{"id":19414,"date":"2024-06-14T09:39:56","date_gmt":"2024-06-14T02:39:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=19414"},"modified":"2025-10-08T16:24:36","modified_gmt":"2025-10-08T09:24:36","slug":"pembayaran-b2b","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pembayaran-b2b\/","title":{"rendered":"Pembayaran B2B: Masih Tertinggal di Era Digital? Intip Tren dan Masa Depannya!"},"content":{"rendered":"\n<p>Dunia bisnis bergerak cepat, tak terkecuali transaksi dan pembayaran di bisnis&nbsp; antar perusahaan atau <em>Business-to-Business<\/em> (B2B). Tapi tahukah kamu, di balik gencarnya teknologi, proses pembayaran B2B masih terkendala kesenjangan digital yang signifikan. Bagaimana bisa?<\/p>\n\n\n\n<p>Studi <a href=\"https:\/\/www.paystand.com\/blog\/b2b-payments\">Allied Market Research<\/a> mencatat, di tahun 2021, pasar pembayaran B2B global mencapai $12,54 triliun, dan diperkirakan terus bertumbuh hingga $13,95 triliun di tahun 2031. Angka yang fantastis, bukan?<\/p>\n\n\n\n<p>Namun faktanya, meski sebagian proses B2B sudah digital, hampir 30% pembayaran masih mengandalkan transfer bank dan hampir setengah transaksi bisnis global masih berbasis kertas.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ini jelas menunjukkan potensi besar untuk transformasi digital di ranah pembayaran B2B! Maka dari itu, berikut ini beberapa yang harus dilakukan bisnis B2B dan perkiraan pembayarannya di masa depan. Yuk, simak!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah-Langkah_yang_Bisa_Diambil_oleh_Bisnis_B2B\"><\/span><strong>Langkah-Langkah yang Bisa Diambil oleh Bisnis B2B<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Untungnya, inovasi terus bermunculan untuk mengatasi inefisiensi dan meningkatkan keamanan pembayaran B2B. Nah, berikut ini langkah-langkah yang bisa diambil oleh bisnis B2B untuk mengatasi tantangan di atas:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Gunakan_platform_pembayaran_digital\"><\/span>1. Gunakan <em>platform <\/em>pembayaran digital<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bayangkan kemudahan jika kamu melakukan pembayaran secara digital? Terlebih, biasanya platform pembayaran menyediakan berbagai metode seperti transfer bank, <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/papercard.php\">kartu kredit<\/a>, dompet digital, hingga <em>marketplace<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, <em>platform <\/em>pembayaran digital juga dibekali dengan fitur canggih seperti rekonsiliasi otomatis dan pelacakan pembayaran sehingga siap membuat operasional bisnis kamu menjadi lebih praktis.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini juga bisa digunakan sebagai pemantik mitra atau <em>customer <\/em>bisnis kamu melakukan pembayaran secara digital. Bahkan, mereka bisa memilih dari sekian banyaknya opsi pembayaran sesuai preferensinya sendiri ketimbang harus menggunakan pembayaran manual.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: Tempo Pembayaran: Apakah Sama-Sama Dibutuhkan B2B dan B2C?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Manfaatkan_juga_invoice_digital\"><\/span>2. Manfaatkan juga invoice digital<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selain pembayaran digital, kamu juga perlu memanfaatkan<em> <\/em>invoice digital. Sebab, banyak biaya yang bisa kamu hemat dengan digitalisasi ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, kamu terbiasa mengirim dan menerima ratusan invoice setiap bulan, tentu hal ini akan menghabiskan banyak waktu dan sumber daya \u2018kan jika masih dilakukan secara manual? Ada biaya cetak, kirim, penagihan, dan lainnya yang tidak murah apalagi jika dalam jumllah banyak.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, dengan beralih menggunakan invoice digital<em>, <\/em>kamu bisa mengotomatisasi pengiriman dan penerimaan invoice, lho.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, invoice digital juga akan langsung masuk ke sistem akuntansi perusahaan, memungkinkan pelacakan secara <em>real-time<\/em> dan persetujuan yang super cepat. Selain itu, mengurangi risiko kesalahan manusia yang sering terjadi pada invoice manual.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tingkatkan_keamanan_pembayaran\"><\/span>3. Tingkatkan keamanan pembayaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Di era digital, keamanan menjadi prioritas utama. Kamu sebagai pebisnis B2B harus memastikan bahwa sistem pembayaran yang kamu gunakan sudah dilengkapi dengan teknologi keamanan terbaru, seperti enkripsi data dan otentikasi multi-faktor.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu bisa gunakan aplikasi pembayaran antar bisnis yang sudah bekerja sama dengan lembaga sistem keamanan dan memperoleh sertifikasi keamanan informasi seperti ISO (<em>The International Organization for Standardization<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini, selain membantu melindungi data sensitif dari ancaman siber, juga meningkatkan kepercayaan mitra dan <em>customer <\/em>terhadap bisnis kamu. Keamanan yang baik akan mengurangi risiko kebocoran data dan penipuan, yang bisa merugikan perusahaan baik secara finansial maupun reputasi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/digital-payment.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=pembayaran_b2b&amp;utm_content=banner\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/PaperPay-In.png\" alt=\"tagih pembayaran\" class=\"wp-image-15955\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/PaperPay-In.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/PaperPay-In-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/PaperPay-In-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perkiraan_Masa_Depan_Pembayaran_B2B\"><\/span><strong>Perkiraan Masa Depan Pembayaran B2B<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dengan perkiraan pertumbuhan tahunan sebesar 9,9% sesuai data dari Allied Market Research di atas, masa depan pembayaran B2B tampak cerah dan penuh inovasi. Maka dari itu, berikut adalah beberapa tren yang diprediksi akan mendominasi pasar:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Peningkatan_digitalisasi\"><\/span>1. Peningkatan digitalisasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak heran, seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang menyadari manfaat digitalisasi, tren mengadopsi solusi pembayaran digital akan meningkat. Hal ini akan mengurangi ketergantungan pada metode tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>Apalagi, menurut <a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/digital\/teknologi\/63f5d758a2919\/jumlah-pengguna-internet-di-indonesia-212-9-juta\">Bank Indonesia pada 2023<\/a>, penetrasi internet di Indonesia mencapai 77,02%, dengan 210 juta pengguna internet aktif. Ditambah lagi, penetrasi <em>smartphone <\/em>mencapai 83,7%, menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia memiliki akses mudah ke internet dan perangkat digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, sebagai pebisnis B2B, penting untuk memanfaatkan tren digitalisasi ini dengan beberapa langkah strategis seperti mengadopsi solusi pembayaran digital, misalnya transfer bank <em>online<\/em>, <em>e-wallet<\/em>, hingga <em>platform <\/em>lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/bagaimana-bisnis-hemat\/\">Transisi ke Pembayaran Modern: Bagaimana Bisnismu Bisa Hemat dan Untung Lebih Banyak<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Terintegrasi_secara_global\"><\/span>2. Terintegrasi secara global<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pasar B2B global akan melihat peningkatan integrasi antara berbagai sistem pembayaran di seluruh dunia, memfasilitasi transaksi lintas negara yang lebih cepat dan efisien. Untuk itu, perusahaan B2B perlu mengambil langkah-langkah strategis.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, diperlukan untuk memahami dan mematuhi regulasi agar bisa beroperasi tanpa hambatan. Ini mencakup memahami persyaratan KYC (<em>Know Your Customer<\/em>), AML (<em>Anti Money Laundering<\/em>), dan aturan pajak di berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, dibutuhkan juga mengimplementasikan sistem yang bisa secara otomatis mengkonversi mata uang sesuai dengan nilai tukar terkini akan mempermudah transaksi lintas negara. Ini untuk memastikan agar transaksi tetap transparan dan adil bagi kedua belah pihak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Peningkatan_pengalaman_customer\"><\/span>3. Peningkatan pengalaman <em>customer<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Solusi pembayaran masa depan akan lebih berfokus pada pengalaman <em>customer<\/em>, misalnya dengan antarmuka yang lebih intuitif dan proses yang lebih cepat. Ini mencakup aplikasi <em>mobile<\/em> dan platform berbasis web yang memberikan kemudahan akses dan penggunaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, perusahaan B2B perlu memastikan bahwa proses pembayaran berjalan dengan cepat dan efisien adalah kunci. Ini bisa dicapai dengan menggunakan teknologi pembayaran terbaru, seperti transaksi instan dan pembayaran secara <em>real-time.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:&nbsp;<\/strong><strong>Pembayaran B2B dan Beragam Jenisnya dalam Bisnis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, itu dia penjelasan mengenai pembayaran B2B, mulai dari bagaimana kamu bisa menjembatani tantangan yang ada hingga prediksi di masa depan akan seperti apa. Pada akhirnya, perkembangan pembayaran B2B menunjukkan potensi besar untuk pertumbuhan dan inovasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, jadi pengguna Paper.id sekarang, dan nikmati juga kemudahan membuat&nbsp;<em>invoice&nbsp;<\/em>digital tanpa batas, menyediakan 30+ metode pembayaran digital, serta pantau&nbsp;<em>real-time<\/em>&nbsp;status pembayaran!<\/p>\n\n\n\n<p>Daftar sekarang&nbsp; dengan klik tombol di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=pembayaran_b2b&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\">Daftar Sekarang<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dunia bisnis bergerak cepat, tak terkecuali transaksi dan pembayaran di bisnis&nbsp; antar perusahaan atau Business-to-Business (B2B). Tapi tahukah kamu, di balik gencarnya teknologi, proses pembayaran B2B masih terkendala kesenjangan digital yang signifikan. Bagaimana bisa? Studi Allied Market Research mencatat, di tahun 2021, pasar pembayaran B2B global mencapai $12,54 triliun, dan diperkirakan terus bertumbuh hingga $13,95 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":19417,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6445],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pembayaran B2B: Masih Tertinggal di Era Digital? Intip Tren dan Masa Depannya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk cari tahu bagaimana perkiraan pembayaran B2B (business-to-business) di masa depan dan bagaimana cara kamu sebagai pebisnis menanggapinya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pembayaran-b2b\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pembayaran B2B: Masih Tertinggal di Era Digital? Intip Tren dan Masa Depannya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk cari tahu bagaimana perkiraan pembayaran B2B (business-to-business) di masa depan dan bagaimana cara kamu sebagai pebisnis menanggapinya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pembayaran-b2b\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-14T02:39:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T09:24:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pembayaran-b2b.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pembayaran B2B: Masih Tertinggal di Era Digital? Intip Tren dan Masa Depannya!","description":"Yuk cari tahu bagaimana perkiraan pembayaran B2B (business-to-business) di masa depan dan bagaimana cara kamu sebagai pebisnis menanggapinya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pembayaran-b2b\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pembayaran B2B: Masih Tertinggal di Era Digital? Intip Tren dan Masa Depannya!","og_description":"Yuk cari tahu bagaimana perkiraan pembayaran B2B (business-to-business) di masa depan dan bagaimana cara kamu sebagai pebisnis menanggapinya!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pembayaran-b2b\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-06-14T02:39:56+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T09:24:36+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pembayaran-b2b.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pembayaran-b2b\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pembayaran-b2b\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Pembayaran B2B: Masih Tertinggal di Era Digital? Intip Tren dan Masa Depannya!","datePublished":"2024-06-14T02:39:56+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:24:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pembayaran-b2b\/"},"wordCount":891,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pembayaran Digital"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pembayaran-b2b\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pembayaran-b2b\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pembayaran-b2b\/","name":"Pembayaran B2B: Masih Tertinggal di Era Digital? Intip Tren dan Masa Depannya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-06-14T02:39:56+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:24:36+00:00","description":"Yuk cari tahu bagaimana perkiraan pembayaran B2B (business-to-business) di masa depan dan bagaimana cara kamu sebagai pebisnis menanggapinya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pembayaran-b2b\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pembayaran-b2b\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/pembayaran-b2b\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pembayaran B2B: Masih Tertinggal di Era Digital? Intip Tren dan Masa Depannya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19414"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19414"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19414\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31451,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19414\/revisions\/31451"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19417"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}