{"id":17723,"date":"2024-02-13T05:54:31","date_gmt":"2024-02-12T22:54:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=17723"},"modified":"2025-10-11T13:26:09","modified_gmt":"2025-10-11T06:26:09","slug":"bisnis-pesaing-lebih-ramai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/bisnis-pesaing-lebih-ramai\/","title":{"rendered":"Bisnis Pesaing Lebih Ramai? Jangan Khawatir, Lakukan 4 Hal Ini!"},"content":{"rendered":"\n<p>\u201c<em>Rumput tetangga lebih hijau<\/em>\u201d bukan hanya sekadar ungkapan. Dalam dunia bisnis yang penuh persaingan, sering kali kita mengalami pertanyaan menggelitik, \u201c<em>kenapa bisnis pesaing terlihat lebih ramai dibandingkan dengan bisnis kita sendiri<\/em>?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun sama-sama bergerak dalam bidang yang sama, menjual produk serupa, dan di industri yang identik, namun mengapa bisnis kita belum mencapai tingkat penjualan yang diinginkan?<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaan ini muncul, dan tentu kita pun mulai merenungkan bagaimana caranya menemukan strategi agar bisnis kita bisa bersaing dengan mereka, dan bahkan bisa melampaui ekspektasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, berikut tips menghadapi tetangga sebelah atau pesaing yang lebih ramai dibandingkan dengan bisnis kita. Simak selengkapnya sampai bawah!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pelajari_Kekuatan_Pesaing_dan_Kekurangan_Kamu\"><\/span><strong>1. Pelajari Kekuatan Pesaing dan Kekurangan Kamu<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Yale University pada 2023 menyatakan bahwa mempelajari\/menganalisis pesaing bisa membantu dalam meningkatkan posisi kompetitif. Analisis yang bisa kamu lakukan adalah&nbsp; mulai dari penetapan harga, taktik pemasaran, hingga strategi dengan memfokuskan pada kebutuhan <em>customer<\/em>. Dengan menganalisis aspek-aspek ini, kamu bisa tahu peluang untuk memenangkan persaingan dengan kompetitor yang lebih ramai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengetahui hal-hal ini, kamu bisa memulainya dengan memperhatikan aktivitas sosial media mereka, seperti postingan di Instagram dan TikTok, serta program atau <em>campaign <\/em>yang mereka jalankan. Apakah mereka menggunakan <em>Ads<\/em> atau bahkan bekerja sama dengan <em>influencer<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, coba fokus pada produk, layanan, dan harga yang mereka tawarkan. Apakah ada keunggulan tertentu yang membuat <em>customer <\/em>tertarik? Jika data sudah tersedia, coba bandingkan langsung dengan apa yang kamu miliki.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, dalam hal pelayanan. Kamu bisa bandingkan tingkat kepuasan <em>customer <\/em>antara layanan kamu sendiri dengan pesaing. Apakah ada pola umum dalam keluhan <em>customer <\/em>yang bisa diperbaiki atau ditingkatkan?<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, identifikasi titik lemah kamu, kenapa <em>customer <\/em>lebih memilih mereka, dan kenapa <em>customer <\/em>yang pertama kali datang ke tempat kamu tidak balik lagi. Analisis ini tidak hanya akan memberikan gambaran seberapa kuat pesaing, melainkan membantu kamu memahami apa yang bisa diperbaiki\/tingkatkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: 5 Cara Lindungi Rahasia Resep Bisnis Kuliner, Agar Tidak Dicuri Kompetitor!<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Cari_Tahu_Preferensi_Customer\"><\/span><strong>2. Cari Tahu Preferensi <\/strong><strong><em>Customer<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk memahami preferensi <em>customer<\/em>, kamu perlu melakukan analisis menyeluruh terhadap perilaku dan <em>preferensi <\/em>mereka. Salah satunya dengan melakukan survei, baik secara online maupun offline. Bagaimana tentang preferensi produk, pengalaman pelayanan, hingga harapan mereka terhadap bisnis kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesuai dengan pernyataan dari <a href=\"https:\/\/monkeylearn.com\/blog\/customer-analysis\/\" class=\"broken_link\" rel=\"nofollow\">Monkeylearn<\/a> pada 2020, ketika kamu membiarkan <em>customer <\/em>tahu bahwa kamu mendengarkan mereka, hal ini bisa menjadi keuntungan besar bagi bisnis, terutama ketika data menunjukkan bahwa 58% <em>customer <\/em>akan meninggalkan bisnis kamu jika mereka tidak mendapatkan perhatian yang mereka harapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu bisa mulai amati langsung pada <em>customer <\/em>di tempat atau yang makan langsung (<em>dine in<\/em>). Apa yang mereka pesan? Lakukan wawancara singkat dengan <em>customer<\/em> dan cari tahu apa komentar mereka tentang bisnis pesaing kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, jika kamu menjalankan bisnis restoran, kamu bisa perhatikan jenis makanan yang paling diminati oleh <em>customer <\/em>dan coba kumpulkan <em>feedback<\/em> mereka tentang bagaimana rasanya, porsi, harga, hingga <em>experience<\/em> secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang sering dilupakan, coba lihat apa yang mereka katakan tentang restoran pesaing dalam hal kualitas makanan, waktu tunggu, atau pelayanan. Dengan begitu, kamu bisa memperoleh informasi itu dan kamu bisa meningkatkan produk serta layanan sesuai preferensi dan harapan mereka.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/paper.id\/digital-payment.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=bisnis_pesaing_lebih_ramai&amp;utm_content=banner\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-07_1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-17357\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-07_1.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-07_1-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-07_1-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Lakukan_Inovasi_di_Tiap_Kondisi\"><\/span><strong>3. Lakukan Inovasi di Tiap Kondisi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memahami kekuatan dan kelemahan kompetitor, serta preferensi mereka, yuk saatnya untuk berinovasi. Salah satu cara terbaik untuk menarik perhatian <em>customer <\/em>adalah dengan menawarkan sesuatu yang unik dan berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini bisa berupa inovasi pada produk atau layanan yang kamu tawarkan. Perhatikan apa yang kurang atau belum ada di pasar yang kamu hadirkan. Apakah ada kebutuhan yang belum terpenuhi? Apakah ada fitur tambahan yang bisa meningkatkan pengalaman <em>customer<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika kompetitor kamu terkenal dengan menu yang bervariasi, coba cari celah, kamu bisa fokus dengan menyajikan menu dengan kualitas premium atau menawarkan konsep <em>dining <\/em>yang berbeda secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada intinya, berani untuk berpikir di luar kotak dan bisa menciptakan sesuatu yang benar-benar baru bisa membuat bisnis yang sedang kamu garap menonjol di antara pesaing yang ramai. <em>So<\/em>, jangan pernah menyerah, ya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Coba_Tingkatkan_Promosi_dan_Pemasaran\"><\/span><strong>4. Coba Tingkatkan Promosi dan Pemasaran<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Apabila inovasi produk sudah terbentuk, sementara promosi tidak gencar dilakukan, tentu akan percuma dan sia-sia. Terlebih, salah satu alasan bisnis kompetitor mungkin lebih ramai, mungkin karena mereka punya strategi promosi dan pemasaran yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n<p>Apalagi, saat ini sudah banyak media yang bisa kamu pakai, lho. Mulai dari media sosial hingga iklan digital dan <em>campaign <\/em>promosi. Pertimbangkan juga untuk mencoba bekerja sama dengan <em>influencer <\/em>atau mengadakan <em>event <\/em>khusus untuk menarik perhatian lebih banyak orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya Lululemon, trik mereka untuk meningkatkan <em>reach <\/em>di media sosial dengan cara meminta <em>customer <\/em>untuk membagikan foto\/video mereka saat mengenakan produknya dengan <em>hastag <\/em>#<em>theweatlife<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut memberikan manfaat sebagai bentuk promosi secara organik. Tidak hanya itu, penggunaan <em>hastag <\/em>itu juga memberikan gambaran seberapa banyak konten yang dibuat oleh <em>customer<\/em>-nya terkait <em>campaign <\/em>yang sedang dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><strong>Mengupas Tuntas Strategi Pemasaran \u201cLifestyle Marketing\u201d yang Dipakai Lululemon<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah beberapa hal yang harus kamu lakukan jika merasa bisnis kompetitor lebih ramai. Pada akhirnya, dengan berfokus pada poin-poin di atas, kamu bisa meningkatkan daya saing bisnismu dan menarik perhatian <em>customer <\/em>jadi lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingatlah, terus pantau dan evaluasi strategi-strategi yang kamu terapkan agar bisnis kamu juga tetap relevan dan berkembang di tengah persaingan yang ketat. Termasuk, salah satunya dengan menyediakan berbagai metode pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, solusinya pakai saja Paper.id. Platform pembayaran bisnis ini menyediakan fitur <a href=\"https:\/\/paper.id\/digital-payment.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=bisnis_pesaing_lebih_ramai&amp;utm_content=hyperlink\">PaperPay In<\/a> yang memungkinkan kamu bisa tagih dan terima pembayaran via berbagai metode pembayaran, mulai dari kartu kredit, dompet digital, QRIS, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, kamu tidak perlu lagi repot-repot menyediakannya satu per satu. Selain itu, artinya kamu memberikan kebebasan kepada <em>customer <\/em>untuk memilih pembayaran tagihannya sesuai dengan preferensinya sendiri yang akan berdampak juga terhadap citra bisnis kamu ke depannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, segera daftarkan bisnis kamu sekarang juga dan jangan lupa pakai fitur lainnya serta rasakan manfaatnya dengan cara klik tombol di bawah ini secara gratis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=bisnis_pesaing_lebih_ramai&amp;utm_content=button\" style=\"background-color:#4195d5\">Daftar Sekarang<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cRumput tetangga lebih hijau\u201d bukan hanya sekadar ungkapan. Dalam dunia bisnis yang penuh persaingan, sering kali kita mengalami pertanyaan menggelitik, \u201ckenapa bisnis pesaing terlihat lebih ramai dibandingkan dengan bisnis kita sendiri?\u201d Meskipun sama-sama bergerak dalam bidang yang sama, menjual produk serupa, dan di industri yang identik, namun mengapa bisnis kita belum mencapai tingkat penjualan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":17724,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bisnis Pesaing Lebih Ramai? Jangan Khawatir, Lakukan 4 Hal Ini!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bisnis pesaing lebih ramai? Jangan khawatir! Berikut tips menghadapi pesaing yang lebih ramai dibandingkan dengan bisnis kita. Simak di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/bisnis-pesaing-lebih-ramai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bisnis Pesaing Lebih Ramai? Jangan Khawatir, Lakukan 4 Hal Ini!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bisnis pesaing lebih ramai? Jangan khawatir! Berikut tips menghadapi pesaing yang lebih ramai dibandingkan dengan bisnis kita. Simak di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/bisnis-pesaing-lebih-ramai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-12T22:54:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-11T06:26:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/business-competitors.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"668\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bisnis Pesaing Lebih Ramai? Jangan Khawatir, Lakukan 4 Hal Ini!","description":"Bisnis pesaing lebih ramai? Jangan khawatir! Berikut tips menghadapi pesaing yang lebih ramai dibandingkan dengan bisnis kita. Simak di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/bisnis-pesaing-lebih-ramai\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bisnis Pesaing Lebih Ramai? Jangan Khawatir, Lakukan 4 Hal Ini!","og_description":"Bisnis pesaing lebih ramai? Jangan khawatir! Berikut tips menghadapi pesaing yang lebih ramai dibandingkan dengan bisnis kita. Simak di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/bisnis-pesaing-lebih-ramai\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-02-12T22:54:31+00:00","article_modified_time":"2025-10-11T06:26:09+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":668,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/business-competitors.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/bisnis-pesaing-lebih-ramai\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/bisnis-pesaing-lebih-ramai\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Bisnis Pesaing Lebih Ramai? Jangan Khawatir, Lakukan 4 Hal Ini!","datePublished":"2024-02-12T22:54:31+00:00","dateModified":"2025-10-11T06:26:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/bisnis-pesaing-lebih-ramai\/"},"wordCount":947,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/bisnis-pesaing-lebih-ramai\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/bisnis-pesaing-lebih-ramai\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/bisnis-pesaing-lebih-ramai\/","name":"Bisnis Pesaing Lebih Ramai? Jangan Khawatir, Lakukan 4 Hal Ini!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-02-12T22:54:31+00:00","dateModified":"2025-10-11T06:26:09+00:00","description":"Bisnis pesaing lebih ramai? Jangan khawatir! Berikut tips menghadapi pesaing yang lebih ramai dibandingkan dengan bisnis kita. Simak di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/bisnis-pesaing-lebih-ramai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/bisnis-pesaing-lebih-ramai\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/bisnis-pesaing-lebih-ramai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bisnis Pesaing Lebih Ramai? Jangan Khawatir, Lakukan 4 Hal Ini!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17723"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17723"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17723\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31419,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17723\/revisions\/31419"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17724"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}