{"id":11426,"date":"2023-06-09T10:02:00","date_gmt":"2023-06-09T03:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=11426"},"modified":"2025-10-08T16:21:17","modified_gmt":"2025-10-08T09:21:17","slug":"aset-vs-liabilitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/aset-vs-liabilitas\/","title":{"rendered":"Aset vs Liabilitas, Mana yang Lebih Penting untuk Bisnis?"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam laporan keuangan ada istilah aset dan liabilitas, tapi mana yang lebih penting untuk bisnis? Pada dasarnya, keduanya memiliki posisi yang sama penting, namun mereka memiliki karakteristik yang berbeda dan sama-sama saling terkait.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini akan dijabarkan penjelasannya secara ringkas mengenai perbedaan aset dan liabilitas, hingga cara menambah aset dan mengurangi liabilitas, lalu mana yang lebih penting untuk bisnis?<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong>Strategi Pengelolaan Logistik dan Aset Yang Efektif<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Aset_dan_Liabilitas\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan Aset dan Liabilitas&nbsp;<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aset merupakan sumber daya yang dimiliki perusahaan, bisa meliputi uang kas dan bangunan. Sedangkan, Liabilitas adalah kewajiban atau utang dari sebuah perusahaan. Aset &amp; Liabilitas pun terbagi menjadi dua contoh, yaitu produk berwujud (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tangible<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) &amp; tidak berwujud (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">intangible<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) Contoh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">intangible<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti utang usaha atas transaksi dagang ataupun kewajiban bayar gaji karyawan.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aset dan liabilitas sama-sama menjadi komponen yang harus ada di laporan neraca keuangan, di mana laporan neraca keuangan masuk sebagai satu dari tiga laporan keuangan penting untuk bisnis, selain laporan laba rugi, dan laporan arus kas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk melihat perbedaan aset dan liabilitas secara ringkas, berikut tabel komparasi dari kedua hal tersebut:<\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><\/td><td><strong>Aset<\/strong><\/td><td><strong>Liabilitas&nbsp;<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Contoh<\/td><td>Untuk aset dengan produk yang <em>tangible<\/em> seperti tanah, bangunan, &amp; kendaraan perusahaan.<br>Sedangkan untuk produk <em>intangible<\/em> itu seperti merek dagang, &amp; hak cipta.&nbsp;<\/td><td>Untuk liabilitas terbagi menjadi dua, ada yang <em>tangible &amp; intangible<\/em>.&nbsp;<br><em>Tangible<\/em> sendiri biasa yang berhubungan dengan aset fisik, seperti sewa kendaraan atau peralatan.<br>Sedangkan <em>intangible<\/em> seperti utang obligasi, &amp; utang lancar.<\/td><\/tr><tr><td>Pertambahan Nilai<\/td><td>Jika jumlah aset meningkat, makan akan dibukukan sebagai debet.&nbsp;<\/td><td>Jika jumlah liabilitas meningkat, akan dibukukan sebagai kredit.<\/td><\/tr><tr><td>Penurunan nilai<\/td><td>Jika jumlah aset menurun, akan dibukukan sebagai kredit.<\/td><td>Jika jumlah liabilitas&nbsp; menurun, akan dibukukan sebagai debet.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tabel ringkas Aset vs Liabilitas<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Nah, setelah mengetahui perbedaan serta contoh dari aset dan liabilitas. Tentu sebagai pebisnis Anda mencari tahu dong, bagaimana cara menambah aset bisnis dan mengurangi liabilitas yang ada?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menambah_Aset_dan_Mengurangi_Liabilitas\"><\/span>Cara Menambah Aset dan Mengurangi Liabilitas&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kenaikan aset dan penurunan liabilitas memiliki dampak positif terhadap bisnis. Dengan kenaikan aset, bisnis dapat meningkatkan nilai kekayaannya dan daya saingnya di pasar. Aset yang lebih besar juga memberikan fleksibilitas keuangan yang lebih besar untuk bisnis dalam menghadapi tantangan dan peluang yang muncul seperti pertumbuhan usaha, ekspansi ke pasar baru, investasi dalam penelitian dan pengembangan, dan diversifikasi portofolio produk atau layanan tanpa terhambat perihal dana .<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, penurunan liabilitas mengurangi beban hutang dan kewajiban keuangan yang harus dibayarkan oleh bisnis. Hal ini memungkinkan bisnis untuk mengalokasikan untuk menambah aset. Secara keseluruhan, kenaikan aset dan penurunan liabilitas memberikan fondasi yang kuat bagi bisnis untuk mencapai tujuan jangka panjangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada berbagai <strong>cara untuk menambah aset yang ada di dalam bisnis<\/strong>. Beberapa perlu Anda perhatikan, seperti berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Meningkatkan penjualan: <\/strong>Sebagai pebisnis Anda harus fokus pada strategi peningkatan penjualan yang menghasilkan pendapatan untuk bisnis. Tentu dengan meningkatnya penjualan Aset pada bisnis Anda pun semakin berkembang.&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Diversifikasi produk atau layanan: <\/strong>Menambah variasi produk &amp; layanan yang sesuai dengan pasar tentu akan memenuhi kebutuhan pelanggan. Tentu ini akan membantu menarik perhatian pelanggan baru &amp; meningkatkan pendapatan.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Investasi dalam aset produktif:<\/strong> Pertimbangkan untuk menginvestasikan dana perusahaan keaset produktif yang dapat menghasilkan pendapatan jangka panjang. Misalnya, Anda dapat membeli peralatan baru atau meningkatkan kapasitas produksi untuk meningkatkan output dan penjualan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memperluas pasar bisnis<\/strong>: Jika bisnis Anda hanya beroperasi di satu wilayah atau pasar tertentu, maka layak untuk pertimbangkan untuk memperluas jangkauan bisnis Anda. Ini bisa berarti membuka cabang baru, menjangkau pasar internasional, atau menjalin kemitraan dengan bisnis lain untuk mencapai pangsa pasar yang lebih luas.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Setelah mengetahui cara meningkatkan aset, lalu bagaimana<strong> cara mengurangi liabilitas yang ada pada bisnis<\/strong>? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti berikut ini:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Atur pembayaran utang secara teratur:<\/strong> Prioritaskan pembayaran utang bisnis dengan tepat waktu atau bahkan lebih cepat dari jatuh tempo. Ini akan membantu mengurangi jumlah utang yang harus Anda bayar dan menghindari denda atau bunga tambahan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengurangi pengeluaran <\/strong><strong><em>overhead<\/em><\/strong><strong>\/operasional: <\/strong>Tinjau kembali biaya operasional bisnis dan cari cara untuk menguranginya. Identifikasi area mana yang dapat dikurangi tanpa mengurangi kualitas atau efisiensi.<br>kurangi pengeluaran non-esensial, atau menegosiasikan ulang kontrak dengan pemasok untuk mendapatkan harga yang lebih baik sebagai contoh .<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Meningkatkan efisiensi operasional:<\/strong> Tinjau proses bisnis Anda dan identifikasi area di mana Anda dapat meningkatkan efisiensi, seperti otomatisasi tugas atau penggunaan teknologi yang lebih efektif.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Mencari sumber pendanaan alternatif: <\/strong>Jika Anda memiliki hutang yang mengganggu cash flow bisnis dalam periode tertentu&nbsp; pertimbangkan mencari sumber pendanaan alternatif seperti investor, modal ventura, atau <em>invoice financing<\/em> Demi kesehatan arus uang masuk yang sedang berjalan&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Perlu Anda ingat, bahwa cara meningkatkan aset dan karakteristik setiap bisnis itu berbeda. Jadi perlu melakukan penyesuaian strategi sesuai dengan kondisi dan tujuan bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/aset-tetap-tidak-berwujud\/\">Memahami Aset Tetap Tidak Berwujud yang Sering Dilupakan Pengusaha<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mana_yang_lebih_penting\"><\/span>Mana yang lebih penting ?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah penjelasan singkat mengenai perbedaan akan aset dan liabilitas, hingga cara meningkatkan aset &amp; liabilitas. <em>Nah<\/em>, jika ditanya&nbsp; \u201cmana yang lebih penting?\u201d Tentu, jumlah aset yang paling penting untuk bisnis, Kenapa? bisnis yang sukses cenderung memiliki aset yang produktif dan efisien&nbsp; sehingga berdampak meningkatkan kinerja bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, perlu diingat akan adanya pengelolaan yang baik terhadap liabilitas, jika bisnis terlalu banyak liabilitas yang tidak terbayarkan, itu dapat mempengaruhi kestabilan bisnis secara finansial. Tentu, terlalu banyak kewajiban yang harus dibayar juga dapat menghambat kemampuan bisnis untuk berkembang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin banyak aset Anda Dibandingkan dengan liabilitas atau kewajiban yang harus dibayar maka semakin baik keuangan bisnis. Itulah mengapa penting untuk menjaga kesimbangan aset untuk tetap sehat dan tidak kurang dari liabilitas bisnis Anda.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu bagaimana cara menyeimbangkan kedua hal tersebut? lakukan evaluasi terhadap komposisi aset dan liabilitas bisnis yang ada, kemudian lakukan perencanaan keuangan yang cermat dengan mempertimbangkan tujuan jangka panjang dan jangka pendek.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, akukan pemantauan &amp; pengelolaan terhadap aset dan liabilitas secara rutin. Dengan menjaga keseimbangan antara aset dan liabilitas yang ada, maka anda dapat mengoptimalkan penggunaan aset, mengurangi liabilitas yang ada, dan meningkatkan kinerja keuangan secara keseluruhan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, baik aset maupun liabilitas itu sama-sama penting untuk bisnis. Keduanya menjadi komponen yang wajib ada dalam laporan keuangan. Untuk mengetahui aset dan liabilitas bisnis Anda dengan baik, penting dilakukan pencatatan terhadap tagihan bisnis yang ada. Seperti pembuatan serta pengiriman invoice.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah untuk mempermudah dalam proses pembuatan serta pengiriman invoice, Anda bisa menggunakan aplikasi invoice online dari Paper.id. Dengan Paper.id, Anda bisa mengirim serta membuat invoice dengan mudah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, invoice yang telah dibuat juga sudah terekonsiliasi dengan pembayaran digital. Yuk, pakai Paper.id sekarang juga untuk mempermudah bisnis Anda dengan klik tombol dibawah ini!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-vivid-cyan-blue-background-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aset Liabilitas&nbsp; Contoh Untuk aset dengan produk yang tangible seperti tanah, bangunan, &amp; kendaraan perusahaan.Sedangkan untuk produk intangible itu seperti merek dagang, &amp; hak cipta.&nbsp; Untuk liabilitas terbagi menjadi dua, ada yang tangible &amp; intangible.&nbsp;Tangible sendiri biasa yang berhubungan dengan aset fisik, seperti sewa kendaraan atau peralatan.Sedangkan intangible seperti utang obligasi, &amp; utang lancar. Pertambahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11428,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Aset vs Liabilitas, Mana yang Lebih Penting untuk Bisnis?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Aset vs Liabilitas, Pasti Anda sering mendengar kedua istilah tersebut, tapi manakah yang paling mempengaruhi untuk bisnis?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/aset-vs-liabilitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aset vs Liabilitas, Mana yang Lebih Penting untuk Bisnis?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Aset vs Liabilitas, Pasti Anda sering mendengar kedua istilah tersebut, tapi manakah yang paling mempengaruhi untuk bisnis?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/aset-vs-liabilitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-09T03:02:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T09:21:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/austin-distel-744oGeqpxPQ-unsplash-1-scaled-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aset vs Liabilitas, Mana yang Lebih Penting untuk Bisnis?","description":"Aset vs Liabilitas, Pasti Anda sering mendengar kedua istilah tersebut, tapi manakah yang paling mempengaruhi untuk bisnis?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/aset-vs-liabilitas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Aset vs Liabilitas, Mana yang Lebih Penting untuk Bisnis?","og_description":"Aset vs Liabilitas, Pasti Anda sering mendengar kedua istilah tersebut, tapi manakah yang paling mempengaruhi untuk bisnis?","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/aset-vs-liabilitas\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2023-06-09T03:02:00+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T09:21:17+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/austin-distel-744oGeqpxPQ-unsplash-1-scaled-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/aset-vs-liabilitas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/aset-vs-liabilitas\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"Aset vs Liabilitas, Mana yang Lebih Penting untuk Bisnis?","datePublished":"2023-06-09T03:02:00+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:21:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/aset-vs-liabilitas\/"},"wordCount":1086,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/aset-vs-liabilitas\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/aset-vs-liabilitas\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/aset-vs-liabilitas\/","name":"Aset vs Liabilitas, Mana yang Lebih Penting untuk Bisnis?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-06-09T03:02:00+00:00","dateModified":"2025-10-08T09:21:17+00:00","description":"Aset vs Liabilitas, Pasti Anda sering mendengar kedua istilah tersebut, tapi manakah yang paling mempengaruhi untuk bisnis?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/aset-vs-liabilitas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/aset-vs-liabilitas\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/aset-vs-liabilitas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aset vs Liabilitas, Mana yang Lebih Penting untuk Bisnis?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11426"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11426"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11426\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31316,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11426\/revisions\/31316"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11428"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}