{"id":18647,"date":"2024-04-08T08:12:19","date_gmt":"2024-04-08T01:12:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=18647"},"modified":"2025-10-12T10:13:39","modified_gmt":"2025-10-12T03:13:39","slug":"riset-pasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/riset-pasar\/","title":{"rendered":"Kondisi Ekonomi Fluktuatif, Buat Bisnis Tahan Banting dengan Riset Pasar!"},"content":{"rendered":"\n<p>Indonesia hampir dipastikan selamat dari jurang resesi, keadaan melemahnya aktivitas ekonomi secara eksponensial. Hal ini terlihat dari neraca perdagangan Indonesia yang masih surplus yakni US$ 2,01 miliar per Januari 2024. Di sisi lain, dilansir dari Center of Economic and Law Studies (Celios), lanskap pertumbuhan angka transaksi B2B terutama industri <em>e-commerce<\/em> pun terus menunjukkan tren positif, yakni persisten mengalami kenaikan selama 5 tahun terakhir. Ke depannya, kondisi ini diprediksi akan terus bertumbuh sebesar 25% dari 21,3 miliar dolar AS yang berhasil diraih pada tahun 2023.<\/p>\n\n\n\n<p>Kabar baik ini tidak serta-merta membuat kamu sebagai pelaku bisnis berdiam diri, justru menjadi motivasi untuk konsisten mencari peluang yang menjanjikan. Namun, patut diingat, memahami tantangan dan risiko bisnis, rencana strategi pemasaran yang tepat guna, inovasi pengembangan produk yang <em>fit <\/em>dengan market, serta pengambilan keputusan strategis lainnya di dunia bisnis perlu berdasarkan data.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak <em>brand <\/em>dalam negeri maupun luar negeri yang gagal saat meluncurkan varian produk baru. Salah satu diantaranya adalah Indomie Goreng rasa kuah. Penolakan pelik di pasaran tidak hanya bersumber dari kegagalan Indofood dalam menciptakan diferensiasi rasa dengan produk lainnya, namun juga ketidaktepatan penamaan produk itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah sebabnya, riset ataupun analisa pasar menjadi pondasi awal agar kita bisa terus melek akan kebutuhan pasar di berbagai tantangan bisnis yang beragam dan sulit diprediksi. Dengan perkembangan teknologi, riset pasar tidaklah sulit. Kamu bisa melakukannya secara online alias tidak perlu terjun ke lapangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, bagaimana cara melakukan analisa pasar dengan mudah? Temukan penjelasannya dibawah ini!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer&amp;hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16470\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah-Langkah_Riset_Pasar\"><\/span><strong>Langkah-Langkah Riset Pasar<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Informasi yang mendalam mengenai peta persaingan pasar, perilaku konsumen, hingga penerimaan produk dalam bentuk penilaian merek, hanya bisa kita dapatkan jika proses riset pasar yang kita lakukan sudah tepat. Untuk itu, kita perlu secara serius mendesain riset pasar kita agar optimal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/riset-kompetitor\/\">5 Pentingnya Riset Kompetitor untuk Bisnis dan Cara Melakukannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Berikut langkah-langkah yang perlu kamu perhatikan ketika hendak melakukan riset pasar:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Ketahui_objektif_ataupun_tujuan_riset_pasar\"><\/span>1. Ketahui objektif ataupun tujuan riset pasar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Identifikasi tujuan riset dengan jelas dan spesifik. Hal ini tidak hanya akan membantu dalam menentukan metode riset yang tepat, namun juga menyusun pertanyaan riset yang relevan. Selain itu, di fase ini kamu juga harus sudah mengetahui tahap dan situasi bisnismu saat ini, apakah masih dalam tahap <em>awareness, targeting, acquisition, <\/em>atau <em>retention. <\/em>Setiap tahap akan memiliki tujuan riset pasar yang berbeda-beda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tentukan_metode_riset\"><\/span>2. Tentukan metode riset<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pemilihan metode riset akan sangat disesuaikan dengan tujuan riset kita. Pada dasarnya, metode riset dibagi menjadi dua jenis yakni kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif lebih cocok untuk tujuan survei yang mengarah pada observasi fenomena serta menganalisis sebuah pola bisnis, sementara kuantitatif sering diterapkan untuk menguji sebuah asumsi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kenali_target_responden\"><\/span>3. Kenali target responden<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Demografi responden adalah hal krusial berikutnya setelah mempertimbangkan tujuan dan metode riset. Jika demografi yang dituju tidak tepat, maka hasil riset pasar pun berpotensi bias. Maka pelajari secara detail demografi responden seperti apa yang kamu butuhkan, mulai dari hal mendasar seperti jenis kelamin, usia, domisili, status ekonomi sosial, hingga sesuatu yang lebih kompleks seperti kepemilikan ataupun ketertarikan tertentu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kumpulkan_data_sekunder\"><\/span>4. Kumpulkan data sekunder<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Secara sederhana, data sekunder adalah bahan rujukan yang telah disusun oleh pihak lain berbentuk laporan industri ataupun publikasi dari berbagai instansi. Keberadaan data sekunder juga memberikan referensi tambahan <em>insight<\/em> bagi kita sebelum melaksanakan riset.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah keempat langkah diatas sudah terpenuhi, maka kamu sudah siap melakukan riset pasar. Sebagai tambahan, jangan lupa pula untuk meminimalisir bias seperti menghindari pertanyaan yang mengarahkan jawaban, serta perkuat metode analisis yang tepat dan pastikan data yang akan diinterpretasikan juga dengan konteks yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/manfaat-riset-produk\/\">5 Manfaat Riset Produk untuk Bisnis dan Tips Melakukannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Para_Raksasa_Dengan_Kisah_Suksesnya\"><\/span><strong>Para Raksasa Dengan Kisah Suksesnya<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Memasuki masa sulit, resesi yang terjadi di tahun 2009, ada begitu banyak perusahaan yang malah berhasil menunjukkan taringnya berkat keseriusan mereka dalam menerapkan riset pasar. Dua diantaranya adalah perusahaan Starbucks dan Toyota.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Konsisten Starbucks akan analisis pasar berbuah hasil. Survei <em>brand health tracking <\/em>yang rutin dilaksanakan saat itu mendorong mereka untuk fokus pengarusutamaan digitalisasi dan keterlibatan konsumen yakni berupa memperbanyak opsi pembayaran melalui <em>mobile <\/em>dan penguatan <em>loyalty programs. <\/em>Selain itu, mereka juga berhasil membaca <em>market share<\/em> dan berani mengambil resiko untuk membuka kantor cabang di luar negara asal seperti China, dimana ini adalah salah satu langkah bagian mereka untuk semakin <em>go-international.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan raksasa Jepang yang bergerak di industri otomotif, Toyota, juga tidak mau ketinggalan. Di tengah sulitnya keadaan ekonomi, Toyota justru menjadi salah satu inisiator pengembangan kendaraan <em>hybrid<\/em> roda empat nan irit bahan bakar.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah memastikan bisnism telah melakukan riset pasar yang mendalam, jangan lupa juga untuk jaga operasional, khususnya terkait invoicing dan payment yang sering jadi urusan ribet untuk bisnis. Namun, dengan Paper.id, proses ini bisa jadi lebih cepat, mudah, dan menyenangkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasakan nikmatnya buat invoice digital hanya 5 menit, bisa langsung dikirim lewat email, WhatsApp, dan SMS, serta pembayaran dengan berbagai opsi bahkan kartu kredit sekalipun.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, daftar Paper.id sekarang!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=riset_pasar\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Gratis Paper.id<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia hampir dipastikan selamat dari jurang resesi, keadaan melemahnya aktivitas ekonomi secara eksponensial. Hal ini terlihat dari neraca perdagangan Indonesia yang masih surplus yakni US$ 2,01 miliar per Januari 2024. Di sisi lain, dilansir dari Center of Economic and Law Studies (Celios), lanskap pertumbuhan angka transaksi B2B terutama industri e-commerce pun terus menunjukkan tren positif, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":18648,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6399],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kondisi Ekonomi Fluktuatif, Buat Bisnis Tahan Banting dengan Riset Pasar!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Riset pasar adalah cara untuk memastikan bisnis tetap bertahan dan bahkan berlanjut di situasi apa pun. Pelajari detailnya d di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/riset-pasar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kondisi Ekonomi Fluktuatif, Buat Bisnis Tahan Banting dengan Riset Pasar!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Riset pasar adalah cara untuk memastikan bisnis tetap bertahan dan bahkan berlanjut di situasi apa pun. Pelajari detailnya d di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/riset-pasar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-04-08T01:12:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-12T03:13:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/business-people-using-laptop-financial-charts-meeting-office.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kondisi Ekonomi Fluktuatif, Buat Bisnis Tahan Banting dengan Riset Pasar!","description":"Riset pasar adalah cara untuk memastikan bisnis tetap bertahan dan bahkan berlanjut di situasi apa pun. Pelajari detailnya d di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/riset-pasar\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kondisi Ekonomi Fluktuatif, Buat Bisnis Tahan Banting dengan Riset Pasar!","og_description":"Riset pasar adalah cara untuk memastikan bisnis tetap bertahan dan bahkan berlanjut di situasi apa pun. Pelajari detailnya d di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/riset-pasar\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-04-08T01:12:19+00:00","article_modified_time":"2025-10-12T03:13:39+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":667,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/business-people-using-laptop-financial-charts-meeting-office.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/riset-pasar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/riset-pasar\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Kondisi Ekonomi Fluktuatif, Buat Bisnis Tahan Banting dengan Riset Pasar!","datePublished":"2024-04-08T01:12:19+00:00","dateModified":"2025-10-12T03:13:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/riset-pasar\/"},"wordCount":795,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Keuangan Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/riset-pasar\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/riset-pasar\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/riset-pasar\/","name":"Kondisi Ekonomi Fluktuatif, Buat Bisnis Tahan Banting dengan Riset Pasar!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-04-08T01:12:19+00:00","dateModified":"2025-10-12T03:13:39+00:00","description":"Riset pasar adalah cara untuk memastikan bisnis tetap bertahan dan bahkan berlanjut di situasi apa pun. Pelajari detailnya d di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/riset-pasar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/riset-pasar\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/riset-pasar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kondisi Ekonomi Fluktuatif, Buat Bisnis Tahan Banting dengan Riset Pasar!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18647"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18647"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18647\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29617,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18647\/revisions\/29617"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}