{"id":18673,"date":"2024-04-12T08:14:46","date_gmt":"2024-04-12T01:14:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=18673"},"modified":"2025-10-12T10:14:23","modified_gmt":"2025-10-12T03:14:23","slug":"perbedaan-shrinkflation-downsizing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/perbedaan-shrinkflation-downsizing\/","title":{"rendered":"Perbedaan Shrinkflation dan Downsizing: Solusi Jitu Atasi Inflasi"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Shrinkflation<\/em> dan <em>downsizing <\/em>adalah dua konsep yang sering digunakan dalam bisnis. Kamu mungkin pernah melihat ukuran suatu produk menjadi mengecil atau berkurang dari sebelumnya, kondisi tersebut adalah penerapan dari konsep <em>shrinkflation <\/em>dan <em>downsizing. <\/em>Bagi pelaku bisnis, pengurangan ukuran atau jumlah produk tersebut dilakukan untuk menjaga aktivitas <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/ekspansi-bisnis\/\">bisnis<\/a> agar tetap berjalan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep <em>shrinkflation<\/em> dan <em>downsizing<\/em> kerap dilakukan dalam industri makanan atau minuman untuk mengatasi masalah inflasi atau meningkatnya biaya bahan baku. <\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun keduanya bertujuan untuk meningkatkan <em>profit<\/em>, ada perbedaan mendasar antara kedua praktik tersebut. Untuk mengetahuinya, simak pengertian <em>shinkflation<\/em> dan <em>downsizing<\/em> berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Shrinkflation_Strategi_Penyusutan_Produk\"><\/span><strong><em>Shrinkflation<\/em><\/strong><strong>, Strategi Penyusutan Produk<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Shrinkflation<\/em> merupakan gabungan kata dari &#8220;<em>shrink<\/em>&#8221; yang artinya menyusut dan &#8220;<em>inflation<\/em>&#8221; yang artinya inflasi. Pada dasarnya <em>shrinkflation<\/em> adalah praktik untuk mengurangi ukuran atau jumlah suatu produk dan menjaga harga tetap sama.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Shrinkflation<\/em> kerap dilakukan tanpa menarik banyak perhatian konsumen. Melansir New York Times, praktik mengurangi jumlah produk sudah terjadi sejak lama. Salah satu contohnya terjadi pada tahun 1988 saat perusahaan kopi bernama Chock Full o&#8217;Nuts mengurangi jumlah kopi pada kalengnya dari 1 pon (16 ons) menjadi 13 ons.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan akan menyadari jika konsumen melihat kenaikan harga maka akan menyebabkan penurunan penjualan. Menurut penelitian pada <a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/abs\/pii\/S0022435913000456\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Journal of Retailing<\/a> konsumen akan lebih sensitif dengan kenaikan harga dibandingkan dengan pengurangan ukuran produk. Oleh sebab itu, sangat wajar jika perusahaan memilih untuk mengurangi jumlah produknya daripada menaikkan harga penjualan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/paperpay-out.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=shrinkflation_downsizing\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-06.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-17356\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-06.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-06-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-06-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alasan_Shrinkflation_dalam_Bisnis\"><\/span><strong>Alasan <\/strong><strong><em>Shrinkflation<\/em><\/strong><strong> dalam Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Alasan utama <em>shrinkflation<\/em> adalah kenaikan biaya produksi. Biaya produksi ini mencakup bahan yang dibutuhkan untuk membuat produk, bahan bakar untuk menjalankan mesin, listrik untuk menjalankan pabrik, dan biaya tenaga kerja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Shrinkflation<\/em> dilakukan untuk meningkatkan atau mempertahankan margin keuntungan dalam bisnis. Jika biaya produksi meningkat, perusahaan dapat membebankan peningkatan biaya tersebut kepada pelanggan dengan menaikkan harga atau melakukan <em>shrinkflation.<\/em> Selain itu<em> shrinkflation<\/em> juga dilakukan saat terjadinya gangguan rantai pasokan, persaingan pasar, dan meningkatnya biaya distribusi ke konsumen.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Downsizing_Strategi_untuk_Jaga_Harga_Penjualan\"><\/span><strong><em>Downsizing<\/em><\/strong><strong>, Strategi untuk Jaga Harga Penjualan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Shrinkflation<\/em> dan<em> downsizing<\/em> memiliki arti yang berbeda. <em>Shrinkflation <\/em>digunakan untuk meningkatkan margin keuntungan dan tetap menjaga harga penjualan. Sedangkan <em>downsizing <\/em>adalah pengurangan ukuran atau jumlah produk atau layanan tanpa menyesuaikan harga.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada konteks sebuah perusahaan <em>downsizing <\/em>adalah proses mengurangi atau menghilangkan posisi, peran, atau seluruh departemen dalam struktur organisasi. <em>Downsizing<\/em> juga mencakup pengurangan operasi, mengoptimalisasi sumber daya,\u00a0 memangkas biaya, dan penyelarasan kembali tujuan bisnis untuk meningkatkan efisiensi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer&amp;hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16470\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alasan_Downsizing_dalam_Bisnis\"><\/span><strong>Alasan<\/strong><strong><em> Downsizing <\/em><\/strong><strong>dalam Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap perusahaan memiliki situasi bisnis yang berbeda beda. Oleh sebab itu setiap perusahaan memiliki alasan yang <em>downsizing<\/em> yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa alasan perusahaan melakukan <em>downsizing<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Finansial_memburuk\"><\/span>1. Finansial memburuk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika suatu perusahaan tidak berkinerja baik secara finansial, perusahaan mungkin akan melakukan <em>downsizing <\/em>untuk mengurangi biaya dan tetap bertahan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Perubahan_teknologi\"><\/span>2. Perubahan teknologi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Kemajuan teknologi dapat menyebabkan <em>downsizing<\/em> karena otomatisasi akan menggantikan fungsi pekerjaan tertentu khususnya pekerjaan yang bersifat manual.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Perubahan_kondisi_pasar\"><\/span>3. Perubahan kondisi pasar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Kondisi pasar bisa saja berubah tergantung pada keinginan konsumen. Misalnya, saat penjualan koran kertas mengalami penurunan karena konsumen yang lebih senang membaca berita secara <em>online<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kondisi tersebut, wajar jika perusahaan melakukan <em>downsizing <\/em>pada departemen penjualan koran kertas dan memaksimalkan penjualan layanan berita online untuk mempertahankan daya saing.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Merger_dan_akuisisi\"><\/span>4. Merger dan akuisisi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Ketika dua perusahaan melakukan merger atau satu perusahaan mengakuisisi perusahaan lain, beberapa pekerjaan sering kali tumpang tindih sehingga menyebabkan <em>downsizing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Restrukturisasi_organisasi\"><\/span>5. Restrukturisasi organisasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Dalam bisnis sebuah perusahaan dapat memilih untuk merestrukturisasi organisasi untuk meningkatkan efisiensi atau mengubah fokus strategis. Restrukturisasi tersebut akan berpengaruh pada penghapusan lini perusahaan yang tidak optimal dan dapat menyebabkan <em>downsizing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Downsizing\"><\/span><strong>Jenis-Jenis<\/strong><strong><em> Downsizing<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Strategi <em>downsizing <\/em>dapat dikategorikan berdasarkan parameter yang berbeda, seperti metode, kecepatan, dan fungsi <em>downsizing<\/em>. Berikut adalah beberapa jenis strategi <em>downsizing<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pesiun_dini\"><\/span>1. Pesiun dini<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Perusahaan dapat memberikan insentif kepada karyawan yang lebih tua untuk pensiun dini. Strategi ini mungkin cocok bagi perusahaan, namun strategi ini akan mengakibatkan hilangnya tenaga kerja yang berpengalaman.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pemutusan_hubungan_kerja\"><\/span><strong>2. Pemutusan hubungan <\/strong>kerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah bentuk <em>downsizing<\/em>\u00a0dengan memberhentikan atau memecat karyawan. Meskipun hal ini dapat mengurangi biaya dengan cepat, hal ini juga dapat berdampak signifikan terhadap semangat kerja dan produktivitas karyawan yang tersisa.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3Pengurangan_jam_kerja\"><\/span>3.Pengurangan jam kerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Dalam beberapa kasus, perusahaan mungkin akan memangkas biaya dengan mengurangi jam kerja karyawan. Hal ini tidak sedrastis PHK, namun masih dapat berdampak signifikan terhadap pendapatan dan semangat kerja karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pengurangan_gaji\"><\/span>4. Pengurangan gaji<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jenis <em>downsizing<\/em> selanjutnya adalah dengan pengurangan gaji karyawan. Metode ini dapat mempertahankan pekerjaan namun dapat memberikan dampak negatif terhadap moral dan meningkatkan kemungkinan karyawan mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi di tempat lain.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Downsizing_operasional\"><\/span>5. <em>Downsizing<\/em> operasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Strategi ini melibatkan pengurangan skala operasi yang dapat mengakibatkan pengurangan tenaga kerja. Contoh <em>downsizing<\/em> operasional adalah dengan menutup cabang bisnis di suatu daerah.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Downsizing_fungsional\"><\/span>6.<em> Downsizing<\/em> fungsional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p><em>Downsizing<\/em> ini dilakukan khusus untuk fungsi departemen atau organisasi. Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki fungsi pemasarannya terlalu besar, maka perusahaan tersebut mungkin akan memperkecil departemen pemasaran saja.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Downsizing<\/em> adalah strategi penting untuk menyusut skala operasional perusahaan dan harus dilakukan dengan hati-hati, kompilasi, dan secara strategis. Keputusan <em>downsizing <\/em>memiliki dampak yang signifikan terhadap karyawan dan reputasi perusahaan, sehingga penting untuk memastikan bahwa proses ini dilakukan dengan transparansi dan berkeadilan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Downsizing_untuk_Otomatisasi\"><\/span><strong><em>Downsizing<\/em> untuk Otomatisasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu alasan <em>downsizing <\/em>adalah perubahan teknologi. Dalam konteks perusahaan, <em>downsizing <\/em>akibat perubahan teknologi akan membuat pekerjaan yang bersifat manual digantikan dengan otomatisasi teknologi. Proses otomatisasi tersebut akan membantu operasional sebuah perusahaan menjadi lebih mudah dan cepat. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, proses otomatisasi pembayaran bisnis bisa dilakukan melalui <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/\">Paper.id<\/a>. Dengan Paper.id, perusahaan bisa membuat <a href=\"https:\/\/support.paper.id\/hc\/id\/articles\/360025318551-Cara-Membuat-Invoice-Berulang-di-Paper-id-Menu-Billing\">invoice<\/a>, mencatat pengeluaran, hingga mencairkan dana secara otomatis. Yuk, otomatisasi bisnismu dengan Paper.id!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=shrinkflation_downsizing\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Paper.id Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Shrinkflation dan downsizing adalah dua konsep yang sering digunakan dalam bisnis. Kamu mungkin pernah melihat ukuran suatu produk menjadi mengecil atau berkurang dari sebelumnya, kondisi tersebut adalah penerapan dari konsep shrinkflation dan downsizing. Bagi pelaku bisnis, pengurangan ukuran atau jumlah produk tersebut dilakukan untuk menjaga aktivitas bisnis agar tetap berjalan.&nbsp; Konsep shrinkflation dan downsizing kerap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":18674,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6399],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbedaan Shrinkflation dan Downsizing: Solusi Jitu Atasi Inflasi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Shrinkflation dan downsizing adalah dua strategi dalam bisnis yang bisa sama-sama menguntungkan. Pelajari perbedaanya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/perbedaan-shrinkflation-downsizing\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan Shrinkflation dan Downsizing: Solusi Jitu Atasi Inflasi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Shrinkflation dan downsizing adalah dua strategi dalam bisnis yang bisa sama-sama menguntungkan. Pelajari perbedaanya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/perbedaan-shrinkflation-downsizing\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-04-12T01:14:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-12T03:14:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/dannie-sorum-r3l0iggUyVA-unsplash.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"749\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan Shrinkflation dan Downsizing: Solusi Jitu Atasi Inflasi","description":"Shrinkflation dan downsizing adalah dua strategi dalam bisnis yang bisa sama-sama menguntungkan. Pelajari perbedaanya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/perbedaan-shrinkflation-downsizing\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perbedaan Shrinkflation dan Downsizing: Solusi Jitu Atasi Inflasi","og_description":"Shrinkflation dan downsizing adalah dua strategi dalam bisnis yang bisa sama-sama menguntungkan. Pelajari perbedaanya di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/perbedaan-shrinkflation-downsizing\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-04-12T01:14:46+00:00","article_modified_time":"2025-10-12T03:14:23+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":749,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/dannie-sorum-r3l0iggUyVA-unsplash.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/perbedaan-shrinkflation-downsizing\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/perbedaan-shrinkflation-downsizing\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Perbedaan Shrinkflation dan Downsizing: Solusi Jitu Atasi Inflasi","datePublished":"2024-04-12T01:14:46+00:00","dateModified":"2025-10-12T03:14:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/perbedaan-shrinkflation-downsizing\/"},"wordCount":883,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Keuangan Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/perbedaan-shrinkflation-downsizing\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/perbedaan-shrinkflation-downsizing\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/perbedaan-shrinkflation-downsizing\/","name":"Perbedaan Shrinkflation dan Downsizing: Solusi Jitu Atasi Inflasi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-04-12T01:14:46+00:00","dateModified":"2025-10-12T03:14:23+00:00","description":"Shrinkflation dan downsizing adalah dua strategi dalam bisnis yang bisa sama-sama menguntungkan. Pelajari perbedaanya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/perbedaan-shrinkflation-downsizing\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/perbedaan-shrinkflation-downsizing\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/perbedaan-shrinkflation-downsizing\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbedaan Shrinkflation dan Downsizing: Solusi Jitu Atasi Inflasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18673"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18673"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18673\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29618,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18673\/revisions\/29618"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}