{"id":16512,"date":"2024-02-03T09:44:28","date_gmt":"2024-02-03T02:44:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=16512"},"modified":"2025-10-08T16:23:23","modified_gmt":"2025-10-08T09:23:23","slug":"pisah-pajak-bisnis-pribadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/pisah-pajak-bisnis-pribadi\/","title":{"rendered":"Mudahnya Pisah Pajak Pribadi dan Bisnis, Ini Tips Vincent Liyanto!"},"content":{"rendered":"\n<p>Pembayaran bisnis dengan kartu kredit bisnis kini sudah semakin banyak diadopsi. Tak heran, pasalnya kartu kredit bisnis menawarkan begitu banyak kemudahan, khususnya terkait tempo pembayaran yang lebih panjang dan beragam manfaat lainnya seperti cashback, diskon bahkan benefit tambahan berupa <em>point <\/em>dan<em> miles<\/em>. Namun, ketika kamu menggunakan kartu kredit pribadi untuk melakukan pembayaran bisnis, ada suatu hal yang perlu diperhatikan, yaitu tercampurnya dengan transaksi pribadi dalam urusan pajak pribadi dan bisnis. Pasalnya, metode pembayaran yang kamu gunakan adalah atas nama sendiri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, pebisnis sering kali merasa kebingungan bagaimana cara memisahkan pajaknya nanti ketika harus melapor.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah kamu merasakan kebingungan yang sama? Tenang dan tak perlu bingung! Tentu saja, ada cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindari permasalahan pajak di masa pelaporan nantinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita simak beberapa <em>insight <\/em>dari salah satu pakar pajak yang telah sering kali menangani berbagai urusan terkait dengan kegiatan bisnis yaitu Pak Maychelie Vincent Liyanto, S.Ak., S.H., M.Ak., CFP\u00ae., QWP\u00ae., CIAP\u2122., AWP\u00ae., CLSSYB., CLMA\u00ae., CTRMI\u00ae yang juga kini menjabat sebagai CEO Premier Trust Indonesia. Selain menjabat sebagai pemimpin dari perusahaan finansial yang menyediakan bimbingan finansial dan pajak bagi UMKM, Vincent juga aktif sebagai <em>content creator <\/em>dan berbagi keahliannya lewat media sosial seperti Instagram dan TikTok yang diikuti oleh puluhan ribu orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti apa tips pemisahan pajak pribadi dan bisnis dari perspektif ahli pajak? Yuk, simak rangkumannya!<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: Kewajiban Pajak Badan Usaha: Definisi dan Jenis-jenisnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memisahkan_Pajak_Transaksi_Bisnis_dan_Pribadi_dengan_Kartu_Kredit\"><\/span><strong>Memisahkan Pajak Transaksi Bisnis dan Pribadi dengan Kartu Kredit<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"996\" height=\"666\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/time-taxes-money-financial-accounting-taxation-concept_53876-121085.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-16518\" style=\"width:500px\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/time-taxes-money-financial-accounting-taxation-concept_53876-121085.jpg 996w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/time-taxes-money-financial-accounting-taxation-concept_53876-121085-300x201.jpg 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/time-taxes-money-financial-accounting-taxation-concept_53876-121085-768x514.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 996px) 100vw, 996px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Transaksi_untuk_bisnis_dengan_kartu_kredit_pribadi_apakah_akan_bermasalah_untuk_pajak_nantinya\"><\/span>Transaksi untuk bisnis dengan kartu kredit pribadi, apakah akan bermasalah untuk pajak nantinya?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak pebisnis yang cenderung takut atau tidak berani memulai menggunakan kartu kredit pribadi karena khawatir pajak akan tercampur, padahal ini stigma yang salah.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Vincent, kamu sebagai pebisnis dan usaha yang dimiliki adalah dua entitas yang berbeda sehingga harus dipisahkan, karena berkaitan dengan pajaknya nanti. Dengan begitu, penggunaan kartu kredit pribadi untuk keperluan bisnis sebenarnya bukan suatu masalah yang perlu ditakuti.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saat pemilik bisnis menggunakan kartu kredit untuk melakukan pembayaran bisnis, pilihan ini justru bisa jadi sesuatu yang <em>powerful<\/em>. Perusahaan dapat tempo lebih panjang, dan pemilik bisnis dapat reward kartu kredit seperti poin dan <em>miles<\/em>. Tidak ada alasan pemilik bisnis untuk ragu menggunakan kartu kredit untuk bisnis, karena sangat membantu,\u201d jawab Vincent.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, yang penting adalah pencatatannya dipisah. Inilah yang akan dibahas lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Diibaratkan_reimburse\"><\/span>Diibaratkan <em>reimburse<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perusahaan, meskipun milikmu sendiri, harus mengakui beban pengeluaran ini sebagai beban bisnis secara jelas pada pencatatan keuangan. Alias, perusahaan jadi tercatat memiliki utang padamu sebagai pebisnis yang menalangi pembayaran dengan metode apa pun, baik kartu kredit maupun lainnya. Nantinya, perusahaan akan mengganti uang tersebut ke dalam akun pribadimu,\u201d Jelas Vincent.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaat membayarkan kebutuhan perusahaan dengan uang pribadi, maka uang tersebut harus diganti oleh perusahaan. Secara sederhana, konsepnya adalah <em>reimburse<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPebisnis akan mendapatkan <em>benefit <\/em>dari transaksi menggunakan kartu kredit, sementara bisnis jadi punya tempo lebih panjang untuk memutar kembali uang hasil usahanya, sehingga terjadi <em>win-win solution <\/em>untuk kedua belah pihak,\u201d ia menambahkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=pemisahan_pajak&amp;utm_content=banner\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Pencatatan-Biaya-Banner.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-13593\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Pencatatan-Biaya-Banner.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Pencatatan-Biaya-Banner-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Pencatatan-Biaya-Banner-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tidak_akan_dibebankan_sebagai_pajak_pribadi\"><\/span>Tidak akan dibebankan sebagai pajak pribadi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Hal ini dapat diakui secara sah dari perspektif perpajakan, karena pengeluaran tersebut akan dianggap beban operasional. Pebisnis tak perlu khawatir, karena pajak tidak akan dibebankan kepada pribadi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaat <em>reimburse <\/em>terjadi, perusahaan membayar kepada pebisnis. Dari sisi perusahaan, beban <em>reimburse <\/em>dapat diakui dalam laporan fiskal perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Maka, laba bersih perusahaan turun dan beban bertambah. Ketika ini terjadi, dasar perhitungan pajak akan dihitung dari laba bersih dikalikan pajak. Sementara, pribadi pemilik usaha tidak akan dikenakan pajak,\u201d ungkap Vincent.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/product-content\/paperbooks\/\">Solusi Perpajakan &amp; Pembukuan Bisnis, PaperBooks Siap Bantu Kalian!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Memisahkan_Pajak_Pribadi_dan_Bisnis\"><\/span><strong>Cara Memisahkan Pajak Pribadi dan Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Nah, sekarang kamu sudah tahu pasti bahwa dari perspektif perpajakan, pajak pribadi dan bisnis bisa tidak tercampur meski pembayaran keluar dari kantong pebisnis sendiri. Namun, ada caranya yang harus kamu betul-betul pahami.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cInti dari perpajakan adalah pencatatan yang jelas. Saat petugas pajak melihat catatan transaksi bisnis, diibaratkan ada sebuah \u2018cerita\u2019 yang harus cocok bukti dan catatannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, bisnis mengalami masalah jika secara administrasi pencatatannya tidak rapi. Sebaliknya, jika kamu mampu mencatat pengeluaran dan pemasukan bisnis dengan apik, seharusnya tidak ada masalah yang terjadi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai pebisnis yang menghadapi perpajakan, kamu harus mencatat arus dokumen dan arus barang dengan rinci sehingga semua pengeluaran dan pendapatan bisnis dapat dipertanggungjawabkan jika harus dicek oleh petugas pajak.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer&amp;&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=pemisahan_pajak&amp;utm_content=banner\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-Landscape.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16469\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-Landscape.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-Landscape-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-Landscape-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Jika sering menggunakan dana pribadi untuk menalangi pengeluaran bisnis, pencatatannya jangan sampai terlupa dan harus jelas. Asal terdata dengan rinci dan dapat dibuktikan kebenarannya, ini seharusnya tidak akan jadi persoalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak lupa Vincent mengingatkan, \u201cDalam kasus penggunaan kartu kredit pribadi untuk keperluan bisnis, transfer <em>reimburse <\/em>dari perusahaan ke pribadi harus mencantumkan berita acara, bahwa ini adalah penggantian dana dari pembayaran kartu kredit untuk keperluan bisnis. Jadi, ketika kantor pajak mengecek transaksi, petugas dapat dengan mudah memahami bahwa ini adalah transaksi yang tidak perlu membebankan pajak pada pribadi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: Begini Cara Menghitung Tarif Pajak UMKM dengan Akurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, itulah dia pemaparan tentang pemisahan pajak pribadi dan bisnis dari perspektif ahli pajak. Semoga setelah memahami ini, kamu tidak lagi ragu untuk menggunakan kartu kredit sebagai bantuan permodalan bisnismu. Justru, ini bisa jadi sesuatu yang sangat memudahkanmu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>PAPER<\/strong><em>CARD <\/em>merupakan kartu kredit bisnis<em> <\/em>pertama di Indonesia yang menggabungkan <em>benefit <\/em>personal dan bisnis menjadi satu. Kartu kredit ini adalah<em> <\/em>hasil kerja sama Paper.id dengan BRI dan Visa.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan <strong>PAPER<\/strong><em>CARD<\/em>, kamu bisa memperpanjang tempo lebih lega hingga 55 hari. Nikmati pula <em>cashback <\/em>0,1% tanpa batas di setiap pembayaran invoice di Paper.id, sehingga biaya transaksi di Paper.id yang tadinya 1,5% jadi makin murah, yaitu hanya 1,4%. Tentunya, ada berbagai diskon dari beragam <em>merchant <\/em>untuk keperluan bisnismu khusus untuk <strong>PAPER<\/strong><em>CARD <\/em>serta tambahan manfaat yakni, transaksi <strong>PAPER<\/strong><em>CARD <\/em>juga terkonversi dengan GarudaMiles setiap kelipatan Rp100.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Miliki Papercard sekarang dan manfaatkan pembayaran transaksi dengan kartu kredit, di Paper.id, kamu bisa bayar transaksi bisnis tanpa perlu menggunakan mesin EDC <em>lho<\/em>! Yuk, klik tombol di bawah ini untuk pelajari lebih lengkap tentang <strong>PAPER<\/strong><em>CARD <\/em>dan mulai <strong>#SwipeUpYourLife<\/strong> untuk bisnis makin <em>up<\/em>, hidup juga makin <em>up<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/papercard.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=pemisahan_pajak&amp;utm_content=button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Pelajari PAPERCARD<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembayaran bisnis dengan kartu kredit bisnis kini sudah semakin banyak diadopsi. Tak heran, pasalnya kartu kredit bisnis menawarkan begitu banyak kemudahan, khususnya terkait tempo pembayaran yang lebih panjang dan beragam manfaat lainnya seperti cashback, diskon bahkan benefit tambahan berupa point dan miles. Namun, ketika kamu menggunakan kartu kredit pribadi untuk melakukan pembayaran bisnis, ada suatu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":18423,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7850],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mudahnya Pisah Pajak Pribadi dan Bisnis, Ini Tips Vincent Liyanto!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pemisahan pajak bisnis dan pribadi sering kali jadi ketakutan para pengusaha. Menurut ahli pajak, melakukannya tidak sulit, lho.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/pisah-pajak-bisnis-pribadi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mudahnya Pisah Pajak Pribadi dan Bisnis, Ini Tips Vincent Liyanto!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pemisahan pajak bisnis dan pribadi sering kali jadi ketakutan para pengusaha. Menurut ahli pajak, melakukannya tidak sulit, lho.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/pisah-pajak-bisnis-pribadi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-03T02:44:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T09:23:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Mitos-Fakta-Pajak.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mudahnya Pisah Pajak Pribadi dan Bisnis, Ini Tips Vincent Liyanto!","description":"Pemisahan pajak bisnis dan pribadi sering kali jadi ketakutan para pengusaha. Menurut ahli pajak, melakukannya tidak sulit, lho.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/pisah-pajak-bisnis-pribadi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mudahnya Pisah Pajak Pribadi dan Bisnis, Ini Tips Vincent Liyanto!","og_description":"Pemisahan pajak bisnis dan pribadi sering kali jadi ketakutan para pengusaha. Menurut ahli pajak, melakukannya tidak sulit, lho.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/pisah-pajak-bisnis-pribadi\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-02-03T02:44:28+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T09:23:23+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":560,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Mitos-Fakta-Pajak.png","type":"image\/png"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/pisah-pajak-bisnis-pribadi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/pisah-pajak-bisnis-pribadi\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Mudahnya Pisah Pajak Pribadi dan Bisnis, Ini Tips Vincent Liyanto!","datePublished":"2024-02-03T02:44:28+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:23:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/pisah-pajak-bisnis-pribadi\/"},"wordCount":984,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pajak Usaha"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/pisah-pajak-bisnis-pribadi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/pisah-pajak-bisnis-pribadi\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/pisah-pajak-bisnis-pribadi\/","name":"Mudahnya Pisah Pajak Pribadi dan Bisnis, Ini Tips Vincent Liyanto!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-02-03T02:44:28+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:23:23+00:00","description":"Pemisahan pajak bisnis dan pribadi sering kali jadi ketakutan para pengusaha. Menurut ahli pajak, melakukannya tidak sulit, lho.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/pisah-pajak-bisnis-pribadi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/pisah-pajak-bisnis-pribadi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/pisah-pajak-bisnis-pribadi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mudahnya Pisah Pajak Pribadi dan Bisnis, Ini Tips Vincent Liyanto!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16512"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16512"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16512\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31406,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16512\/revisions\/31406"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18423"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}