatisasi AP menggunakan algoritma untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan, seperti duplikat <em>invoice<\/em> atau pembayaran ganda kepada <em>supplier <\/em>yang sama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Alat ini tidak hanya mempercepat dan menyederhanakan proses pembayaran, tetapi juga memberikan lapisan keamanan tambahan yang secara otomatis mendeteksi dan menandai potensi kesalahan atau kecurangan. Kini, sudah tersedia <em>platform<\/em> untuk memudahkan proses AP pada bisnismu.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu bisa menggunakan <em>platform invoice <\/em>dan pembayaran secara digital ke <em>supplier<\/em> dengan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-online.php\">Paper.id<\/a>. Bayar tagihan ke <em>supplier <\/em>jadi lebih mudah dengan berbagai metode pembayaran, seperti kartu kredit, transfer bank, Shopee, Tokopedia, Blibli, QRIS, hingga <em>e-wallet<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<p><em>Supplier <\/em>juga tak perlu repot untuk membuat <em>invoice<\/em> manual dan mengingatkan <em>buyer<\/em> akan <em>invoice<\/em> yang perlu dibayar, karena Paper.id menyediakan fitur <em>invoice<\/em> digital dan <em>invoice reminder <\/em>yang secara otomatis mengingatkan <em>buyer <\/em>atas tagihannya. Dengan begitu, penagihan jadi lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=mencegah_masalah_fraud_dalam_account_payable\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mencegah fraud dalam account payable (AP) krusial untuk menjaga keamanan keuangan perusahaan. Ini karena fraud atau penipuan AP bisa saja menghampiri, sehingga menjadi ancaman serius bagi keuangan dan reputasi perusahaan. Sebelum mencegahnya, business owner perlu mengetahui dahulu bahwa fraud dalam account payable adalah kegiatan manipulatif yang melibatkan penggunaan proses pembayaran perusahaan untuk tujuan penipuan. Mengatasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":19730,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ini 7 Cara Mencegah Masalah Fraud dalam Account Payable!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mencegah fraud dalam account payable penting untuk bisnis. Ada 7 cara mencegah fraud atau penipuan AP, salah satunya, audit secara rutin\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ini 7 Cara Mencegah Masalah Fraud dalam Account Payable!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mencegah fraud dalam account payable penting untuk bisnis. Ada 7 cara mencegah fraud atau penipuan AP, salah satunya, audit secara rutin\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-07T18:20:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T09:24:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Ini-7-Cara-Mencegah-Masalah-Fraud-dalam-Account-Payable.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ini 7 Cara Mencegah Masalah Fraud dalam Account Payable!","description":"Mencegah fraud dalam account payable penting untuk bisnis. Ada 7 cara mencegah fraud atau penipuan AP, salah satunya, audit secara rutin","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ini 7 Cara Mencegah Masalah Fraud dalam Account Payable!","og_description":"Mencegah fraud dalam account payable penting untuk bisnis. Ada 7 cara mencegah fraud atau penipuan AP, salah satunya, audit secara rutin","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-07-07T18:20:06+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T09:24:45+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Ini-7-Cara-Mencegah-Masalah-Fraud-dalam-Account-Payable.png","type":"image\/png"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Ini 7 Cara Mencegah Masalah Fraud dalam Account Payable!","datePublished":"2024-07-07T18:20:06+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:24:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable\/"},"wordCount":1012,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable\/","name":"Ini 7 Cara Mencegah Masalah Fraud dalam Account Payable!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-07-07T18:20:06+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:24:45+00:00","description":"Mencegah fraud dalam account payable penting untuk bisnis. Ada 7 cara mencegah fraud atau penipuan AP, salah satunya, audit secara rutin","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/ini-7-cara-mencegah-masalah-fraud-dalam-account-payable\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ini 7 Cara Mencegah Masalah Fraud dalam Account Payable!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19701"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19701"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19701\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31456,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19701\/revisions\/31456"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19730"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}