{"id":11482,"date":"2023-06-14T10:46:00","date_gmt":"2023-06-14T03:46:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=11482"},"modified":"2025-10-01T17:04:54","modified_gmt":"2025-10-01T10:04:54","slug":"customer-segmentation","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/customer-segmentation\/","title":{"rendered":"Pahami Customer Lebih Baik Dengan <em>Customer Segmentation<\/em>"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebagai pebisnis, pasti kamu seringkali terjebak dalam paradigma \u201c<em>one size fits all<\/em>\u201d yang membuat kamu melewatkan peluang berharga. Dengan kata lain, perusahaan datang dengan satu strategi pemasaran, menggunakan teknik pemasaran massal dan pesan yang sama kepada semua orang yang melihat iklannya. Karena seringkali para pebisnis menggunakan strategi marketing ini untuk menghemat waktu dan tenaga, namun cara ini terbilang kurang efektif. Karena terkadang pesan yang disampaikan kepada <em>audiens<\/em> tidak sampai, karena setiap <em>customer <\/em>memiliki preferensi yang berbeda-beda.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Inilah mengapa penggunaan <em>customer segment <\/em>atau segmen pelanggan menjadi langkah cerdas dalam strategi pemasaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami kebutuhan, preferensi, dan perilaku <em>customer <\/em>secara mendalam, kamu bisa menggali potensi bagus untuk meraih keuntungan lebih dan jadi membangun hubungan yang baik dengan <em>customer <\/em>yang setia.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, gimana sih cara menentukan <em>customer segment<\/em> yang tepat? Simak selengkapnya di bawah, <em>ya<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/customer-experience-pengertian-faktor-dan-strategi\/\">Customer Experience: Pengertian, Faktor, dan Strategi&nbsp;<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengenal_Customer_Segment_Manfaatnya\"><\/span>Mengenal Customer Segment &amp; Manfaatnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Customer segment<\/em> adalah metode untuk mengklasifikasikan <em>customer<\/em> berdasarkan beberapa kriteria atau karakteristik tertentu. Seperti demografi, <em>behaviour customer<\/em>, hingga minat dari <em>customer<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuannya sendiri adalah untuk menciptakan pendekatan pemasaran yang lebih personal dan terarah untuk setiap kelompok <em>customer<\/em>, yang mengarah pada peningkatan kepuasan dan profitabilitas pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut manfaat customer segment untuk bisnis kamu<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Mudah memahami kebutuhan <em>customer<\/em>: <\/strong>kamu bisa memahami pelanggan secara minat dan mudah membuat <em>campaign <\/em>yang sesuai dengan target segmen yang memiliki kebutuhan dan preferensi yang berbeda.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menjaga hubungan dengan <em>customer<\/em>: <\/strong>Dengan memahami <em>customer segment<\/em> kamu bisa membangun program untuk memperkuat hubungan untuk jangka panjang dengan <em>customer<\/em> kamu.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Alokasi sumber daya lebih efisien: <\/strong>Dengan ini, kamu sebagai pebisnis dapat dengan mudah, dan fokus untuk mengalokasikan sumber daya yang ada seperti <em>campaign marketing<\/em> kepada segmen yang tepat untuk bisnis kamu.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Setelah mengetahui akan pengertian serta manfaat dari <em>customer segment<\/em>. Berikut ini penjelasan secara singkat mengenai cara melakukan <em>customer segment <\/em>dengan benar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menentukan_Customer_Segment_dengan_Tepat\"><\/span><strong>Cara Menentukan Customer Segment dengan Tepat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini merupakan cara melakukan <em>customer segment <\/em>dengan tepat guna mendapatkan keuntungan bagi bisnis kamu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Identifikasi_target_pembeli_bisnis_kamu\"><\/span>1. Identifikasi target pembeli bisnis kamu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kamu bisa memulainya dengan cara mengumpulkan data sebanyak mungkin dengan cara melalui survey, <em>focus group discussion<\/em>, atau wawancara pelanggan. Informasi ini dapat digunakan untuk membangun profil pelanggan untuk setiap segmen, yang dapat membantu kamu memahami lebih dalam tentang kebutuhan dan preferensi mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, kamu bisa memilih serta memprioritaskan segmen bisnis yang mana paling penting untuk bisnismu. Tentu ini didasarkan akan berbagai faktor, seperti profitabilitas, <em>customer lifetime value<\/em>, dan potensi pertumbuhannya. Dengan itu kamu bisa memfokuskan strategi sesuai target yang ingin kamu tuju.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mengumpulkan_dan_menganalisis_data_pelanggan\"><\/span>2. Mengumpulkan dan menganalisis data pelanggan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada beberapa cara untuk mengumpulkan data pelanggan seperti yang sudah disebut di atas, mulai dari Survey, FGD, wawancara pelanggan, dan data dari sistem CRM kamu. Data ini dapat mencakup informasi demografis,<em> purchasing habits<\/em>, <em>behaviour<\/em>, dan umpan balik tentang produk dan layanan kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah data sudah terkumpul, kamu bisa melakukan analisa dengan menggunakan berbagai bantuan <em>tools<\/em> dan berbagai teknik seperti <em>data mining<\/em>, <em>clustering<\/em>, dan <em>regression analysis<\/em>. Tujuannya adalah untuk mencari segmen penting untuk bisnis untuk dibuat model segmentasi pelanggan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Membuat_model_customer_segment_campaign_sesuai_preferensi_customer\"><\/span>3. Membuat model <em>customer segment<\/em> &amp; <em>campaign<\/em> sesuai preferensi <em>customer<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada beberapa metode untuk membuat model segmentasi pelanggan, seperti <em>\u00a0demographic segmentation, behavioral segmentation, <\/em>dan<em> psychographic segmentation<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk <em>demographic<\/em> <em>segmentation<\/em> meliputi, usia, jenis kelamin, pendapatan, dan lokasi. Behavioral segmentation yaitu membagi pelanggan berdasarkan <em>purchasing habits.<\/em> Psychographic segmentation membagi pelanggan berdasarkan<em> value customer<\/em>, dan gaya hidup mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah dibuat, penting untuk memprioritaskan segmen mana yang paling penting bagi bisnis kamu. Hal ini dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti profitabilitas, <em>customer lifetime value<\/em>, dan potensi pertumbuhan segmen. Dengan begitu kamu bisa membuat <em>campaign marketing <\/em>yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/cara-menagih-hutang-ke-customer-yang-sopan\/\">5 Cara Menagih Hutang ke Customer, Terbukti Sukses!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Mengukur_Keberhasilan_strategi_customer_segment\"><\/span>4. Mengukur Keberhasilan strategi <em>customer segment<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah kalian berhasil membuat <em>customer segment <\/em>dari tahap mengidentifikasi target <em>customer<\/em> hingga membuat model segmentasi pelanggan &amp; campaign yang sesuai dengan target. Kamu bisa melakukan pengukuran keberhasilan dari strategi ini. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kepuasan pelanggan:<\/strong> Yang diukur dari ini adalah seberapa puas pelanggan dengan bisnismu. Kamu dapat mengumpulkan informasi ini melalui survei, umpan balik pelanggan, dan berapa banyak yang akan merekomendasikan bisnis kamu ke pihak lain.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>CLV (<em>Customer lifetime value<\/em>): <\/strong>Yang diukur dalam hal ini adalah total nilai CLV yang dibawah oleh pelangganmu. Dengan memfokuskan upaya kamu pada segmen pelanggan dengan CLV tertinggi, kamu dapat memastikan bahwa strategi segmentasi pelanggan kamu mendorong nilai maksimum. Untuk menghitung nilai CLV kamu bisa menggunakan rumus.<br><br><strong>CLV = Rata-rata nilai transaksi x (Jumlah transaksi dalam satu tahun x waktu retensi)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Conversion Rates:<\/strong> Dengan melacak tingkat konversi untuk setiap segmen pelanggan, kamu dapat menentukan segmen mana yang paling responsif terhadap upaya pemasaranmu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Revenue:<\/strong> Dengan melacak pendapatan untuk setiap segmen pelanggan, kamu dapat menentukan segmen mana yang paling menguntungkan bagi bisnismu. Dengan itu kamu bisa tahu berapa banyak total pendapatan yang didapat dari bisnis kamu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Customer Segmentation<\/em><\/strong> merupakan strategi yang sangat penting untuk bisnis. Mulai dari mengumpulkan data, analisa data pelanggan, hingga membuat model <em>customer segment<\/em> untuk mengetahui segmen dari masing-masing <em>customer<\/em>. Dengan begitu kamu bisa mengetahui kepuasan &amp; profitabilitas pelanggan kamu dari masing-masing segmen.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami kebutuhan dan preferensi unik dari setiap segmen pelanggan, kamu dapat membuat <em>campaign marketing <\/em>yang sesuai dengan preferensi dan pengalaman pelanggan kamu dan bisa fokus terhadap segmen yang memberikan keuntungan yang bagus untuk Bisnis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, kalau kamu sudah bisa menentukan customer segmentation, tentu kalian sudah siap jualan. Kalau sudah siap jualan, maka proses operasional bisnis kamu sudah harus bagus dan efektif.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk membantu bisnismu, kamu bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/\">Aplikasi Invoice<\/a> Paper.id untuk mempermudah pengerjaan dalam pembuatan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-penjualan.php\">invoice penjualan<\/a> dan pengiriman invoice. Jadi dengan efisiensi nya operasional bisnis kamu, maka kamu bisa memaksimalkan waktu kamu dalam pembuatan campaign selanjutnya. Yuk daftar Paper.id sekarang juga dengan klik tombol di bawah ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai pebisnis, pasti kamu seringkali terjebak dalam paradigma \u201cone size fits all\u201d yang membuat kamu melewatkan peluang berharga. Dengan kata lain, perusahaan datang dengan satu strategi pemasaran, menggunakan teknik pemasaran massal dan pesan yang sama kepada semua orang yang melihat iklannya. Karena seringkali para pebisnis menggunakan strategi marketing ini untuk menghemat waktu dan tenaga, namun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11484,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pahami Customer Lebih Baik Dengan Customer Segmentation<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Customer Segmentation merupakan sebuah strategi bisnis yang harus Anda ketahui sebagai seorang pebisnis. Baca selengkapnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/customer-segmentation\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pahami Customer Lebih Baik Dengan Customer Segmentation\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Customer Segmentation merupakan sebuah strategi bisnis yang harus Anda ketahui sebagai seorang pebisnis. Baca selengkapnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/customer-segmentation\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-14T03:46:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-01T10:04:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/blake-wisz-tE6th1h6Bfk-unsplash-scaled-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pahami Customer Lebih Baik Dengan Customer Segmentation","description":"Customer Segmentation merupakan sebuah strategi bisnis yang harus Anda ketahui sebagai seorang pebisnis. Baca selengkapnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/customer-segmentation\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pahami Customer Lebih Baik Dengan Customer Segmentation","og_description":"Customer Segmentation merupakan sebuah strategi bisnis yang harus Anda ketahui sebagai seorang pebisnis. Baca selengkapnya.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/customer-segmentation\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2023-06-14T03:46:00+00:00","article_modified_time":"2025-10-01T10:04:54+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/blake-wisz-tE6th1h6Bfk-unsplash-scaled-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/customer-segmentation\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/customer-segmentation\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"Pahami Customer Lebih Baik Dengan Customer Segmentation","datePublished":"2023-06-14T03:46:00+00:00","dateModified":"2025-10-01T10:04:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/customer-segmentation\/"},"wordCount":941,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/customer-segmentation\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/customer-segmentation\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/customer-segmentation\/","name":"Pahami Customer Lebih Baik Dengan Customer Segmentation","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-06-14T03:46:00+00:00","dateModified":"2025-10-01T10:04:54+00:00","description":"Customer Segmentation merupakan sebuah strategi bisnis yang harus Anda ketahui sebagai seorang pebisnis. Baca selengkapnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/customer-segmentation\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/customer-segmentation\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/customer-segmentation\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pahami Customer Lebih Baik Dengan Customer Segmentation"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11482"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11482"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11482\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31002,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11482\/revisions\/31002"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11484"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11482"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11482"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11482"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}