{"id":17315,"date":"2024-01-26T02:44:22","date_gmt":"2024-01-25T19:44:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=17315"},"modified":"2026-01-26T16:11:46","modified_gmt":"2026-01-26T09:11:46","slug":"producrement-fraud","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/producrement-fraud\/","title":{"rendered":"Kerugian Finansial Akibat Procurement Fraud, Seperti Apa Serba-serbinya?"},"content":{"rendered":"\n<p>Keputusan <em>procurement <\/em>memegang peranan kritis dalam menentukan arah keberhasilan atau kegagalan bisnis. Namun, apa jadinya jika proses penting ini tercemar oleh oknum untuk melakukan <em>procurement fraud<\/em>? Bayangkan, sebuah studi oleh <a href=\"https:\/\/www.acfe.com\/\">Association of Certified Fraud Examiners<\/a> (ACFE) pada tahun 2020 menemukan bahwa bisnis kehilangan sekitar 5% pendapatan tahunannya akibat <em>fraud<\/em> ini, dengan sektor procurement menjadi salah satu area yang paling rawan penyalahgunaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kasus-kasus <em>procurement fraud<\/em> tidak hanya merugikan dari segi finansial, tapi juga dapat menimbulkan kerusakan reputasi yang berkepanjangan. Kenapa ini bisa terjadi, dan seperti apa bentuk-bentuknya yang perlu diwaspadai pebisnis? Tentu ini menjadi pertanyaan, untuk mengetahui lebih lanjut seputar sisi kelam <em>procurement fraud<\/em>, yuk, simak penjelasannya di bawah ini.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/uncategorized\/food-fraud\/\">Ini Jenis-jenis Food Fraud yang Harus Diketahui oleh Pebisnis!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Procurement_Fraud\"><\/span><strong>Apa Itu <em>Procurement Fraud<\/em>?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menurut <a href=\"https:\/\/www.procuredesk.com\/procurement-fraud\/\">procuredesk.com<\/a> <em>procurement fraud <\/em>adalah kecurangan yang terjadi dalam proses pengadaan barang atau jasa, baik di perusahaan swasta maupun institusi pemerintah. Kecurangan ini dapat dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal, dan dapat terjadi di berbagai tahap siklus pengadaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini bisa berupa kolusi, nepotisme, suap, atau manipulasi tender. Kecurangan seperti ini tidak hanya merugikan secara finansial, tapi juga mengikis integritas dan kepercayaan dalam sistem bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan survei ekonomi Global perusahaan konsultan PricewaterhouseCoopers, pada tahun 2014, 29% organisasi global pernah mengalami kecurangan akan <em>procurement<\/em>. Penipuan pengadaan ini lebih sering terjadi pada awal proses pengadaan (tahap pemilihan vendor) dibandingkan tahap selanjutnya seperti kinerja vendor dan pengiriman.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/paperpay-out.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=procurement_fraud&amp;utm_content=banner\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Banner-09.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-16920\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Banner-09.jpg 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Banner-09-300x75.jpg 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Banner-09-768x191.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kasus_Nyata_Procurement_Fraud_dalam_Bisnis\"><\/span><strong>Contoh Kasus Nyata <em>Procurement Fraud <\/em>dalam Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Penipuan dalam pengadaan barang dan jasa dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan membawa dampak serius bagi perusahaan yang terlibat serta ekosistem ekonomi dan sosial secara lebih luas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah studi kasus menarik dari <a href=\"https:\/\/www.justice.gov\/usao-edva\/pr\/us-defense-contractor-and-employees-sentenced-procurement-fraud-scheme\">justive.gov<\/a> tentang penipuan pengadaan melibatkan kontraktor pertahanan AS, Iris Kim, Inc. (I-Tek), pemiliknya, dan beberapa karyawan, yang terlibat dalam skema penipuan besar-besaran yang menargetkan Departemen Pertahanan AS dan lembaga pemerintah federal lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Penipuan ini terjadi antara tahun 2011 dan 2018, melibatkan kontrak pemerintah senilai lebih dari $7 juta. Para pelaku memanfaatkan kontrak dengan preferensi tertentu dan persyaratan asal barang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yang terjadi adalah, perusahaan ini melakukan tindak kecurangan. Mereka seharusnya membuat atau mendapatkan barang yang dibuat di AS sesuai dengan peraturan kontrak. Namun, apa yang mereka lakukan? Mereka malah mengimpor barang dari Cina, yang tentu saja lebih murah, dan kemudian memberi label palsu bahwa barang-barang itu dibuat di AS. Ini dilakukan supaya mereka bisa memenuhi kontrak dengan biaya lebih rendah dan mendapatkan lebih banyak keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka mengimpor barang dari Cina yang melanggar ketentuan kontrak yang menyatakan bahwa barang tersebut harus diproduksi di AS. Barang-barang ini kemudian secara salah dilabeli sebagai &#8220;Made in the USA,&#8221;.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, mereka menggunakan perusahaan boneka untuk menyembunyikan impor barang dari Cina dan memasang pejabat boneka untuk memenuhi syarat secara palsu dalam kontrak.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, pemerintah AS jadi rugi besar, lebih dari $7 juta, karena mereka membayar untuk barang yang seharusnya memiliki kualitas dan asal produksi tertentu, tapi kenyataannya tidak. Para pelaku, termasuk pemilik dan beberapa karyawan perusahaan, akhirnya ditangkap dan dihukum penjara.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/procurement-artinya-payable\/\">Alasan-Alasan Kenapa Perusahaan Anda Perlu Menerapkan E-Procurement<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Procurement_Fraud_Bisa_Terjadi\"><\/span><strong>Bagaimana <em>Procurement Fraud<\/em> Bisa Terjadi?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Procurement fraud <\/em>dapat terjadi karena adanya tiga faktor utama, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Motivasi\"><\/span>1. Motivasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pelaku <em>procurement fraud <\/em>memiliki motivasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi, baik dalam bentuk uang, barang, atau jasa. Motivasi ini dapat berasal dari berbagai faktor, seperti kebutuhan finansial, keinginan untuk meningkatkan status sosial, atau dorongan personal lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kesempatan\"><\/span>2. Kesempatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pelaku <em>procurement fraud <\/em>memiliki kesempatan untuk melakukan kecurangan karena adanya kelemahan dalam sistem pengendalian internal. Kelemahan ini dapat berupa prosedur yang tidak jelas, pengawasan yang tidak ketat, atau konflik kepentingan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kemampuan\"><\/span>3. Kemampuan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pelaku <em>procurement fraud <\/em>memiliki kemampuan untuk melakukan kecurangan, baik karena memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, maupun karena memiliki akses ke informasi dan sumber daya yang diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Modus_Procurement_Fraud_yang_Perlu_Diwaspadai\"><\/span><strong>Modus <em>Procurement Fraud<\/em> yang Perlu Diwaspadai<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada berbagai modus <em>procurement fraud <\/em>yang dapat terjadi, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kolusi_antara_supplier_dan_pegawai\"><\/span>1. Kolusi antara <em>supplier <\/em>dan pegawai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pegawai perusahaan atau pemerintah dapat berkolusi dengan <em>supplier <\/em>untuk memanipulasi proses pengadaan. Hal ini bisa meliputi penerimaan suap untuk memilih pemasok tertentu atau memanipulasi spesifikasi tender untuk menguntungkan satu pemasok.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pengadaan_barang_atau_jasa_yang_tidak_perlu\"><\/span>2. Pengadaan barang atau jasa yang tidak perlu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pegawai bisa memanipulasi proses pengadaan sehingga perusahaan atau lembaga membeli barang atau jasa yang sebenarnya tidak diperlukan, sering kali dari <em>supplier<\/em> yang memberi mereka keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pemalsuan_dokumen_tender_atau_kontrak\"><\/span>3. Pemalsuan dokumen tender atau kontrak&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dokumen tender atau kontrak bisa dipalsukan untuk menguntungkan <em>supplier <\/em>tertentu, misalnya dengan mengubah harga atau syarat kontrak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pembayaran_fiktif\"><\/span>4. Pembayaran fiktif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pembayaran untuk barang atau jasa yang tidak pernah diserahkan atau dilakukan. Ini bisa terjadi ketika pegawai berkolusi dengan <em>supplier <\/em>untuk membuat faktur palsu.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah penjelasan singkat seputar <em>procurement fraud<\/em>. Semoga dengan informasi ini, kamu bisa makin <em>aware <\/em>terhadap tindak kecurangan ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk kamu pebisnis yang ingin mengurangi potensi kecurangan ini terjadi, Paper.id hadir dan dapat jadi solusi. Dengan mengelola dokumen-dokumen bisnismu seperti invoice dengan aplikasi dan sistem yang aman,<em> <\/em>kamu bisa dengan mudah memantau semuanya dari genggaman. Sehingga, segala kecurangan bisa dengan cepat terdeteksi. Yuk, gunakan Paper.id sekarang juga!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=procurement_fraud&amp;utm_content=button\" style=\"background-color:#4195d5\">Daftar Sekarang<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keputusan procurement memegang peranan kritis dalam menentukan arah keberhasilan atau kegagalan bisnis. Namun, apa jadinya jika proses penting ini tercemar oleh oknum untuk melakukan procurement fraud? Bayangkan, sebuah studi oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) pada tahun 2020 menemukan bahwa bisnis kehilangan sekitar 5% pendapatan tahunannya akibat fraud ini, dengan sektor procurement menjadi salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":17326,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6399],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kerugian Finansial Akibat Procurement Fraud, Seperti Apa Serba-serbinya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Procurement fraud adalah kecurangan yang sangat merugikan bisnis. Ketahui sisi gelap ini dalam ulasan Paper.id berikut.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/producrement-fraud\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kerugian Finansial Akibat Procurement Fraud, Seperti Apa Serba-serbinya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Procurement fraud adalah kecurangan yang sangat merugikan bisnis. Ketahui sisi gelap ini dalam ulasan Paper.id berikut.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/producrement-fraud\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-25T19:44:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-26T09:11:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/top-view-financial-elements-arrangement-with-copy-space-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"563\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Alfian Dimas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Alfian Dimas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kerugian Finansial Akibat Procurement Fraud, Seperti Apa Serba-serbinya?","description":"Procurement fraud adalah kecurangan yang sangat merugikan bisnis. Ketahui sisi gelap ini dalam ulasan Paper.id berikut.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/producrement-fraud\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kerugian Finansial Akibat Procurement Fraud, Seperti Apa Serba-serbinya?","og_description":"Procurement fraud adalah kecurangan yang sangat merugikan bisnis. Ketahui sisi gelap ini dalam ulasan Paper.id berikut.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/producrement-fraud\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-01-25T19:44:22+00:00","article_modified_time":"2026-01-26T09:11:46+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":563,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/top-view-financial-elements-arrangement-with-copy-space-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Alfian Dimas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Alfian Dimas","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/producrement-fraud\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/producrement-fraud\/"},"author":{"name":"Alfian Dimas","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/89b404f7f6df31ed0311dbd27bf10fd8"},"headline":"Kerugian Finansial Akibat Procurement Fraud, Seperti Apa Serba-serbinya?","datePublished":"2024-01-25T19:44:22+00:00","dateModified":"2026-01-26T09:11:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/producrement-fraud\/"},"wordCount":811,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Keuangan Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/producrement-fraud\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/producrement-fraud\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/producrement-fraud\/","name":"Kerugian Finansial Akibat Procurement Fraud, Seperti Apa Serba-serbinya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-01-25T19:44:22+00:00","dateModified":"2026-01-26T09:11:46+00:00","description":"Procurement fraud adalah kecurangan yang sangat merugikan bisnis. Ketahui sisi gelap ini dalam ulasan Paper.id berikut.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/producrement-fraud\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/producrement-fraud\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/producrement-fraud\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kerugian Finansial Akibat Procurement Fraud, Seperti Apa Serba-serbinya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/89b404f7f6df31ed0311dbd27bf10fd8","name":"Alfian Dimas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42afe76eff4ffbb49ba8f9b9712c5c2c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42afe76eff4ffbb49ba8f9b9712c5c2c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Alfian Dimas"},"description":"Seorang SEO Specialist &amp; Content Writer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun di beragam industri seperti OTT (Over The Top), Hukum, Kesehatan, &amp; e-Commerce. Saat ini bereda di industri B2B untuk memperluas wawasan terkait bisnis.","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/alfian\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17315"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17315"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17315\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32782,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17315\/revisions\/32782"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17326"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}