{"id":10782,"date":"2024-06-18T18:47:31","date_gmt":"2024-06-18T11:47:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=10782"},"modified":"2025-10-11T12:01:14","modified_gmt":"2025-10-11T05:01:14","slug":"cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana\/","title":{"rendered":"Cash Flow yang Sehat dan Tidak, Dinilai dari Mana?"},"content":{"rendered":"\n<p>82% bisnis gagal karena perkara yang terdengar sederhana, yaitu <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/finansial-umkm\/apa-itu-cash-flow\/\"><em>cash<\/em> <em>flow<\/em><\/a>. Tidak percaya? Data ini dipaparkan oleh U.S. Bank berdasarkan sebuah studi oleh Jessie Hagen. <\/p>\n\n\n\n<p>Tidak berlebihan jika <a href=\"https:\/\/www.score.org\/resource\/blog-post\/1-reason-small-businesses-fail-and-how-avoid-it\">Score<\/a> menyebutkan bahwa ini adalah alasan nomor 1 kenapa bisnis khususnya skala kecil hingga menengah gagal dalam perjalanannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin, saat ini kamu merasa bisnismu baik-baik saja karena bisa terus berjalan. Akan tetapi, bisa jadi ada masalah yang tidak kamu sadari atau mengerti yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba memberikan dampak negatif yang besar bagi bisnismu. Tentunya, tidak ingin itu terjadi, <em>&#8216;kan<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p>Tenang, Paper.id telah merangkum bagaimana cara mudah mengukur sehat atau tidaknya cash flow bisnismu dalam artikel ini. Makanya, yuk, simak dan catat baik-baik!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Belajar_dari_Nike_Nyaris_Bangkrut_Karena_Cash_Flow\"><\/span><strong>Belajar dari Nike, Nyaris Bangkrut Karena <em>Cash Flow<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Nike, perusahaan ritel yang terkenal di seluruh dunia dengan produk-produk olahraganya seperti tidak ada matinya. Selalu banyak peminat, terkadang tidak terbayangkan bahwa perusahaan besar inni pun pernah mengalami masalah cash flow.<\/p>\n\n\n\n<p>Nike bermula di tahun 1962 dengan pendanaan sebesar 3000 dolar AS dari First National Bank of Oregon. Sang <em>founder<\/em> yang cerdas yakni Phil Knight mampu mengembangkan Nike hingga mampu menghasilkan <em>revenue<\/em> sebesar 150.000 dolar AS di tahun 1968, alias dalam 6 tahun saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan penjualan yang meroket, Knight mulai merasakan kesulitan untuk menyeimbangkan supply dan demand bisnisnya. Akibat tempo pembayaran yang singkat dari supplier, Nike merasakan sulitnya mengelola <em>cash<\/em> <em>flow<\/em> yang sehat. <\/p>\n\n\n\n<p>Tiba-tiba saja, keuangan jadi terasa sesak tanpa disadari sebelum nyaris terlambat.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat harus membayar supplier-supplier-nya, ia pun butuh kas untuk tetap memastikan operasional bisnisnya hidup. Tentu, ini tidak mudah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/24936.webp\" alt=\"nike cash flow\" class=\"wp-image-19812\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/24936.webp 1000w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/24936-300x200.webp 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/24936-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk memenuhi utang-utangnya, Knight menjual <em>inventory<\/em> bisnis dan malah memasok barang dua kali lebih banyak agar dapat berkembang lebih besar lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski pada akhirnya mendapatkan pendanaan di tahun-tahun selanjutnya dan menjadi bisnis raksasa seperti yang kita kenal saat ini, kecerdikan dan keberuntungan Knight tidak pasti terjadi bagi semua <em>business owner<\/em> di dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih sering, bisnis justru terus-terusan terlilit <em>cash<\/em> <em>flow<\/em> yang macet dan pada akhirnya bangkrut. Apalagi, jika pebisnis tidak punya aset untuk &#8220;dikorbankan&#8221; seperti yang dilakukan oleh Knight.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, oleh karena itu, bagaimana cara mengetahui <em>cash<\/em> <em>flow<\/em> bisnis sehat atau tidak sebelum terlambat dan harus mengerahkan semuanya untuk menyelamatkan usaha?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengukur_dan_Menilai_Sehat_atau_Tidaknya_Cash_Flow_Bisnis\"><\/span><strong>Cara Mengukur dan Menilai Sehat atau Tidaknya Cash Flow Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menghitung_kas_lancar_current_ratio\"><\/span>1. Menghitung kas lancar (<em>current ratio<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Rasio ini menunjukkan kemampuan bisnismu dalam membayar utang-utang jangka pendek (jatuh tempo dalam 1 tahun atau kurang) menggunakan kas yang dimiliki. Semakin tinggi rasio kas lancar, maka semakin sehat arus kas<em> <\/em>bisnismu.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio kas lancar dihitung dengan membandingkan total kas dan setara kas (seperti investasi jangka pendek dan piutang usaha) dengan total utang jangka pendek yang harus dibayar dalam waktu dekat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, bisnis kamu punya total kas dan setara kas sebesar Rp 1 miliar dan total utang jangka pendek sebesar Rp 500 juta. Maka, rasio kas lancar (<em>current ratio<\/em>) bisnis kamu adalah:<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\"><div class=\"wp-block-group__inner-container\">\n<div class=\"wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-3 wp-block-group-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-group is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\"><div class=\"wp-block-group__inner-container\">\n<p>Rasio kas lancar = <em>Total kas dan setara kas<\/em> \/ <em>Total utang jangka pendek<\/em><br>= Rp 1 miliar \/ Rp 500 juta <br>= 2<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, bisnismu punya rasio kas lancar sebesar 2 (termasuk lancar karena pada umumnya rasio kas lancar yang baik berkisar antara 1,5 hingga 2,0), yang berarti memiliki kas dan setara kas dua kali lipat lebih banyak daripada utang jangka pendek yang harus dibayarkan dalam waktu dekat.&nbsp;<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer\"><img decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-08.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-17359\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-08.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-08-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-08-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <strong>4 Pengaruh Penggunaan Virtual Account Terhadap Cash Flow Bisnis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Melihat_arus_kas_operasi_operating_cash_flow\"><\/span>2. Melihat arus kas operasi (<em>operating cash flow<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah jumlah uang yang dihasilkan dari aktivitas operasional bisnis kamu dalam periode tertentu, bisa perbulan atau pertahun. Arus kas operasi dapat dihitung dengan mengurangkan biaya-biaya operasional dari pendapatan operasional bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, bisnismu punya pendapatan operasional sebesar Rp 10 miliar dan biaya-biaya operasional sebesar Rp 7 miliar dalam satu tahun. Maka, arus kas operasi bisnis kamu dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\"><div class=\"wp-block-group__inner-container\">\n<div class=\"wp-block-group is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\"><div class=\"wp-block-group__inner-container\">\n<p>Arus kas operasi = <em>Pendapatan operasional &#8211; Biaya-biaya operasional<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>= Rp 10 miliar &#8211; Rp 7 miliar<\/p>\n\n\n\n<p>= Rp 3 miliar<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p>Artinya, bisnis kamu menghasilkan arus kas operasi sebesar Rp 3 miliar dalam satu tahun tersebut. Jika arus kas operasi bisnis kamu positif, artinya bisnismu menghasilkan keuntungan dan memiliki arus kas yang sehat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menganalisis_arus_kas_bebas_free_cash_flow\"><\/span>3. Menganalisis arus kas bebas (<em>free cash flow<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sederhananya begini, <em>free cash flow<\/em> merupakan arus kas yang tersedia untuk diinvestasikan atau dibagikan kepada pemegang saham setelah memenuhi kebutuhan operasional dan investasi jangka panjang bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Semisal, jika bisnismu menghasilkan arus kas operasi sebesar Rp 500 juta per tahun, dan kamu mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp 300 juta serta melakukan investasi jangka panjang sebesar Rp100 juta, maka arus kas bebas bisnismu adalah Rp 100 juta.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Nah,<\/em> berarti dari hitungan tersebut menunjukkan bahwa bisnis kamu memiliki kelebihan kas sebesar Rp 100 juta yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis di masa depan atau membagikan dividen kepada pemegang saham.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"536\" height=\"374\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Cara-Menghitung-Cash-Flow.png\" alt=\"Contoh Mudah Cara Menghitung Cash Flow\" class=\"wp-image-10783\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Contoh Mudah Cara Menghitung Cash Flow (Photo by KitaLulus) <\/em><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Menghitung_Cash_Conversion_Cycle_CCC\"><\/span>4. Menghitung <em>Cash Conversion Cycle<\/em> (CCC)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Cash Conversion Cycle<\/em> (CCC) atau Siklus Konversi Kas adalah metrik yang mengukur seberapa cepat perusahaan bisa mengubah investasinya dalam persediaan dan sumber daya lainnya menjadi kas dari penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p>CCC dihitung dengan menjumlahkan periode waktu yang dibutuhkan untuk menjual persediaan, mengumpulkan piutang dari penjualan tersebut, dan membayar utang usaha.<\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya, rumus untuk menghitung CCC adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>CCC = DIO + DSO &#8211; DPO<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Keterangan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>DIO (<em>Days Inventory Outstanding<\/em>)<\/strong>: Rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk menjual persediaannya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>DSO (<em>Days Sales Outstanding<\/em>)<\/strong>: Rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk menagih piutangnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>DPO (<em>Days Payable Outstanding<\/em>)<\/strong>: Rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk membayar hutang dagangnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sebagai pemilik bisnis, penting banget lho untuk tahu nilai CCC (<em>Cash Conversion Cycle<\/em>) dan menjaga&nbsp;<em>cash flow<\/em>&nbsp;tetap lancar. Jangan khawatir, di Paper.id kini kamu bisa pantau semuanya dengan mudah. Apalagi kamu tinggal masukin data yang diperlukan ke dalam&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/hasil-analisis-cash-flow.php\">kalkulator keuangan<\/a>&nbsp;dengan gampang!<\/p>\n\n\n\n<p>Cukup klik tombol di bawah ini dan masukkan data yang dibutuhkan ke dalam&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/hasil-analisis-cash-flow.php\">kalkulator keuangan online<\/a>. Selamat! Sekarang kamu bisa menganalisis hasilnya dan dapatkan rekomendasi yang bermanfaat!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-7 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/cash-flow-checkup.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=cash_flow_sehat_tidak_sehat\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Coba Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/tips-mengatur-tempo-pembayaran-supplier-untuk-memperlancar-cash-flow\/\"><strong>Tips Mengatur Tempo Pembayaran Supplier untuk Memperlancar Cash Flow<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelola_Cash_Flow_Bisnis_Lebih_Optimal_dengan_Paperid\"><\/span><strong>Kelola <em>Cash Flow<\/em> Bisnis Lebih Optimal dengan Paper.id<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Nah, kamu sudah memahami tentang pentingnya <em>cash<\/em> <em>flow<\/em> dan bagaimana cara untuk menilai kesehatannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekadar mengetahui kondisinya saja tidak cukup, <em>lho<\/em>. Kamu harus tahu apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kondisinya jika memang menghadapi masalah, atau bagaimana cara untuk membuatnya makin optimal lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak perlu bingung, karena Paper.id punya solusi <em>end-to-end<\/em> agar <em>business<\/em> <em>owner<\/em> sepertimu bisa memaksimalkan usaha dengan <em>cash<\/em> <em>flow<\/em> yang lancar.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Paper.id, tersedia invoicing digital yang langsung terintegrasi dengan lebih dari 30 metode pembayaran, mulai dari transfer ke begitu banyak opsi bank, <em>Virtual Account<\/em>, QRIS, <em>marketplace<\/em>, dan masih banyak lagi. Bahkan, Paper.id juga memungkinkanmu untuk bertransaksi bisnis dengan kartu kredit meski mitra bisnis tidak menyediakan opsinya!<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, masih ada banyak fitur lainnya yang tidak kalah menarik, seperti financing, pencatatan keuangan sederhana, dan inventory.<br>Yuk, jelajahi Paper.id dan registrasi dengan klik tombol di bawah ini, gratis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-8 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=cash_flow_sehat_dan_tidak&amp;utm_content=button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>82% bisnis gagal karena perkara yang terdengar sederhana, yaitu cash flow. Tidak percaya? Data ini dipaparkan oleh U.S. Bank berdasarkan sebuah studi oleh Jessie Hagen. Tidak berlebihan jika Score menyebutkan bahwa ini adalah alasan nomor 1 kenapa bisnis khususnya skala kecil hingga menengah gagal dalam perjalanannya. Mungkin, saat ini kamu merasa bisnismu baik-baik saja karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":19809,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6399],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cash Flow yang Sehat dan Tidak, Dinilai dari Mana?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Temukan rahasia cash flow yang sehat! Pelajari cara menilai kesehatan keuangan dengan tepat dalam artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cash Flow yang Sehat dan Tidak, Dinilai dari Mana?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Temukan rahasia cash flow yang sehat! Pelajari cara menilai kesehatan keuangan dengan tepat dalam artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-18T11:47:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-11T05:01:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/2148542028.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"563\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cash Flow yang Sehat dan Tidak, Dinilai dari Mana?","description":"Temukan rahasia cash flow yang sehat! Pelajari cara menilai kesehatan keuangan dengan tepat dalam artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cash Flow yang Sehat dan Tidak, Dinilai dari Mana?","og_description":"Temukan rahasia cash flow yang sehat! Pelajari cara menilai kesehatan keuangan dengan tepat dalam artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2024-06-18T11:47:31+00:00","article_modified_time":"2025-10-11T05:01:14+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":563,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/2148542028.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Cash Flow yang Sehat dan Tidak, Dinilai dari Mana?","datePublished":"2024-06-18T11:47:31+00:00","dateModified":"2025-10-11T05:01:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana\/"},"wordCount":1100,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Keuangan Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana\/","name":"Cash Flow yang Sehat dan Tidak, Dinilai dari Mana?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-06-18T11:47:31+00:00","dateModified":"2025-10-11T05:01:14+00:00","description":"Temukan rahasia cash flow yang sehat! Pelajari cara menilai kesehatan keuangan dengan tepat dalam artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/cash-flow-yang-sehat-dan-tidak-dinilai-dari-mana\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cash Flow yang Sehat dan Tidak, Dinilai dari Mana?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10782"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10782"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10782\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31301,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10782\/revisions\/31301"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}