{"id":18862,"date":"2024-05-09T10:49:18","date_gmt":"2024-05-09T03:49:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=18862"},"modified":"2025-10-12T10:17:03","modified_gmt":"2025-10-12T03:17:03","slug":"influencer-marketing-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-2\/","title":{"rendered":"Bayar Influencer Mahal Tapi Sales Masih Turun? Ini Solusinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam dunia pemasaran digital, menggunakan <em>influencer <\/em>telah menjadi salah satu cara bagi bisnis untuk terhubung dengan audiens yang diinginkan dan mendorong penjualan. Strategi ini juga biasa disebut dengan <em>influencer marketing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, beberapa bisnis tetap menghadapi penjualan yang menurun meski sudah membayar <em>influencer<\/em> yang mahal. Untuk mengetahui lebih jelasnya, berikut adalah pengertian dan cara mengoptimalkan <em>influencer <\/em>marketing.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memahami_Influencer_Marketing\"><\/span><strong>Memahami<\/strong><strong><em> Influencer Marketing<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Influencer marketing<\/em> adalah jenis pemasaran media sosial yang menggunakan dukungan dan penyebutan produk dari <em>influencer.<\/em> <em>Influencer <\/em>yang dimaksud adalah individu yang memiliki jumlah pengikut (<em>followers<\/em>) dan dianggap sebagai ahli dalam bidangnya. Strategi pemasaran ini<em> <\/em>bisa berhasil karena tingginya kepercayaan yang dibangun oleh<em> influencer <\/em>dengan para pengikutnya. Namun, beberapa bisnis tetap menghadapi penjualan yang menurun meski sudah membayar <em>influencer<\/em> yang mahal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/digital-payment.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=bayar_influencer_mahal&amp;utm_content=banner\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/PaperPay-In.png\" alt=\"PaperPay In\" class=\"wp-image-15955\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/PaperPay-In.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/PaperPay-In-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/PaperPay-In-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/influencer-marketing-vs-affiliate\/\"><strong>Influencer Marketing vs Affiliate: Untung Mana untuk Bisnis?<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Solusi_Penjualan_Turun_Meski_Sudah_Bayar_Influencer\"><\/span><strong>Solusi Penjualan Turun Meski Sudah Bayar <\/strong><strong><em>Influencer<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Meski sudah membayar <em>influencer<\/em> dengan mahal, penjualan sebuah bisnis bisa saja terus menurun. Untuk mengatasi hal tersebut, berikut adalah beberapa cara mengoptimalkan promosi bisnis kamu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menggunakan_Micro_Influencer\"><\/span>1. Menggunakan Micro Influencer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><img decoding=\"async\" width=\"558\" height=\"314\" src=\"https:\/\/lh7-us.googleusercontent.com\/BlsyXKSi451ULFPMYziExGG9rQD5JUt4l6FAI48lJCWhQT4xWy8Bz6pP9ry3UVYrN1fMJN63PQPbn7F3i8__NbSeqalzi96omKgRszCxrMkq6KPcjp3AMcHa7QQ1Qp03biJxAiX18OFKASH0UXGKuEY\"><\/p>\n\n\n\n<p>Menurut <a href=\"https:\/\/sproutsocial.com\/insights\/influencer-marketing\/\">Sprout Social<\/a>, <em>influencer<\/em> terdiri dari empat jenis berdasarkan jumlah <em>followers<\/em>-nya, yaitu <em>mega influencer<\/em>, <em>macro influencer<\/em>, <em>micro influencer<\/em>, dan <em>nano influencer. <\/em>Daripada hanya berfokus pada influencer dengan jumlah pengikut yang sangat besar, kamu&nbsp;bisa bekerja sama dengan influencer yang memiliki cakupan dan dan pengikut yang lebih kecil seperti <em>micro influencer <\/em>dan <em>nano influencer<\/em>. <em>Micro influencer<\/em> dan <em>nano influencer <\/em>sering kali bekerja dengan bayaran yang lebih kecil sehingga membuat biaya pemasaran menjadi lebih hemat.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski <em>micro influencer <\/em>tidak menjangkau audiens sebanyak <em>makro influencer<\/em>, namun dampaknya terhadap audiens mereka lebih besar dibandingkan dengan audiens makro influencer.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut The Thumb Stops Here, tingkat keterlibatan (<em>engagement rates<\/em>) micro influencer lebih besar dibandingkan dengan macro influencer. <em>Angagedment rates<\/em> Instagram untuk <em>mikro influencer<\/em> rata-rata 3,8%, sedangkan <em>macro influencer <\/em>hanya 1,2%. Pada platform TikTok, perbedaannya bahkan lebih mencolok. <em>Micro influencer <\/em>memperoleh <em>engagement rates<\/em> <a href=\"https:\/\/influencermarketinghub.com\/influencer-marketing-statistics\/\">sebesar 18%<\/a> sedangkan <em>macro influencer <\/em>hanya 5%.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan <em>engagement rates <\/em>tersebut, bisnis yang bekerja sama dengan <em>micro influencer <\/em>berpotensi mendapatkan keuntungan penjualan lebih besar dibandingkan dengan bekerja sama dengan <em>macro influencer.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pembayaran_berdasarkan_kinerja\"><\/span>2. Pembayaran berdasarkan kinerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pembayaran berbasis kinerja adalah dengan memberikan insentif kepada<em> influencer<\/em> atas jumlah penjualan. Cara ini akan mendorong <em>influencer <\/em>untuk membuat konten berkualitas karena penghasilan mereka bergantung pada audiens yang mengklik tautan promosi yang mereka posting.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kamu sedang menjalin kerjasama dengan influencer dengan bayaran yang mahal, kamu bisa menawarkan kerja sama ulang dengan skema pembayaran berbasis kinerja. Namun, jika kerja sama tersebut gagal, kamu bisa mencari influencer baru yang mau menerapkan kerjasama dengan skema pembayaran berbasis kinerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Memanfaatkan_data_dan_analisis\"><\/span>3. Memanfaatkan data dan analisis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Gunakan alat analisis data untuk lebih memahami efektivitas promosi melalui<em> influencer.<\/em> Hal ini dapat membantu kamu mengidentifikasi<em> influencer<\/em> mana yang terlibat mendorong penjualan paling banyak. Setelah&nbsp; teridentifikasi, kamu bisa tetap mengoptimalkan penjualan dengan influencer tersebut dan memperpanjang kontrak kerja sama. Cara ini membuat kamu mengalokasikan anggaran dengan lebih efisien.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: Influencer Untuk Bisnis, Sudah Bayar Tapi Belum Ada Hasil?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Adaptasi_dengan_perubahan_pasar\"><\/span>4. Adaptasi dengan perubahan pasar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kondisi pasar terus berkembang, begitu pula strategi promosi<em> influencer<\/em>. Perusahaan harus bersiap untuk menyesuaikan pendekatan audiens berdasarkan perubahan perilaku konsumen dan tren pasar. Jika kemampuan adaptasi <em>&nbsp;influencer<\/em> dapat merespon perubahan pasar dengan cepat, maka promosi yang perusahaan kamu lakukan akan menjadi relevan dan efektif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Membangun_hubungan_jangka_panjang\"><\/span>5. Membangun hubungan jangka panjang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Membangun kerja sama jangka panjang dengan<em> influencer <\/em>dapat memberikan hasil yang lebih berkelanjutan. <em>Influencer<\/em> yang memiliki hubungan tulus dengan perusahaan akan lebih cenderung membuat konten yang sesuai dengan audiens perusahaan, sehingga mendorong penjualan yang lebih tinggi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saat kamu bekerja sama dengan influencer yang mahal, cobalah untuk menegosiasikan ulang nilai kontrak menjadi lebih rendah namun dengan jangka waktu yang lebih lama. Dalam hal ini kamu bisa menghemat biaya pemasaran dan influencer akan mendapatkan pendapatan tetap dalam jangka panjang. Jika kerja sama tersebut gagal, kamu bisa mencari influencer baru yang mau bekerjasama jangka panjang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Evaluasi_rutin\"><\/span>6. Evaluasi rutin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah sebuah perusahaan menggunakan jasa<em> influencer<\/em>, perusahaan tersebut harus menganalisis dan mengevaluasi setiap metrik (<em>engagement<\/em>) penjualan. Perusahaan bisa menguji dengan berbagai metode untuk menentukan konten mana yang paling efektif untuk menggaet para audiens. Proses analisis dan evaluasi yang berulang ini dapat membantu mengoptimalkan promosi produk atau jasa dan mendapatkan hasil yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Menggunakan_strategi_promosi_lain\"><\/span>7. Menggunakan strategi promosi lain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun promosi menggunakan<em> influencer<\/em> sangat ampuh, ini bukan satu-satunya cara dalam meningkatkan penjualan perusahaan. Sebuah perusahaan bisa mencoba cara promosi lain, seperti SEO, konten marketing, dan iklan (<em>ads<\/em>).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Otomatisasi_proses\"><\/span>8. Otomatisasi proses<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Proses otomatisasi dapat menyederhanakan banyak proses pekerjaan manual yang berulang. Dengan menggunakan alat atau perangkat lunak untuk menangani tugas-tugas ini, perusahaan dapat memberikan waktu kepada karyawan untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih prioritas.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/tiktok-vs-instagram\/\">TikTok vs. Instagram: Mana yang Lebih Baik untuk Brand Awareness?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pembuatan tagihan atau invoice adalah salah satu proses pekerjaan yang dapat diotomatisasi. Melihat perusahaan sering membuat invoice secara manual dan memakan waktu, maka diperlukan layanan pembuatan invoice digital dari <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/carakerja.php\">Paper.id<\/a>. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Paper.id, kamu dapat membuat invoice secara mudah dan cepat sekaligus membayar beragam influencer yang bekerja sama dengan bisnismu. Paper.id&nbsp; juga menyediakan berbagai jenis <em>template<\/em> invoice dan metode pembayaran yang beragam. Tunggu apa lagi, segera daftarkan bisnis kamu di Paper.id dengan cara klik tombol di bawah ini!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-vivid-cyan-blue-background-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=bayar_influencer_mahal&amp;utm_content=button\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia pemasaran digital, menggunakan influencer telah menjadi salah satu cara bagi bisnis untuk terhubung dengan audiens yang diinginkan dan mendorong penjualan. Strategi ini juga biasa disebut dengan influencer marketing. Namun, beberapa bisnis tetap menghadapi penjualan yang menurun meski sudah membayar influencer yang mahal. Untuk mengetahui lebih jelasnya, berikut adalah pengertian dan cara mengoptimalkan influencer [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":18863,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bayar Influencer Mahal Tapi Sales Masih Turun? Ini Solusinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pernah menggunakan strategi influencer marketing dengan mahal, tetapi penjualan malah terus menurun. Yuk, sikapi hal tersebut dengan cara ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bayar Influencer Mahal Tapi Sales Masih Turun? Ini Solusinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pernah menggunakan strategi influencer marketing dengan mahal, tetapi penjualan malah terus menurun. Yuk, sikapi hal tersebut dengan cara ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-09T03:49:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-12T03:17:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Influencer-marketing.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"708\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"465\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bayar Influencer Mahal Tapi Sales Masih Turun? Ini Solusinya","description":"Pernah menggunakan strategi influencer marketing dengan mahal, tetapi penjualan malah terus menurun. Yuk, sikapi hal tersebut dengan cara ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-2\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bayar Influencer Mahal Tapi Sales Masih Turun? Ini Solusinya","og_description":"Pernah menggunakan strategi influencer marketing dengan mahal, tetapi penjualan malah terus menurun. Yuk, sikapi hal tersebut dengan cara ini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-2\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-05-09T03:49:18+00:00","article_modified_time":"2025-10-12T03:17:03+00:00","og_image":[{"width":708,"height":465,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Influencer-marketing.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-2\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-2\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Bayar Influencer Mahal Tapi Sales Masih Turun? Ini Solusinya","datePublished":"2024-05-09T03:49:18+00:00","dateModified":"2025-10-12T03:17:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-2\/"},"wordCount":851,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-2\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-2\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-2\/","name":"Bayar Influencer Mahal Tapi Sales Masih Turun? Ini Solusinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-05-09T03:49:18+00:00","dateModified":"2025-10-12T03:17:03+00:00","description":"Pernah menggunakan strategi influencer marketing dengan mahal, tetapi penjualan malah terus menurun. Yuk, sikapi hal tersebut dengan cara ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-2\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bayar Influencer Mahal Tapi Sales Masih Turun? Ini Solusinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18862"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18862"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18862\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31445,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18862\/revisions\/31445"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18863"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18862"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18862"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18862"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}