{"id":13607,"date":"2023-10-02T05:47:51","date_gmt":"2023-10-02T05:47:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=13607"},"modified":"2026-02-23T09:38:35","modified_gmt":"2026-02-23T02:38:35","slug":"keputusan-bisnis-terburuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keputusan-bisnis-terburuk\/","title":{"rendered":"5 Pengambilan Keputusan Bisnis Terburuk dalam Sejarah"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Keputusan bisnis<\/strong> adalah salah satu kunci dalam perencanaan dan operasional perusahaan, baik yang sedang berjalan maupun yang akan datang. Namun, terdapat situasi dimana keputusan yang diambil justru berakibat fatal hingga mengakibatkan kerugian yang signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Nah,<\/em> contoh keputusan bisnis yang buruk itu pernah menggemparkan bisnis internasional. Kala itu, keputusan manajemennya berhasil membawa perusahaan-perusahaan top dunia merugi.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu perusahaan apa saja itu? Untuk mengetahuinya, simak ulasan lengkap mengenai keputusan bisnis top dunia terburuk berikut hingga selesai <em>ya<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Google_%E2%80%93_Tidak_jadi_Dibeli_Oleh_Exite\"><\/span>1. <strong>Google &#8211; Tidak jadi Dibeli Oleh Exite<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Excite merupakan <em>search engine<\/em> terbesar pada tahun 1990-an. Melansir <a href=\"https:\/\/www.surfky.com\/worst-business-decisions\"><em>Surfky Finance<\/em><\/a>, <em>founder <\/em>Google, Larry Page dan Sergey Brin mendatangi Excite dan berusaha menjual Google seharga USD 1 juta.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan itu saja, kedua <em>founder<\/em> Google itu bahkan menurunkan harganya menjadi USD 750 ribu &#8211; USD 250 ribu Sebuah tawaran yang cukup menggiurkan untuk perusahaan yang saat ini sudah bertumbuh dan dihargai sebesar USD 395 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun sayang, George Bell, CEO Excite tidak berkenan untuk membeli Google karena ia ingin menempuh jalannya sendiri. Hingga beberapa tahun setelahnya, saham Excite anjlok dan Google semakin naik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/brand-skincare-china-viral-tiktok\/\">11 Brand Skincare China Viral TikTok yang Laku Keras di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Motorola_%E2%80%93_Enggan_Membuat_Smartphone\"><\/span><strong>2. Motorola &#8211; Enggan Membuat<\/strong><strong><em> Smartphone<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan laporan dari <a href=\"https:\/\/www.nbcnews.com\/businessmain\/worst-business-decisions-all-time-1c6589327\">NBCNews<\/a>, kesuksesan ponsel Razr yang memiliki desain tipis dan unik, mendorong Motorola mencapai puncak pendapatan yang tinggi di tahun 2006. Mereka berhasil menguasai 22% pasar ponsel.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan di tahun itu, Motorola berhasil meraih pendapatan sebesar USD 43,7 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, perusahaan ini gagal meluncurkan ponsel pintar generasi baru yang memanfaatkan merek Razr. Hingga pada tahun 2007, Motorola menjual ponsel tradisional dengan harga yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, akibat kurangnya urgensi dan penyesuaian dengan pasar, yang kala itu sudah mulai beralih ke <em>smartphone.<\/em> Saham Motorola mengalami penurunan yang signifikan lebih dari 90%, dari bulan Oktober 2006 hingga Maret 2009 yaitu dari awalnya saham perusahaan mencapai lebih dari USD 107 menjadi kurang dari USD 13.<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan pun&nbsp; merilis <em>smartphone<\/em> Razr di tahun 2010, namun itu tidak membuahkan hasil, karena Motorola harus bersaing dengan BlackBerry dan iPhone.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan itu saja, kegagalan Motorola juga disebabkan karena mereka tidak beralih ke 3G, disaat kompetitor mulai&nbsp; menerapkannya. Di tahun ini juga Motorola hanya mencatatkan pendapatan sebesar USD 22 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegagalan ini akhirnya menjadikan perusahaan terpuruk dan unit <em>mobile<\/em>-nya dipisah dan dijual ke Google Inc.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Blockbuster_vs_Netflix\"><\/span><strong>3. Blockbuster vs Netflix<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pada awal tahun 2000-an, Blockbuster adalah jaringan rental video terbesar di Amerika. Mereka memiliki lebih dari 9,000 toko persewaan video dan DVD di seluruh dunia, dengan pendapatan tahunan mendekati USD 6 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 2000, <em>startup<\/em> baru Netflix menawarkan mereka USD 50 juta untuk membantu meluncurkan layanan DVD<em> streaming<\/em>.&nbsp; Namun,&nbsp; mereka menolak tawaran itu dan lebih memilih mempertahankan bisnis sewa fisik mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengambilan keputusan bisnis ini akhirnya menjadi salah satu kesalahan besar yang sangat merugikan Blockbuster. Hal ini terjadi ketika Netflix berkembang menjadi layanan <em>streaming<\/em> yang dominan, sedangkan Blockbuster harus mengalami kebangkrutan&nbsp; pada tahun 2013.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/syarat-live-tiktok\/\">Belum Bisa Live TikTok? Cek Dulu Syarat Wajib Ini!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kodak_%E2%80%93_Bertahan_dengan_Kamera_Filmnya\"><\/span><strong>4. Kodak &#8211; Bertahan dengan Kamera Filmnya<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kodak adalah pemimpin dalam industri fotografi dan kamera selama lebih dari 10 dekade. Namun, pada akhir 1990-an, mereka gagal untuk beradaptasi dengan fotografi digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan sebetulnya, Kodak memiliki teknologi fotografi digital pada awal 1970-an karena melihat tren dunia yang akan beralih ke kamera digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi mereka enggan melibatkan diri sepenuhnya dalam pengembangan teknologi tersebut, karena khawatir bisa melemahkan penjualan kamera film-nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya, perusahaan ini tidak bisa bersaing dengan kompetitor yang lebih inovatif. Bahkan dua kompetitornya, Fuji dan Sony sudah lebih dulu masuk ke pasar kamera digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 2012, Kodak pun resmi mengalami kebangkrutan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Yahoo_%E2%80%93_Menolak_Tawaran_Miliaran_Dollar_dari_Microsoft\"><\/span><strong>5. Yahoo &#8211; Menolak Tawaran Miliaran Dollar dari Microsoft<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Melansir The Ladders, Microsoft berencana untuk mengakuisisi Yahoo pada tahun 2008 dengan penawaran senilai USD 44,6 miliar. Namun, Yahoo menolak tawaran tersebut karena dianggap terlalu rendah.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemegang saham Yahoo kala itu merasa bahwa nilai perusahaan Yahoo lebih tinggi daripada yang ditawarkan oleh Microsoft. Namun, penolakan itu ternyata salah, karena sejak saat itu nilai Yahoo terus menurun.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 2011, kapitalisasi pasar Yahoo hanya sekitar USD 22,24 miliar. Tahun 2015, Yahoo bahkan mengalami kerugian sebesar USD 4,4 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga akhirnya, Verizon, salah satu perusahaan internasional telekomunikasi Amerika Serikat, mengakuisisi Yahoo pada tahun 2016 dengan harga USD 4,83 miliar. Ini mengakhiri berdirinya Yahoo secara independen.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/beli-followers-instagram-tiktok-indonesia-murah\/\">Dampak Beli Followers Instagram dan TikTok Indonesia Murah<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Melihat beberapa contoh keputusan tersebut, bisa dikatakan bahwa tidak semua keputusan memberikan hasil baik untuk keberlangsungan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada kalanya pemilik bisnis mengambil langkah yang keliru hingga menyebabkan keputusan yang buruk bahkan berdampak fatal.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, sebagai pemilik bisnis, kamu perlu mengambil langkah yang tepat agar terhindar dari hal buruk yang bisa saja terjadi dan mengancam keberlangsungan bisnis. Salah satunya dengan mulai menggunakan digital <em>invoice<\/em>. Mengapa?<\/p>\n\n\n\n<p>Itu karena, ketika bisnis atau perusahaan kamu masih bergantung pada proses manual dalam operasinya, kemungkinan terjadinya <em>human error<\/em> sangat tinggi. Tentu hal ini berpotensi merugikan perusahaan bukan? Selain itu, kamu juga jadi tidak terbuka pada perkembangan teknologi yang sebetulnya bisa membuat bisnismu semakin produktif.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Nah,<\/em> agar lebih mudah, kamu bisa menggunakan Paper dalam pembuatan hingga pengirimannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Paper adalah <em>platform invoice<\/em> yang bisa membuat dan kirim <em>invoice<\/em> digital secara otomatis. Bahkan <em>customer<\/em> bisa bayar <em>invoice <\/em>itu melalui metode<em> payment<\/em> apapun dengan mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>Sangat menarik bukan? <em>Yuk<\/em>, gunakan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Paper<\/strong><\/a> sekarang, gratis!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-penjualan.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=keputusan_bisnis_banner\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Invoice-Penjualan-Banner.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-13590\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Invoice-Penjualan-Banner.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Invoice-Penjualan-Banner-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Invoice-Penjualan-Banner-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keputusan bisnis adalah salah satu kunci dalam perencanaan dan operasional perusahaan, baik yang sedang berjalan maupun yang akan datang. Namun, terdapat situasi dimana keputusan yang diambil justru berakibat fatal hingga mengakibatkan kerugian yang signifikan. Nah, contoh keputusan bisnis yang buruk itu pernah menggemparkan bisnis internasional. Kala itu, keputusan manajemennya berhasil membawa perusahaan-perusahaan top dunia merugi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":13608,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Pengambilan Keputusan Bisnis Terburuk, Apa yang Terjadi?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam sejarah, sudah tercatat sedikitnya 5 keputusan bisnis terburuk yang diambil pada masanya. Apa sajakah itu? Yuk, simak dalam artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keputusan-bisnis-terburuk\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Pengambilan Keputusan Bisnis Terburuk, Apa yang Terjadi?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam sejarah, sudah tercatat sedikitnya 5 keputusan bisnis terburuk yang diambil pada masanya. Apa sajakah itu? Yuk, simak dalam artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keputusan-bisnis-terburuk\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-02T05:47:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-23T02:38:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/keputusan-bisnis-terburuk.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"666\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Pengambilan Keputusan Bisnis Terburuk, Apa yang Terjadi?","description":"Dalam sejarah, sudah tercatat sedikitnya 5 keputusan bisnis terburuk yang diambil pada masanya. Apa sajakah itu? Yuk, simak dalam artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keputusan-bisnis-terburuk\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"5 Pengambilan Keputusan Bisnis Terburuk, Apa yang Terjadi?","og_description":"Dalam sejarah, sudah tercatat sedikitnya 5 keputusan bisnis terburuk yang diambil pada masanya. Apa sajakah itu? Yuk, simak dalam artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keputusan-bisnis-terburuk\/","og_site_name":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2023-10-02T05:47:51+00:00","article_modified_time":"2026-02-23T02:38:35+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":666,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/keputusan-bisnis-terburuk.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keputusan-bisnis-terburuk\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keputusan-bisnis-terburuk\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"5 Pengambilan Keputusan Bisnis Terburuk dalam Sejarah","datePublished":"2023-10-02T05:47:51+00:00","dateModified":"2026-02-23T02:38:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keputusan-bisnis-terburuk\/"},"wordCount":835,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keputusan-bisnis-terburuk\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keputusan-bisnis-terburuk\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keputusan-bisnis-terburuk\/","name":"5 Pengambilan Keputusan Bisnis Terburuk, Apa yang Terjadi?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-10-02T05:47:51+00:00","dateModified":"2026-02-23T02:38:35+00:00","description":"Dalam sejarah, sudah tercatat sedikitnya 5 keputusan bisnis terburuk yang diambil pada masanya. Apa sajakah itu? Yuk, simak dalam artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keputusan-bisnis-terburuk\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keputusan-bisnis-terburuk\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/keputusan-bisnis-terburuk\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Pengambilan Keputusan Bisnis Terburuk dalam Sejarah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13607"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13607"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13607\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33227,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13607\/revisions\/33227"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13608"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13607"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13607"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13607"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}