{"id":13603,"date":"2023-10-02T05:02:57","date_gmt":"2023-10-01T22:02:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=13603"},"modified":"2025-11-02T18:10:35","modified_gmt":"2025-11-02T11:10:35","slug":"influencer-marketing-vs-affiliate","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-vs-affiliate\/","title":{"rendered":"Influencer Marketing vs Affiliate: Untung Mana untuk Bisnis?"},"content":{"rendered":"\n<p>Dengan perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat, kini bisnis dapat mempromosikan jasa dan produk mereka melalui cara-cara yang beragam. Salah satu di antaranya adalah bekerja sama dengan <em>influencer<\/em>&nbsp; atau menggunakan <strong><em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/cara-affiliate-marketing-adalah\/\">affiliate marketing<\/a><\/em>.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, apa itu<em> influencer<\/em> dan <em>affiliate marketing<\/em>? Apa bedanya?&nbsp; Dan manakah yang lebih baik untuk kesuksesan bisnismu?<\/p>\n\n\n\n<p>Simak penjelasan lengkapnya di dalam artikel ini, <em>yaa<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><strong>Ini Dia Harga Rata-rata Endorse Influencer di Instagram (Update 2023)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengenal_Influencer_Marketing\"><\/span><strong>Mengenal <\/strong><strong><em>Influencer Marketing<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Influencer marketing<\/em> adalah strategi kerjasama bisnis dengan pembuat konten yang memiliki pengaruh di sosial media untuk mempromosikan produk atau jasa mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam strategi<em> influencer marketing<\/em>, seorang<em> influencer<\/em> setuju untuk membuat konten tentang produk atau jasa kamu dan membagikannya di media sosial atau blog mereka. Biasanya, kerja sama ini bersifat singkat dan terdiri dari beberapa postingan atau artikel.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Influencer<\/em> sendiri&nbsp; dibagi menjadi empat jenis berdasarkan jumlah<em> followernya<\/em> yaitu nano micro macro mega<em> influencer<\/em> .<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Mega<em> Influencer<\/em> yaitu seorang <em>influencer <\/em>dengan 1 juta atau lebih pengikut<\/li>\n\n\n\n<li>Macro<em> Influencer<\/em> dengan <em>follower<\/em> antara 100,000 hingga 1 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Micro <em>Influencer <\/em>dengan 1,000 sampai 100,000 pengikut<\/li>\n\n\n\n<li>Nano <em>Influencer<\/em> dengan <em>follower <\/em>kurang dari 1,000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan jumlah pengguna media sosial yang sangat besar saat ini, <em>campaign<\/em> <em>influencer <\/em>yang sukses dan viral bisa dengan cepat&nbsp; meningkatkan <em>brand awareness<\/em> dan meningkatkan jangkaun produk kamu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sekilas_Tentang_Affiliate_Marketing\"><\/span><strong>Sekilas Tentang <\/strong><strong><em>Affiliate Marketing<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah kita memahami&nbsp; definisi dari&nbsp; <em>influencer<\/em>, sekarang kita akan membahas apa yang dimaksud dengan <em>affiliate marketing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Affiliate marketing<\/em> adalah salah satu jenis strategi <em>digital marketing<\/em> dimana bisnis bermitra dengan bisnis lain untuk mempromosikan dan menjual produk atau jasa mereka melalui <em>platform <\/em>digital&nbsp; seperti blog, akun media sosial, dan situs web.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Affiliator<\/em> akan membagikan dan menyimpan <em>link <\/em>yang mengarah ke situs web produk kamu, atau yang juga dikenal sebagai <em>affiliate link<\/em>, dalam konten yang mereka buat.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh <em>affiliate marketing<\/em> adalah ketika kamu melihat artikel di blog yang membahas tentang material bangunan, lalu kamu melihat ada tautan link di artikel tersebut, ketika kamu mengkliknya akan langsung diarahkan&nbsp; ke website yang menjual berbagai jenis material bangunan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Influencer_dan_Affiliate_Marketing\"><\/span><strong>Perbedaan <em>Influencer<\/em> dan<em> Affiliate Marketing<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun keduanya sama-sama menjadi bagian dari pemasaran digital, tetapi<em> influencer<\/em> dan <em>affiliate marketing <\/em>memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Apa saja?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Partisipasi\"><\/span>1. Partisipasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan pertama terletak pada bagaimana bisnis dan konten kreator berpartisipasi. Dalam <em>affiliate marketing<\/em>, <em>affiliator<\/em> bisa berupa individu atau organisasi, asalkan mereka memiliki <em>online presence<\/em> di blog, situs web, aplikasi, atau postingan media sosial.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, bisnis yang menggunakan pemasaran afiliasi, &nbsp; umumnya bekerjasama dengan banyak mitra di <em>platform online <\/em>yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan<em> influencer<\/em>, bisa seperti pasangan, artis, tokoh atau band yang memiliki audiens atau <em>followers<\/em> yang signifikan di platform sosial media seperti Instagram, TikTok, atau Youtube yang mewakili sejumlah target audiens tertentu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan pemasaran afiliasi yang bekerja sama dengan banyak <em>affiliate<\/em>, <em>brand<\/em> yang menggunakan pemasaran <em>influencer<\/em> biasanya hanya berkomunikasi langsung&nbsp; individu ke individu<em>influencer<\/em> saja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Model_pembayaran\"><\/span>2. Model pembayaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Influencer<\/em> biasanya menerima pembayaran tetap untuk jasa yang mereka berikan, atau bisa juga menjalin kerja sama jangka panjang dengan keuntungan yang beragam mulai dari promosi yang dilakukan, pembayaran tunai, bonus berdasarkan kinerja, hingga banyak <em>freebies<\/em> dan hal ini sifatnya cukup terikat karena influencer harus memastikan delivery promosi bisa tepat sasaran &amp; biasanya bertanggung jawab untuk memastikan hasil akhir<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu,<em> affiliator<\/em> hanya perlu menjual produk atau jasa terlebih dahulu untuk mendapatkan bayaran atau komisi dari pemilik produk, tanpa adanya keterikatan secara khusus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Fokus_promosi\"><\/span>3. Fokus promosi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam strategi <em>affiliate marketing<\/em>,<em> affiliator<\/em> biasanya fokus untuk mempromosikan produk atau jasa tertentu dan mendorong penjualan untuk produk dan jasa tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, <em>influencer marketing<\/em>&nbsp; lebih sering fokus pada mempromosikan bisnis atau <em>brand<\/em> secara keseluruhan serta membangun kesadaran dan loyalitas <em>brand <\/em>&nbsp;di antara<em> follower<\/em> mereka.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jadi_Mana_yang_Lebih_Cocok_untuk_Bisnis_Kamu\"><\/span><strong>Jadi, Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnis Kamu?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui bahwa pendekatan pemasaran digital apapun yang kamu pilih harus didasarkan pada tiga faktor berikut;<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Apa tujuan kamu?<\/li>\n\n\n\n<li>Siapa audiens atau target konsumen kamu dan dimana mereka biasanya menghabiskan waktu <em>online<\/em>?<\/li>\n\n\n\n<li>Berapa <em>budget <\/em>yang kamu miliki?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Tentu saja, faktor-faktor ini akan berubah seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan bisnis. Jangan lupa bahwa kamu tidak perlu terpaku dengan satu jenis strategi saja, kamu bisa bergantian antara menggunakan<em> influencer <\/em>dan <em>affiliator<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah memahami definisi dari<em> influencer <\/em>dan <em>affiliate marketing<\/em>, perbedaannya, dan cara memilih strategi mana yang tepat untuk bisnis kamu.&nbsp; Dapat disimpulkan bahwa jika ingin meningkatkan <em>brand awareness<\/em>, sebaiknya gunakan<em> influencer<\/em>. Namun, jika tujuanmu adalah meningkatkan penjualan, lebih baik menggunakan pemasaran afiliasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><strong>Cara Memaksimalkan Affiliate Marketing Hingga 3X Lipat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, bagi kamu yang&nbsp; yang menggunakan strategi<em> affiliate marketing<\/em>, salah satu tugas yang penting untuk dilakukan adalah&nbsp; mengelola pembayaran kepada afiliasi dengan baik. Hal ini&nbsp; mencakup pembuatan faktur yang tepat untuk komisi dan bonus yang diterima oleh <em>affiliator<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu saja, pembuatan faktur jika dilakukan secara manual akan memakan banyak waktu dan berpotensi terjadinya <em>human error<\/em> yang akhirnya dapat menyebabkan penundaan dalam pembayaran. Tapi, jangan khawatir, Paper.id punya solusinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Paper.id adalah <em>platform invoice<\/em> yang memungkinkan kamu untuk membuat <em>invoice <\/em>pembayaran dengan cepat, mudah, dan praktis.&nbsp; <em>Invoice <\/em>yang kamu buat&nbsp; di Paper juga akan bisa langsung dibubuhi e-meterai. Selain itu, kamu&nbsp; bisa mengirim dokumen ini dengan cepat melalui WhatsApp, <em>lho<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, tunggu apa lagi segera gunakan <a href=\"https:\/\/paper.id\/\">Paper.id<\/a> sekarang juga dengan klik tombol di bawah ini, ya!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-penjualan.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=affiliate_marketing_banner\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Invoice-Penjualan-Banner.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-13590\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Invoice-Penjualan-Banner.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Invoice-Penjualan-Banner-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Invoice-Penjualan-Banner-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat, kini bisnis dapat mempromosikan jasa dan produk mereka melalui cara-cara yang beragam. Salah satu di antaranya adalah bekerja sama dengan influencer&nbsp; atau menggunakan affiliate marketing. Lantas, apa itu influencer dan affiliate marketing? Apa bedanya?&nbsp; Dan manakah yang lebih baik untuk kesuksesan bisnismu? Simak penjelasan lengkapnya di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":13604,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Influencer Marketing vs Affiliate, Pilih Mana untuk Bisnismu?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Influencer marketing dan affiliate marketing sering jadi pilihan di dunia marketing saat ini. Baiknya pilih yang mana untuk bisnis, ya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-vs-affiliate\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Influencer Marketing vs Affiliate, Pilih Mana untuk Bisnismu?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Influencer marketing dan affiliate marketing sering jadi pilihan di dunia marketing saat ini. Baiknya pilih yang mana untuk bisnis, ya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-vs-affiliate\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-01T22:02:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-02T11:10:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/influencer-marketing.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Influencer Marketing vs Affiliate, Pilih Mana untuk Bisnismu?","description":"Influencer marketing dan affiliate marketing sering jadi pilihan di dunia marketing saat ini. Baiknya pilih yang mana untuk bisnis, ya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-vs-affiliate\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Influencer Marketing vs Affiliate, Pilih Mana untuk Bisnismu?","og_description":"Influencer marketing dan affiliate marketing sering jadi pilihan di dunia marketing saat ini. Baiknya pilih yang mana untuk bisnis, ya?","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-vs-affiliate\/","og_site_name":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2023-10-01T22:02:57+00:00","article_modified_time":"2025-11-02T11:10:35+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":667,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/influencer-marketing.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-vs-affiliate\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-vs-affiliate\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Influencer Marketing vs Affiliate: Untung Mana untuk Bisnis?","datePublished":"2023-10-01T22:02:57+00:00","dateModified":"2025-11-02T11:10:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-vs-affiliate\/"},"wordCount":864,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-vs-affiliate\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-vs-affiliate\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-vs-affiliate\/","name":"Influencer Marketing vs Affiliate, Pilih Mana untuk Bisnismu?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-10-01T22:02:57+00:00","dateModified":"2025-11-02T11:10:35+00:00","description":"Influencer marketing dan affiliate marketing sering jadi pilihan di dunia marketing saat ini. Baiknya pilih yang mana untuk bisnis, ya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-vs-affiliate\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-vs-affiliate\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/influencer-marketing-vs-affiliate\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Influencer Marketing vs Affiliate: Untung Mana untuk Bisnis?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13603"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13603"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13603\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31826,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13603\/revisions\/31826"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13604"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13603"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13603"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13603"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}