{"id":12450,"date":"2023-08-30T19:00:54","date_gmt":"2023-08-30T19:00:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=12450"},"modified":"2025-12-17T09:19:08","modified_gmt":"2025-12-17T02:19:08","slug":"buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller\/","title":{"rendered":"Buat Barang Sendiri atau Jadi Reseller, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Bisnis?"},"content":{"rendered":"\n<p>Kalau berbisnis dengan menjajakan produk, salah satu kontemplasi yang sering terbesit di pikiran pemilik bisnis pasti adalah tentang apakah lebih baik buat barang sendiri atau jadi <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/perbedaan-reseller-dan-dropship\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">reseller<\/a> <\/em>saja?<\/p>\n\n\n\n<p>Yang dimaksud <em>reseller <\/em>adalah menjual kembali barang yang kamu beli dari orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Membuat produk sendiri tidak mudah dan melalui proses yang panjang. Di sisi lain, menjual produk yang kamu beli dari orang lain membuat harganya jadi lebih mahal sehingga lebih menantang untuk bersaing di pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah kamu sedang galau tentang keputusan ini juga? Jika iya, simak artikel ini, ya. Paper akan memberi perspektif untukmu agar dapat memahami secara objektif pilihan mana yang paling tepat untuk situasi serta visi dan misi bisnismu ke depannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, langsung saja mulai pembahasan tentang lebih baik buat barang sendiri atau jadi <em>reseller<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Buat_Barang_Sendiri\"><\/span><strong>Buat Barang Sendiri<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelebihan\"><\/span><strong>Kelebihan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut kelebihan jika kamu buat barang sendiri:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Lebih_hemat_biaya\"><\/span>1. Lebih hemat biaya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Salah satu keuntungan utama dari memproduksi barang jualanmu sendiri adalah banyaknya biaya yang bisa dihemat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau memproduksi sendiri, kamu tidak perlu memikirkan soal tambahan biaya atau keuntungan yang ditetapkan oleh <em>supplier<\/em>, biaya pengiriman, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, produk jadi yang bisnismu hasilkan harganya cenderung lebih murah dibanding beli jadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai gambaran, mari ambil contoh dari bisnis <em>fashion<\/em>. Menurut The Cronut Project, 100 <em>yard <\/em>kain dapat dijahit menjadi 4 lusin atau 48 potong baju. Harga kain per <em>yard <\/em>sendiri adalah Rp30.000 saja. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika ditambah biaya jahit sekitar Rp25.000, modal yang perlu kamu keluarkan per baju tidak sampai Rp50.000. Sangat murah, kan? Tentu saja, angka ini bisa variatif tergantung bahan kain, aksesoris tambahan, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, di sisi lain, ada pula produk-produk yang sulit diproduksi sendiri dan mahal, sehingga akan lebih murah jika dibeli untuk dijual lagi, misalnya produk elektronik. Selain kompleks dan membutuhkan sistem yang mumpuni, produk seperti ini hanya akan lebih murah jika diproduksi dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kualitas_bisa_ditentukan_sendiri\"><\/span>2. Kualitas bisa ditentukan sendiri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Memproduksi barang sendiri tentu saja berarti kamu punya kendali penuh atas kualitas produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu bisa mewujudkan visimu, apakah ingin memproduksi barang yang berkualitas seperti apa, misalnya kualitas standar hingga tinggi sekalipun.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat melakukan <em>quality control<\/em>, kamu juga berhak menolak produk yang hasil produksinya tidak sesuai dengan kemauanmu sehingga kamu dapat memastikan konsumen mendapatkan barang dengan kualitas yang paling layak.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Cepat_beradaptasi_dengan_perubahan\"><\/span>3. Cepat beradaptasi dengan perubahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Seperti yang kita semua ketahui, kondisi pasar khususnya di Indonesia sangat cepat berubah. Sebagai pebisnis, sangat penting untuk siap beradaptasi menghadapi hal-hal tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Nah, kalau kamu memproduksi barang jualanmu sendiri, kamu lebih leluasa untuk menentukan kapan perlu melakukan <em>inovasi <\/em>produk untuk menghadapi preferensi konsumen yang berganti-ganti agar bisnis selalu <em>up-to-date.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekurangan\"><\/span>Kekurangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sementara itu, jika buat barang sendiri berikut kekurangannya:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Biaya_awal_yang_besar\"><\/span>1. Biaya awal yang besar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Untuk membuat produk sendiri, tentu dibutuhkan biaya awal yang tidak sedikit. Pasalnya, kamu harus membeli alat-alat produksi, bahan baku, kemasan, dan variabel lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Butuh_pengetahuan_yang_mendalam\"><\/span>2. Butuh pengetahuan yang mendalam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Sebagai pebisnis yang memproduksi barang sendiri, kamu harus punya pemahaman dalam berbagai bidang, mulai dari pengetahuan bahan baku, akuntansi, <em>marketing<\/em>, distribusi, dasar-dasar menjalankan bisnis, dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Butuh_waktu\"><\/span>3. Butuh waktu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Membeli barang jadi dan langsung dijual setelahnya sudah pasti jauh lebih cepat dibanding membuat sendiri. Jika kamu menginginkan dana cepat, pilihan ini mungkin kurang tepat untukmu.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, untuk bisa membandingkan lebih baik buat barang sendiri atau jadi reseller, kamu wajib juga paham plus minusnya dari sisi menjadi <em>reseller<\/em> berikut ini:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Reseller\"><\/span><em>Reseller<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelebihan-2\"><\/span>Kelebihan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut kelebihan jadi <em>reseller <\/em>ketimbang buat barang sendiri:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Lebih_cepat\"><\/span>1. Lebih cepat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Sebagai <em>reseller<\/em>, kamu bisa dengan mudah tinggal mencari <em>supplier <\/em>barang yang kamu inginkan dan membelinya. Karena produk sudah siap, kamu bisa langsung menjualnya kepada pelangganmu tanpa harus menunggu produksi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Modal_tidak_harus_besar\"><\/span>2. Modal tidak harus besar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Tidak seperti membuat produk sendiri, kamu <em>sebagai <\/em>reseller bebas dari biaya-biaya tinggi seperti modal untuk alat, tempat produksi, distribusi, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak jarang seorang <em>reseller <\/em>memulai dengan modal yang sangat terjangkau. Bahkan, bukan mustahil untuk mulai dari ratusan ribu dan bertahap mengembangkan volume jualanmu.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Bisa_pilih_banyak_produk\"><\/span>3. Bisa pilih banyak produk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Seorang <em>reseller <\/em>bisa memesan produk dari supplier yang berbeda-beda. Dengan begitu, kamu jadi bisa punya pilihan produk yang bermacam-macam. Bahkan, jika jenisnya berbeda pun masih memungkinkan. Misalnya, kamu berjualan <em>skincare<\/em>, <em>makeup<\/em>, buku, dan tas sekaligus.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekurangan-2\"><\/span>Kekurangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sementara itu, berikut kekurangannya jika kamu menjadi seorang <em>reseller<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Persaingan_lebih_ketat\"><\/span>1. Persaingan lebih ketat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Membeli barang dari <em>supplier <\/em>atau produsen lain membuat produkmu tidak begitu unik. Artinya, banyak pesaing dengan produk yang sama denganmu di luar sana. Nah, untuk mengatasi hal ini, penting untuk jadi kreatif dan menemukan keunikan dari bisnismu sehingga kamu dipilih oleh pelanggan daripada yang lain.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Margin_keuntungan_lebih_rendah\"><\/span>2. Margin keuntungan lebih rendah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Umumnya, <em>reseller <\/em>tidak bisa mematok <em>margin <\/em>terlalu tinggi. Pasalnya, jika kamu beroperasi dengan harga jual yang jauh dari harga beli, produk kemungkinan besar akan jadi terlalu mahal. Sementara, jika produksi sendiri, biaya produksi per barang jadi lebih rendah, sehingga kamu dapat menjual dengan <em>margin <\/em>yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tidak_punya_kontrol_terhadap_kualitas_dan_kuantitas_produksi\"><\/span>3. Tidak punya kontrol terhadap kualitas dan kuantitas produksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Karena tidak memproduksi sendiri, kamu tidak punya andil dalam menentukan kualitas dan kuantitas produk yang didapat dari supplier.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika tidak cermat memilih pemasok, kamu bisa rugi karena mendapat produk yang kurang bagus atau kurang cocok dengan target pasarmu. Oleh karena itu, pilihlah <em>supplier <\/em>dengan cermat, ya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/cara-praktis-menghitung-biaya-produksi-dalam-bisnis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Cara Praktis Menghitung Biaya Produksi dalam Bisnis, Efisien!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mana_yang_Lebih_Menguntungkan_Buat_Barang_Sendiri_atau_Jadi_Reseller\"><\/span><strong>Mana yang Lebih Menguntungkan, Buat Barang Sendiri atau Jadi <em>Reseller<\/em>?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kedua opsi bisnis ini sebenarnya sama-sama menguntungkan dengan caranya sendiri. Namun, keuntungan antara keduanya dapat bervariasi. Ada banyak faktor yang memengaruhi hal ini, misalnya pemilihan produk, industri pilihanmu, kondisi pasar, strategi marketing, dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah menimbang kelebihan dan kekurangan dari kedua opsi tersebut, kamu bisa membuat keputusan yang paling cocok dengan situasimu saat ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika saat ini kamu belum memiliki terlalu banyak modal untuk memproduksi barang sendiri, kamu bisa mulai mendapatkan penghasilan dengan menjadi reseller terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak menutup kemungkinan suatu hari kamu pun akan bisa berdagang dengan merek sendiri saat sudah mengumpulkan modal yang cukup. Yang penting, kamu punya pemahaman yang mendalam dan strategi jitu dalam memilih produk dan menyesuaikannya dengan audiens targetmu.<\/p>\n\n\n\n<p>Baik buat barang sendiri atau jadi <em>reseller<\/em>, jika kamu sudah mulai membangun bisnis dan ingin menjalankannya dengan teratur.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, kamu bisa atur kebutuhan modal usaha dan kelola pembayaran bisnis lebih fleksibel dengan berbagai kartu kredit bisnis dari <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Paper<\/strong><\/a>. Tempo pembayaran makin panjang, <em>cash flow <\/em>bisnis lebih lega.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Paper Pioneer Card<\/strong>: Akses cepat ke limit <strong>besar mulai dari Rp50 juta tanpa biaya tahunan<\/strong>, cocok untuk bisnis yang ingin melesat lebih cepat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Paper Horizon Card<\/strong>: Perpanjang <strong>tempo pembayaran hingga 60<\/strong> hari dan <strong>terbitkan kartu tambahan virtual sendiri atas nama PT\/CV untuk <em>budgeting<\/em> bisnis sesuai kebutuhan.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Semua terhubung langsung dalam satu <em>dashboard<\/em> untuk pencatatan otomatis dan laporan keuangan yang efektif.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daftar sekarang dan pilih <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/solusi-kartu-kredit-bisnis.php\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kartu kredit bisnis<\/a> yang paling sesuai dengan kebutuhan kamu!<\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=buat_barang_sendiri_atau_reseller&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Gunakan Paper Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau berbisnis dengan menjajakan produk, salah satu kontemplasi yang sering terbesit di pikiran pemilik bisnis pasti adalah tentang apakah lebih baik buat barang sendiri atau jadi reseller saja? Yang dimaksud reseller adalah menjual kembali barang yang kamu beli dari orang lain. Membuat produk sendiri tidak mudah dan melalui proses yang panjang. Di sisi lain, menjual [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":12453,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7862],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Buat Barang Sendiri atau Jadi Reseller, Untung Mana?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Buat barang sendiri atau jadi reseller? Pertanyaan ini pasti pernah kamu pikirkan. Temukan jawabannya di sini, yuk!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Buat Barang Sendiri atau Jadi Reseller, Untung Mana?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Buat barang sendiri atau jadi reseller? Pertanyaan ini pasti pernah kamu pikirkan. Temukan jawabannya di sini, yuk!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-30T19:00:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-17T02:19:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/medium-shot-woman-wrapping-gifts-scaled-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Buat Barang Sendiri atau Jadi Reseller, Untung Mana?","description":"Buat barang sendiri atau jadi reseller? Pertanyaan ini pasti pernah kamu pikirkan. Temukan jawabannya di sini, yuk!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Buat Barang Sendiri atau Jadi Reseller, Untung Mana?","og_description":"Buat barang sendiri atau jadi reseller? Pertanyaan ini pasti pernah kamu pikirkan. Temukan jawabannya di sini, yuk!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2023-08-30T19:00:54+00:00","article_modified_time":"2025-12-17T02:19:08+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/medium-shot-woman-wrapping-gifts-scaled-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Buat Barang Sendiri atau Jadi Reseller, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Bisnis?","datePublished":"2023-08-30T19:00:54+00:00","dateModified":"2025-12-17T02:19:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller\/"},"wordCount":1092,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Ide Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller\/","name":"Buat Barang Sendiri atau Jadi Reseller, Untung Mana?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-08-30T19:00:54+00:00","dateModified":"2025-12-17T02:19:08+00:00","description":"Buat barang sendiri atau jadi reseller? Pertanyaan ini pasti pernah kamu pikirkan. Temukan jawabannya di sini, yuk!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/buat-barang-sendiri-atau-jadi-reseller\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Buat Barang Sendiri atau Jadi Reseller, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Bisnis?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12450"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12450"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32319,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12450\/revisions\/32319"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12453"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}