{"id":19499,"date":"2024-06-19T04:51:42","date_gmt":"2024-06-18T21:51:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=19499"},"modified":"2025-10-08T16:24:40","modified_gmt":"2025-10-08T09:24:40","slug":"perlukah-ba-influencer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perlukah-ba-influencer\/","title":{"rendered":"Influencer dan Brand Ambassador, Perlukah untuk B2B?"},"content":{"rendered":"\n<p>Di era digital ini, istilah \u201c<em>influencer<\/em>\u201d dan \u201c<em>brand ambassador<\/em>\u201d sering kita dengar dalam konteks bisnis B2C (<em>Business-to-Customer<\/em>). Tapi, pernah tidak kamu bertanya-tanya, apakah peran mereka juga relevan dalam dunia bisnis B2B (<em>Business-to-Business<\/em>)?<\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya, bisakah strategi yang biasanya dipakai untuk menarik perhatian konsumen individual (<em>end-customer<\/em>) juga berhasil memikat perusahaan besar? Menarik kita bahas. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Influencer_dan_Brand_Ambassador\"><\/span><strong>Mengapa <\/strong><strong><em>Influencer <\/em><\/strong><strong>dan Brand Ambassador?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Influencer <\/em>dan <em>brand ambassador <\/em>sudah terbukti efektif dalam bisnis B2C. Terlebih, sekitar 80% konsumen lebih cenderung untuk terlibat dengan merek di media sosial setelah melihat konten yang dibuat oleh influencer menurut <a href=\"https:\/\/influencermarketinghub.com\/influencer-marketing-statistics\/\">Influencer Marketing Hub 2022<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, siapa yang tidak kenal dengan merek olahraga ternama seperti Nike? Nah, mereka berkolaborasi dengan mega bintang sepak bola seperti Cristiano Ronaldo dalam <em>campaign influencer marketing<\/em>-nya dan berhasil meningkatkan penjualan hingga 30%, <em>lho<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana tidak, <em>influencer <\/em>dan <em>brand ambassador <\/em>bisa memberikan sentuhan personal dan autentik yang seringkali lebih meyakinkan daripada dengan cara iklan biasa. Kemampuan para figur terkenal memengaruhi para audiens didasari pada kepercayaan dan hubungan pribadi yang kuat dengan audiens mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, itu <em>\u2018kan <\/em>di ranah bisnis B2C. Ketika berbicara tentang B2B, perlu diakui konteks dan dinamikanya sedikit berbeda. Keputusan pembelian di B2B umumnya melibatkan banyak orang, dengan pertimbangan yang lebih kompleks dan rasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, di sinilah letak pertanyaannya, apakah <em>influencer <\/em>dan <em>brand ambassador <\/em>mampu bersinar dan memikat hati B2B? Mampukah <em>influencer <\/em>dan <em>brand ambassador <\/em>menjadi cara yang sama efektifnya untuk mempromosikan <em>brand <\/em>di ranah B2B?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/influencer-marketing-2\/\">Bayar Influencer Mahal Tapi Sales Masih Turun? Ini Solusinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memanfaatkan_Kekuatan_Influencer_dan_Brand_Ambassador_di_B2B\"><\/span><strong>Memanfaatkan Kekuatan <\/strong><strong><em>Influencer <\/em><\/strong><strong>dan <\/strong><strong><em>Brand Ambassador<\/em><\/strong><strong> di B2B<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Meski kesannya identik dengan B2C, <em>influencer <\/em>dan <em>brand ambassador <\/em>sebenarnya punya potensi besar untuk dimanfaatkan dalam strategi <em>marketing <\/em>B2B. Berikut beberapa alasannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Meningkatkan_brand_awareness\"><\/span>1. Meningkatkan <em>brand awareness<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Influencer <\/em>dan <em>brand ambassador <\/em>bisa membantu meningkatkan kesadaran merek di antara <em>target audience<\/em> B2B, lho. Dengan mempromosikan produk atau layanan melalui berbagai platform, mereka bisa menjangkau audiens yang lebih luas dan membangun kredibilitas merek.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, memanfaatkan jasa <em>influencer <\/em>dan <em>brand ambassador <\/em>juga artinya memungkinkan untuk memanfaatkan jaringan dan pengaruh yang sudah dibangun oleh mereka selama bertahun-tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Bayangkan ada seorang ahli di industri kamu yang memiliki ribuan pengikut, termasuk para profesional dan pengambil keputusan. Ketika mereka membicarakan produk atau layanan kamu, pesannya akan jauh lebih kuat dibandingkan dengan iklan biasa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, dukungan dari seorang <em>influencer <\/em>dan <em>brand ambassador <\/em>bisa membuat merek kamu terlihat lebih terpercaya dan diakui di kalangan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Membangun_kredibilitas_dan_kepercayaan\"><\/span>2. Membangun kredibilitas dan kepercayaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Influencer <\/em>dan <em>brand ambassador <\/em>yang kredibel dan memiliki reputasi baik bisa membantu membangun kepercayaan di antara<em> target audience<\/em> B2B. Rekomendasi dan ulasan dari mereka bisa menjadi sumber informasi yang berharga bagi para pengambil keputusan di perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, bayangkan seorang konsultan bisnis F&amp;B terkenal seperti Chef Juna, yang sering memberikan wawasan tentang strategi bisnis dan operasi restoran, menulis ulasan positif tentang solusi manajemen restoran yang kamu tawarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembaca yang mengikuti Chef Juna untuk mendapatkan tips dan strategi bisnis F&amp;B akan melihat solusi kamu sebagai pilihan yang lebih terpercaya dan bernilai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menjangkau_target_audience_yang_tepat\"><\/span>3. Menjangkau <em>target audience <\/em>yang tepat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selain meningkatkan <em>brand awareness<\/em>, membangun kredibilitas, dan kepercayaan, influencer dan brand ambassador bisa membantu menjangkau <em>target audience <\/em>yang tepat di B2B. Biasanya mereka punya audiens yang sangat tersegmentasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlebih, jika <em>influencer <\/em>dan <em>brand ambassador <\/em>memiliki <em>niche <\/em>dan audiens yang sesuai dengan target pasar. Dengan begitu, perusahaan bisa memastikan bahwa pesan mereka disampaikan kepada orang yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/influencer-marketing-vs-affiliate\/\">Influencer Marketing vs Affiliate: Untung Mana untuk Bisnis?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tantangan_dan_Pertimbangan\"><\/span><strong>Tantangan dan Pertimbangan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Namun, seperti strategi <em>marketing <\/em>lainnya, menggunakan <em>influencer <\/em>dan <em>brand ambassador <\/em>dalam B2B juga ada tantangannya, lho. Salah satu yang utama adalah cara menemukan <em>influencer <\/em>yang benar-benar punya pengaruh dalam industri dan mampu menyampaikan pesan dengan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Apalagi, perusahaan harus memastikan bahwa hubungan tersebut didasarkan pada kepercayaan dan keaslian, bukan hanya transaksi komersial. Ini artinya, memilih <em>influencer <\/em>atau <em>brand ambassador<\/em> yang punya nilai dan visi yang selaras dengan merek sangatlah penting.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh lainnya, pemilihan influencer yang tidak tepat bisa merugikan merek. Misalnya, kamu bekerja sama dengan <em>influencer <\/em>yang kurang dipandang positif atau kurang dikenal di industri, pesan yang disampaikan bisa kurang efektif atau bahkan mengurangi kredibilitas merek kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, tantangan lain adalah mengukur efektivitas <em>campaign <\/em>influencer dalam konteks B2B. Metrik seperti jangkauan, <em>engagement<\/em>, dan konversi mungkin lebih sulit diukur dibandingkan dengan <em>campaign <\/em>B2C.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, perusahaan perlu merancang KPI (<em>Key Performance Indicators<\/em>) yang spesifik dan relevan untuk mengevaluasi keberhasilan kolaborasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer&amp;hl=en_US\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16470\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jadi_Perlukah_Influencer_dan_Brand_Ambassador_untuk_B2B\"><\/span><strong>Jadi, Perlukah <\/strong><strong><em>Influencer <\/em><\/strong><strong>dan <\/strong><strong><em>Brand Ambassador <\/em><\/strong><strong>untuk B2B?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Jawabannya adalah iya, namun dengan pendekatan yang tepat.<\/strong> <em>Influencer <\/em>dan <em>brand ambassador<\/em> bisa menjadi aset berharga dalam strategi pemasaran B2B, asalkan mereka dipilih dengan hati-hati dan digunakan secara strategis.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka bisa membantu meningkatkan kredibilitas, mencapai audiens yang tepat, dan meningkatkan visibilitas merek. Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, setiap keuntungan tambahan bisa sangat berarti,<em> \u2018kan<\/em>? Nah, menggunakan jasa mereka bisa menjadi jawabannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, perlu digarisbawahi bahwa ada tantangan dan risiko yang harus dihadapi. Misalnya, jika pilihan <em>influencer <\/em>atau <em>brand ambassador <\/em>tidak tepat, bisa merugikan reputasi merek, <em>lho<\/em>. Selain itu, mengukur efektivitas <em>campaign <\/em>mereka juga bisa menjadi tugas yang menantang.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, penting untuk melakukan riset dan evaluasi yang cermat sebelum memutuskan untuk bekerja sama dengan <em>influencer <\/em>atau <em>brand ambassador<\/em>. Pastikan bahwa kemitraan tersebut sesuai dengan nilai dan tujuan merek, serta bisa memberikan nilai tambah yang signifikan bagi bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:\u00a04 Ide Marketing Campaign Menjelang Lebaran yang Efektif<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, itu dia penjelasan mengenai apakah B2B memerlukan influencer dan brand ambassador atau tidak. Pada akhirnya, <em>influencer <\/em>dan <em>brand ambassador <\/em>bukan hanya untuk B2C, mereka juga sebenarnya punya potensi besar untuk dimanfaatkan dalam strategi <em>marketing<\/em> B2B.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan strategi yang tepat, mereka bisa menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan <em>brand awareness<\/em>, membangun kredibilitas, menjangkau t<em>arget audience<\/em> yang tepat, dan meningkatkan <em>engagement <\/em>dalam <em>marketing<\/em> B2B.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Paperid_Permudah_Pembayaran_Bisnis\"><\/span><strong>Paper.id Permudah Pembayaran Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dengan Paper.id, segala kebutuhan pembayaran bisnis kamu bisa ditangani secara menyeluruh. Bahkan, jika kamu berencana menggunakan influencer atau brand ambassador sebagai strategi <em>marketing<\/em>, <em>invoicing<\/em> dan pembayarannya juga bisa dilakukan dengan mudah melalui Paper.id, lho.<\/p>\n\n\n\n<p>Paper.id juga dirancang fleksibel dan bisa digunakan untuk berbagai pembayaran termasuk keperluan jasa, sehingga kamu bisa fokus mengembangkan bisnis tanpa perlu khawatir soal administrasi keuangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan Paper.id untuk solusi pembayaran yang praktis dan efisien dengan cara klik tombol di bawah ini!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=butuhkah_ba_influencer\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Sekarang!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di era digital ini, istilah \u201cinfluencer\u201d dan \u201cbrand ambassador\u201d sering kita dengar dalam konteks bisnis B2C (Business-to-Customer). Tapi, pernah tidak kamu bertanya-tanya, apakah peran mereka juga relevan dalam dunia bisnis B2B (Business-to-Business)? Sederhananya, bisakah strategi yang biasanya dipakai untuk menarik perhatian konsumen individual (end-customer) juga berhasil memikat perusahaan besar? Menarik kita bahas. Yuk, simak penjelasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":19500,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Influencer dan Brand Ambassador, Perlukah untuk B2B?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apakah industri yang bergerak di bidang B2B butuh brand ambassador atau influencer seperti yang marak digunakan B2C? Ini jawabannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perlukah-ba-influencer\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Influencer dan Brand Ambassador, Perlukah untuk B2B?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apakah industri yang bergerak di bidang B2B butuh brand ambassador atau influencer seperti yang marak digunakan B2C? Ini jawabannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perlukah-ba-influencer\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-18T21:51:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T09:24:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/124750.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Influencer dan Brand Ambassador, Perlukah untuk B2B?","description":"Apakah industri yang bergerak di bidang B2B butuh brand ambassador atau influencer seperti yang marak digunakan B2C? Ini jawabannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perlukah-ba-influencer\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Influencer dan Brand Ambassador, Perlukah untuk B2B?","og_description":"Apakah industri yang bergerak di bidang B2B butuh brand ambassador atau influencer seperti yang marak digunakan B2C? Ini jawabannya.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perlukah-ba-influencer\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-06-18T21:51:42+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T09:24:40+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":667,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/124750.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perlukah-ba-influencer\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perlukah-ba-influencer\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Influencer dan Brand Ambassador, Perlukah untuk B2B?","datePublished":"2024-06-18T21:51:42+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:24:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perlukah-ba-influencer\/"},"wordCount":1049,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perlukah-ba-influencer\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perlukah-ba-influencer\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perlukah-ba-influencer\/","name":"Influencer dan Brand Ambassador, Perlukah untuk B2B?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-06-18T21:51:42+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:24:40+00:00","description":"Apakah industri yang bergerak di bidang B2B butuh brand ambassador atau influencer seperti yang marak digunakan B2C? Ini jawabannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perlukah-ba-influencer\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perlukah-ba-influencer\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perlukah-ba-influencer\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Influencer dan Brand Ambassador, Perlukah untuk B2B?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19499"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19499"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19499\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31453,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19499\/revisions\/31453"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}