{"id":17752,"date":"2024-02-15T02:56:40","date_gmt":"2024-02-14T19:56:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=17752"},"modified":"2025-09-25T12:25:09","modified_gmt":"2025-09-25T05:25:09","slug":"alasan-program-loyalty-gagal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/alasan-program-loyalty-gagal\/","title":{"rendered":"Awas! Ini 5 Alasan Gagalnya Program Loyalty di Bisnis B2B"},"content":{"rendered":"\n<p>Saat ini, hampir semua perusahaan<em> business-to-business<\/em> (B2B), mulai dari bisnis FMCG hingga keuangan, menawarkan program loyalty B2B. Program ini diperkenalkan sebagai bentuk penghargaan atas kinerja distributor dan ritel, dan bertujuan memperkuat hubungan antara bisnis dan mitra.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, melansir <em>&nbsp;loyaltyfox<\/em>, dari 90% bisnis yang mencoba program loyalty untuk menjaga mitra mereka, 77% mengalami kegagalan. Lalu, apa penyebabnya? Tenang saja, Paper telah merangkum lima alasan mengapa program loyalty di bisnis B2B bisa gagal. Terus simak, ya!<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><strong>Bagaimana Cara Membuat Customer Merasa Senang?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengenal_Program_Loyalty_di_B2B_Bisnis\"><\/span><strong>Mengenal Program <em>Loyalty<\/em> di B2B Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sederhananya, program <em>loyalty <\/em>B2B adalah cara untuk mempertahankan <em>customer<\/em> dan memperkuat loyalitas <em>brand<\/em> dengan mitra.<\/p>\n\n\n\n<p>Program ini penting karena transaksi B2B seringkali melibatkan hubungan jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk memahami hubungan timbal balik (<em>mutual relationship<\/em>) dengan mitra dan memberi penghargaan kepada mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, tujuan dari program loyalitas B2B sendiri adalah untuk memberikan insentif kepada mitra distribusi agar terus membeli produk atau jasa dari bisnis kamu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Alasan_Gagalnya_Program_Loyalty_di_Bisnis_B2B\"><\/span><strong>5 Alasan Gagalnya Program Loyalty di Bisnis B2B<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Tidak sedikit program loyalitas B2B yang gagal karena bisnis tidak memahami nilai, perilaku, dan keinginan mitra mereka, atau&nbsp; kadang-kadang, program tersebut tidak memberi keuntungan yang cukup bagi mitra.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, berikut ini adalah lima alasan umum kegagalan program loyalitas di bisnis B2B yang perlu diketahui dan diwaspadai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tidak_memahami_mitra_dengan_baik\"><\/span>1. Tidak memahami mitra dengan baik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kesalahan paling berbahaya dalam bisnis B2B adalah meremehkan mitra, tidak mencoba memahami mereka, dan mengabaikan pandangan mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu harus tahu bahwa setiap mitra itu&nbsp; berbeda. Oleh karena itu, sangat krusial untuk memahami semua informasi penting tentang mitra-mitra kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Coba pahami&nbsp; hal-hal yang dianggap penting atau berharga oleh mitra kamu dalam suatu kemitraan. Pahami cara pandang mereka terhadap bisnismu, sejauh mana hal itu berarti bagi mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ketahui juga dengan siapa mereka bekerjasama, termasuk apakah mereka bekerja sama dengan kompetitor atau tidak, dan apakah mereka lebih suka mempromosikan bisnismu daripada yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat membangun hubungan yang solid dan kuat dengan mitra, memberikan imbalan berupa uang atau transaksional tidak selalu efektif. Dengan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang mitra, kamu bisa menemukan cara yang lebih sesuai untuk menghargai mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Ketidakjelasan_tujuan_program\"><\/span>2. Ketidakjelasan tujuan program<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Alasan selanjutnya mengapa program loyalty B2B bisa gagal adalah ketidak jelasan tujuan dari program tersebut. Tanpa tujuan yang jelas, inisiatif ini mungkin tidak sesuai dengan harapan dan pemahaman mitra.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, saat membuat program loyalitas, penting untuk menetapkan tujuan seperti apa&nbsp; yang ingin dicapai sejak awal. Kamu juga bisa mempertimbangkan tujuan ini dengan mengetahui <em>market share<\/em>, penjualan, dan pendapatan yang ingin kamu dapatkan setelah meluncurkan program tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Penghargaan_yang_kurang_menarik\"><\/span>3. Penghargaan yang kurang menarik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kesuksesan program loyalitas di B2B sangat bergantung pada nilai yang dirasakan dan ditawarkan kepada mitra. Jika program tidak memberikan insentif yang signifikan, mitra kemungkinan besar tidak akan tertarik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kesalahan umum ini dapat terjadi karena bisnis menawarkan imbalan biasa dan menerapkan proses penebusan yang rumit. Menawarkan hal yang umum&nbsp; kepada mitra dapat membuat mereka merasa kurang diperhatikan dan beralih ke bisnis lain yang menawarkan insentif yang lebih baik, menarik, dan eksklusif untuk mereka.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/papercard.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=gagalnya_program_loyalty_b2b&amp;utm_content=banner\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-05.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-17355\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-05.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-05-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-05-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kurangnya_komitmen\"><\/span>4. Kurangnya komitmen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perlu diingat bahwa program loyalitas di B2B adalah permainan jangka panjang. Hasilnya tidak akan segera terlihat, dan memerlukan waktu, usaha, sumber daya, dan dedikasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika dilakukan dengan baik, hasilnya akan sebanding dengan kesabaran, investasi, dan waktu yang kamu curahkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Penting untuk memiliki kesabaran dan komitmen terhadap program tersebut selama proses berlangsung. Komitmen yang kuat adalah suatu keharusan ketika berbicara tentang program loyalitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Tidak_adanya_personalisasi\"><\/span>5. Tidak adanya&nbsp;personalisasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam era sekarang, personalisasi sangat penting untuk meningkatkan pengalaman <em>customer<\/em> Banyak program loyalitas yang gagal karena kurangnya penghargaan yang dipersonalisasi, sehingga menyebabkan kekecewaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mitra akan selalu lebih tertarik pada bisnis yang memahami mereka dan merekomendasikan produk atau layanan yang sesuai dengan preferensi mereka. Oleh karena itu, bisnis perlu memahami preferensi ini agar bisa menyediakan program yang sesuai untuk masing-masing mitra.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Agar_Terhindar_dari_Gagalnya_Program_Loyalty_B2B\"><\/span><strong>Cara Agar Terhindar dari Gagalnya Program <em>Loyalty <\/em>B2B<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menerapkan program loyalitas B2B bisa jadi cukup rumit dan menantang, namun kamu bisa menghindari kegagalan program yang tidak efektif ini dengan menggunakan pendekatan berbasis data dalam merancang dan melaksanakan program tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk terhindar dari kegagalan loyalty program tersebut;<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Kumpulkan semua data dan<em> insights<\/em> dari mitra&nbsp; untuk memahami kebutuhan dan preferensi mereka.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyesuaikan program loyalitas untuk memenuhi kebutuhan unik setiap mitra.<\/li>\n\n\n\n<li>Tentukan tujuan dan metrik yang jelas untuk setiap program loyalty yang dijalankan serta lacak progresnya secara regular.<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan analisis secara terus-menerus dan optimalkan program loyalitas untuk memastikan program tersebut tetap relevan dan efektif.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/perlukah-bisnis-saya-pakai-crm-customer-relationship-management\/\"><strong> CRM (Customer Relationship Management): Perlukah untuk Bisnis?<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Itulah penjelasan lengkap mengenai mengapa banyak program loyalitas gagal. Dengan mengetahui alasan-alasannya, diharapkan kamu dapat menghindarinya dan membuat program loyalitas yang lebih baik, sehingga bisa memperkuat hubunganmu dengan mitra.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu hal yang bisa kamu lakukan untuk menjaga hubungan dengan mitra adalah dengan memberikan fleksibilitas dalam tempo pembayaran. Sayangnya, fleksibilitas ini akan sulit jika dilakukan dengan manual.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi, jangan khawatir, Paper.id punya solusinya. Paper.id adalah <em>platform invoicing online <\/em>yang membantu kamu tidak hanya membuat dokumen tagihan pembayaran dengan mudah, tetapi juga membantu dalam mengatur tempo pembayaran untuk konsumen kamu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Menarik bukan? Tunggu apalagi, segera gunakan <a href=\"https:\/\/paper.id\/\">Paper.id<\/a> sekarang juga dengan klik tombol di bawah ini secara gratis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=gagalnya_program_loyalty_b2b&amp;utm_content=button\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini, hampir semua perusahaan business-to-business (B2B), mulai dari bisnis FMCG hingga keuangan, menawarkan program loyalty B2B. Program ini diperkenalkan sebagai bentuk penghargaan atas kinerja distributor dan ritel, dan bertujuan memperkuat hubungan antara bisnis dan mitra. Sayangnya, melansir &nbsp;loyaltyfox, dari 90% bisnis yang mencoba program loyalty untuk menjaga mitra mereka, 77% mengalami kegagalan. Lalu, apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":17753,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Awas! Ini 5 Alasan Gagalnya Program Loyalty di Bisnis B2B<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Program loyalty bisnis B2B tentu punya risiko gagal meski mampu membawa untung bagi usaha. Yuk, hindari dengan tips-tips ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/alasan-program-loyalty-gagal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Awas! Ini 5 Alasan Gagalnya Program Loyalty di Bisnis B2B\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Program loyalty bisnis B2B tentu punya risiko gagal meski mampu membawa untung bagi usaha. Yuk, hindari dengan tips-tips ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/alasan-program-loyalty-gagal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-14T19:56:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-25T05:25:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/woman-sitting-table-with-laptop-1-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1709\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Awas! Ini 5 Alasan Gagalnya Program Loyalty di Bisnis B2B","description":"Program loyalty bisnis B2B tentu punya risiko gagal meski mampu membawa untung bagi usaha. Yuk, hindari dengan tips-tips ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/alasan-program-loyalty-gagal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Awas! Ini 5 Alasan Gagalnya Program Loyalty di Bisnis B2B","og_description":"Program loyalty bisnis B2B tentu punya risiko gagal meski mampu membawa untung bagi usaha. Yuk, hindari dengan tips-tips ini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/alasan-program-loyalty-gagal\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-02-14T19:56:40+00:00","article_modified_time":"2025-09-25T05:25:09+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1709,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/woman-sitting-table-with-laptop-1-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/alasan-program-loyalty-gagal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/alasan-program-loyalty-gagal\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Awas! Ini 5 Alasan Gagalnya Program Loyalty di Bisnis B2B","datePublished":"2024-02-14T19:56:40+00:00","dateModified":"2025-09-25T05:25:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/alasan-program-loyalty-gagal\/"},"wordCount":886,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/alasan-program-loyalty-gagal\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/alasan-program-loyalty-gagal\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/alasan-program-loyalty-gagal\/","name":"Awas! Ini 5 Alasan Gagalnya Program Loyalty di Bisnis B2B","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-02-14T19:56:40+00:00","dateModified":"2025-09-25T05:25:09+00:00","description":"Program loyalty bisnis B2B tentu punya risiko gagal meski mampu membawa untung bagi usaha. Yuk, hindari dengan tips-tips ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/alasan-program-loyalty-gagal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/alasan-program-loyalty-gagal\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/alasan-program-loyalty-gagal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Awas! Ini 5 Alasan Gagalnya Program Loyalty di Bisnis B2B"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17752"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17752"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17752\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29719,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17752\/revisions\/29719"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17753"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17752"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17752"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17752"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}