{"id":12207,"date":"2023-08-18T09:00:00","date_gmt":"2023-08-18T09:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=12207"},"modified":"2025-10-02T16:29:16","modified_gmt":"2025-10-02T09:29:16","slug":"jastip-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/jastip-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Fenomena Jastip di Indonesia, Untung atau Buntung?"},"content":{"rendered":"\n<p>Di era revolusi digital seperti sekarang, kesempatan usaha baru bermunculan di mana-mana, termasuk di Indonesia. Salah satu fenomena yang sedang menggemparkan negeri ini adalah usaha Jastip, singkatan dari \u201cJasa Titip\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Seolah menjadi mantra bagi para pecinta belanja, Jastip sudah mengubah cara konsumen berbelanja dengan cara yang lebih praktis. <em>Nggak <\/em>perlu lagi repot-repot datang ke toko fisik, menghabiskan waktu berjam-berjam mencari barang, bahkan sampai terbang ke negara lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Jastip, semua bisa terselesaikan dengan mudah hanya tinggal hubungi <em>shopper <\/em>atau \u201cjastiper\u201d yang siap bantu mencari, membeli, dan mengantarkan barang yang diinginkan sampai ke rumah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, dibalik itu semua, jadi mengundang pertanyaan besar: \u201capakah fenomena Jastip ini membawa keuntungan atau malah buntung bagi para pelakunya?\u201d Di samping bisa jadi peluang usaha yang menggiurkan, tetapi tidak bisa dipungkiri <em>kan <\/em>pasti usaha ini juga punya potensi buntung?<\/p>\n\n\n\n<p><em>Tenang<\/em>! Berikut ini ada beberapa keuntungan dan potensi buntung dari usaha Jastip. Simak selengkapnya sampai bawah, <em>ya<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keuntungan_Jastip_yang_Menggiurkan\"><\/span><strong>Keuntungan Jastip yang Menggiurkan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa keuntungan bisnis jastip yang menggiurkan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Komisi_dari_setiap_transaksi\"><\/span>1. Komisi dari setiap transaksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kamu akan mendapatkan komisi dari setiap transaksi yang berhasil kamu lakukan. Ini berarti bahwa semakin banyak transaksi yang sukses diselesaikan, semakin besar pula potensi keuntungan yang akan kamu dapatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Intinya, kamu harus bisa cermat dalam menentukan strategi komisi yang bisa kamu dapatkan dari setiap komisi. Misalnya, kamu membuat paket layanan premium yang menawarkan nilai tambah bagi konsumen dengan cara memberikan layanan yang lebih cepat, jaminan pengemasan, pengecekan kualitas produk secara menyeluruh, atau memilih produk eksklusif yang sulit ditemukan di tempat lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Alternatif lainnya, mungkin kamu bisa tingkatkan komisi dari segi berat barang, karena barang-barang yang lebih berat mungkin memerlukan usaha dan biaya lebih besar dalam proses pengangkutan dan penanganannya.\u00a0<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/one.paper.id\/YcQX\/u4bs1gz4\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"400\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/FS-Banner-Card-Based-Financing.png\" alt=\"financial service banner\" class=\"wp-image-30434\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/FS-Banner-Card-Based-Financing.png 900w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/FS-Banner-Card-Based-Financing-300x133.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/FS-Banner-Card-Based-Financing-768x341.png 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Waktunya_lebih_fleksibel\"><\/span>2. Waktunya lebih fleksibel<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagai seorang <em>Jastiper<\/em>, kamu bisa mengatur jadwal kerja kamu sendiri sesuai dengan kenyamanan dan kesibukan kamu sendiri. Jadi, kamu punya kendali atas waktu dan menjalankan bisnis dengan lebih leluasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini juga memungkinkan kamu bisa menjalankan bisnis Jastip sebagai pekerjaan <em>part-time<\/em> atau bahkan <em>full-time<\/em>, <em>lho. <\/em>Jika kamu punya pekerjaan utama, bisnis ini cocok sekali jadi sumber tambahan yang sangat menggiurkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Punya_kesempatan_mengembangkan_skill_bahasa\"><\/span>3. <strong>Punya kesempatan mengembangkan <em>skill <\/em>bahasa<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jastip <em>kan <\/em>sering melibatkan pengiriman produk dari dalam hingga luar negeri, <em>nah <\/em>ini bisa membuka peluang untuk berinteraksi dengan penjualan atau <em>supplier <\/em>dari berbagai negara. Dengan demikian, kamu bisa mengembangkan keterampilan bahasa asing, bahkan sampai bisa memahami budaya bisnis yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, kamu <em>open Jastip <\/em>produk dari Jepang, kemungkinan besar kamu berpeluang untuk berinteraksi dengan penjual dari Jepang. Dalam prosesnya, kamu bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang, seperti menyapa, mengucapkan terima kasih, atau bertanya tentang ketersediaan barang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Berpeluang_untuk_menjadi_ahli_niche\"><\/span>3. <strong>Berpeluang untuk menjadi ahli <em>niche<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jastip sering berfokus pada produk-produk tertentu atau <em>niche <\/em>tertentu. Dengan fokus yang jelas pada <em>niche <\/em>tertentu, kamu bisa saja jadi ahli di bidang tersebut dan menarik konsumen yang memiliki minat khusus pada produk-produk tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, kamu memutuskan untuk fokus pada <em>niche <\/em>produk kecantikan dari Korea. <em>Nah<\/em>, kamu bisa mengembangkan keahlian dan pengetahuan mendalam mengenai produk kecantikan Korea. Kau bisa mengikuti perkembangan terbaru di industri itu, mengenali merek-merek terkemuka atau yang sedang viral, dan memahami manfaat dan keunikan dari masing-masing produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingat, konsumen yang memiliki minat khusus pada produk kecantikan Korea, tentu akan merasa lebih percaya untuk menggunakan Jastip yang kamu lakukan karena mereka tahu bahwa kamu adalah ahli dalam <em>niche <\/em>tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/ambil-barang-jadi-impor-atau-lokal-mana-yang-lebih-menguntungkan\/\"><strong>Ambil Barang Jadi, Impor atau Lokal, mana yang Lebih Menguntungkan?<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Potensi_Buntung_yang_Perlu_Diwaspadai\"><\/span><strong>Potensi Buntung yang Perlu Diwaspadai<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Walaupun fenomena Jastip menawarkan banyak manfaat, kamu juga perlu hati-hati terhadap risiko buntung dari usaha Jastip ini. <em>Nah, <\/em>berikut ini beberapa potensi buntung yang perlu dipertimbangkan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Penipuan_atau_kecurangan\"><\/span>1. Penipuan atau kecurangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada risiko konsumen yang tidak jujur atau menipu yang bisa memanfaatkan layanan Jastip untuk memperoleh produk tanpa niat untuk membayar atau membatalkan pesanan setelah kamu melakukan pembelian.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Nah<\/em>, ini bisa menyebabkan kerugian secara finansial dan waktu. Untuk itu, kamu harus bisa melakukan inisiasi agar terhindar dari dampak tersebut, misalnya dengan meminta pembayaran penuh di awal atau DP terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, pastikan juga bawa alamat email, nomor telepon, alamat hingga jika perlu akun media sosialnya yang diberikan oleh konsumen benar-benar valid. Ini akan memberikan perlindungan keuangan bagi bisnis kamu jika terjadi pembatalan pesanan atau masalah pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Fluktuasi_mata_uang_dan_tarif_bea_cukai\"><\/span>2. Fluktuasi mata uang dan tarif bea cukai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bisnis Jastip yang sering kali melibatkan produk dari luar negeri berisiko terkena fluktuasi mata uang dan perubahan tarif Bea Cukai. Perubahan nilai keduanya bisa mempengaruhi komisi yang kamu dapatkan<em>, lho<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, kamu perlu melakukan <em>planning <\/em>anggaran dengan cermat, kamu bisa bisa memulai dengan riset mengenai pertukaran mata uang dan tarif Bea Cukai terkini. Dengan begitu, kamu bisa menghitung komisi yang realistis dan memahami potensi risiko yang bisa mempengaruhi pendapatan kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, kamu punya bisnis jastip produk <em>fashion <\/em>dari luar negeri ke dalam negeri dengan rincian perhitungan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Produk<\/strong>: Kamu menjastip 100 potong pakaian dengan harga unit sebesar $20<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pertukaran Mata Uang<\/strong>: Saat ini, kurs tukar mata uang rupiah ke dolar AS adalah 1 USD = Rp 14.000<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tarif Bea Cukai: <\/strong>10% dari nilai CIF (<em>Cost, Insurance<\/em>, <em>Freight<\/em>) dengan biaya pengiriman dan asuransi $300.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan informasi di atas, maka dapat dihitung:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"299\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Hitungan-Komisi-Jastip.png\" alt=\"Cara menghitung Komisi Jastip\" class=\"wp-image-12208\" style=\"width:596px;height:297px\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><em>Nah, <\/em>apabila kamu ingin mendapatkan keuntungan dari komisi sebesar 15% dari total nilai barang (CIF) dalam mata uang lokal, begini perhitungannya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Komisi = 0.15 x&nbsp; Rp 32.200.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">= Rp 4.830.000<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, berdasarkan perhitungan di atas, kamu harus menghitung komisi sebesar <strong>Rp 4.830.000 <\/strong>dari bisnis jastip ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Keterlambatan_atau_kerusakan_produk\"><\/span>3. Keterlambatan atau kerusakan produk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam proses pengiriman barang ke konsumen, terdapat potensi risiko keterlambatan pengiriman atau barang yang rusak saat tiba di tangan konsumen. Selain bisa berpotensi adanya biaya tambahan, hal ini juga bisa menyebabkan ketidakpuasan konsumen, <em>lho<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, kamu perlu mengambil tindakan pencegahan dan strategi untuk mengatasi risiko hal tersebut. Misalnya, kamu bisa bekerja sama dengan jasa pengiriman yang terpercaya dan memiliki <em>track record <\/em>yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, sebelum mengirim barang ke konsumen, kamu bisa lakukan <em>double check<\/em> kualitas produk secara menyeluruh. Pastikan barang dalam kondisi baik dan sesuai dengan pesanan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/cara-buat-pt-perorangan\/\"><strong>Cara Buat PT Perorangan, Mudah dan Sesuai UU Cipta Kerja!<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><em>Nah<\/em>, demikian keuntungan dan potensi buntung dari bisnis Jastip. Pada intinya, fenomena Jastip di Indonesia memang menawarkan keuntungan yang begitu menggiurkan. Namun, perlu diingat, tentunya tetap akan ada risiko kerugian yang harus kamu waspadai seperti yang sudah dijelaskan di atas.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, diperlukan komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan tetap jaga reputasi kamu untuk membangun bisnis Jastip yang sukses dan berkelanjutan. Jadi, terkait untung atau buntung, <em>ya <\/em>balik lagi ke kamu sebagai <em>Jastiper<\/em>, mau untung atau buntung?<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, atur kebutuhan modal usaha dan kelola pembayaran bisnis lebih fleksibel dengan berbagai kartu kredit bisnis dari <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Paper<\/strong><\/a>. Tempo pembayaran makin panjang, <em>cash flow<\/em> bisnis lebih lega.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>&#8211; Paper Pioneer Card<\/strong>: Akses cepat ke limit <strong>besar mulai dari Rp50 juta tanpa biaya tahunan<\/strong>, cocok untuk bisnis yang ingin melesat lebih cepat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>&#8211; Paper Horizon Card<\/strong>: Perpanjang <strong>tempo pembayaran hingga 60<\/strong> hari dan <strong>terbitkan kartu tambahan virtual sendiri atas nama PT\/CV untuk budgeting bisnis sesuai kebutuhan.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Semua terhubung langsung dalam satu <em>dashboard<\/em> untuk pencatatan otomatis dan laporan keuangan yang efektif.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daftar sekarang dan pilih <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/solusi-kartu-kredit-bisnis.php\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kartu kredit bisnis<\/a> yang paling sesuai dengan kebutuhan kamu!<\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=bisnis_jastip&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Gunakan Paper Sekarang<\/strong><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di era revolusi digital seperti sekarang, kesempatan usaha baru bermunculan di mana-mana, termasuk di Indonesia. Salah satu fenomena yang sedang menggemparkan negeri ini adalah usaha Jastip, singkatan dari \u201cJasa Titip\u201d. Seolah menjadi mantra bagi para pecinta belanja, Jastip sudah mengubah cara konsumen berbelanja dengan cara yang lebih praktis. Nggak perlu lagi repot-repot datang ke toko [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":12210,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7862],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Fenomena Jastip di Indonesia, Untung atau Buntung?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Salah satu fenomena bisnis yang populer di Indonesia adalah usaha Jastip, singkatan dari \u201cJasa Titip\u201d. Bikin untung atau buntung?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/jastip-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fenomena Jastip di Indonesia, Untung atau Buntung?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah satu fenomena bisnis yang populer di Indonesia adalah usaha Jastip, singkatan dari \u201cJasa Titip\u201d. Bikin untung atau buntung?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/jastip-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-18T09:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-02T09:29:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Fenomena-Jastip-di-Indonesia.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"597\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fenomena Jastip di Indonesia, Untung atau Buntung?","description":"Salah satu fenomena bisnis yang populer di Indonesia adalah usaha Jastip, singkatan dari \u201cJasa Titip\u201d. Bikin untung atau buntung?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/jastip-di-indonesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Fenomena Jastip di Indonesia, Untung atau Buntung?","og_description":"Salah satu fenomena bisnis yang populer di Indonesia adalah usaha Jastip, singkatan dari \u201cJasa Titip\u201d. Bikin untung atau buntung?","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/jastip-di-indonesia\/","og_site_name":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2023-08-18T09:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-10-02T09:29:16+00:00","og_image":[{"width":597,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Fenomena-Jastip-di-Indonesia.png","type":"image\/png"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/jastip-di-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/jastip-di-indonesia\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Fenomena Jastip di Indonesia, Untung atau Buntung?","datePublished":"2023-08-18T09:00:00+00:00","dateModified":"2025-10-02T09:29:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/jastip-di-indonesia\/"},"wordCount":1162,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Ide Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/jastip-di-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/jastip-di-indonesia\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/jastip-di-indonesia\/","name":"Fenomena Jastip di Indonesia, Untung atau Buntung?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-08-18T09:00:00+00:00","dateModified":"2025-10-02T09:29:16+00:00","description":"Salah satu fenomena bisnis yang populer di Indonesia adalah usaha Jastip, singkatan dari \u201cJasa Titip\u201d. Bikin untung atau buntung?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/jastip-di-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/jastip-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ide-bisnis\/jastip-di-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fenomena Jastip di Indonesia, Untung atau Buntung?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12207"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12207"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12207\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31061,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12207\/revisions\/31061"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12210"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}